Crimson Snout

Crimson Snout

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Maklumat siaran

Crimson Snout 2023 VIETNAMESE WEBRip CATCHPLAY
Ulasan oleh tedi
Retail Catchplay | 1h 39m Fix common errors

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2024-09-05
Muat Turun: 30
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Berdasarkan simbol spiritual terseram, "Anjing Setan Berkaki Dua".

Ini karya fiksi. Kemiripan dengan yang masih hidup atau mati...

atau kejadian nyata murni hanya kebetulan.

Yang benar saja.

CRIMSON SNOUT

- Aku tak tahu. - Aneh sekali.

Kemarin dia baik-baik saja.

Tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya?

Aku melihatnya di jalan beberapa hari lalu...

tapi dia meninggal hari ini.

Itu Nam.

- Itu Nam. - Kemarilah.

- Ayo, beri jalan. - Dia baru saja kembali dari Saigon.

Selesaikan ini dan bawa ke luar sana.

Cepat!

Nak.

Tolong bantu aku menutup mata ayahmu.

Sayangku.

Ya, ampun!

Tolong mundur, semuanya.

Tidak ada yang bisa dilihat di sini.

Tolong pergi!

Suamiku...

Duduklah di sini agar pengurus dapat melakukan tugasnya.

Nam. Kenapa bengong begitu?

Cepat masuk. Nak! Masuklah.

Bawa kopermu ke dalam.

Ayo!

Sini, biar kubawakan.

Ada apa?

Apa yang kau lihat?

Bukan apa pun.

Kalian berdua, cepat ke sini.

Kalian pasti sudah lapar, 'kan?

Duduk dan istirahatlah.

Biar kuurus barang-barangmu.

Hei.

Silakan duduk.

Cepat.

Tumis anjing dan lengkuas gurih ini sangat lezat.

Ya, ampun. Duduklah. Kau tak perlu membayarnya.

Duduk.

Cicipilah. Ini lezat.

Kau pasti ingin tambah.

Bisakah aku memakannya nanti saja?

Kenapa nanti, Sayang?

Kau harus memakannya sekarang.

Porsinya terlalu besar, ya?

Baiklah.

Ini lezat.

Sebaiknya disantap saat masih panas.

Ini cukup?

Maaf, Bi.

Aku... Aku masih kenyang sekarang.

Kau menempuh perjalanan jauh.

Pasti lapar. Makanlah.

Silakan.

- Makanlah. - Aku...

Aku...

Aku akan memakannya bersamamu. Cicipilah.

- Kutemani. - Maaf. Aku tak makan daging anjing.

Daging anjing enak dan memberi efek menyejukkan.

Ini juga berprotein tinggi.

Namun, kau bilang tak bisa memakannya.

Asal tahu saja.

Nam tumbuh besar berkat daging anjing.

Aku tak yakin kau bisa tinggal di sini.

Kurasa tidak mungkin. Benar, 'kan?

Bibi.

Xuan tak pernah makan daging anjing. Jangan memaksanya.

Aku tak memaksanya.

Kuminta dengan sopan.

Keputusan ada di tangannya.

Kembalikan!

Kau tak perlu makan jika tak menyukainya.

Kalian berpelukan, ya?

Silakan. Bukan masalah.

- Dia pacar Nam, 'kan? - Ya.

Nak, kau terlihat cantik.

Kulitmu terlihat mulus.

Apa rahasiamu?

Bisakah kau memberitahuku?

Nanti kukirimkan krim yang rutin kupakai.

Benarkah? Aku hanya bercanda.

Namun, terima kasih, ya.

Tunjukkan padanya kamarmu.

Biarkan dia mandi, lalu ke sini untuk membantu kami.

Biarkan kami beristirahat sebentar dahulu.

Letakkan saja.

Pergilah ke sana dan gantikan baju jasad Manh.

Lebih baik dia ke alam sana dengan baju baru, 'kan?

Ambillah.

Kenapa aku yang harus melakukannya?

Kita keluarga. Bukan masalah siapa yang lakukan.

Aku sangat sibuk sekarang. Terima saja.

Tidak akan lama.

Soal keluarga...

kau adiknya. Aku hanya adik iparnya.

Aku sedang sibuk.

Kau harus melakukannya.

- Tidak, aku... - Ambil!

- Aku tak mau. - Ambil, cepat.

