181 baris pertama.
Itu langka.
Makhluk campuran.
Apa kau orang yang membunuh Mudan?
Kau…
Berengsek…
Aku mulai tertarik padamu.
Lari.
Aku benar-benar mau membedahmu,
tapi saat ini, aku tak merasa mau mengambil nyawa siapa pun.
Tuan Fuchi! Syukurlah.
Ada apa?
Kondisi Mei…
Kupikir tadi hanya kelelahan,
tapi dia sama sekali tak pulih.
Bukankah awalnya dia anak-anak?
Sebenarnya dia itu apa?
Mereka bilang dia sejenis dengan Tensen.
Aku juga melihat dia menggunakan kekuatan aneh.
Kekuatan yang sama dengan monster-monster itu.
Bahan-bahan kita terbatas,
tapi mari kita buat obat penurun demam sederhana.
Sebagai balasannya, Mei,
tolong ceritakan lebih banyak tentang dirimu dan Tensen.
Setelah kehilangan rekan-rekan kami,
akhirnya aku menyadari betapa seriusnya ini.
Siapa sebenarnya kalian dan apa tujuan kalian?
Bergantung jawabanmu,
aku mungkin tak bisa memaafkanmu.
Soal itu…
Tunggu. Caranya bicara tak akan menjelaskan apa pun, bukan?
Benar.
Jaga ucapanmu, kalian berdua!
Tapi tak apa-apa. Aku sudah terbiasa menerjemahkan.
Sementara itu, Sagi, tolong racik obatnya.
Menyeret kita ke tempat seperti ini…
Apa yang kau inginkan, si Pincang-maru?
Ingatanku kembali,
tapi naluri bertarungku sudah tumpul.
Jadi, aku mau pemanasan. Bantulah aku.
Jadi, kau mau kami semua menyerangmu sekaligus?
Ya, kurang lebih begitu.
Maksudmu, kau akan menggunakanku sebagai boneka latihan?
Kau juga.
Orang yang paling kau benci adalah aku, bukan?
Serang aku dengan niat membunuh.
Tunggu sebentar.
Jika kau punya rencana licik di balik situasi kacau,
aku akan menghabisimu.
Kalau Sensei ikut, aku juga.
Hei, Banci, kau bisa menggunakan katanamu.
Aku akan menghajar si berengsek itu habis-habisan.
Doshi… Aza Chobei…
Setelah dua pertempuran, aku sudah belajar sesuatu.
Terlalu bergantung pada kekuatan Tao itu berbahaya.
Tapi kalau tak bisa mengendalikannya, kau tak akan bisa mengalahkan Tensen,
atau bahkan siapa pun.
Aku harus mencari tahu cara menggunakannya.
Terima kasih atas bantuannya.
Jangan remehkan aku!
Dia cepat!
Jangan ikuti dia dengan matamu.
Rasakan dia dengan Tao.
Massa otot itu…
Biasanya adu otot tak akan berhasil.
Tapi…
Kalau kau membidik titik vital Tao,
bahkan tubuh lemah bisa memberikan pukulan keras.
Tunggu, Nurugai!
Tapi ini memastikannya bagiku.
Di alam Tao, mustahil melampaui Tensen.
Mereka monster yang sudah melatih Tao selama seribu tahun.
Manusia tak bisa mengalahkan mereka.
Jadi…
Kita menggunakan Tao yang mengelilingi mereka.
Makin kuat kekuatan yang diarahkan padamu,
makin besar dampaknya saat kau memanfaatkannya.
Jika kita dapat menggunakan Tao milik Tensen sendiri,
itu bisa menjadi penangkal.
Luar biasa!
Dengan ini, kita bahkan bisa membunuh Tensen!
Tidak, belum. Masih ada banyak tantangan yang harus dipecahkan.
Dia lebih hebat dari rumor.
Gabimaru mungkin benar-benar bisa menjangkau mereka.
Tapi apa aman mengandalkan penjahat?
Gabimaru, setelah mengamati Tao, aku menyadari sesuatu.
Mungkin ada berbagai jenis Tao.
Setiap tipe punya sifat dan kesesuaiannya sendiri.
Jenis?
Jika bisa memanfaatkan itu, kita bahkan bisa membunuh makhluk abadi.
Apa? Apa maumu?
Kau juga mau bertarung?
