176 baris pertama.
SEKITAR SERIBU TAHUN YANG LALU
Apa yang kulakukan di sini?
Ini tanah tandus.
Apakah selalu seperti ini?
Di mana musuhku?
Tidak ada lagi musuh, Clevatess.
Semuanya sudah berakhir.
Siapa kamu?
Aku adalah Penguasa Iblis Kegelapan dari Barat.
Zavthier dari Phantasma.
CLEVATESS
Hei! Hei!
Klen!
Aku pulang bersama mereka lagi hari ini.
Tidak, tunggu!
Ada iblis kegelapan!
- Dan bukan sembarang iblis kegelapan... - Aku tidak tertarik pada teori.
Beri tahu aku kalau kamu sudah memahami semuanya.
Maaf, Alyssa.
Kami akan meminjamnya sebentar.
Sampai jumpa.
Ada apa dengan mereka?
Satu-satunya kesempatanku bicara dengannya diam-diam adalah di jalan menuju dan pulang sekolah.
Ketika kami berbicara melalui ichor kegelapan,
terserah padanya apakah dia ingin menjawab atau tidak.
Sungguh aneh melihatnya akrab dengan manusia.
Apakah dia punya tujuan lain?
Aku tidak akan sampai ke mana pun kalau hanya memikirkannya!
Baiklah, aku akan mencari tahu sendiri.
Murid-murid lain juga sama anehnya.
Selain soal iblis kegelapan itu,
tadi pagi kami diberi tahu bahwa Nathan pingsan.
Tapi sepertinya tidak ada yang terganggu dengan hal itu.
Memang begitulah tempat ini.
Apakah itu tidak begitu jarang terjadi?
Hei, boleh aku bertanya sesuatu?
Apakah pernah ada orang lain selain Nathan yang...
Hei, tunggu!
Kudengar dia bersama Nathan.
Sama seperti si kembar itu.
Ih. Jadi dia juga orang barbar. Menjijikkan.
Mereka memperlakukanku seolah aku bagian dari kelompok berandalan.
Yah... sepertinya mereka tidak akan memberitahuku.
- Hei. - Hei.
Oh, ternyata kalian.
Um... Leon dan Tygel?
- Bisa kita bicara? - Bisa kita bicara?
Jadi?
Ini soal Nathan Franc.
Kudengar dia akan meninggalkan sekolah hari ini.
Hari ini?
Penelitian sihir memang berisiko.
Mempelajari sihir dan menjadi penyihir memang seistimewa itu.
Terutama di negara ini, tempat kekuatan militernya bergantung pada kekuatan sihir.
Jika kamu bisa menjadi penyihir di sini,
kamu bisa langsung menjadi perwira militer begitu lulus.
Itulah sebabnya kami datang ke sini!
Kami tidak datang ke sini untuk bermain-main.
Kami datang untuk mencapai puncak dalam hal sihir!
Justru, lingkungan seperti inilah yang kami inginkan.
Kami ingin mencapai puncak dan memberi pelajaran pada seseorang.
Bagaimana denganmu, gadis Hiden?
Kamu datang ke sini karena alasan yang serupa, bukan?
Menurut kami kamu cukup kuat.
Meskipun kamu tidak bisa menggunakan sihir.
Orang biasa tidak akan bisa melawan iblis kegelapan hanya dengan tongkat dan tendangan.
- Mau bekerja sama dengan kami? - Mau bekerja sama dengan kami?
Kami ingin mempelajari cara mendapatkan Crest, apa pun caranya.
Dan kamu di sini juga untuk merebut kembali rahasia sihir, bukan?
Kalau tidak, kamu tidak akan datang sejauh ini ke wilayah musuh.
Itu memang tujuanku.
Ruang rahasia Drel mengarah ke sana.
Apakah itu berlaku juga untuk Sarasa dan Edison?
Mereka terlihat tidak berbahaya.
Mereka tidak terlihat sedang merencanakan sesuatu...
Apa yang bisa kalian lakukan untukku?
Kami bisa mengumpulkan informasi.
Ada hal-hal yang bisa kami lakukan yang tidak bisa dilakukan gadis baik-baik.
Dan ada hal-hal yang hanya bisa dilakukan gadis baik-baik, bukan?
Jadi kita berdua akan saling berbagi informasi dan mencapai jawabannya secepat mungkin.
Bisakah kalian jamin tidak akan kabur membawa informasiku?
Tidak ada.
Kita hanya saling memanfaatkan, selama itu masih berlangsung.
Mereka sombong dan kasar, tapi mereka bukan pembohong.
Kalau aku bisa mengakhiri aliansi ini kapan saja, ini bukan ide yang buruk.
Aku ikut.
- Bagus. - Bagus.
Beri tahu aku segera kalau kalian mengetahui sesuatu.
Dan kalau kalian melihat iblis kegelapan lain, beri tahu aku.
Aku akan mendatangi kalian kalau merasa butuh lebih banyak orang.
Ya, kamu bisa mengandalkan kami.
Beri tahu kami segera kalau kamu menemukan sesuatu.
Baiklah!
Apakah itu membuat hatimu sakit?
