157 baris pertama.
Pada suatu waktu, Jauh di negeri seberang...
Hiduplah seorang Pangeran, yang tinggal di istana megah.
Meskipun dia punya segala yang dia inginkan...
Pangeran ini manja, kejam dan egois.
Sehingga, pada suatu malam dimusim dingin...
seorang wanita tua gembel singgah ke istana tersebut...
dan menawarkan pangeran itu sekuntum mawar...
dengan harapan, agar ia diberi tempat berteduh dari kejamnya dingin.
Merasa jijik dengan penampilan buruk wanita itu...
Sang pangeran mencemooh pemberiannya, dan menyuruhnya untuk segera pergi.
Lalu, wanita itu memperingatinya agar tidak tertipu oleh penampilan...
Karena kecantikan, sesungguhnya ada dalam dirinya.
Dan, saat dia kembali mengusirnya, Wanita tua itu merubah dirinya...
menjadi wanita cantik dan mempesona.
Sang pangeran mencoba untuk minta maaf, tapi sudah terlambat...
karena dia sudah melihat tidak ada kasih di dalam diri sang pangeran.
Sebagai hukumannya, Dia merubah sang pangeran menjadi makhluk yang mengerikan...
dan meninggalkan kutukan pada istana tersebut, serta semua yang tinggal didalamnya.
Malu dengan rupanya yang buruk...
Makhluk buruk itu bersembunyi dalam istana...
dengan cermin ajaib, yang dia gunakan sebagai jendela untuk melihat dunia luar.
Dan mawar yang dia berikan padanya...
ternyata memang mempesona...
Dan akan selalu mekar, sampai dia berumur 21 tahun.
Jika dia dapat belajar mencintai sesamanya...
dan cintanya terbalas, pada saat daun terakhir terjatuh...
maka, kutukan itu akan hilang.
Jika tidak, dia akan terkutuk...
sebagai binatang buruk untuk selamanya.
Tahun-tahun berlalu...
Dia jatuh dalam keputusasaan dan hilang harapan...
menunggu - siapa yang akan belajar mencintai sang makhluk mengerikan?
- Bagiku desa ini.... - Selamat pagi, Belle.
- Pagi, tuan. - Kau mau kemana?
Toko buku. Aku baru menyelesaikan cerita yang sungguh indah...
- tentang 'Beanstalk dan Ogre' dan... - Itu bagus.
Marie, rotinya! Lekaslah!
- Ah, Belle! - Selamat pagi.
- Aku ingin mengembalikan buku yang kupinjam. - Sudah selesai membacanya?
Oh, Aku tak bisa lepas darinya. Apakah kau punya yang baru?
Semenjak kemarin, belum.
Tidak apa. Aku pinjam.. yang ini.
Yang ini? Kau sudah meminjamnya dua kali!
Itu favoritku! tempat nan jauh...
Pertempuran pedang, mantra sihir, penyamaran sang Pangeran.
Jika kau menyukainya seperti itu, maka ini milikmu.
- Tapi pak! - Aku memaksa.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Wow! Kau tak pernah luput menembak, Gaston!
- Kau adalah penembak terbaik di seluruh dunia! - Aku tahu.
Tak ada binatang buas yang bisa menghadapimu...
- Begitu pula wanita. - Benar sekali, Lefou.
Dan pandanganku sedang tertuju kesana.
- Anak ilmuwan itu? - Dia orangnya!
- Gadis beruntung yang akan kunikahi. - Tapi dia...
- Gadis tercantik di kota ini. - Aku tahu, tapi...
Dan itu akan menjadikannya yang terbaik!
- Bukankah aku pantas mendapatkan yang terbaik? - Tentu saja! kau memang pantas tapi..
- Hallo, Belle. - Bonjour, Gaston.
Gaston, Kembalikan bukuku..
Bagaimana bisa kau baca ini? Tak ada gambar disini!
Beberapa orang menggunakan imajinasinya.
Belle, sudah waktunya kau menyingkirkan buku-buku ini dari kepalamu...
dan memperhatikan sesuatu yang lebih penting.
Seperti aku.
Semua orang membicarakanmu.
Tak baik buat seorang wanita untuk membaca.
Lama-lama dia akan mendapatkan ide dan mulai berpikir...
- Gaston, kau benar-benar kuno. - terima kasih, Belle.
