200 baris pertama.
-= Episode 20 =- Halo.
Iya, halo.
Malam-malam begini kau mau kemana?
Ibu sakit perut, aku mau belikan obat untuknya.
Seong Joon-ssi.
Kalau kau kesulitan cari kerja katakan saja padaku.
Kau tahu BNC Production, kan?
Aku kenal dekat dengan seseorang di perusahaan itu.
Dari mana kau tahu aku cari kerja?
Jeong Eun bilang kau keluar dari perusahaanmu.
Nuna tahu hal itu?
Aku belum memberi tahu keluargaku mengenai hal itu.
Aku lancang ya?
Iya...
lancang sekali.
Aku salah apa padamu?
Kurasa kau terlalu waspada terhadapku.
Yang terjadi hari itu...
Lupakan saja. Kau tak perlu menjelaskannya.
Lee Hyun Woo-ssi
kurasa kau bukan orang yang baik.
Tidak ada niatan baik atau kebaikan tanpa alasan.
Menurutmu begitu, kan?
Benar.
Tapi, selain itu,
kau sendiri tidak jelas asal usulnya.
Aku tak tahu siapa dirimu.
Aku permisi.
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh : ** Appa Ddal Ifabee **
Kau menemukan petunjuk?
Belum, belum ada perkembangan.
Kenapa tidak ada informasi mengenai Seong Joon?
Aku sudah melacak rumah sakit tempatnya dilahirkan,
tapi anehnya, aku tak bisa menemukan ibu kandungnya.
Kurasa tanggal lahirnya...
dan tanggal kelahiran di aktanya berbeda.
Jadi, sia-sia saja menemukan catatan kelahirannya.
Han Hyung Seop bagaimana?
Tidak ada bedanya.
Sejauh yang kuketahui,
tidak ada yang selingkuh dengannya.
Kita fokus dengan ibu kandungnya Seong Joon.
Temukan siapapun...
yang punya hubungan dengannya dan ayahnya sejak dia dibawa ke sini.
Kuminta kau menyelidikinya.
Ibu mana?
Kurasa sedang makan siang dengan Sadon Eorun.
Mereka makin akrab saja, kan?
Ada bagusnya juga Sadon Eorun pindah ke sini.
Ibu jadi tak merepotkanku lagi.
Wah, kau kejam sekali.
Jujur saja.
Kalau tahu mengenai kita orang mungkin merasa aneh.
Aku mengurus Ibu dan Sadon Eorun.
Mereka bilang lebih buruk dari yang terburuk.
Apa? Kau bilang apa?
Senang saja karena sekarang Ibu tak lagi kesepian.
Kita tak perlu sepenuhnya memperhatikannya, jadi bagus untuk semuanya.
Aigoo.
Ngomong-ngomong,
liburmu sudah selesai belum?
- Maaf? - Kau ini.
Tidak lihat dia sedang makan?
Aku bilang apa memangnya? Aku cuman tanya apa liburannya sudah selesai.
Iya sudah selesai.
Perusahaanmu itu aneh sekali.
Oh ya,
kau benar tak jadi menikah dengan Agassi
yang kau bawa kemari itu? Kau yakin?
Dia bilang tak akan menikah dengannya.
Kau sudah berkali-kali tanya padanya.
Karena dia terlalu bagus.
Maksudmu apa?
Hyeongnya...
menikahi wanita dari kalangan keluarga biasa.
Kalau dia bisa menikah dengan wanita dari keluarga kaya, alangkah bagusnya.
Bu, itu...
Seong Joon, ubah keputusanmu dan baliklah sama dia.
Aku yakin dia mengunjungi kita...
bukan tanpa alasan.
- Sayang. - Kau jangan ikut campur.
Pria juga...
butuh bantuan dari orang lain dalam hidupnya.
Kau tengok hyeong-hyeongmu.
Mereka pada balik ke rumah orang tuanya.
Kalau saja mereka punya istri kaya,
mereka tak bakalan tinggal seatap begini, saban hari berkelahi.
Mereka hidup seperti itu...
karena tak beruntung memilih istirinya.
Seong Joon,
tolong kau jangan...
meelakukan kesalahan yang sama dengan hyeongmu.
Tolong pertimbangakan baikan lagi dengan Agassi itu, ya?
Hei,
hidup itu hanya sebentar,
toh cinta tak ada yang abadi.
Kau butuh orang yang mau mengulurkan tangan saat kau kesusahan.
Kalau orang tuamu miskin, setidaknya kau butuh mertua kaya.
Sudah hentikan.
Aduh, kenapa kau membentakku?
Kau dari tadi bicara hal tak masuk akal.
Kau tak pernah tahu apa yang akan terjadi...
padanya kelak di kemudian hari. Aku hanya memintanya menikah dengan gadis kaya...
tak seperti hyeong-hyeongnya.
