Maklumat siaran

Baahubali The Beginning 2015 Semua BluRay Ganool Shaanig zbr182
Ulasan oleh Zambronk
IDFL™ SubsCrew

Tag

BluRay
ganool
Diterbitkan pada: 2015-10-21
Muat Turun: 266
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Translate By Zambronk_lah

Mimpi yang berbunga dan sakit hati yang dalam

Masuk kedalaman jiwa aliran sungai kehidupan

Ketika sebuah gunung besar menghadang didepan

Membelah tebing - tebing melalui bebatuan

Tak terbendung

Tak pernah ada habisnya memberikan kehidupan

Ini bernama sungai kehidupan

Dewa Siwa!

Untuk semua dosa yang kuperbuat, silahkan Ambil nyawaku...!

Tapi anak ini harus tetap hidup.

Dia harus hidup demi ibunya yang menunggunya...

Ia harus hidup untuk naik tahta Mahishmathi...

Mahendra Baahubali harus hidup!

Astaga!

Hey! mengapa diam saja? Cepat!

Hey! Hati-hati!

Apa yang terjadi?/ Aku tak tahu, tuan.

Dilihat dari perhiasannya dia mungkin seorang Ratu atau Puteri.

Dia meninggal dengan tangan mengarah ke atas!

Tuan!

Apa yang terjadi?

Mereka pasti datang untuk membunuhnya.

Sepertinya wanita itu lebih hebat dari mereka.

Tuan!

Astaga! Gua!

Kita tak pernah tahu disini ada Gua!

Sepertinya ini jalan menuju puncak gunung!

Jika wanita ini tangannya menunjuk ke atas,

Mungkin dia ingin kita mengantar bayi ini ke sana!

Apa kau gila?

Mereka mengirim pasukan untuk membunuh bayi ini!

Bagaimana nasib bayi ini ....

Jika dikembalikan kesana!/ Tapi, Sanga ..

Ini adalah anakku.

Aku tak punya anak dan Dewi sungai memberi anak ini padaku.

Jika kalian ada yang tak setuju, Aku akan mematahkan lehernya.

Kalian tunggu apa? Tutup guanya.

Siwa!

Shiva!

Kau sedang apa disini, Nak?

Ibu, disana ada apa?

Disana ada hantu dan setan.

Mereka berburu dan memangsa anak kecil!

Tapi aku ingin ke sana, Bu!

Jangan pernah katakan itu! Ayo!

Berapa kali Ibu bilang jangan pernah memanjat kesana, kan?

Mengapa kau tak patuh?

Anakku sayang, jangan kau lakukan lagi, ya?

Sepertinya dia akan berhasil kali ini.

Tidak mungkin! lihatlah airnya!

Itu berasal dari awan.

Dan berapa kali ia jatuh saat hampir berhasil.

Ya, dia terjatuh berkali-kali.

Lihat saja! Dia pasti akan jatuh lagi.

Siwa!

Ibumu sedang mendoakanmu disana!

Dewa Siwa! Dewa Siwa! Dewa Siwa! Dewa Siwa!

Sudah lima belas!

Tinggal 101 lagi dan doamu akan dikabulkan!

Guru, jika aku melakukan ini anakku akan mendengarkanku, kan?

Apa ia akan berhenti menaiki gunung itu?

Tentu saja! Ini adalah ritual yang kuat!

Tuang air ini pada Siwa dengan segenap hatimu...

Dia akan membimbing anakmu ke jalan yang benar.

Baiklah, Guru!./ Salam Dewa Siwa!

Ibu, sudah tidak muda lagi, kan?

Kau akan sakit jika terlalu banyak bekerja!

Minggir!/ Ibu, tolong dengarkan aku!

Mengapa? apa kau pernah mendengarkan Ibu?

Ayah, tolong katakan pada Ibu untuk berhenti!

Sanga?/ Apa?

Dimana bunganya?/ Ayah! Ayah!

Lepaskan!

Baiklah, aku yang akan melakukannya, Ya?

Tidak! Dewa Siwa takkan menerimanya.

Orang yang berdoa yang harus melakukannya!

Guru, lanjutkan kegiatanmu./ Salam Dewa Siwa!

Ibu./ Apa lagi?

Aku akan menggendong Ibu.

Dan Ibu bisa menuangkan air pada Dewa Siwa? Ya?

Tidak! Dewa Siwa takkan menerimanya.

Orang yang berdoa yang harus melakukannya!

Dan dia harus berjalan untuk melakukannya!

Guru, apa kau dan Dew Shiwa berencana untuk membunuh ibuku?

Bagaimana aku tahu apa yang direncanakan Dewa Siwa?

Dewa Siwa!

Sanga!

Lihat yang diperbuat anakmu sekarang!

Apa yang ia perbuat kali ini!

Siwa, berhenti!

Kau akan masuk neraka karena perusakan ini! Siwa, berhenti!

Siwa.

Siwa, tunggu.

Sungai mengalir bergerak melintasi rambut kusutnya

Yang membuat kepalanya bersinar dengan gelombang air yang lembut

Dan Dahinya bersinar bagaikan kobaran api

Bulan sabit menghiasi kepalanya

Membuat diriku semakin menyukainya

Siapa dia dan dari mana asalnya?

