200 baris pertama.
Translate By Zambronk_lah IDFL™ Subs Crew
Cinta Atau Bertarung
Cinta. Cinta. Cinta Atau Bertarung. Bertarung. Bertarung.
Cinta. Cinta. Cinta Atau Bertarung. Bertarung. Bertarung.
Cinta ...
"Aku tak ingin mati."
"Aku tak bisa mati. '
'Tidak. Aku tak akan mati. '
"Mengapa aku datang ke tempat yang dikuasai oleh monster?"
'Opium tumbuh di sini.'
"Dan orang yang menjalankan bisnis ini adalah Parmar. '
"Dia menjalankan bisnis ini ... '
'... Dengan bantuan politisi dari daerah ini. "
'Parmar hanya punya satu musuh.'
'Shivraj Gurjar.'
'Shivraj Gurjar lebih licik dari Manik Parmar.'
'Sering terjadi pertumpahan darah antara mereka ...'
'... Untuk mengontrol bisnis.'
'Keduanya dapat lakukan apapun untuk kepentingan mereka sendiri. "
"Dan inilah alasan daerah ini bagaikan neraka. '
"Dan nasib membawaku ke neraka ini. '
"Malam itu, anak buah Shivraj dan Parmar ... '
'... Mencoba untuk saling membunuh. "
"Dan di desa mati ini, aku melihat hidupku. '
Jadi. Bagaimana kabar bosmu Ajit Taka.
Ajit Taka sangat marah.
Dia belum siap meningkatkan harga opiummu.
Tolong jelaskan padanya.
Kau pria berpendidikan.
Jau tahu inflasi terus meningkat.
Jika kita tak menaikan harga ...
... kita takkan bisa bertahan.
Kau lihat, mereka dibayar 5000 ...
... Tapi sekarang meminta 20.000.
Itu berarti kau akan naikkan harga 300%?
Tenang, Pak Sawant.
Jika kau tak mengerti, siapa lagi?
Lihat rumah ini.
Ini belum dicat selama 2 tahun.
Kakekku membangun dengan semangat besar.
Itu keadaan saat dia memulai.
Dan itu keadaan saat dia selesai.
Mengapa?
Mobil baru dikeluarkan setiap hari.
Aku mengemudi ...
... Mobil yang sama selama 4 tahun.
Mengapa?
Bahkan aku juga ingin bernyanyi, menari, pergi jalan - jalan.
Senang-senang. Apa lagi?
Dan jika Ajit Taka menolak kau mau apa?
Kakak akan menjual sendiri barangnya...
... Di pasar internasional.
Kebangkitannya telah dimulai.
Matahari dan bulan semua mendukungnya.
Kau mencoba mengambil lompatan besar.
Kau tak dapat menginjakkan kaki di pasar internasional, lupakanlah.
Kau pikir Taka akan membiarkanmu berdiri.
Taka takkan mengampuni nyawamu juga.
Mengerti?
Lihat saja.
Shivraj bilang apa?
"Mungkin aku takkan sukses di pasar internasional
Tapi, jika Taka mencoba menginjakkan kaki di Dhartipur ...
... Maka aku akan membakarnya ... hidup - hidup.
Jangan main-main denganku. Aku berbahaya bagi kesehatan.
Parmar bilang apa?
Dia juga sudah sedikit berani dengan Shivraj.
Mereka bagai orang-orang bodoh.
Mereka sombong dengan kekuatan kecil.
Sebuah keberhasilan kecil membuat mereka ...
... lupa darimana asal mereka.
Sulit untuk meyakinkan mereka, Pak.
Tapi mudah untuk membingungkan mereka.
Bagaimana?/ Kau ingin tahu segalanya?
Maaf, Pak. Aku hanya bertanya.
Bangun. Ini truk Pak Shivraj.
Pak./ Lakha. Jangan membuat kesalahan.
Bunuh semua orang dalam truk.
Dan jarah barangnya./ Baik, Pak.
Kurasa dia anak buah Parmar.
Tabrak dia.
Ini sudah terlambat. Mengapa truknya belum tiba?
Boleh aku bicara./ Ya.
Mengapa kita menunggu truk?
Kita di sini untuk menjarah barang, kan?
Ayo. Kita lihat.
