Maklumat siaran

SousounoFrieren-02[1080pAV110Bit]
Ulasan oleh sph21

Tag

1080
Diterbitkan pada: 2023-11-08
Muat Turun: 110
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

141 baris pertama.

CERITA ORISINAL OLEH KANEHITO YAMADA / TSUKASA ABE

Mari kita lihat. Sihir jarak jauh

dibuat dengan menggabungkan tiga faktor yang dibutuhkan oleh semua Mage.

Pertama, pasokan mana. Lalu, kekuatan untuk melepaskannya.

Yang terakhir, kemampuan untuk mengendalikannya.

Kau paham sampai di sini, 'kan?

Ya.

Tadi, sihirmu tersebar di tengah jalan.

Artinya, kau tak memiliki cukup mana dan kekuatan untuk menembakkannya.

Itu bukan sesuatu yang bisa kauatasi dalam semalam.

Sekalipun berbakat, kau harus berusaha keras selama beberapa tahun.

Namun, sepertinya kau memiliki kemampuan yang kuat dalam mengendalikan mana.

Orang biasanya kesulitan dengan itu,

tapi kurasa kau tak perlu khawatir soal itu.

Pelan-pelan saja.

Baik.

Bagaimana latihan Fern?

Dalam empat tahun, dia mencapai level yang biasanya memerlukan sepuluh tahun.

Dia terlalu fokus saat berlatih. Itu kurang baik.

Belakangan ini, dia mengurung diri di hutan sepanjang hari.

Dia pasti menyukai ilmu sihir.

Tapi dia masih jauh dari kriteria seorang Mage mumpuni.

Aku akan selesai menafsirkan grimoire ini sebelum dia jadi Mage.

Begitukah?

Hei, Heiter...

Grimoire ini mungkin...

Heiter?

Jangan menatap seperti itu.

Aku bisa bergerak normal hingga kini saja sudah kuanggap mukjizat.

Aku akan segera menafsirkan grimoire itu.

Terima kasih.

Fern, hentikan dahulu latihanmu.

Tadi, Heiter pingsan. Pulang dan temanilah dia.

Aku masih belum bisa melubangi batu itu.

Kau pasti bisa melubangi batu itu suatu hari nanti. Saat ini...

Tidak boleh "suatu hari nanti"!

Jika aku menunda latihanku,

Tuan Heiter keburu meninggal.

Dia menyelamatkan nyawaku.

Akan amat disayangkan jika kau mati sekarang.

Amat disayangkan?

Memang kejadiannya sudah agak lama,

tapi aku juga kehilangan teman lamaku.

Berbeda denganku, dia selalu bijak dan berbuat baik.

Dia tak bisa membiarkan orang yang butuh pertolongan.

Andai masih hidup, alih-alih aku,

pasti dia sudah menyelamatkan banyak orang.

Aku tak seperti dia.

Maka itu, aku sempat berencana menjalani sisa hidupku dengan damai.

Namun, suatu hari, aku menyadari sesuatu.

Kalau aku mati seperti ini,

semua yang dia ajarkan padaku soal keberanian, kegigihan, persahabatan,

dan bahkan kenangan indah kami

bisa turut lenyap dari dunia ini.

Jika kau juga memiliki

kenangan indah,

aku yakin akan amat disayangkan kalau kau mati.

Tuan Heiter selalu takut

akan mati dan meninggalkanku sendirian.

Dia sudah melakukan tindakan yang benar.

Aku tak mau dia menyesal sudah menyelamatkanku.

Mau aku jadi Mage atau tidak, itu tak penting.

Mencari cara untuk bertahan hidup sendiri

adalah caraku membalas budinya.

Aku mau dia bangga sudah menyelamatkanku

dan tahu aku akan baik-baik saja.

Kau masih ingat semua yang kuajarkan kepadamu, 'kan?

Ya.

Lantas lanjutkan saja sesukamu.

Tak ada pembahasan soal mantra untuk hidupkan orang mati atau keabadian.

Begitu?

Kau sudah tahu?

Ketakutan akan kematian adalah hal yang amat sulit dipahami.

Jika hal semacam itu ada, Ewig pasti sudah memakainya untuk dirinya sendiri.

Kalau begitu, kenapa...

Bagaimana Fern?

Meski masih memiliki kekurangan,

kau bisa menyebutnya sebagai Mage yang mumpuni.

Begitukah? Berarti tugasku selesai sebelum itu terlambat.

Dia tak lagi jadi bebanmu, 'kan, Frieren?

Maukah kau mengajaknya menjelajah bersamamu?

Maaf, Heiter. Tidak bisa.

Nanti dia hanya jadi bebanku.

Kau mengerjaiku, ya, Heiter?

Upah atas jasa tafsirmu ada di dalam laci meja.

Silakan pergi nanti malam.

Apa maksudmu?

Lihat saja, sisa waktuku tinggal sedikit.

Aku tak mau dia mengalami rasanya kehilangan seseorang lagi.

Frieren, kupercayakan Fern padamu.

Mau berlagak keren lagi, Heiter?

Fern sudah siap untuk berpisah denganmu sejak beberapa waktu lalu.

Yang perlu kaulakukan sebelum mati

adalah memberinya perpisahan yang layak

dan menciptakan sebanyak mungkin kenangan bersamanya.

Frieren,

kau sungguh gadis yang baik hati.

Hei, kenapa kau menyelamatkan Fern?

Himmel the Hero pasti juga akan berbuat demikian.

Itu benar.

Kalau begitu,

aku juga harus melakukan hal yang sama.

Terima kasih banyak.

Berkat kau,

aku jadi bisa membalas budi Tuan Heiter.

Aku hanya termakan oleh tipuannya.

Oleh si Priest Gadungan.

Oke, ayo pergi.

DUA PULUH ENAM TAHUN SEJAK HIMMEL THE HERO WAFAT

WILAYAH TURK DI KONTINEN PUSAT

Cukup, Fern.

Mari kita sudahi.

Untung saja...

Inilah hadiah yang kujanjikan.

Semua tugasnya sangat sederhana.

Seperti inilah rasanya jadi petualang.

Tadi apa hadiahnya?

Sihir umum.

Sihir yang memunculkan teh hangat.

Mari kita coba nanti.

Waktu itu, dapat sihir untuk mengilapkan patung perunggu.

Sebelumnya, ada sihir yang mengubah

- anggur manis menjadi anggur asam. - Wah, asam.

Kau terus mengumpulkan sihir aneh semacam itu.

Itu hobiku.

Nona Frieren, kau pasti sangat menyukai ilmu sihir.

Cuma agak suka, sepertimu.

Kurasa kita agak berbeda.

Kita sama.

Kau yakin mau menerima tawaranku?

Aku hanya seorang ahli herbal.

Jadi, kurasa aku tak bisa mengajarimu sihir baru.

Tak apa-apa.

Cukup ceritakan soal vegetasi di wilayah ini. Itu akan amat membantu.

Ini dia.

Itu patung Himmel the Hero.

Patungnya sangat tak terurus, ya?

Seorang nenek tua sepertiku tak bisa berbuat banyak.

Para penduduk desa sudah tak peduli lagi.

- Ibu! - Lari!

Saat desa kami diserang oleh sejumlah monster,

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left