Musim 1

Maklumat siaran

Doom At Your Service S01 AMZN WEB-DL COMPLETED
Ulasan oleh mutiara
RETAIL FROM NETFLIX SYNC BY MUTIARA

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2025-12-31
Muat Turun: 33
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

KARYA INI ADALAH FIKSI. SEMUA TOKOH, LOKASI, INSTITUSI,

AGAMA, DAN PERISTIWA SEPENUHNYA BERSIFAT FIKTIF

Tak Dong-kyung.

Bagaimana kau tahu namaku?

Siapa kau?

Kau sendiri siapa?

Ke mana dia pergi saat cuaca sedingin ini?

Dia bisa terkena flu.

Tak Dong-kyung!

Lantai satu. Pintu akan ditutup.

Lift akan turun.

Ada apa?

Bibiku. Jika ketahuan olehnya, masalah bisa rumit.

Lalu, aku tak bisa bicara denganmu.

Bicara apa?

Bukankah ada yang ingin kau bicarakan juga?

Aku yakin kau kemari bukan karena merindukanku.

Kau bertanya siapa aku. Apa maksudmu?

Kau bahkan tahu namaku.

Bagaimana denganmu?

Aku sudah jelaskan apa dan siapa aku.

Entahlah.

Aku hanya merasa aneh, dan…

Lantai bawah tanah dua.

Kita mau ke mana?

Tempat parkir. Karena sepertinya obrolan kita akan panjang.

Ada yang ingin kutanyakan.

Di sini dingin. Kenapa tak bicara di dalam?

Tidak bisa di dalam.

Aku kalah jika bicara di sana.

Karena itu wilayahmu.

- Lalu di sini tak masalah? - Tidak juga.

Sebenarnya di mana pun kurang bagus.

Hanya saja…

lebih mudah untuk kabur jika bicara di sini.

Jangan kabur lagi sekarang.

Joo-ik.

Ya?

Kau sudah menciumnya?

Apa kau sudah menciumnya…

sepuluh tahun lalu?

Ya.

Kenapa?

Untuk menyuruhnya pergi.

Untuk memastikan dia tak menemuimu.

Kenapa?

Karena dia menangis setiap hari.

Jika saat itu aku tak menciumnya,

dia mungkin akan datang dan menangis lagi di sana.

Aku ingin dia berhenti datang.

Aku ingin menghentikannya datang dan menangis di sana.

Itu alasanku menciumnya.

Bagaimana denganku?

- Kau tak memikirkanku? - Kupikirkan.

Aku tetap melakukannya.

Kau tahu dia menunggumu di sana.

Namun, kau tak pernah menemuinya karena merasa malu.

Karena kau tak ingin dia tahu bahwa kau kembali setelah beberapa bulan

hanya karena kau merasa itu berat.

Coba katakan sesuatu.

Atau setidaknya umpat aku. Aku akan diam dan dengarkan.

Aku tak akan kabur.

Kenapa kau begitu jujur?

Kau bisa saja mengelak

dan meminta maaf telah menciumnya.

Kau pandai berbicara,

jadi, kenapa begitu jujur padaku?

Karena aku menyukaimu.

Kau

salah satu dari sedikit manusia yang kusukai.

Aku tak ingin menjadi pengecut di hadapanmu.

Aku sudah menutupinya begitu lama.

Itu juga…

membebani pikiranku.

Aku sungguh bisa gila.

Kau membuatku merasa kecil bahkan pada saat ini.

Kau benar-benar menyebalkan.

Kau mau ke mana?

Ke kafe.

Kenapa?

Aku tak bisa tidur serumah denganmu malam ini.

Aku menyesali setiap momen itu.

Melarikan diri,

terlambat datang,

bertanya padamu…

Aku menyesali semuanya.

Rupanya aku menangis.

Aku berbalik dan melihat ke arah cermin,

rupanya aku sedang menangis.

Aku bahkan tak menyadarinya.

Namun, saat melihat ke arah cermin, ternyata aku menangis.

Kenapa aku menangis?

Masuklah.

Kita mau ke mana?

Kita tak akan ke tempat berbahaya, jadi, masuklah.

Kau.

Apa kau pernah bertemu gadis setinggi ini dengan rambut sependek ini?

