200 baris pertama.
Serial drama ini fiksi, dan tempat, individu, organisasi, latar,
serta peristiwa yang digambarkan pada serial drama ini adalah karya fiksi.
Para aktor cilik direkam dalam kondisi aman
atas persetujuan dan kehadiran wali mereka.
Seoul Busters
Teman-Teman, yang ini ruang interogasi.
Digunakan untuk interogasi.
Begitu rupanya.
Kami menginterogasi orang di sini...
Minseo.
Kau tidak memasukkan ini ke dalam penggantian.
Terima kasih.
Omong-omong, tur itu berapa lama lagi?
Sebentar lagi selesai.
Pusat penitipan anak penuh anak SMA?
Entah aku sedang di sekolah atau di kantor.
Hei, berhenti menggaruk kepalamu dan keramas saja.
Ini belum terlalu gatal.
Tapi asal kau tahu, kita tidak boleh keramas tiap hari.
- Negara kita krisis air. - Dengar.
Aku yakin unta di gurun lebih sering mandi daripada kau.
Omong-omong, apa anak itu mengenal Detektif Jang?
Dia terus menempelinya sejak tadi.
Dia mengagumi anak baru kita.
Dia mengagumi Jang Tansik?
- Ya. - Kenapa?
Ayah anak itu pernah terlibat dalam kecelakaan puing jalanan,
Detektif Jang melacak pelakunya.
- Semuanya jelas? - Ya.
Apa ini? Tiga ratus won untuk stik kerajinan?
Ingat saat kita menangkap buronan itu
- di luar toko alat tulis? - Ya.
Kita tidak sengaja merusak beberapa stik kerajinan.
Pemilik toko meminta 300 won.
Untuk ganti rugi?
Ya, kau percaya itu?
Tolong pastikan uangku diganti.
Aku membayarnya dengan uangku sendiri.
Junghwan.
Masih kurang 100 won.
Pokoknya, tolong ganti uangku.
Aku akan mengganti 100 won-mu.
Kau sudah dibayar 200 won.
- Tapi tetap saja... - Pergilah.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Kau tampan sekali.
- Sampai jumpa. - Jaga dirimu.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Tansik, ambil ini. - Apa ini?
Kubilang ke ayahku akan datang ke sini, dia memintaku memberikan ini kepadamu.
Dia tidak perlu repot-repot.
Warnanya sangat berani.
- Benar, bukan? - Ya.
Terima kasih. Aku menghargainya.
Beomjoon, jangan terlalu sering makan mi instan.
Kau harus makan dengan baik.
Bagaimana kau tahu aku makan mi instan untuk makan siang?
Indra penciumanku sangat bagus.
Kau seperti Sherlock Holmes.
- Pergilah. - Baik, sampai jumpa.
- Sampaikan salamku kepada ayahmu. - Pasti.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Kenapa kau hanya berdiri di sana, Pak?
Kalian menghalangi jalan.
Maaf soal itu.
- Bagaimana kau tahu dia makan mi instan? - Mi instan?
Aku hanya mencium aromanya.
Jika kau tanya bagaimana aku melakukannya...
Aku hanya bisa bilang aku menciumnya, jadi, kubilang aromanya seperti itu.
Kalau begitu, bisa tebak apa makan siangku?
Biar kucoba.
Mohon izin.
Entahlah.
Aku tidak mencium apa pun.
Luar biasa.
Aku memang belum makan siang!
Saraf olfaktori-mu pasti berkembang dengan sangat baik.
Hidung manusia adalah salah satu organ sensoris tertua,
tapi metode deteksi bau tetap harus dipahami sepenuhnya.
Singkatnya, itu organ yang sangat misterius.
Kau berbakat...
seperti
anjing pelacak.
Aku tidak sehebat itu.
Tapi anjing memang luar biasa.
Jangan bilang begitu.
Kurasa kau mungkin lebih baik daripada anjing.
Hidungmu benar-benar seperti anjing.
Kau menyebutku seperti anjing?
Aku tersanjung.
Kau mau mencoba ini, Pak?
- Apa ini? - Kaus kaki berkualitas tinggi.
Astaga. "Nice".
Kurasa merek ini populer di kalangan anak muda zaman sekarang.
Apa itu orang?
Permisi.
Halo?
Seoul Busters
Episode 9
Teruskan kerja kerasmu.