Apa maksudnya ini, Banci?
Aku tahu ini memalukan, tapi kumohon,
ajari aku pertarungan pedang yang sesungguhnya.
Apa?
Bukan untuk balas dendam.
Agar aku bisa bertahan hidup dengan kekuatanku sendiri.
Kau menyuruhku memercayai kata-kata seorang bandit?
Aku tak bisa membuktikannya dengan cara lain, tapi…
Aku serius. Aku tak menyukaimu,
tapi kau lebih kuat dariku.
Jadi, ajari aku ilmu pedang!
Lakukan apa pun yang kau mau.
Aku memang akan mengayunkan pedang.
Bawa katana itu ke sini.
Meskipun harus merangkak di lumpur, aku akan menguatkan diriku.
Agar aku bisa bertarung sendiri.
Agar aku bisa bertarung bersama kakakku.
Kekuatan adalah perubahan.
Kami bisa membunuh mereka nanti.
Aku akan datang menyelamatkanmu, Kakak.
Dia kuat!
Dia berada di level yang sama sekali berbeda dari para Doshi.
Apa dia sama seperti orang itu?
Menarik. Tao yang terdistorsi itu…
Itu pasti tercampur setelah kau datang ke pulau ini, bukan?
Bunga eliksir yang mengubah manusia menjadi Tan.
Tao-mu terkikis olehnya, tapi kau mempertahankan kesadaran dirimu.
Itu sangat langka.
Mari kita pelajari dirimu lebih lanjut.
Kalau seperti ini, aku tak akan bisa menang,
tapi meskipun aku melakukannya, tak menjamin aku dapat mengendalikannya.
Tidak.
Aku tak butuh jaminan.
Ini pilihan hidup atau mati.
Rasanya seperti akar menyebar ke seluruh tubuhku.
Agar tak mencuri kesadaranku, aku perlu
fokus!
Kecepatan maupun kekuatannya benar-benar melampaui batas manusia.
Kesadaran diriku masih utuh.
Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat!
Titik lemahmu adalah pusarmu, bukan?
Astaga.
Benar-benar tak beregenerasi.
Kalau aku menghancurkan pusarmu, kau mati?
Aku juga sudah mencapai batasku. Aku harus berubah kembali.
Astaga.
Bahkan setelah melepaskan Tao dari bunga eliksir luar,
dia masih mengendalikannya.
Ini belum pernah terjadi.
Jadi, tadi umpan, ya?
Aku hanya bermaksud mengintai, tapi mau melihatnya langsung.
Cantik.
Kita harus membawanya kembali ke istana dan mempelajarinya.
Aku sudah mencapai batasku. Lebih dari ini, kesadaran diriku akan…
Jangan memaksakan diri. Kau akan mati.
Jaga dirimu baik-baik.
Tidurlah.
Aku tahu, Toma. Aku tak seperti ayahku.
Aku akan kembali.
Tumbang…
Hancur…
Di mana aku?
Jadi, kau sudah bangun, Manusia?
Apa-apaan ini?
Tubuhmu sangat berharga.
Selama proses menjadi Tan, Tao bercampur,
dan Tao manusia menang.
Ini adalah mukjizat.
Aku belum pernah lihat sesuatu yang seperti ini dalam seribu tahun.
Seorang pria yang bisa menjadi
kunci terakhir yang dibutuhkan penelitianku.
Apa? Kau tiba-tiba terangsang atau apa?
Bukan, bukan itu.
Ini seni bercinta.
Aku mau menyirkulasikan Tao-mu dan Tao-ku.
Agar aku dapat memahaminya lebih detail.
Ini juga akan membantu memulihkan Tao-mu yang melemah.
Menyirkulasikan?
Setiap Tao memiliki "sifat" yang berbeda.
Kayu, api, tanah, logam, dan air. Lima jenis.
Sifat-sifat ini saling memengaruhi.
Dengan menyentuh, kau dapat melemahkan Tao orang lain, "saling mengalahkan".
Atau sebaliknya, menguatkannya, "saling menghasilkan".
Hei, kau serius?
Seni bercinta tak efektif tanpa keselarasan antara pasangan.
Apa kau punya sesuatu yang kau sukai?
Gaya yang kau inginkan?
Aku punya permintaan.
Jawab pertanyaanku.
Pulau apa ini? Apa yang kalian lakukan di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.