200 baris pertama.
Colt .45. Tembakan satu-satu.
Kau harus mengokangnya tiap kali menembak.
Ini dinamakan Pembawa Damai.
Aku belum lihat perdamaian yang dibawanya.
Tidak, orang-orang itu kini mempunyai senjata otomatis.
Tarik pelatuknya, lalu peluru berhamburan.
Sejarah adalah hal yang menggelikan.
Sejarah membuat kita percaya Columbus menemukan Amerika.
Dan bangsa Indian sudah lebih dulu berada di sini.
Sama seperti aku memberi tahu kalian...
...bahwa kau duduk di mobilmu yang kutemukan.
Lalu mereka memanggilnya kulit merah jahat yang tak beradab.
Sebab mereka tak menyerahkan mobilnya secepatnya.
Satu hal mengenai waktu.
Betapa pun besar atau kecilnya masa lalu.
Itu akan mengubah sesuatu.
Orang-orang sering melupakan masa lalu.
Mereka melupakan hal sebenarnya.
Tapi foto tak pernah berbohong.
Pembunuh profesional yang terlupakan. Seperti Nat Love.
Eisen Dart. Cherokee Bill.
Dan juga pasukan. Seperti pasukan Sembilan dan Sepuluh.
Jadi orang kerap melupakan, bahwa hampir 1 dari 3 koboi...
...berkulit hitam.
Sebab ketika para budak dibebaskan...
...banyak dari mereka pergi ke barat.
Membangun kota mereka sendiri.
Mereka tak punya banyak pilihan. Bahkan..
Lebih dari separuh penduduk asli Los Angeles, berkulit hitam.
Tapi untuk beberapa alasan, kita tak pernah dengar kisah mereka.
Kisah seperti Jesse Lee dan kelompoknya.
Yang ini penjudi Father Time.
Dan yang ini Crazy Little J.
Pria bertubuh besar itu adalah Obobo.
Dia adalah penegak Jesse.
Kemudian ada Weezie dan Angel.
Dan tentu saja pemimpin mereka.
Jesse Lee.
Ya, benar. Pria-pria ini adalah penegak hukum yang asli.
Aku beri tahu, semua berawal dari perang Spanyol-Amerika.
Di garis depan.
- Menurutmu akan bertambah buruk? - Ini akan bertambah buruk.
Tuhan tahu, aku tak bisa lagi menerima ini.
Jesse, kita hampir kehabisan amunisi. Jesse!
Lepaskan aku!
Singkirkan mereka dariku, Jesse Lee!
Mereka punya mesin Gaitling di sana!
Mereka menembaki dengan mesin Gaitling.
- Lihat kemari, Obobo! - Mundur!
- Lihat! - Suara itu!
- Obobo, lihat aku! Tenanglah. - Tenang.
Aku tenang. Aku tak apa-apa. Aku tenang.
- Apa itu Jesse? - Biarkan dia lewat.
Jesse, masih hidup.
Aku tak berharap apa-apa.
Aku sudah siapkan segalanya, masuklah.
Jesse, kau bisa tahu banyak tentang seseorang dari profilnya.
Semacam karakter yang kuat atau kekurangan hal itu.
Sementara kau, bekas luka, benar?
Benar-benar berbekas.
Tidak. Kau diminta mundur.
Kata yang menyakitkan, bukan? Buruk sekali.
Bukankah prajurit yang baik lebih baik mati daripada kabur?
Aku tahu aku pasti akan begitu.
Tapi sekarang, kau datang kepadaku, di antara desingan peluru.
Kau ingin tahu ke mana dan bagaimana harus berlari.
Tapi pertanyaan sebenarnya adalah...
Jika kubiarkan Kavaleri Sepuluh mundur...
...atau apakah akan kubiarkan mereka bermalam di sini.
Siap untuk mundur.
- Weezie! - Ya, Kolonel Graham?
Weezie, pergilah dan panggilkan pria itu.
- Pria apa? - Dari kubu dan satu lagi.
- Maksudmu Durning dan Walker? - Ya, mereka!
- Sampai di mana kita? - Baik.
Jesse kau akan dengan suka rela tetap di belakang.
Aku terpaksa harus menaikkan taruhan, Durning.
Menaikkan taruhan?
Aku yakin kau punya kartu bagus. Atau..
Kau menggertak.
Aku punya kartu bagus.
Masa bodoh, aku terima tantanganmu.
Aku punya kartu Full House. Kau punya apa?
- Dasar kau curang! - Sial!
Sayang kita tak bermain dengan uang.
- Prajurit Durning? - Ya?
Ayolah, Weezie, hidung Yankee-mu cukup tajam untuk urusan Kolonel.
- Apa maumu? - Jika itu yang kaurasakan...
...maka dengan senang hati kukatakan, Kolonel memanggilmu...
...dan juga Walker untuk ikut bersamaku.
Bagaimana, kalian menyukainya?
Ayo, cepat bangun. Pakai sepatu kalian.
- Baik. Tak apa. - Coba kulihat.
Jika Kolonel bilang kami harus beranjak, kami akan segera lompat.
Terima kasih, Weezie.
- Sama-sama, Kolonel. - Penghargaan dan retribusi.
Penghargaan dan retribusi. Dan..
Tuan Walker. Menilai dari upaya pembelotmu.
Maukah kau bilang tak mau lagi mengabdi pasukan orang ini lagi?
Ya.
Baik, Walker. Kalau begitu, kau dibebaskan.
Ayo, pergi. Cepatlah pergi.