Ada banyak gadis setinggi ini yang rambutnya sependek ini.

Aku bertanya apa kau pernah menemuinya di rumah sakit.

Apa mungkin itu dia?

Kau pernah bertemu dengannya?

Apa yang dia lakukan padamu?

Bukan dia, tetapi aku.

Aku membukakan botol untuknya.

Lalu?

Lalu?

Dia berterima kasih dan menyuruhku pergi ke atap

karena pemandangan di sana bagus.

Selain itu tidak ada?

Tidak.

Pikirkan baik-baik.

Dia berbuat sesuatu padamu.

Apa itu?

Aku tak tahu. Karena itu, pikirkan baik-baik.

Aku tidak tahu.

- Apa sebenarnya yang kau tahu? - Memang apa hubungannya dengan kita?

Apa dia mengenalku?

Apa aku kehilangan ingatan lagi?

Mungkin kau hanya bodoh.

Tidak. Kau keterlaluan.

Benar. Lagi pula, aku memang tidak baik.

Sudah selesai? Sekarang giliranku.

Kau tidak menangis?

Kenapa tidak menjawab?

Kau tidak menangis? Apa hanya aku yang menangis?

Pertanyaanku belum selesai.

Siapa yang kau telepon tadi?

Itu dia. Itu sangat aneh.

Aku menangis,

dan anehnya hanya itu yang kupikirkan.

Aku harus menelepon dia.

"Dia"?

Namun,

aku tak tahu siapa itu.

Nomornya tersimpan di ponselku,

tetapi aku tak tahu dia siapa.

Telepon dia lagi.

SA-RAM

Dia tak menjawab.

Apa ini?

Sa-ram.

Siapa Sa-ram?

Entahlah.

Yang pasti bukan aku.

- Aku harus pergi. - Bagaimana denganku?

- Kenapa? - Kau tak akan mengantarku?

Tempatnya dekat. Jalan saja. Hanya lima menit.

Sialan… Jika dia manusia, aku sudah…

Siapa dia sebenarnya?

Sa-ram…

Apa?

Kenapa kau sering terjatuh?

Lihat ke depan saat berjalan.

- Kau bilang akan pergi. - Ya, aku akan pergi.

Astaga, sungguh…

Dia benar-benar gila.

DONG-KYUNG

KISAH PARA GENIUS

AKU SELALU MENYATAKAN CINTA TERLALU AWAL ATAU TERLAMBAT

AKU SELALU MENYATAKAN CINTA TERLALU AWAL ATAU TERLAMBAT

DARI SANG EGOIS ROMANTIS

Astaga, mengagetkan.

Pak Lee.

Pak Lee.

Hei.

Kau sudah datang?

Apa kau tidur di sini?

- Ya. - Kenapa?

Kau habis bertengkar dengan Joo-ik?

Tidak.

Lalu?

Kami sedang bertengkar.

Sedang bertengkar? Memangnya mereka suami istri?

Ini proposal yang Ayah minta. Silakan diperiksa.

Kau bertengkar dengan Hyun-gyu?

Tidak.

Apa aku terlihat seperti itu?

Tampaknya kalian belum bertengkar.

Kami tak bertengkar. Kalaupun begitu, aku akan menang.

Benarkah? Kau akan menang? Kau yakin?

Kau kalah, bukan?

Kami belum bertengkar.

Maka bertengkarlah.

Bagaimana kau akan tahu kau yang menang jika belum?

Ayah ingin aku bertengkar dengan orang lain?

Apa kau tahu kenapa ayah menyukai Hyun-gyu?

Entah karena dia berolahraga sejak masih kecil,

matanya penuh rasa kompetitif

bahkan ketika sedang menyeringai.

Ayah sangat menyukai itu.

Terserah saja.

Dia berbeda denganmu.

Kalau soal menang atau kalah, dia bersemangat dan matanya berapi-api,

tetapi kau…

Kau hanya mengalah padanya seolah-olah tak peduli.

Dia pasti kesal

karena kau selalu mengalah meski tanpa bertengkar.

Kali ini situasinya berbeda.

Berbeda bagaimana?

Kami bukan harus bertengkar, tetapi aku harus merebut sesuatu darinya.

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left