200 baris pertama.
Beberapa Hari Kemudian Setelah Perang Melawan Kadipaten Dakia
Menurut laporan dari wilayah selatan,
mereka sudah terobos garis tengah musuh dengan bantuan Armada 7.
Saat ini mereka sedang bantai bangsa Dakia dan potong jalur komunikasinya.
70.000 pasukan melawan 600.000 pasukan, ya?
Luar biasa.
Musim dingin ini, kita bisa tempati Dakia.
Tapi, saat ini negara kita masih berjuang di dua medan.
Republik dan Aliansi Entente.
Belum ada pergerakan di kedua medan tersebut, tapi...
Yang dikhawatirkan adalah perang dunianya.
Semakin sedikit medan yang diperjuangkan, maka semakin bagus.
Pilihan kita hanyalah lenyapkan musuh terlemah, seperti Dakia.
Bagaimana kalau serang Aliansi Entente?
Mereka mungkin lebih mudah dibanding Republik.
Masalahnya adalah persediaan.
Persediaan kita di wilayah pusat Norden...
Aku ingin sedikit tunda persediaan sebelum penyerangan.
Salju memperlambat pembangunan jalur kereta api.
Kita sudah saling kenal, langsung intinya saja.
Kita sudah pajaki jalur utara dan sistem pelabuhan hingga batasnya.
Takkan ada perubahan besar dalam waktu singkat.
Kita bisa bertahan di musim dingin dengan persediaan yang ada saat ini.
Kita tak punya waktu untuk penyerangan.
Aku tahu sedang ada masalah persediaan saat ini.
Tapi, aku punya satu saran.
Aku ingin gunakan jagoan kita.
Yang menyerang Ibu Kota Dakia.
Batalion 203.
Medan Tenggara Tentara Kekaisaran - Garnisun Militer 5
Perhatian!
Para prajurit, terima kasih atas kerja kerasnya melawan Dakia.
Mungkin kalian sudah mendengarnya, kita, unit 203 sudah dapat perintah untuk dimutasi.
Tujuan kita ke Norden di utara.
Dari selatan langsung ke utara?
Bakal sibuk, ya.
Kebetulan, aku ingin main ski.
Awalnya kita memang pasukan respons cepat,
tapi sepertinya markas kostrad ingin pakai kita seperti kuda.
Mereka pasti punya banyak wortel untuk kita.
Tapi, kuda tak dikatakan beruntung hanya karena diberi makanan gratis.
Ini perintah khusus dari markas kostrad.
Lawan kita di gumpalan salju ini adalah Entente Tiga yang lancarkan serangan di wilayah kita.
Kita diharapkan untuk uji taktik baru.
Kita harus tunjukkan kalau batalion ini cukup tangguh untuk jalan kaki.
Jangan lupakan tugas kalian sebagai tentara!
Siap!
Bagus.
Baiklah, sekarang akan kami sampaikan perintah dari markas kostrad.
Letnan Weiss.
Pukul 18.00, kita akan tempuh perjalanan panjang menuju utara.
Mayor, mengenai rencana terbang ke Norden...
Letda Serebryakov, apa menurutmu tak aneh?
Ma-Maksudnya?
Meski tanpa pasukan pusat, jelas kita sudah lebih dari cukup untuk kalahkan Aliansi Entente.
Seharusnya perang sudah berakhir.
Ini berarti ada seseorang yang ikut terlibat.
Salah satu pemimpin negara mengintervensi?
Benar.
Republik, Sekutu Raya...
Atau mungkin keduanya.
Seluruh dunia akan tonton kita berjalan jarak jauh.
Saya mengerti.
Kalau begitu, saya akan menyebarkannya.
Perang dunia memang mungkin terjadi, tapi tak disangka akan bergerak lebih cepat.
Invasi Dakia dadakan juga mustahil dijelaskan.
Andai saja...
Mungkin proklamasi "Tuhan" dilakukan dengan tangan tak terlihat.
Episode 06 Awal Kemarahan
Kemenhan, Ibu Kota Aliansi Entente
Berita bagus, para hadirin.
Ini masih tahap awal, tapi kami sudah mulai bekerja dengan sekutu.
Sepuluh Anggota Dewan Aliansi Entente Olvajoule Kazole
Itu berita yang cukup bagus.
Tapi, bukankah mereka takut kita akan berakhir seperti Dakia?
Mereka takut kita akan jatuh, dan kekaisaran akan arahkan kekuatan penuh ke Republik.
Sungguh kabar yang buat kita terlihat menyedihkan, ya.
Bukan hanya Republik, tapi Sekutu Raya juga akan bantu kita.
Dan mungkin mereka sudah mulai pantau kekaisaran secara rahasia.
Aku jadi iri karena mereka punya cadangan sumber daya.
Padahal kita tak punya cadangan sama sekali.
Kami terpaksa minta bantuan negara lain.
Sungguh menyedihkan.
Kita tak punya pilihan lain.
Kalau begitu, kita lakukan yang terbaik sebisa mungkin.
Pangkalan Logistik Kraggana - Wilayah Utara Tentara Kekaisaran
Tembak terus, tembak!
Jangan berhenti menembak!
Sial, mereka datang terlalu cepat!
