200 baris pertama.
Diterjemahkan Oleh: - Yudia -
Kau akan beri aku jalan?
Terima kasih.
Tiketnya tertinggal di mobil.
Tak apa./ Atas nama "Phillip Greenberg."
Hanya satu?
Dua baju dan celana.
Tak apa jika disatukan?
Tak masalah./ Baiklah, maaf.
Florence.
Hai, kalian.
Aku simpan dulu barangnya.
Hai, Mahler./ Florence!
Kami akan pergi berlibur !
Aku tahu.
Kami akan pergi ke Vietnam./ Aku tahu.
Tapi kami akan kembali, kan? Kami tak akan tinggal disana?
Tidak, hanya berlibur.
Kau ikut bersama kami?
Tidak, aku harus tetap disini./ Kenapa?
Karena harus./ Kenapa?
Karena liburannya hanya untuk keluarga,
Jadi Mahler dan aku harus tetap di LA.
Mahler tidak ikut? Aku ingin Mahler ikut.
Sudah ambil bantal lehernya?
Ya. Mereka tak punya bola nasi berbalut coklat.
Sudah coba Trader Joe's?
Ya, dan Bristol Farms.
Apa kau dapatkan cairan dekongestan?
Sial! Maafkan aku.
Tak apa, Florence. Jangan khawatir.
Tak apa-apa./ Tidak, tidak.
Bisa kau katakan ke tukang kebun untuk cek sensor penyiram?
Aku beri tahu Carlos.
Ada paket yang harus kau kirim ke ayahku.
Apa lagi?
Aku tak butuh baju sebanyak ini.
Sudah kau katakan tentang adikmu?
Adikku akan tinggal disini.
Mungkin dia akan menelponmu, bertanya beberapa hal.
Bukan masalah./ Dia dari New York.
Dia baru saja keluar dari rumah sakit./ Dia sakit?
Bukan rumah sakit seperti itu. Dia mengidap gangguan saraf.
Carol, ayolah./ Dia baik-baik saja.
Jangan masukan rok ini./ Dia sudah sembuh sekarang.
Dia sangat baik, tapi..
Kami sewa dia untuk perbaiki hal-hal dirumah.
Dia tukang kayu. Dia akan buatkan kandang untuk Mahler.
Begitulah katanya.
Bagus jika begitu./ Kami harap.
Semoga liburannya menyenangkan.
Baik.
Aku hubungi jika ada yang lainnya, dan pastinya ada.
Tak masalah./ Aku ingin kau ikut dengan kami.
Bisa kau pastikan mobil dan info penerbangan malam ini?
Ya, akan ku simpan mobil di garasi.
Baiklah, kita bisa telepon atau e-mail.
Aku yakin ada e-mail di Vietnam.
E-mail ada dimana-mana.
Aku lupa memberimu cek. Berapa kita berhutang padamu?
Jangan dipikirkan. Sudah tiga minggu...
Oh, Florence, kau harus bicara./ Aku kehabisan cek.
Aku ingin Mahler ikut./ Aku tahu, tak apa.
Aku beri kamu tunai saja dulu.
Tidak, tak apa. Lebih baik seperti ini.
Jadi aku tak habiskan sekaligus.
Kau yakin?/ Akan kusimpan di laci dapur.
Akan kuberitahu adikku./ Baiklah.
Baik./ Sampai jumpa.
Ya./ Sampai bertemu nanti.
Baiklah. Ucapkan sampai jumpa./ Sampai jumpa
Dah, Florence.
Dah.
Florence, ini Gina. Aku sudah sampai. Sangat penuh.
Jangan parkir di Alvarado, di Montana saja
Jangan berpisah.
Baiklah.
Tetaplah bersama.
Baik.
Bisa aku pinjam 40 dolar sampai besok?/ Ya.
Aku berpikir pagi ini bahwa aku sudah keluar kuliah
Sama lamanya saat aku berkuliah,
Dan tak ada yang peduli jika aku bangun pagi.
Florence, saatnya pulang.
Aku akan tinggal.
Aku tak tahu...
Aku baru saja putus setelah berhubungan lama.
Ini bukan hubungan.
Benar, aku tahu.
Baiklah.
Kau akan beri aku jalan?
Tidak. Baiklah.
Halo?/ Hai, Ini Roger Greenberg.
Aku adiknya Phillip.
Oh, hei.
Ini Florence?
Maaf. Aku sedang menutup e-mail.
Baiklah. Hai.
Ada orang di kolam renang.
Itu Marlon dan Peggy.
