Maklumat siaran

아버님제가모실게요 FatherI'llTakeCareofYou E23
Ulasan oleh DSS_Indo
Damn!SuperSub >> ngesub.com ║Follow>>Twitter : @Dssindo║ LIKE : facebook.com/DamnSuperSubIndo

Tag

other
Diterbitkan pada: 2017-03-28
Muat Turun: 8
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Aku diadopsi.

Aku diadopsi dari panti asuhan.

Dan aku mencari adikku yang hilang 20 tahun lalu.

Itulah aku.

Hyun Woo-ssi.

-= Episode 23 =- Kenapa?

Sekarang kau sudah lebih baik?

Maaf, aku tak tahu.

Aku tak tahu kalau masa lalumu menyakitkan.

Maafkan aku sudah bersikap kekanak-kanakan.

Setelah mencari selama 20 tahun lebih

kurasa aku akan segera menemukannya.

Apa?

Adikku, kurasa akan segera kutemukan.

Serius?

Jadi percayalah padaku, bersabarlah.

Aku tak akan melakukan tindakan yang akan membuatmu terluka.

Bersabarlah denganku sampai kutemukan adikku.

Damn! Super Sub Indonesia

Iya.

Aku akan menunggu.

Aku akan bersabar.

Aku juga akan percaya padamu.

Apa yang terjadi pada sikap tomboimu?

Tetangga akan bahagia karenanya.

Semua berkat kau.

Diterjemahkan oleh : ** Appa Ddal Ifabee **

Bang Sangmoo.

Kalian berdua sedang apa?

Sedang apa di sini?

Seong Joon-ssi, maksudku Han Bonbujang.

Kau tahu apa yang terjadi di perusahaan sekarang ini?

Bagaimana bisa kau tak menanggapi telponku? Kau kan bonbujang?

Maaf, hapeku di bawah.

Ada apa?

Aku terkejut dengan kalian berdua.

- Bang Sangmoo. - Jo Jagga bilang tak akan kerja sama dengan kita.

Apa?

- Kau tahu siapa dia? - Dia Agassi yang waktu itu.

Siapa?

Yang akan menikah dengan Seong Joon.

Sayang.

Dia bilang tak akan menikah dengannya.

Sayang!

Sayang!

Kenapa? Apa alasannya?

Dia ada masalah kontrak dengan perusahaan sebelumnya.

Dia masih ada perjanjian kontrak

jadi perusahaan tersebut menyelesaikannya dengan memberi ganti rugi.

Tapi sekarang mereka memanipulasinya, dan memutuskan kontrak dengan Jo Jagga.

Tidak mungkin.

Jo Jagga sekarang di mana?

Di studionya, PH yang lain akan segera ke sana.

Kita ketemuan di sana.

Cepatlah, Seong Joon-ssi kau tak punya waktu main-main di rumah.

Seong Joon.

Agassi itu mana?

Bu, ada masalah di kantor aku mau kembali ke kantor.

Maafkan aku.

Hei, Seong Joon.

Aku sibuk, tapi ada yang mau kutanyakan sebelum aku balik.

Iya, Sangmoo-nim.

Kalian berdua sedang apa?

Kami hanya membahas naskahku.

- Membahas naskah? - Iya.

Oh Dong Hee-ssi.

Apa yang kalian lakukan di rumah memang bukan urusanku.

Tapi kuharap dia tak bermalas-malasan kerja karena melakukan hal yang tak berguna.

Iya.

Ibu.

Ternyata aku benar.

Aku penasaran siapa yang datang.

Ada masalah mendesak di kantor, tapi Seong Joon tak mengangkat telponnya.

Jadi aku kemari menjemputnya.

- Ada masalah serius di kantor? - Tidak, tidak begitu serius kok.

Hanya mendesak untuk segera diselesaikan.

Saat kemari tadi dia lupa bawa hapenya.

Kalau saja Seong Joon-ssi membawa hapenya

aku tak perlu datang ke sini di hari libur seperti ini.

Aku minta maaf.

Tidak, bisa dimaklumi kok.

Bu, aku permis dulu.

- Seong Joon-ssi mungkin menungguku. - Iya, silakan.

- Aku akan datang berkunjung lagi. - Iya, hati-hati.

Sadon, kau ada waktu?

Iya, Sadon Eorun.

Aku tak akan bawa teh, kalau tahu mereka ternyata pergi.

Berhubung aku bawa 2 kenapa tidak kita minum saja?

Iya.

Sepertinya di sini nyaman.

Iya, Hyeongbu banyak membantuku menatanya.

Iya, Seong Hoon baik pada iparnya.

Sadon Dong Hui,

Kau tak menikah?

Menikah?

Maafkan aku.

Kau tidak muda terus.

Sekarang usiamu sudah cukup untuk menikah bukan begitu?

Entahlah. Masih belum terpikir.

Aku sudah menikahkan semuanya kecuali Seong Joon.

Maksudku

aku ingin Seong Joon menikah tak seperti hyeong-hyeongnya.

