200 baris pertama.
Kau memakai roti baru...
Padahal kita belum menghabiskan roti lama?
- Aku ingin yang segar. - Baiklah.
Kalau begitu, kita buang saja roti yang lama.
Dah, uang. Tuan Mewah suka yang segar.
Kenapa yang kau di rumah sekarang?
Bukankah seharusnya kau di gereja?
Bukankah kau harus bekerja?
Mereka tak butuh aku datang hari ini.
Tapi kau juga di rumah saja kemarin.
Ada masalah di kantor, ya? Karena ini tidak biasa.
Tidak.
Ya. Aku dipecat, mengerti?
Bukan dipecat. Dilepaskan.
Apa? Kenapa mereka memecatmu?
Mereka tidak memecatku. Aku dilepaskan.
Kenapa kau dilepaskan?
Tak ada alasan. Hanya pemotongan.
Kau memakai kokaina lagi, Stephen?
- Kenapa? - Jangan bohong.
Kau selalu mencari cara untuk membahas hal itu.
Astaga! Ternyata benar! Cukup!
Kau akan kembali ke rehabilitasi!
Tidak! Aku tidak akan pernah kembali ke sana!
Seharusnya aku melihat tanda-tandanya.
Perilaku anehmu. Sekarang, kau dipecat dari gereja.
Lalu kau mengatakan hal kejam tentang rambutku.
Astaga. Lagi-lagi rambutmu.
Ayolah, kita sudah bertengkar soal rambut.
Dengar, Maaf, aku tak suka potongan rambutmu.
Itu tampak bodoh.
Lupakan saja!
Rambutku sesuai usia.
Tidak sepertimu, mencoba tampak muda dengan ujung rambut pirang.
Kau terlihat tua dan putus asa.
Kau pikir kau bintang rock seksi yang memakai kokaina.
Itu menyedihkan.
Persetan kau.
Mengatakan persetan pada istrimu dengan menggumam.
Menyedihkan.
Pengangguran, pemadat berengsek...
Yang merajuk setiap hari, bahkan tak bisa nafkahi anak-anaknya.
Tapi jangan khawatir, dia masih memakai celana jin robek...
Dan menghabiskan sepanjang hari mempelajari lagu Kings From Leon...
Seperti remaja bodoh.
Kau mau membuatku marah? Baiklah.
Biar kukatakan dengan jelas agar kau bisa mendengarku.
Persetan kau!
Persetan kau!
Ayah!
Aku baik-baik saja.
Aku baik-baik saja, Sayang. Tidak apa-apa.
Sial!
Cha-cha-cha. Ketahuan.
Gideon, sejak kapan kau memulai kebiasaan buruk ini?
- Semoga tidak di rumah ini. - Tidak.
Kau aman, Mami. Aku mulai merokok di lokasi syuting.
Aku tidak senang kau terluka...
Tapi aku senang kau tak lagi bergaul...
Dengan orang-orang seperti ini.
Kau harus berhenti merokok...
Dan sarkasmemu harus berhenti juga.
Memanggilku "Mami". Tidak.
Maaf. Entah kenapa aku melakukan itu.
Dengar, Kawan, kami butuh bantuanmu.
Kau harus mulai membantu...
Terutama karena kau hanya duduk seharian...
Tidak terlibat dalam film lagi.
Ayah, aku tak mau berkhotbah.
Aku tak memintamu berkhotbah, jadi, langsung saja.
Aku ingin kau menjadi sopir Kakek.
Aku muak dan lelah melihatmu bermuram durja di rumah seharian...
Seperti dalam film Born on the Fourth of July atau semacamnya.
Aku duduk-duduk karena aku cedera parah.
Jika aku tampak sedih, itu karena aku memang sedih.
Aku tak bisa apa-apa. Aku tak bisa bersepeda motor...
Aku tak bisa mempraktikkan bela diri. Aku...
Aku mungkin tak bisa melakukan aksi lagi.
- Tak lagi melakukan aksi. - Tak lagi melakukan aksi?
Dengar, Kawan, kami tidak meremehkanmu...
Tapi mungkin ini yang kau butuhkan.
Keluarlah ke dunia.
Menyopiri kakekmu untuk mengambil obat...
Memeriksakan prostatnya.
Itu bisa mengalihkan pikiranmu dari banyak hal.
Seberapa sering prostatnya diperiksa?
- Berkali-kali. - Sering. Prostatnya makin besar.
Dengar, entah kau mau melakukannya atau tidak...
Kau akan melakukannya, jadi, jangan mengeluh.
Teman siang hari dan kekasih malam hari
Matikan.
Berharap tidak ada yang tahu ke mana mereka pergi
Berhenti memegang tanganku dan matikan itu.
Jangan pura-pura tak suka mendengar lagu kita.
Diam.
Ini bukan lagu kita. Kita tak punya lagu.
Ya.
Ada apa dengan wajahmu?
Istriku yang mewarnai.
