200 baris pertama.
THE DREAM LIFE OF MR. KIM
Kalau dia sudah selesai,
ambil sedikit pasir
dan taburkan di atasnya.
Kemudian sapulah.
Lalu buang di sini.
Selesai.
Harus kubersihkan kotorannya?
Ya.
Perhatian, Semua Karyawan.
Terima kasih atas kerja keras pagi ini.
Waktu makan siang hingga pukul 13.00.
Selamat menikmati makan siang.
Makan siang!
Kau harus lari untuk makan siang di sini.
Maaf?
- Jika terlambat, tak dapat apa pun. - Baik.
Satu yoghurt untuk satu orang!
Baik.
Astaga.
Dah.
- Hei! - Tendang!
- Sialan! - Hei.
Bagus!
Kau sungguh pergi tanpa melakukan apa pun.
Tak ada pekerjaan.
Ya, ada.
Itu bukan pekerjaan.
Itu hanyalah suruhan.
Lebih baik bagi kami jika kau tak melakukan apa pun.
Jangan berpikir begitu.
Pusat akan menekan.
Kudengar mereka akan menutup pabrik ini.
Kenapa terkejut? Kami pun dengar banyak hal.
Tekanan kantor pusat akan makin parah, dan keadaan akan makin sulit di sini.
Aku belum berjasa.
Ya, kau berjasa.
Adakah perbedaan antara dunia yang berakhir besok dan setahun lagi?
Satu tahun itu sangat berarti.
Baik bersembunyi di bawah tanah atau lari ke planet lain,
akan ada waktu untuk membuat rencana.
Ada waktu yang berharga juga bersama keluarga.
Bukankah begitu?
Pada akhirnya,
kau bekerja dengan bagus menjaga keamanan pekerja pabrik ini.
Kau layak dipuji untuk itu.
Jika memang begitu…
Kau bisa mengadakan pesta perpisahan bagiku.
- Apa? - Atau paling tidak,
beri aku kartu dari semua orang.
Mereka berterima kasih,
tapi tak melepas kepergianku, malah main bola.
Apa ada aku di sini tidak cukup?
Tidak. Aku lebih suka kuantitas daripada kualitas.
Maafkan aku.
Andai aku tahu, akan kupersiapkan acara perpisahan yang besar.
Sudahlah.
Aku bahkan membuatkan minuman bom untuk kalian.
Benar.
Aku tak bisa berhenti memikirkannya.
Itu sungguh enak.
Teruslah memikirkannya.
Kau tak akan menikmatinya lagi.
Aku pergi sekarang.
Boleh kuminta kartu namamu?
Waktunya sangat tidak pas.
Berikan saja.
Tim Penjualan 1 ACT…
Aku Kim Nak-su.
Aku Lee Ju-young, Pengawas Tim Produksi.
MANAJER UMUM KIM NAK-SU
TIM PRODUKSI ACT LEE JU-YOUNG
Terima kasih atas kerja kerasmu, Pak Kim!
Ya.
Semoga sukses. Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Terima kasih.
ASRAMA KARYAWAN ACT
EPISODE 8 MEMPERTARUHKAN SEGALANYA
KIM NAK-SU KELUAR
Pak Kim keluar…
- Pak Do, makan siangnya… - Kau kembali dari makan siang.
- Makan siangnya enak? - Tidurlah lagi.
- Masih waktu istirahat. - Tidak. Aku sedang cari ide.
Tahukah kalian bahwa Pak Kim Nak-su yang pertama kali punya ide
untuk zona Wi-Fi publik dan mendesak kita memperluasnya?
Sungguh? Dia seorang legenda.
Dia harus kita contoh. Sungguh sayang, akhirnya begini.
Apa ada masalah?
Kau juga belum tahu?
Pak Kim keluar dari perusahaan hari ini.
- Apa? - Itu sebabnya dia keluar dari grup.
Jika dia bilang sebelumnya, kita bisa adakan pesta perpisahan.
Sungguh sayang. Kita bahkan tak sempat mengucapkan selamat jalan.
Orang memang datang dan pergi. Seperti itulah.
Pak, ada masalah dengan ruang konferensi utama.
- Kita pindahkan rapat ke Ruang A. - Baik. Ayo.
Kau mau pergi?