Apa itu salah?
Aku yakin Hye Joo dan Hee Sook akan senang mendengarnya.
Aku yakin.
Aigoo.
Kau berangkat kerja?
Bonbujang juga berangkat kerja, kan?
Iya.
Moong Chi Oppa mau kerja.
Aku tak punya waktu bicara denganmu.
Selamat kembali bekerja.
Aku juga berterima kasih.
Aku tak akan lupa saat kau menggangguku dengan jadi Oppanya Moong Chi.
Kau bisa saja.
Kudengan Nenekmu pindah ke lantai bawah.
Nenek pindah, supaya aku bisa konsen menulis.
Jadi kau punya ruangan kerja. Aku mau melihatnya.
Nanti malam kau bisa melihatnya.
Kenapa kau belum berangkat kerja?
Selamat pagi, Sadon Eorun.
Pagi, Dong Hui-ssi.
Aku kemari lihat Moong Chi.
Kenapa Ibu kesini?
Mau mengambil doenjang.
Nenekmu ke bawah untuk makan siang.
Dia ingin makan doenjang-guk.
Doenjangnya Sadon Eorun mana? Tadi dia menyuruhku mengambil.
Di gentong paling kanan.
Yang ini.
Aigoo.
Kau tak berangkat kerja, Seong Joon?
Sadon, kau juga berangkatlah.
- Iya. - Iya.
Tidak ada yang hidup sepertiku.
Di umur segini siapa yang mengurus 2 Ibu dan memasak 3 kali?
Aku mengurus semua anggota keluarga.
Apa?
Tidak benar.
Kenapa kau bilang begitu?
Apa maksudmu anak-anak tertukar? Tidak benar itu.
Ah In. Ayo.
Siapa ya? Aku tak tahu nomor ini.
Halo?
=Apa ini Ibunya Ji Hoon?=
Ibunya Ji Hoon?
Iya, aku Ibunya Ji Hoon.
=Aku Ibunya Kyung Jun. Teman lamanya Ji Hoon.=
=Mereka berteman baik sejak kelas 1.=
Benarkah? Senang bisa kenal Anda.
Kenapa Anda menelponku pagi-pagi begini?
=Aku ingin tahu LKS Inggris yang dipakai Ji Hoon.=
LKS bahasa Inggris?
Ngomong-ngomong
aku Ibunya Ji Hoon Anda tahu dari mana?
Siapa yang memberitahu Anda? Apa maksud Anda mereka tertukar?
=Ji Hoon yang bilang.=
Apa?
=Min Soo bertemu Ji Hoon di Hangang.=
=Dia bilang kalau Ji Hoon adalah putra iparmu.=
=Min Soo telpon dan tanya Ji Hoon,=
=dan Ji Hoon bilang Ibunya tertukar.=
Itu yang membuatku bertanya lagi.
Karena Anda bukan Ibunya Ji Hoon,
=bisa kasih tahu Ji Hoon les di mana?=
Maaf ya.
Aku tak tahu LKS apa yang digunakannya.
Kita belum pernah bertemu.
Apa Anda tak keterlaluan? Nelpon pagi-pagi begini?
Iya.
Aku tak tertarik dengan pendidikan anak-anakku,
tapi aku dapat dia jadi murid paling pintar gratis.
Aku sangat senang dan bahagia.
Anda puas?
- Ibu. - Coba saja Anda telpon lagi, akan kuhabisi Anda.
Iya, aku bebal dan Ibunya Ji Hoon. Anda mau apa?
Han Ji Hoon. Dasar bandel.
Bagaimana bisa kau katakan apa yang terjadi?
Apa ini hal yang perlu dibanggakan? Begitukah?
- Dasar kunyuk. - Hei. Apa yang kaulakukan?
Minggir.
Kau bilang teman-temanmu kalau kau tertukar dan aku bukan Mamamu.
Kau bilang teman-temanmu? Kau sebarkan kejadian ini?
Bagaimana bisa kaulakukan ini...
tanpa memberitahu kami dulu?
Memangnya salah?
Min Soo tanya padaku yang terjadi.
Dia tanya kenapa aku di Hangang.
Karena sebelumnya aku tak pernah ke tempat seperti itu.
Dia minta aku menjawabnya. Makanya kuberitahu.
Toh pada akhirnya orang-orang akan tahu. Sebentar lagi masuk sekolah.
Ibu tak jadi ke sekolah?
Tidak, iya. Ibu akan ke sekolah.
Anda juga akan ke sekolah kan, Bi?
Barusan kau memanggilku Bibi?
Iya. Orang lain akan segera tahu.
Kenapa kaulakukan ini padaku?
No comments yet. Be the first to leave one.