Astaga. Apa yang terjadi?
Aku beri tahu dia aku dipecat, tapi aku tak bisa bilang alasannya.
Dia pikir aku kembali memakai kokaina.
Itu berita bagus.
Dia memintaku kembali ke panti rehabilitasi.
Semuanya kacau!
Hei! Bangun, Stephen.
Kembali dari khayalanmu dan tenanglah.
Dengar, kau pikir aku tak memikirkan semua ini?
Aku memikirkannya.
Itu sebabnya aku siap memberimu 10.000 dolar.
Sebagian besar dalam pecahan kecil, 20-an...
Karena kupikir kau ingin membeli camilan pom bensin dengan uang ini.
Jadi, ini uang tutup mulut?
Semacam itulah.
Aku tidak akan menyerah semudah itu dan membiarkan pria lain itu menang.
- Pria lain apa? - Suamimu.
Aku bersedia berjuang untukmu.
Aku perlu memberitahumu...
Kau tak terdengar seperti pria bertato sekarang.
Stephen, kau punya istri. Kau punya anak.
Aku dan kau, kita bahkan tak pernah BAB di depan satu sama lain.
- Tapi aku mau. - Jangan.
Aku akan segera meninggalkan keluargaku jika aku bisa memilikimu.
Aku akan membunuh mereka.
Aku percaya padamu.
Aku sudah lama tahu aku bisa membuat pria menjadi liar...
Dengan kekuatan kemaluanku.
Atau bahkan hanya dengan janji mendapatkan kemaluan ini.
Tapi merusak pernikahan, merusak rumah tangga?
Aku tidak mau, Bung.
Aku dan kau? Tidak.
Aku tak mau melihatmu lagi.
Judy.
Tunggu.
Jangan lakukan ini.
Baiklah, Gideon. Pertahankan kecepatanmu.
Aku tak suka terlalu cepat.
Dia mengemudi dengan baik, bukan, Ayah?
Baik. Terima kasih, Gideon.
Senang bisa membantu, Kakek.
Kenapa orang yang cedera yang mengemudi?
Dia bahkan tak bisa menoleh.
Mungkin kau bisa membantunya, alih-alih bersikap menyebalkan.
- Aman. - Semua baik-baik saja?
Ya, aman. Nyalakan lampu seinmu.
Aku bahkan tidak tahu kenapa kita datang jauh-jauh kemari.
Kita tidak suka Montgomery.
Tapi di sinilah kita, memastikan musuh bebuyutan kita baik-baik saja.
Ibu tidak akan menyukainya. Asal kalian tahu.
Dia akan bilang, "Masa bodoh dengan orang-orang aneh ini."
Ibumu tidak akan pernah mengatakan hal seperti itu tentang sepupumu.
Aku selalu menganggap mereka bodoh dan aneh.
Itu sebabnya aku terkejut kau tidak berteman dengan mereka.
Benarkah, Judy?
- Kau ingin bicara tentang "teman"? - Ya. Baiklah.
Kenapa kau tak kembali tur?
Minta ciuman.
- Hentikan. - Buat lagu cinta baru.
- Apa yang kalian bicarakan? - Bukan apa-apa, Ayah. Bukan apa-apa.
Hentikan!
Gideon, belok kiri di sini.
Ya.
Sekarang kita akan melihat
Mereka menunggumu di aula mes.
Tetap di kiri.
Jangan keluar jalur.
Mereka punya Tim Makanan Enam yang menjaga tempat ini.
Tempat apa ini, Ayah?
Ini seperti milisi.
Orang-orang ini adalah yang kau sebut Kaum Siap.
Mereka percaya kiamat sudah dekat.
Mereka ingin memastikan tak kehabisan tisu toilet.
Ayo! Cepat!
- Gideon, apa yang kau lakukan? - Sejujurnya, aku tak tahu.
Aku ikut dengan kalian atau tetap di mobil?
Kau sopirnya. Bagaimana menurutmu?
Benar.
Jadi, tetap di mobil?
Benar. Tetap di mobil.
Ayah, pastikan dia mengerjakan tugas-tugas sopir.
Jangan beri dia jalan pintas hanya karena dia keluarga.
Dia sudah bagus, Jesse.
Baiklah.
Paman.
Sepupu.
Selamat datang.
Sedang apa kau di sini, Paman?
Ibumu mencemaskanmu. Itu saja.
Aku ingin memastikan kalian tak terlibat masalah.
Ya. Ibu tak tahu apa-apa.
Sudah lama tidak.
Aku setuju denganmu, tapi melihat sekeliling...
Menurutku dia mungkin benar tentang yang ini.
Siapa orang-orang yang bersamamu di sini?
Ini Persaudaraan Api Hari Esok.
Ini milisi.
Datang ke sini adalah ide yang buruk.
Aku tak mau terjebak di sini seperti kejadian di Ruby Ridge.
FBI menyerbu masuk...
Lalu kita dibunuh selagi duduk di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.