Jumlahnya juga banyak!
Informan sialan, apanya yang gampang?
Energi sihirku sudah capai batas!
Mantra defensifnya tak bisa kutahan!
Komandan, lebih baik kita mundur.
Jangan! Kita harus lindungi pangkalan logistik-
Komandan!
Aku mengacaukannya.
Maaf, tolong lakukan sisanya.
Siap.
03 dan 07, kalian juga sudah batasnya!
Bawa komandan mundur!
Di sini Viper 02.
Komandan sudah terluka, dan aku punya hak perintah.
Dimengerti, Viper 02.
Kami juga dapat kabar buruk.
Pesan darurat dari wilayah timur laut.
Tim pengintai lihat dua unit kompi penyihir.
Pasukan tambahan?
Sejak tadi di mana mereka bersembunyi?
Kami mengonfirmasi pasukan penyihir asing.
Sebentar lagi mereka akan masuk wilayah udaramu!
Ini akan sulit kalau diteruskan.
Meminta izin untuk mundur!
Letnan! Ada yang datang dari arah pukul dua!
Pengebom.
Kontak dengan unit depan terputus!
Dikonfirmasi ada pengebom!
Segera kirimkan para pencegat!
Tunggu lima menit, kami akan minta izin komandan.
Bisa kalian tahan?
Jangan bercanda!
Ketinggian kami sangat berbeda, juga belum kalahkan pasukan penyihir musuh!
Pangkalan di sana adalah persediaan kita.
Kalau dibom, kita takkan hidup di musim dingin.
Tolong, tahan mereka.
Para pengebom ada di ketinggian 9.000 kaki.
Hanya pesawat tempur yang bisa terbang tinggi.
Percuma.
Kalau begini, kita bisa kalah...
Apa? Benarkah?
Baiklah! Batalion Viper, segera mundur!
Mundur!
Bala bantuan dari pusat.
Satu batalion sedang ke sana melalui jalur B-3!
Tanda panggil, Pixie!
Bersyukurlah! Komandan mereka adalah penyihir ternama!
Penyihir musuh di ketinggian 6.500 kaki.
Unit depannya adalah satu resimen.
Di dekatnya ada dua kompi.
Kompi 2 sampai 4 serang unit depan.
Kita akan serang unit belakang dan pengebom.
Lalu, kita kepung dari belakang.
Tapi, sambil bekerja menunda mereka,
kalian tak perlu menungguku.
Kalahkan mereka semua juga diperbolehkan.
Siap!
Baiklah, kompi 1, naik ketinggian.
Kita pergi keliling dan lumpuhkan dua kompi belakang.
Komando Medan Utara Tentara Kekaisaran
Komando Strategis Medan Utara Letjen Heinrich Schreise
Pasukan pencegat sudah siap berangkat kapan pun, 'kan?
Benar! Mereka sudah bersiap di hanggar.
Siap berangkat sesuai perintah Anda.
Kalau begitu, berangkatkan.
Kita harus hentikan para pengebom.
Pesan dari batalion 203.
Yang sedang bertempur adalah Batalion Pixie.
Apa? Bacakan!
Soal itu, eh...
Apa? Cepat!
Mereka bilang tak butuh bantuan.
Tak butuh bantuan?
Berani sekali mereka.
Mereka ingin kita berutang, begitu?
Menara pengawas konfirmasi kedatangan Batalion Pixie.
Kecepatan 250.
Ketinggian...
Cepat juga, ya.
Ketinggiannya berapa?
Ketinggian 7.500 kaki.
Tidak, masih terus meninggi!
Apa?
Pasti ada kesalahan. Mereka itu bukan pesawat terbang!
Tak salah lagi, ketinggian saat ini 8.500 kaki.
Kecepatan 300!
Apa alatnya berfungsi?
Berfungsi dengan sangat baik, semuanya tak ada masalah!
Sulit dipercaya.
Sepertinya markas kostrad punya kartu as yang tak terduga.
Bersiap pertempuran jarak dekat!
Kita lenyapkan semua musuh!
Perhitungan permata lawan lebih bagus dari yang diperkirakan.
Jangan angkuh!
Mereka cepat sekali.
Dari ketinggian itu bisa akurat menekan serangan?
Kelihatannya mereka pasukan penyihir asing.
Ternyata lebih tangguh di luar dugaan.
Baiklah, para prajurit, apa kalian nikmati perang sungguhan?
Pertempuran melawan Dakia sebelumnya hanyalah latihan tembak nyata.
Kali ini aku ingin kalian bertarung dengan segenap hati, jadi aku menolak bala bantuan.
Berbanggalah kalian diberi kesempatan uji coba lolos dari timah dan api.
Pertempuran kita diawasi oleh para pemimpin negara,
dan seluruh penjuru dunia.
Demi kehormatan bangsa kita, jangan sampai gagal!
Astaga, mayor banget.
Juga, kompi yang paling banyak berkontribusi akan diberi perayaan pasca-kemenangan.
Aku sudah pesan alkohol berusia dua puluh lima tahun.
Kalau tak mau bangkrut, harus berjuang keras.
Kompi 2, ketinggian maksimum!
Semuanya, terbanglah sampai kesemutan!
No comments yet. Be the first to leave one.