Itulah yang dirasakan para Ibu.

Bukan hanya baik, atau yang miskin kami ingin calon menantu kami kaya dan berpendidikan

dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari orang tuanya.

Kami mau menantu yang seperti itu.

Sekarang ini, itulah yang terbaik untuk kehidupan berumah tangga.

Oh, iya...

Sadon kau pintar dan seorang jagga

jadi aku yakin kau mengerti bagaimana perasaan ibu.

Iya.

Kau juga harus menikah.

Kau tidak mengatakan apa-apa pada agassi itu, kan?

Aku tak bicara apa-apa pada Agassi itu.

Mereka pergi terburu-buru karena ada masalah di kantor.

Aku malah minum teh bersama Dong Hee.

- Dong Hui? Kenapa kau bicara dengannya? - Hanya sedikit memperingatkannya.

Memperingatkan apa?

Sadon Eorun membesarkannya dengan baik.

Dia tak punya celanya.

Maksudmu apa sih?

Mereka tumbuh jadi pria dan wanita dewasa.

Tiap hari mereka duduk berjam-jam di ruangan sempit itu.

Mana bisa aku tak memperingatkannya?

Kau ini mikir apa?

Aku curiga sesuatu.

Ada sesuatu di antara mereka berdua.

- Sayang. - Kalau tak tahu mending kau jangan ikut campur.

Anak muda jaman sekarang beda dengan jaman kita muda dulu.

Kalau sudah saling suka tak peduli meskipun mereka ipar.

- Kau ini kenapa? - Seong Joon bagaimana kau tidak tahu?

Dia sepertimu, dia selalu menolong orang yang membutuhkan.

Jadi maksudmu Seong Joon suka pada Sadon?

Tidak boleh, dia tak boleh menyukainya. Mereka itu saudara ipar.

Itu sebabnya aku mencegah jangan sampai terjadi.

Pokoknya, kalau kau lihat Seong Joon kasih dia peringatan juga.

Kau ini.

Kita kehilangan Jo Jagga.

Aku tak pernah mengira hal ini terjad.

Bagaimana bisa mereka menyelesaikannya saat kita sudah siap semua?

Jo Jagga bilang dia dapat izin.

Beginilah cara kerja di indutri ini.

Kita salah karena ceroboh.

Aku akan lakukan apa saja dengan wewenangku supaya tidak kehilangan slot TV.

Tapi sesegera mungkin kita harus dapat penulis lain.

Lantas agenda utama bagaimana?

Kali ini tim konten marketing jadi bahasan utama.

Dasar bodoh.

Aku tak seharusnya membiarkan anak muda itu menanganinya.

Sial.

Apa lagi?

Yang penting, kita diskusikan keberadaan diskusikan Park Hoejangnim.

Keparat.

Kenapa mereka ingin sekali menngumumkan kematian pak tua itu?

Jadi berapa banyak suara yang kupunya.

Suara Anda mayoritas.

Tapi para pemegang saham menentang Anda menuntut melihat wasiatnya Park Hoejangnim.

Tak bakalan berjalan mulus.

- Ya sudah, kau boleh pergi. - Iya.

Kudengar kontrak dengan Jo Jagga dibatalkan.

Bagaimana Papa tahu?

Kejadiannya pagi ini.

Karena kau menganggap Papa lelucon

dan dia tak takut pada Papa.

Bagus.

Para pemegang saham tak pernah suka Han Seong Joon dan tim konten.

Kita akan gunakan ini sebagai alasan menyingkirkan tim konten.

- Papa, bagaimana bisa Papa lakukan itu? - Pecat juga Han Seong Joon.

Harusnya kita terima pengunduran dirinya.

- Ini saat yang tepat. - Papa.

Titik.

Pa, beri aku waktu untuk menyelesaikan ini.

Kita bisa menyelesaikannya.

- Ya? - Kau memohon sekalipun tak ada gunanya.

Meeting pemegang saham minggu ini bagaimana?

Kau kira para pemegang saham akan membiarkan Han Seong Joon melarikan diri?

Ada apa?

Kau ada keperluan di rumah kami?

Kau baru pulang?

Kau mau menemui Nuna?

Tidak.

Terus kenapa kemari?

Aku sungguh tak mengerti kenapa kaulakukan ini.

- Aku... - Silakan pulang.

Kau terilhat tak enak badan.

Mama sedang apa?

Sudah diamlah.

Di depan Profesor kau harus rapi.

Kesan pertama sangat penting.

Sip.

Sekarang kau siap?

Ma, jadi hari ini kita akan tahu

aku menyanyi atau gulat?

Kenapa kau bawa-bawa itu kemari?

Aku tak percaya diri menyanyi.

Kenapa?

Siapa bilang kau harus tetap jadi anak bodoh di sekolah?

Bukan kau yang memutuskan, tapi profesorlah yang memutuskan.

Karena itu, Chang Soo, dengarkan Mama bernyanyilah setenang mungkin.

Bernyanyilah seperti biasanya, mengerti?

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left