Oke.
Kakakmu dan Carol ijinkan Marlon dan Peggy berenang.
Lebih dari dua orang.
Mereka tak akan masuk kerumah.
Baiklah, terima kasih.
Kakakmu menyimpan cek untukku. Tak apa jika aku kesana?
Ya, aku disini.
"Kepada American Airlines,
"Tak biasanya aku menulis surat keluhan.
"Aku pikir aku tak masalah,
"Dengan jarak antara kursinya.
"Masalahnya bukan jarak kursi yang sempit,
"Tetapi tentang tombol pengatur di kursinya.
"Ketika aku tekan tombol berbaring,
"Aku ingin kursinya berbaring.
"Atau setidaknya bergerak.
"Ini tidak terjadi di kursi 26C penerbangan 41 dari JFK..."
Hai, Mahler kecilku.
Hai, Aku Florence. Aku harap tidak menganggu.
Cekku.
Tidak, tak masalah.
Baiklah.
Kau ingin makan?
Kemari. Kemari.
Lidahnya sangat kasar.
Anjing baik.
Kau ingat saat lagu ini selalu diputar di radio setiap hujan?
Aku tak yakin.
Dan ketika ada kebakaran, akan diputar Burn Baby Burn.
Atau, apa disebutnya?
Disco lnferno.
Aku sepertinya tak tahu.
Itu lucu.
Sebelum masamu, sepertinya.
Kau harus cari tahu tentang lagu lama.
Aku bisa dengar lagu lama.
Keren.
Phillip bilang jika kau butuh sesuatu,
Aku bisa belikan untukmu.
Tak usah./ Kau yakin? Itu tak merepotkan.
Ya, mungkin aku butuh sesuatu.
Baik. Buat daftarnya. Aku segera kembali.
Aku akan ajak dia jalan-jalan.
Oh, jangan. Biar aku saja.
Baiklah.
Dah.
Ini lvan. Tinggalkan pesan setalah bunyi.
lvan, ini Greenberg. Apa kabar, bung?
Aku sedang di LA.
Aku disini. Dari kota New York.
Hubungi aku. Aku tinggal di rumah kakakku.
Ia sedang di Vietnam.
Dia sedang membuka sebuah hotel disana.
Hubungi aku. Senang jika bertemu denganmu.
"Kepada Walikota Bloomberg,
"Aku menulis sebagai warga yang sudah muak dengan
"Suara berisik lalu lintas yang sudah melalap kota.
"Jika anda menugaskan polisi
"di sudut strategis kota Manhattan,
"akan mempengaruhi kebutuhan pekerja penangkap kejahatan,
"berkurangnya kejahatan dan macet, dan mengurangi suara klakson.
"Jika anda peduli lingkungan..." Siapa yang tidak?
"...Itu akan berpengaruh besar mengurangi polusi suara.
"Jika itu bisa dilakukan di LA, etika dalam berkendara, jika ada
"Saya yakin itu juga bisa dilakukan di Manhattan."
Itu benar. Tak ada yang bunyikan klakson disini.
Ya. Di LA, mereka mengerti klakson hanya untuk darurat.
Di New York, itu terus menerus.
Aku sudah tak mengenali New York lagi, kau tahu?
"Anda mungkin ingin tahu,
"Bahwa baru-baru ini di Hawai,
"Ada hukum yang menyatakan pelarangan bunyi klakson.
"Saya harap anda peduli lingkungan, Roger Greenberg."
Sejak kapan kau disini?
Sejak senin. Kau orang pertama yang aku hubungi.
Tidak, maksudku.../ Ya, aku tahu. Hanya bilang.
Baik. Berapa lama kau akan tinggal?
Sekitar enam minggu.
Bisa kau bayangkan ke Vietnam?
Apa, untuk berperang?
Ya, berperang juga, tapi maksudku sekarang.
Kakakku dan istrinya disana sedang berlibur.
Aku tak tahu.
Banyak orang suka berlibur.
Itu anak istri kakakku, Sara.
Kakak tiriku?
Keponakan.
Dia di UC Santa Cruz.
Tidak, terima kasih. Aku sudah tidak minum.
Baiklah.
Ya, untuk kebaikan.
Aku sangat suka Arnold Palmers. Es teh lemon.
Aku tak punya itu.
Kupikir aku sudah bilang padamu.
Sepertinya kita banyak bicara.
Janggutnya keren./ Ya.
Ini janggut musim dingin.
Sebaiknya aku tak di meja ini.
Jangan duduk di speaker.
Oh, maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.