- Siapa pun bisa, ambil. - Tidak...

Kau ambil saja...

Itu hanya uang belasungkawa.

Dari tetangga kita.

Aku terlalu sibuk untuk memasukkannya ke dalam kotak.

Akan kumasukkan sekarang.

Hai.

Ini masa kalut dan membingungkan bagi kami.

Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketaknyamanan...

yang mungkin kalian alami selama upacara.

Tidak apa-apa.

- Hei. - Ya?

Jika seseorang meninggal dengan mata terbuka...

dan tiba-tiba dia mengeluarkan darah saat kerabatnya menyentuh jasadnya...

itu berarti kematiannya janggal.

Kematian yang menyakitkan dan tak adil!

Ya. Tepian air itu tak terlalu dalam.

Bagaimana dia bisa tenggelam seperti itu?

Omong-omong, siapa yang menemukan mayat Manh di tepian itu?

Aku yang menemukannya. Saat itu sekitar pukul 5 pagi.

Kau melihatnya saat pergi mencari katak?

Benarkah dia mabuk dan terjatuh ke tepian itu?

Mana kutahu. Aku tak minum-minum bersamanya.

Konyol mabuk sepagi itu.

Dia biasanya mengantarkan daging anjing ke rumah makanku sekitar waktu itu.

- Omong kosong! - Silakan.

Jangan-jangan...

hantu tenggelam menyeretnya.

Ya, ampun!

Mungkin saja.

Nam. Kau percaya pada hal semacam itu?

- Itu hanya imajinasimu, Bu. - Apa?

Kau mau hantu itu datang dan membawamu?

Apa? Dia tetanggaku.

Jelas aku mau tahu tentang kematiannya.

Jangan membawa sial!

Jangan kira status perantaramu...

bisa membuatmu bicara sembarangan!

Kau selalu mau tahu terjadi apa...

di tiap rumah di kota ini.

Itukah yang kau sebut peduli pada tetanggamu?

Tenang dahulu, Teman-teman.

Kita semua mitra bisnis Manh.

Manh sudah meninggal dunia.

- Mari tunjukkan rasa hormat. - Mari bersulang, Teman-teman.

Ini. Bersulang.

Aku tak makan daging anjing.

Apa? Keluargamu jual daging anjing, tapi kau tak memakannya?

Nam, ayo, ke sini.

Tuangkan minumannya.

Baik, bersulang.

Terima kasih sudah datang dan ikut berduka dengan keluarga kami.

Waktumu telah tiba.

Kepala toko daging.

Ayo. Tuang minumannya.

Mari habiskan.

Ayah?

Ia ingin membunuh seluruh keluarga kita.

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Teratai emas bermekaran di Surga Barat...

mereka yang telah meninggal dipersilakan untuk berlindung.

Bunga yang bermekaran menunjukkan cara untuk melepaskan diri dari khayalan.

Terus lafalkan sutra untuk memupuk pahala tak terbatas.

Bawa kebajikan itu ke semua makhluk.

Samudra penderitaan sangatlah luas.

Yang segera berbalik akan melihat Tanah Murni.

Semoga lahir kembali di Kebahagiaan Sempurna...

dari teratai Kolam Tujuh Permata.

Begitu teratai mekar, Buddha Amitabha muncul.

Tidak pernah berpaling dari jalan Bodhisattva...

semua pahala yang dipupuk terpakai.

Semua makhluk membangun berkah.

Bersama semua makhluk hidup di alam Dharma...

berkontribusi pada realisasi ajaran Buddha.

Suamiku...

Di mana Quyet?

Kurasa sebentar lagi datang.

Dia datang. Ayo, duduk di sini.

Kita bisa makan sekarang.

Hei.

Makanan di sini cukup sederhana.

Kuharap kau tak keberatan.

Tentu.

Selamat makan, semuanya.

Kelihatannya...

keluarga ini tak lagi disapa dengan namanya, ya?

Aku...

Maaf.

Xuan baru di sini.

Dia belum paham dengan peraturan rumah ini.

Mohon maafkan dia.

Lain kali...

ingatlah memanggil orang lain dengan namanya.

Baik. Maafkan aku, Paman.

Bu Nga, Paman Quyet, selamat makan.

Bibi Thuy, Bibi Lieu, selamat makan.

Crimson Snout subtitles in other languages

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left