184 baris pertama.
Dia sungguh belahan jiwaku?
Semalam kami juga...
Tidak! Apa yang kupikirkan?
Astaga! Apa yang dia lakukan?
Tunggu!
Dia pergi ke mana?
Apa dia merasa malu?
Dia tak seperti ini semalam.
Jattawa, pikiranmu menjadi terlalu kotor!
Apa ini cukup untuk Four?
Kami sangat membara semalam.
Kau tepat waktu...
Siapa yang kau harapkan?
Vivi...
Aku menunggumu.
Aku tak pernah bilang akan ambil barangku pagi ini.
Aku... punya firasat.
Untuk siapa piring itu?
Ini punyaku.
Aku kelaparan, jadi kubuat dua piring.
Kukira untuk Four setelah malam kalian bersama.
Aku melihat yang terjadi semalam. Sampai jumpa!
Dia melihat semuanya...
Apa itu mimpi?
Jika bertemu Four, aku harus bagaimana?
Tidak, aku akan terlihat terlalu bersemangat.
Atau haruskah aku...
Kenapa jadi kasar? Kalau begitu...
Senyum ramah. Itu tampak sangat palsu.
Sudahlah. Akan kucari tahu saat bertemu dengannya.
Four.
Kau tampak senang melihatku.
Bagaimana? Kau mau makan?
Mau makan di gedung Fakultas Bisnis?
Aku setuju.
- Baiklah. - Ayo.
Wa, siapa yang kau cari?
Apa? Aku tak mencari siapa pun.
Hanya bingung mau makan apa.
Kami hampir selesai makan dan kau belum memutuskan?
Aku masih mencari. Aku belum lapar.
Jika kau tak lapar, kenapa kau minta kami makan di sini?
Kau kosong malam ini?
Apa kau suka?
Maksudku adalah...
Kau menyukaiku?
Bukan sebagai teman.
Apa dia mau begitu lagi?
Sebaiknya kau pergi dengan Top saja.
Aku? Kenapa aku?
Kalian pergilah bersama.
Kalau begitu, itu rencananya.
- Agar aku bisa... - Khun!
Kita berteman.
...mendaftarkan namaku...
Daftar? Daftar untuk apa?
Kontes perwakilan kampus kita. Ingat?
Ya, senior Khun memberinya tempat.
Jadi, dia ingin mengajakmu.
Oh... baiklah.
Apa itu? Kau tadi bilang "teman".
Oh, maksudku...
Maksudku kita berteman, bukan?
Jika ada sesuatu tentang kontes, beri tahu aku.
Kebetulan sekali! Kita membicarakan hal yang sama.
Kurasa malam ini...
Aku...
Aku belum tahu acaraku apa.
Kau bisa pergi tanpaku hari ini.
Aku mau ke toilet.
Four.
Kau makan di sini?
Ya.
Terima kasih sudah mengantarku ke kamarku semalam.
Kau ingat sesuatu dari semalam...
Aku sangat mabuk semalam. Maafkan aku.
Aku harus pergi.
Tunggu.
Kau mengabaikan semua tentang semalam?
Ada apa?
Ya...
Aku berpartisipasi dalam kontes perwakilan kampus Jumat ini.
Jika waktumu luang, datanglah.
Baiklah.
Wa, konsentrasilah pada latihanmu.
Kau akan naik ke panggung untuk kontes.
Jaga-jaga kalau Four lewat.
Kurasa dia tak akan datang.
Dia bersikap dingin kepadaku.
Apa dia bilang sesuatu tentang kejadian semalam?
Ya, tetapi hanya soal betapa mabuknya dia.
Mungkin dia terlalu mabuk untuk mengingat sesuatu?
Kurasa tidak.
Saat kami bermain-main,
dia tak terlihat semabuk itu.
Benar!
Kalian bermain-main!
Kenapa dia tak bisa ingat apa pun?
Apa karena itu tak berkesan baginya?
Atau seburuk itu?
Apa yang kau harapkan? Aku belum pernah melakukannya.
Hei! Wa!
Tadi itu luar biasa! Kau pasti akan menang!
Kau belum pernah lihat trik ini?
Aku akan sangat senang jika melihatnya pertama kali.
Bukankah itu benar?
Jika ini pertama kalinya, akan mendebarkan.
Ayolah, jangan dendam pada Four.
Dia mungkin berpikir itu hal umum yang terjadi dalam hubungan.
Tidak, itu tidak biasa.
Itu...
Itu...
pertama kalinya bagiku.
Atau itu bukan pertama kali baginya?
Dia pasti pernah beberapa kali!
Tunggu, kau mau ke mana?
Aku akan bicara dengannya!
Tenanglah dahulu!
Ying.
Ya?
Apa yang kau lakukan di kamar Four?
Aku...
Tugasku adalah mengurus gedung ini.
Itu sebabnya aku di kamarnya.
Baiklah.
Kau cemburu pada Ying?
Ada apa dengan kamarnya? Kenapa kau melihatnya?
Dia lupa mematikan lampu, jadi kumatikan untuknya.
Dia tak tidur di sini malam ini.
Aku harus pergi.
Baiklah.
Ayo kembali ke kamar kita.
Bukankah aneh dia putuskan tak tidur di sini malam ini?
Dia pasti menghindariku.
Teman-Teman, aku senang! Kontesnya hari ini.
Bagaimana denganmu, Wa? Sudah siap untuk acaranya?
Wa...
Wa!
Apa?
Teman-Teman,
jika A & B berhubungan intim untuk pertama kalinya,
lalu esoknya A menemui B,
tetapi B bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Apa yang akan kalian lakukan jika jadi A?
Aku paham, gosip daring, bukan?
Kurasa itu berarti B tak mau terlibat dengan A lagi.
A tak perlu khawatir lagi dan melanjutkan hidupnya.
Aku yakin ada orang yang lebih baik untuknya.
Jika B peduli dengan A, B tak akan tinggalkan A cemas seperti ini.
Aku setuju.
Kau harus minta A untuk menerimanya dan melanjutkan hidup.
UNIVERSITAS DARAWIWAT
PENGHARGAAN BINTANG BARU DARAWIWAT
Kenapa kau tak berpakaian bagus?
Kita mau kontes.
Memang kenapa bajuku?
Lagi pula, aku tak akan menang.
Ikut aku, masih ada waktu.
- Kita mau ke mana? - Mencarikan pakaian untukmu.
Coba yang ini.
Gaun ini?
Tunggu!
Kau akan ganti baju di sini?
Kenapa tidak? Kau mau mengintip?
Kau gila?
Tak apa-apa karena kau akan menjaga pintu untukku.
Ya, tentu, gantilah.
Jujur, aku tak perlu berdandan untuk itu.
Aku tak akan menang.
Kenapa kau berpikir begitu?
Aku tak secantik atau berbakat dibanding yang lain.
Tak ada yang luar biasa dariku.
Apa kita harus seperti yang lain agar menang?
Semua orang berbeda,
kita spesial dengan cara kita sendiri.
Kurasa...
jika orang tahu siapa dirimu sebenarnya,
mereka pasti akan menyukaimu.
Sama seperti perasaanku kepadamu.
Khun...
Bisakah kita menjaga persahabatan kita seperti ini selamanya?
Aku suka menjadi temanmu.
Aku tak mau ada yang berubah.
Kau mau memikirkannya?
No comments yet. Be the first to leave one.