Perkataan Gereja Elds adalah perkataan Tuhan.
Jika perkataan Toah kuno, yang tercatat dalam kitab suci,
menyuruh kita untuk mengejar sihir...
maka melakukannya adalah kewajiban rakyat Dunn.
Dia hanya beruntung masih hidup.
Tapi aku tidak suka melihat masa depan seorang pemuda berakhir begitu saja.
Semua terjadi sesuai kehendak Tuhan.
Tidak berhasil...
Tidak ada yang mau menjawab pertanyaanku.
Sungguh aneh tidak ada yang tertarik
pada kenyataan bahwa seorang manusia berubah menjadi iblis kegelapan.
Kurasa aku harus bertanya pada orang lain.
Mungkin seorang guru?
Orang dari Eslinn itu? Tidak, tidak mungkin.
Kalau dia sampai tahu siapa aku, aku tidak mau harus memikirkan alasan.
Batu-batu ini kuno sekali...
Sebenarnya, bukankah mereka bilang tempat ini dibangun di atas reruntuhan kuno?
Aku cukup menyukainya...
Rasanya nyaman bersandar pada sesuatu yang berlumut dan kuno seperti ini...
Aku ditikam dari belakang?!
Tapi kenapa?
Profesor...
Semua orang mengabaikanku! Kurasa aku sedang dirundung!
Bisakah Profesor membantuku?
Menakutkan! Menakutkan! Menakutkan!
E-Emm... kamu ingin dibantu apa?
Soal perundungan, tentu saja.
Bukankah itu jelas-jelas bohong?!
Semua orang bersikap jahat dan tidak mau menjawab pertanyaanku.
"Apa yang terjadi pada Nathan?"
"Bagaimana cara mendapatkan Crest?"
"Pernahkah kamu melihat iblis kegelapan?"
Atau...
"Tahukah kamu di mana aku bisa menemukan ruang rahasia Drel?"
Kamu baru saja keceplosan!
Kamu tidak benar-benar menanyakan pertanyaan terakhir itu ke semua orang, 'kan?
Pertanyaan terakhir tadi hanya bercanda.
Aku tidak sebodoh itu untuk menceritakan tujuan sebenarnya ke semua orang.
Aku berpura-pura menjadi murid biasa
yang tertarik pada sihir dan mengkhawatirkan Nathan.
Kurasa kamu tidak seharusnya memberitahuku hal itu.
Yah, kamu sudah tahu siapa aku, tapi belum memberitahu sekolah.
Dengan kata lain, kamu berada di pihak tiga kerajaan.
Sekolah ini berdiri di tanah suci dan Kaisar tidak bisa mengendalikannya,
jadi dia mengirimmu sebagai mata-mata Boelate.
Apakah aku salah?
Kamu tidak salah, tapi aku tetap musuhmu.
Aku tidak akan membantumu.
Meski aku menawarkan bantuan?
Aku tahu apa yang diinginkan Kaisar.
Aku ada di sana ketika mereka semua membicarakannya.
Kaisar ingin kami menemukannya agar dia bisa mencurinya di detik-detik terakhir.
Dia akan mengirim pasukannya.
Dia hanya mengirim kami ke sini sebagai alasan untuk menggunakan pasukannya di tanah suci.
Dan alasan dia belum melakukannya sampai sekarang adalah
dia benar-benar tidak tahu rahasia tempat ini.
Dia menunggu Eslinn atau Hiden, atau mungkin kamu, untuk menemukannya.
Apakah aku salah?
Eslinn tidak akan tinggal diam saja jika Boelate menyerang tempat ini.
Aku yakin mereka sudah mempersiapkan pasukan yang kuat.
Bagaimanapun juga, tempat ini akan menjadi medan perang.
Dan sebagian murid akan mati.
Sebagai pahlawan, aku ingin menghindari itu.
Dan apa yang kamu inginkan dariku?
Pilihan terbaik yang kita punya adalah menemukan rahasia apa pun yang ada di sini
dan menghancurkannya sebelum pasukan itu tiba.
Itu akan membuat mereka tidak punya alasan untuk menyerang.
Kamu bisa melaporkan bahwa kamu sudah menemukan rahasianya.
Dan aku bisa melindungi anak-anak itu.
Kamu akan memberiku waktu untuk memberi tahu Kaisar, 'kan?
Ya. Begitu aku menemukannya, aku akan memberitahumu lebih dulu.
Omong-omong, aku sudah bekerja sama dengan si kembar Eslinn itu.
Aku bersumpah atas namaku sebagai pahlawan bahwa aku tidak akan bilang dari siapa aku tahu semuanya.
Sebaiknya memang begitu.
Dan aku berjanji, jika sampai terjadi perang, aku tidak akan menyakitimu.
Yang berarti, jika aku tidak membantu, kamu akan menyakitiku!
Kamu sebenarnya sedang memerasku!
Boleh aku bertanya sesuatu?
Apa?
Kenapa sekarang kamu menjadi orang Hiden yang mungil?
Kurasa wajar kalau kamu penasaran.
IBU KOTA ESLINN, ESLEBURG
No comments yet. Be the first to leave one.