- Kita ada rapat sore ini? - Tidak.
Kupikir Tim 1 tak perlu hadir, jadi tak kusampaikan.
Jika ada yang perlu kalian tahu, Myung-heon akan menjelaskan.
Mulai sekarang.
- Ayo. - Ayo.
Ya, Pak.
Apa itu artinya?
Bagaimanapun juga, kita tetap dianggap "anak buah Kim Nak-su".
Sarapan sudah siap!
Baik.
Su-gyeom, ayo makan.
Ini lezat.
Kenapa denganmu?
Sungguh, ini sangat lezat. Su-gyeom, makanlah.
Sayang, kapan hasil pemeriksaan medismu keluar?
Minggu depan, kurasa.
Akan kupesankan janji temu dan aku akan ikut.
Lebih baik kudengar sendiri.
Tak usah. Aku yakin diriku baik-baik saja.
Dengarkan aku.
Jangan abaikan kesehatanmu, kita menanggung akibatnya nanti.
Makanlah ini juga.
Ayo batalkan asuransi kita juga.
Kita harus potong pengeluaran tetap sebanyak mungkin.
Su-gyeom, kau harus mencari pinjaman pendidikan, untuk berjaga-jaga.
Baik.
Kenapa perlu pinjaman? Aku yang mengurus biaya kuliahnya.
Astaga.
Sayang, aku harus bersiap sekarang.
- Kau bahkan tak habiskan makanmu. - Astaga.
Sayang, saat kita pergi ke perkemahan nanti,
pakailah ini, ya?
Cukur juga janggutmu
- agar terlihat rapi. - Baiklah.
Ayah.
Ya?
Itu…
Tentang hal yang kita bahas itu?
Beri Ayah waktu. Sedang Ayah usahakan.
Tidak, aku mau memberi tahu Ayah.
Penipu itu sudah ditangkap.
- Sungguh? - Ya.
Ayah tak perlu khawatir lagi.
Ayah, aku berangkat sekarang.
Kenapa? Kita bisa pergi bersama.
Aku akan terlambat.
Astaga.
- Sayang, sedang apa? Aku terlambat. - Baik.
Dah, Su-gyeom.
Ini wawancaraku yang keempat.
Anak yang jauh lebih muda dariku bilang,
"Kenapa harus mempekerjakanmu, Bu Park Ha-jin?"
Itu sungguh menghancurkan kepercayaan diriku.
Makanya kubilang, jangan buang-buang waktu untuk lisensi real estat.
Kau tak perlu menghadapi omong kosong begitu.
Kau pikir aku suka dengar itu? Kulakukan agar kita punya penghasilan.
Astaga, lupakan saja.
Hei, jangan telat datang ke perkemahan.
Kata Ha-yeong, sulit memesannya.
Apa aku harus ikut?
Tentu saja.
Aku mengatur semua ini untukmu.
Datang dan dengarkan apa yang Sang-cheol katakan, ya?
Tak mau panggang daging.
Baiklah. Aku yang akan memanggangnya.
Itu tempatnya, 'kan?
- Semoga sukses. - Sampai nanti.
- Ya. - Baiklah.
REAL ESTAT DAHAN
Halo.
SARAN RAMAH, PELAYANAN JUJUR
- Silakan duduk. - Baik.
Ya ampun.
UNIVERSITAS YONSEO
AMBIL SECUKUPNYA
- Halo. - Halo.
Halo.
- Hai. - Halo.
- Su-gyeom, kau datang. - Halo.
- Bersiaplah. - Baik.
Aku taruh di sini.
Baik.
Su-gyeom, cepat selesaikan dan pergilah.
Baik. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
KELUAR
Ini bisnis yang kau usulkan?
Aku harus kembali masuk.
Kita telah buktikan kita mampu lakukan sesuatu.
Aku paham kau tak mau bergantung kepada ayahmu…
Dia menawariku uang. Akulah yang menolaknya.
Kenapa?
Kutolak saja.
Jika dia tawarkan, kenapa tak terima saja?
Kau bisa mengembalikannya nanti.
Memang apa masalahnya?
Hei.
Apa salah ayahku?
Apa?
Kenapa harus ayahku yang mendanai kita?
Kau bisa…
No comments yet. Be the first to leave one.