Kenapa truknya?
Barang-barangnya hilang.
Pak. Seseorang mencuri barangnya sebelum kita.
Apa kau sudah gila?
Kau bilang apa?
Aku juga terkejut.
Siapa yang berani menjarah barang Shivraj ...
... Selain kita?
Tak tahu, Pak.
Cari tahu. Cari dia.
Jika tidak ... aku akan patahkan kakimu.
Bawa dia padaku.
Empat! Mereka selalu mengganggu gadis-gadis.
Pukulannya sungguh keras.
Hebat, Chanda./ Mari kita pergi.
Kakak. Planet dan bintangmu ...
... Berada dalam posisi yang menguntungkan.
Tak ada yang bisa merugikanmu, apalagi mencuri barang-barangmu.
Boss.
Ayo.
Ini dia.
Dia mencuri barang-barang kita.
Kau sangat pendek ... dan melakukan usaha besar.
Ukuran pendek sering mendapat prestasi besar.
Apa katamu?
Aku sedang bicara tentang nyamuk ini?
Kau mencuri barang kami ...
... Dan sekarang membodohi kami.
Aku tak mencurinya.
Kuselamatkan barangnya dari Parmar.
Barang-barangmu aman. Ada di belakang rumahmu.
Jadi ... apa maumu?
Idenya adalah aku ingin bekerja padamu.
Aku suka idemu.
Keparat...
Siapa namamu?
Rajkumar.
Romeo Rajkumar.
Majnu.
Lihat apa dia memang berguna.
Ini dia.
Boss!
Barangya kecil.
Biarkan dia.
Enyahlah.
Keparat.
Kau mempermalukan kita untuk kebaikanmu sendiri.
Lihat apa yang kulakukan padamu sekarang.
Bodoh. Kau tak pakai kolor?
Kau pernah lihat orang bodoh pakai kolor?/Diam!
Pak.
Kudengar Shivraj pergi ...
... Untuk meresmikan sebuah bar.
Ledakkan dia.
Hancurkan dia seperti tikus.
Bukan aku. Dia!/ Baik, Pak.
Ayo.
Pak, kita ledakkan dia atau hancurkan dia seperti tikus?
Berhenti mengoceh ...
Ayo.
"Aku jatuh cinta padamu, Tuhan memaafkan aku."
Gadis yang manis!
Sejak aku melihatnya, segalanya jadi tampak indah.
Kau juga tampak indah.
Selesai.
Begitu mobilnya menyentuh kawat ini ...
... Bomnya akan meledak.
Boleh aku bicara?/ Ya.
Dia selamat terakhir kali.
Mengapa tak ledakkan mobil kita kali ini?
Mereka datang.
Mobilnya datang.
Ayo.
Ayo. Sembunyi!
Hari ini adalah hari keberuntunganmu.
Tak ada yang bisa melukaimu.
Sinar Tuhan memberkatimu dengan karunia-Nya.
Boss, Lihat kebelakang.
Keparat itu coba membunuh kita.
Kemari.
kau ...
Kau mau kemana?
Lihatlah kesana.
Katakanlah.
Bagaimana kau tahu ada bom di depan?
Seekor burung berkata padaku.
Yang itu.
Saat mobil sedang melaju ...
... Aku melihat burung itu ...
... berdiri empat inci di atas tanah.
Alarm ini berbunyi.
Dan diwaktu yang tepat juga.
Mulai hari ini kau jadi tangan kananku.
Seperti kataku, bos.
Tak ada yang bisa melukaimu.
Burung itu menyelamatkanmu.
Melihat api kekerasan ...
... Tempat bom itu meledak.
Aku telah bekerja tanpa henti selama 14 tahun.
Dan sekarang, kau jadi tangan kanannya.
14 tahun?
Itulah alasanmu selalu berdiri.
kau tak pernah duduk.
Boss benar.
Kau hebat.
Jangan pukul aku.
Apa?
Mengapa kau ...
Aku menunggu di sudut jalan
Bahkan badai juga menunggumu
Aku menunggu di sudut jalan
Bahkan badai juga menunggumu
Ketika kucoba berbuat baik padamu
Kau tak memberi kesempatan sama sekali
No comments yet. Be the first to leave one.