72 baris pertama.
Aku bukan anak kecil.
Jangan pura-pura baik padaku.
Aku tidak memikirkanmu.
Kalau kau menginginkanku,
minumlah darahku.
Bukan untukmu, tapi demi aku.
Itu yang aku inginkan.
Kalau itu yang kau inginkan,
jangan lakukan yang kita masing-masing inginkan.
kau tidak ingin melakukan yang masing-masing kita inginkan?
Iya, secara egois.
Kalau begitu, apa kau ingin menciumku sekarang?
Tidak.
- Kau sudah bangun? - Kau terbangun?
Jam berapa sekarang?
Sebentar.
Teleponmu mati?
Tidak.
Apa? Ini sudah jam 9?
Kak bangunlah!
Ada apa?
- Kita harus ke kampus! - Apa?
Apa hatimu tenang?
Iya.
Ya sudah kalau begitu.
Junho...
Maaf.
Aku datang terlalu lama ya?
Apa yang terjadi?
Ada apa denganmu dari tadi?
Tolong jangan bicara.
Aku tidak akan melewatkannya.
Katakan.
Ada masalah apa?
Aku takut jika kau tidak ada.
Karena saat ini aku sangat bahagia.
Aku takut.
Kak,
hiduplah denganku lebih lama.
Tolong minum darahku.
Ku mohon.
Baiklah.
Kalau begitu, minumlah sekarang.
Aku sudah siap.
Karena sebentar lagi sudah malam,
besok pagi saja.
Sungguh? Jangan kabur ya.
Aku tidak akan kabur.
Aku mulai takut, saat kematian datang.
Saat terakhir denganmu.
Kak?
Kak!
Kak?
Kau di sini.
Kak?
Sepertinya aku sudah terlambat.
Maaf.
Kenapa kau pergi?
Kau bilang kau akan di sampingku.
Aku tidak suka kau melihatku seperti ini.
Aku senang ada kau di kehidupanku,
yang membosankan dan panjang ini.
Walaupun 500 tahun lagi,
aku akan kembali lagi.
Jangan bicara seperti itu!
Kau bilang akan bersamaku.
Cepat minum sekarang.
Kumohon.
Aku ingin bersamamu satu hari lagi.
Walaupun hanya satu hari.
Bagaimana kau meninggalkanku seperti ini?
Aku masih belum siap.
No comments yet. Be the first to leave one.