Bagaimana kalau kita berdua minum di kedai...
- dan melihat-lihat semua pialaku? - Mungkin lain waktu.
- Ada apa dengan dia? - Dia gila. / - Dia sungguh tampan!
Gaston, Aku tak bisa. Aku harus pulang untuk membantu ayahku.
Selamat tinggal.
Orang tua gila itu! Dia butuh banyak pertolongan.
Jangan berkata seperti itu mengenai ayahku!
Ya! Jangan bilang ayahnya seperti itu!
Ayahku tidak gila. Dia genius!
- Papa? - Kenapa ini bisa terjadi?
- Celaka! - Kau baik-baik saja, Papa?
Aku menyerah, Aku akan membuang sampah-sampah ini.
- Kau selalu bilang begitu. - Aku sungguh-sungguh kali ini!
Aku tak pernah bisa membuat barang-barang ini bekerja!
Tentu kau bisa, dan kau akan mendapatkan penghargaan itu besok..
dan menjadi ilmuwan paling terkenal didunia.
- Kau sunggguh percaya itu? - Aku selalu percaya.
Apalagi yang kita tunggu? Aku akan menyelesaikan barang ini segera.
berikan padaku... kaki roda itu.
Apakah harimu di kota menyenangkan?
Aku dapat buku baru.
Papa, menurutmu aku aneh?
Putriku? Aneh?
Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?
Hanya saja, aku tak yakin aku cocok berada disini.
Tak ada seorangpun yang dapat kuajak bicara.
Bagaimana dengan Gaston? dia lelaki yang tampan.
Dia memang tampan... dan kasar, sombong dan...
- Oh, Papa, Dia bukan untukku. - janganlah khawatir...
'karena penemuan ini akan jadi awal baru hidup kita.
Kupikir sudah selesai. Sekarang, mari mencobanya.
- Berhasil! - Benarkah?
- Benar! - Kau berhasil!
Kau benar-benar berhasil!
Tunggu aku filippe, manis. aku akan menuju ke pekan raya!
Selamat jalan, Papa. Semoga berhasil!
Selamat tingal, Belle. Jaga dirimu saat kupergi.
Harusnya kita sudah sampai sekarang.
Mungkin kita salah jalan.
Mungkin harusnya aku lewat... Tunggu dulu.
Tidak. Lewat sini saja.
Ayolah, Philippe, ini jalan pintas. Kita harus sampai disana segera.
Tak mungkin seperti ini. Kau bawa kemana kita, Philippe?
Sebaiknya kita balik arah.
Whoa. Whoa,.Whoa
Oh! Oh! Awas! Tidak!
Whoa! Whoa, boy!
Mundur, Mundur!
Bagus,... Mundur!
Tenang, sekarang tenang.
Tenang. Jangan, Philippe!
Philippe?
Oh.
Tolong! Ada orang disana?
Tolong!
Oh!
Wha... Oh!
Hallo?
Hallo!
Orang yang malang, pasti dia tersesat di hutan.
Jangan bersuara. Mungkin dia akan pergi.
Ada orang disana?
Jangan berbicara, Lumiere. Tidak satu kata pun!
Aku tak bermaksud mengganggu, tapi aku baru kehilangan kuda...
..dan aku butuh tempat untuk menginap malam ini.
Oh, Cogsworth, kasihanilah.
Shh!
O-O-Ow! Ow! Ow!
Tentu saja, tuan, kau diperbolehkan disini.
Siapa yang bicara?
Disini.
- Dimana? - Hallo.
Luar biasa!
Akhirnya kau melakukannya, Lumiere.
Bagus! Bagus sekali!
- Bagaimana bisa seperti ini? - Turunkan aku, segera!
Hentikan! Hi-hi-hi. hentikan, kubilang!
Tutup itu, cepat!
- Kau keberatan? - Mohon maaf
Hanya saja, Aku tak pernah melihat jam yang...
Oh, tubuhmu basah kuyup, tuan.
Mari. hangatkan tubuhmu di perapian.
- Terima kasih. - Tidak, tidak!
Kau tahu apa yang akan majikan lakukan jika dia melihatnya disini.
Kuperintahkan, agar kau berhenti disitu!
Oh, tidak! Jangan di kursi majikan!
Aku tidak melihatnya! Aku tidak melihatnya!
Well, hallo disana.
No comments yet. Be the first to leave one.