Dia membawa cahaya abadi bersinar di mana-mana

Lengannya yang kuat dapat mengubah gelombang sejarah

Sungai Bhagirathi lihatlah sendiri Dewa Siwa datang mendekatimu

Dia berjalan sendiri dengan menggotongnya

Siapa yang tak suka saat berada disisinya

Dengan tampang yang penyayang dia menghilangkan kesulitan

Membuat diriku semakin lama semakin menyukainya

Dengan permata berkilau Pada tombak yang digenggamnya

Dia bagaikan mempelai pria yang siap menghiasi mempelai wanita

Dengan menggunakan bahu yang kuat bagai belalai gajah

Membuat pikiranku tenang yang sedang diganggu setan

Ibu!

Bukan hanya seribu kali Dewa akan mandi.

Dia akan mandi selamanya. Ibu, senang sekarang?

Ya ..

Guru, doaku dikabulkan seperti prediksimu!

Anakku tak pernah memanjat sejak kejadian itu.

Apa kau meragukan kekuasaaan Dewa Siwa?

Tapi sekarang dia duduk menatapi topeng kayu...

...yang jatuh dari atas tepat dihadapannya.

Sekarang bagaimana?

Dewa Siwa bekerja dengan cara yang tak diduga.

Hanya dia yang tahu.

Aku ragu karna anakku memastikan Dewa Siwa mandi selama-lamanya...

Akankah keinginannya mendaki gunung akan terwujud

Atau keinginan Sanga yang akan terwujud?

Persetan dengan keraguanmu. Anakku melakukannya demi diriku!

Keinginanku akan terpenuhi. Benar kan Guru?

Dewa Siwa melakukan apa yang dia inginkan. Salam Dewa Siwa!

Salam Dewa Siwa!

Apa katanya?

Siwa!

Sampai kapan kau akan memegang topeng kayu itu?

Ada seseorang di atas sana.

Mungkin ada, tapi ibumu memanggilmu.

Mari kita pulang./ Duluan saja, aku nanti menyusul.

Mari pulang.

Siapa kau? Mengapa kau datang padaku?

Hatiku tersesat

Bagai hilang ditelan ombak

Cuma diriku mata yang bersinar di tengah-tengah bintang

Cuma diriku yang bernyanyi di tengah-tengah air terjun

Dengarkan suaraku yang menggema

Dengan keberanian dirimu pasti akan berhasil

Kau melompat lebih tinggi meraih dahan dengan pasti

Dengan keberanian dirimu pasti akan berhasil

Kau melompat lebih tinggi meraih dahan dengan pasti

Aku bernapas untukmu

Hanya untukmu

Kemarilah dan kita akan hidup bersama

Akan kuberitahu dirimu sesuatu

Aku memilihmu sebagai belahan jiwaku

Walau aku terjatuh aku bangkit dan mengejarmu

Karna hembusan angin tiba-tiba aku berhenti tanpa alasan

Aku akan menghancurkan semua gunung dalam waktu sekejap

Dia kuat dan tak ada musuh seimbang yang bisa melawan

Kemurkaanya akan membuat musuhnya semakin khawatir

Dia kuat dan tak ada musuh seimbang yang bisa melawan

Kemurkaanya akan membuat musuhnya semakin khawatir

Kau telah datang dengan sendirinya

Dengan membawa hadiah cinta

Bicaralah dan aku bersumpah

Akan kuserahkan hidupku padamu

Mendaki puncak yang tak mungkin, darahnya mengalir bagai anak sungai

Tubuhnya kokoh bagai senjata Dunia merasa takjub padanya

Serangan darat dan udara tak bisa menang melawan semangat juangnya

Seorang prajurit bengis akan berubah menjadi berhati lembut

Membunuh ketakutan tanpa rasa lelah

Berjuang tanpa henti tapi tetap tenang

Membunuh ketakutan tanpa rasa lelah

Berjuang tanpa henti tapi tetap tenang

Membunuh ketakutan tanpa rasa lelah

Berjuang tanpa henti tapi tetap tenang

Dengan keberanian dirimu pasti akan berhasil

Kau melompat lebih tinggi meraih dahan dengan pasti

Dengan keberanian dirimu pasti akan berhasil

Kau melompat lebih tinggi meraih dahan dengan pasti

Dengan keberanian

Hei, prajurit. Mendekatlah!

Hei, tampan. Kau adalah milikku

Hey!

hEy! berhenti!

Berhenti!

Di sana!

Kasi!

Ini perangkap. Bunuh mereka semua!

Astaga!

Dari mana kau mendapatkan ini?

Salah satu orangmu menyelinap ke kerajaan.

Dia mencoba menyelamatkan Devasena. Kami membunuhnya.

Ini diikat ditangannya. Aku mengambilnya dari dia.

Aku tak tahu apa-apa lagi.

Ampuni aku! ampuni ..

Bakar semua mayat, jangan tinggalkan jejak.

Dilip juga telah mati syahid, ketua!

Jangan biarkan air mata keluar dari matamu.

Raksasa dari Istana itu telah mengurung Ratu kita...

...dan merantainya di tengah kota.

Ratu kita Devasena diperlakukan seperti sapi yang dipertontonkan.

Kebanggaan dan kehormatan kita terluka dan kita sudah lama menderita.

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left