Kapten.
Seorang warga menemukan jasadnya dalam perjalanan ke gereja pagi ini
dan langsung menelepon polisi, sekitar pukul 04.05.
Baiklah.
Ada apa dengan Detektif Jang?
Dia mengenal korbannya. Begini, tempo hari...
- "Nice". - Kenapa kau berkata begitu?
Korban adalah ayah dari anak yang mengikuti tur baru-baru ini.
Bagaimana kau tahu?
Kaus kakinya.
Senjatanya?
Mereka tidak menemukannya di TKP, jadi, mereka menggeledah area ini.
Tapi belum ditemukan apa pun. Kami masih mencari.
- Periksa CCTV dan kamera dasbor dahulu. - Baik, Pak.
Jasadnya hancur parah.
Dilihat dari lukanya,
dia pasti dipukul dengan senjata tumpul.
Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.
Tapi sepertinya tidak direncanakan.
Aku tidak yakin. Mungkin ini bukan kebetulan.
Panas!
Kau baik-baik saja, Pak?
Silakan, masih sangat panas.
Baik, terima kasih.
Tentu. Ini.
CCTV menghadap ke arah lain
Jalan buntu
Bata merah
Tunggu sebentar.
Ini seperti mencari jarum di... Apa itu?
- Tumpukan jerami? - Benar sekali.
Hei, kau menemukan sesuatu?
Belum.
- Tertemu! Di bawah kaki kananmu. - Di mana?
Yang itu, bukan? Kapten!
Kami menemukannya.
Korbannya Pak Yoon Haesik.
Dia menjual barang-barang seperti kaus kaki dari truk.
Senjatanya, batu bata, ditemukan di lokasi konstruksi terdekat,
berlumuran darah yang cocok dengan darah korban.
Sudah kuduga ada yang janggal.
Aku punya firasat.
Karena senjatanya ditemukan di jalanan, kita bisa berasumsi itu pembunuhan.
Semuanya masuk akal.
Ini ulah perampok.
Mengingat metode dan TKP,
aku yakin 100 persen perampok...
Bukan perampok.
Bukan, bukan perampok.
Perampok tidak akan sekejam ini.
Jadi, pembunuhnya terlalu kejam untuk menjadi perampok?
Sebagian besar luka terbentuk setelah korban kehilangan kesadaran,
serta lukanya fokus pada wajahnya.
Ada emosi yang terlibat.
Haruskah kuingatkan para perampok bisa sekejam apa?
Dalam kasus perampokan tahun 2009 di Persimpangan Mullae-dong,
korban...
Tidak ada yang dicuri, jadi, tidak mungkin perampok.
Tidak ada yang dicuri?
Sama sekali tidak ada.
Entah apa yang sebenarnya terjadi,
tapi teganya seseorang membunuh orang lain sebrutal itu.
Aku...
akan menangkap pembunuhnya dengan tanganku sendiri.
Kau baik-baik saja, Tansik?
Tansik!
Ada apa dengannya?
Dia mengenal korban.
Kenapa kau kembali?
Aku baru ingat rapatnya belum selesai.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Ada kemungkinan pembunuhan itu termotivasi oleh dendam.
Mari kita cari orang yang dendam kepada korban.
Pak Yoon orang yang sangat baik.
Aku ragu ada yang dendam kepadanya.
Kita lihat saja nanti.
Kita akan menangkap pembunuhnya.
Tumben sekali kau begini.
Ayo tangkap bajingan itu.
Bagaimana? Kalian kenal dia?
Dia sudah lama tinggal di sekitar sini.
Jangan memancingku.
- Penjual kaus kaki ini terkenal jahat. - Dikenal juga sebagai Anjing Gila.
- Benar, kan? - Benar, kan?
"Anjing Gila"?
- Benar. - Benar.
Dia sering bertengkar dengan tetangganya?
- Benar. - Benar.
Jadi, banyak orang menyimpan dendam terhadapnya?
- Benar. - Benar.
Termasuk kalian berdua?
Enggak.
"Enggak"?
Maksud kalian tidak.
- Benar. - Benar.
Benar. Tentu saja tidak.
Maaf, tapi boleh aku ke toilet?
Toilet kami sedang diperbaiki. Benar, kan?
Kau harus ke toilet yang ada di toko ponsel dekat sini. Benar, kan?
No comments yet. Be the first to leave one.