Cepat pergi. Sampai jumpa. Lari! Cepat lari!
Terima kasih. Bisa kau balikkan badanmu?
Balikkan badanmu. Dan tahan!
Terima kasih. Tembak dia.
Ayolah, Jesse. Pria ini pengecut. Katanya membunuh dilarang Tuhan.
Kau sadar aku memberimu kesempatan untuk menembak seorang kulit putih.
Lakukanlah.
Lakukan demi pasukan Sepuluh yang ada di sini.
Lakukan!
Penghargaan dan retribusi, Prajurit Durning.
Durning, kau penjudi.
Kau mau ambil kesempatan 30 langkah...
...atau menerima perintah pasukan Sepuluh?
Mengingat kekurangan Jesse dalam memimpin.
Dia tak lagi diinginkan untuk posisi itu.
Kurasa aku akan menerima perintah pasukan Sepuluh.
Lebih pintar dari kelihatannya.
Kalau begitu Durning, kau dan pasukanmu...
...akan melapor di kantorku pukul 21.00. Terima kasih, Tuan-tuan.
Mundur!
Mundur! Naikkan barang ke kuda!
Terima kasih, Weezie.
Jesse, apa kau tahu, pria ini...
...adalah anggota terakhir yang selamat dari suku Motisa?
Benar. Suku Motisa. Akan kutunjukkan kepadamu.
- Mau tambah tehnya? - Maaf, aku tak mendengarmu.
Mau tambah tehnya?
Tidak, terima kasih.
Kalian berdua ikut denganku.
Jesse, kau mengecewakanku.
Kau belum pernah buat aku kecewa sebelumnya.
Pertama-tama, Kolonel, mereka punya senjata mesin Gaitling.
Kita kalah jumlah. Kekurangan tenaga. Kehabisan amunisi.
- Kau kehabisan alasan, Jessie. - Apa rencanamu, Kolonel?
Ada konvoi logistik Spanyol yang dijadwalkan besok.
Untuk alasan tertentu, kita tak bisa menyerang terang-terangan.
Sebab jika aspirasi politikku, jadi sebuah skandal, maka...
...bisa dibilang, tidak bijaksana.
Aku mau pasukan Sepuluh atau sisanya...
...untuk menyusup ke garis musuh.
Menghabisi musuh dan merebut persediaan mereka.
Dan bawa apa pun yang kalian temui, senjata, amunisi...
...semuanya, kepadaku.
Menyusup ke garis pertahanan musuh? Kenapa tak kirim orang terbaikmu?
Misi ini tak sepenuhnya tergantung pada keahlian khusus mereka.
Seandainya kami menolak tugas itu?
Seandainya kukatakan kau membuatku lebih kecewa lagi.
Tak ada dari kalian berdua ada di posisi menolak kesempatan ini.
Durning, kau bisa kujebloskan ke penjara selamanya atau apa. Paham?
- Paham. - Bagaimana usaha melarikan dirimu?
Mari kita lihat. Kau coba mangkir tugas di Manila.
Menghina perwira di Nikaragua. Tiga usaha melarikan diri...
...selama keberadaanmu di Kuba ini. Bukan catatan yang bagus, bukan?
Tentu, karena penangguhan hukuman demi tugas kemiliteran.
Akhirnya kami bertemu denganmu di sini.
Sebab yang kuingat kau dapat hukuman gantung...
...tapi berakhir dengan hidup di militer.
Aku bisa membebaskanmu dari penangguhan itu, jika kau mau.
Tapi itu berarti kau akan menghadapi tiang gantungan, bukan?
Jadi kami harus tetap ikuti perintah misimu atau...
...maka dia bisa terus hidup terpenjara dan aku mati.
Jika itu yang kau lihat, maka terjadilah.
Weezie?
Sipil? Aku tak mengerti.
Anggap saja untuk misi ini, seragam tak diperlukan.
Bubar.
Selamat malam, Jesse.
Weezie!
Jesse Lee, apa yang akan kau lakukan di Amerika Serikat...
...sampai-sampai Kolonel begitu menyukaimu?
Apa-apaan ini?
Sial, siapa yang menyalakan apinya?
Hanya sedikit gurauan.
Harus kuakui, aku lucu, bukan?
Setelah melalui evaluasi serius mengenai situasi di sini.
Kurasa yang terbaik adalah melakukannya sesuai petunjuk.
Jadi kita akan masuk menggunakan infanteri dahulu...
...baru kemudian penembak jitu.
Penembak jitu semua sudah mati kecuali Jesse.
Infanteri? Astaga. Kita adalah infanteri. Tak ada orang lain.
Sepertinya kau mempertanyakan perintahku.
- Tidak. - Ini semua hanyalah..
Mungkin kita lupakan saja soal infanteri itu...
Mungkin kalian cukup menyerang saja.
Pertama-tama, mereka bahkan tak tahu kita di sini.
- Itu bagus. - Kedua...
- ...mereka punya banyak senjata. - Itu buruk.
Jadi tidak masuk akal pergi ke sana dan membangunkan mereka.
Kita akan mendekat ke sana dan menggunakan tangan kita.
Kita menggunakan pisau. Kita tak gunakan senjata.
- Kalian mengerti? - Kedengarannya bagus.
Mari kita lakukan.
Yankee!
Baik, semuanya. Senjata, amunisi, apa pun yang kalian dapat.
D'oro.
Aku bukan d'oro.
Lihat yang kita dapat. Ada satu peti senjata api.
Jessie.
No comments yet. Be the first to leave one.