137 baris pertama.
Aku selalu ingin tahu.
Kenapa semua orang
terobsesi dengan "pendosa" dan "pelaku kriminal",
tapi tidak pernah penasaran atau berpikir
"apa yang akan terjadi kalau seseorang jatuh ke Lubang Neraka"?
Lagi-lagi ada kaum primitif yang dijatuhkan ke Lubang Neraka.
Kenapa dia tetap berbuat jahat padahal sudah tahu akan dijatuhkan ke sana?
Kita tidak akan bisa paham pola pikir pendosa.
Benar-benar orang yang mengerikan.
GACHIAKUTA
Monster-monster apa itu?
Ia terbentuk dari sampah?
Kenapa monster seperti ini...?
Sialan!
Berani-beraninya mereka
melemparku ke tempat seperti ini!
Ini gawat.
Udara di tempat ini...
Kalau aku terus-menerus menghirup udara ini,
paru-paruku bisa hancur.
Aku harus kabur.
Aku harus segera kabur ke suatu tempat.
Tempat yang lebih aman...
Apa ada tempat yang aman di dunia ini?
Dunia absurd yang penuh dengan gunungan sampah ini.
Apa, lagi-lagi, semuanya akan berakhir sebelum aku bisa berbuat apa pun?
Regto.
Bukan.
Benar juga.
Aku masih punya
urusan yang harus
kuselesaikan!
Orang-orang yang menganggap remeh aku.
Orang-orang yang menuduh aku pelakunya.
Orang-orang yang melemparku ke Lubang Neraka.
Sebelum itu, aku harus bereskan dia dulu.
Bedebah yang sudah membunuh Regto!
Aku akan temukan orang itu,
lalu hajar dia!
Aku belum bisa mati sebelum lakukan itu.
EPISODE 2 JIWA YANG BERSEMAYAM
Jangan-jangan, anak itu...
Kalian dan tempat ini benar-benar bau, dasar sampah!
Kalian lebih bau dari kentutnya Regto!
Bau banget.
Si-Siapa dia?
Keparat, apa yang kau...
Masker? Aku bisa bernapas.
Ka-Kau "manusia" dari tempat ini, ya?
Tempat apa ini? Monster-monster tadi itu apa?
Diam dulu sebentar.
Kenapa dengan dunia ini?!
Bocah, kubilang diam dulu sebentar.
Aku tidak tahu apa-apa karena baru jatuh dari atas.
"Lubang Neraka"... Apa yang terjadi di dunia bawah tanah ini?!
Ini bukan bawah tanah. Selain itu, suaramu terlalu keras, Bocah.
Aku tidak bisa dengar. Katakan lebih jelas!
Sudah kubilang!
Ini bukan bawah tanah, tapi di masih di permukaan!
Ini sampah-sampah yang kalian, orang Dunia Atas, buang!
Terus, sejak tadi aku menyuruhmu untuk diam!
Gara-gara kau, mereka jadi menyadari lokasi kita!
Mereka disebut "Monster Limbah".
Seperti yang kau lihat, monster dari sampah.
Kau tidak akan bisa kalahkan mereka pakai senjata biasa.
Terlebih, mereka bereaksi pada suara yang disebabkan manusia.
Makanya, aku berbicara dengan suara pelan.
Tapi kau malah teriak-teriak!
Monster Limbah di daerah ini sangat spesial,
makanya aku menghindari lakukan sesuatu yang mencolok!
Sudah begitu, aku bukan karakter yang hobi teriak-teriak!
Semua ini salahmu, dasar bocah kematian!
Payungnya.
Aku jadi lebih lega karena sudah berteriak.
Baiklah, waktunya bersih-bersih.
Monsternya tidak bangkit lagi.
Payung apa itu?
Banyak banget, dah.
Dia menyapu bersih monster sebanyak itu.
Apa itu teknologi khusus Lubang Neraka?
Atau dia saja yang spesial?
Kalau aku juga punya kekuatan seperti itu,
mungkin aku bisa...
Umbreaker, "Penghancur Delapan Arah".
Sip. Kau masih hidup.
Siapa kau?
Namaku Enjin.
"Tukang bersih-bersih" biasa.
Argh. Oek. Bau banget!
Aku kelepasan membuka masker ini!
Semua ini gara-gara kau!
GACHIAKUTA
Ada apa? Bajumu kotor sekali.
Ada yang mendorongku.
Didorong?
Oh, anak-anak nakal itu lagi, ya.
Saat aku bilang, "Benda itu hidup"
mereka menertawakan dan meninjuku.
Kau balas mereka, tidak?
Bagus.
Dulu, Regto pernah bilang.
"Jika merawat barang baik-baik dalam waktu yang lama,
maka akan ada jiwa yang bersemayam di dalamnya."
Jadi, kau mengartikan kalimat itu sebagai benda itu "hidup", ya?
Itu hanya sebuah legenda.
Untuk mengingatkan orang-orang supaya merawat barang dengan apik.
Namun, aku percaya.
Handuk ini punya jiwa,
makanya ia bisa membersihkan Rudo.
Berarti, benda itu, yang itu juga,
benda yang di sana juga punya "jiwa"?
Mungkin saja.
Sarung tangan ini juga?
Selama Rudo merawat sarung tangan itu dengan apik,
aku yakin suatu hari nanti akan ada "jiwa" tumbuh di dalamnya.
Aku akan rawat...
Regto.
Apa-apaan ini?
Halo. Sudah bangun, Nak?
Kau keparat yang tadi!
Namaku Enjin.
Itukah sikapmu pada orang yang menyelamatkanmu? Dasar bocah kematian.
Menyelamatkanku?
Terus, rantai ini untuk apa?
Kau mau apakan aku?
Aku sedang mengangkutmu yang pingsan dengan hati-hati.
Lepaskan rantai ini, dasar sampah!
Aku harus kembali ke atas sekarang juga!
Sayangnya, kau tidak bisa lakukan itu.
Di sini, kami menyebut tempat itu "Dunia Atas".
Kau bermaksud memanjat ke atas dengan cara apa?
Selain itu, Dunia Atas selalu bergerak.
Masih ada alasan lain, sih...
Yah, untuk sekarang belum bisa.
Kalau sudah paham, diam dan jangan memberontak.
Jangan bercanda.
Aku pasti akan kembali.
No comments yet. Be the first to leave one.