Maklumat siaran

Leverage S01E07 1080p WEB-DL H264 AAC-AppleTor
Ulasan oleh QueenFD
Leverage.S01E07.1080p.WEB-DL.H264.AAC-AppleTor

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Diterbitkan pada: 2019-12-25
Muat Turun: 31
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

"Leverage"

"Transfer selesai"

Aku akan membuat laporan keuanganmu terlihat sangat bagus.

"Episode 7"

Aku ingin mengajakmu ke tempat yang bagus

untuk merayakannya sambil minum.

Terlalu cepat untuk merayakannya.

Ada hal lain yang harus kamu selesaikan.

Hal apa?

Kamu tahu kenapa aku bekerja dengan mantan polisi?

Mereka tahu arti kesetiaan.

Mereka tidak berani membohongiku.

Ini latihan mereka.

Kemarilah.

Bukan begitu.

Aku tidak melakukannya!

Bukan begitu. Aku tidak melakukannya!

Kumohon. - Duduklah.

Pak Kim. Apa...

Kamu menyingkirkan CEO Joo untuk bekerja denganku.

Maka kamu harus menyingkirkannya dengan benar.

Kemarilah dan ambil talinya.

Pak Kim.

Haruskah aku masuk lewat jendela?

Bagaimana dengan dron mini?

Dia memberi kita jangka waktu. Berhenti bicara dan tunggu.

Lalu kenapa kamu gemetar?

Karena aku kedinginan.

Aku tidak sabar. Aku akan masuk.

Apa-apaan itu?

Sial.

Apa yang terjadi?

Ini darurat! - Apa?

Itu dia. Pria itu. - Siapa?

Pria itu. Orang Rusia. Roy.

Hantu Rusia itu.

Siluman? - Hantu.

Dia datang.

Apa lagi sekarang? - Hei.

Nyalakan kamera pengawas.

CEO palsu bisa menyerangku kapan saja.

Bukankah seharusnya aku dendam kepadamu?

Pak Kim.

Kamu tidak perlu melakukan ini. Aku hanya...

Hari ini,

seseorang akan mati di sini.

Entah satu atau dua orang, itu bergantung kepadamu.

Tidak serumit itu.

Anggap ini sebagai cap di kontrak.

Dia butuh bantuan.

Apa yang bisa kita lakukan?

Bagaimana jika kita mengganggu?

Kalau begitu, kita hanya menonton?

Bagaimana jika dia terluka?

Hei. Bisakah kamu hanya duduk dan menonton?

Seharusnya begitu.

Maksudku, aku seharusnya membantu.

Tapi

aku tidak mengikuti wajib militer karena jantungku lemah.

Kamu tahu itu, Na Byeol.

Aku sangat takut. Maafkan aku.

Aku tidak bisa melakukannya. Sungguh.

Kukira kamu berbeda.

Kamu tidak bisa melakukannya?

Cukup!

Sepertinya akan ada mayat lain.

Kalian berdua memperebutkan penjualan sebuah perusahaan

dan saling membunuh.

Tetaplah di sana.

Aku akan menyimpan ini.

Astaga. Lihat waktunya.

Masuklah.

Urus mereka berdua.

Sial!

Apa-apaan ini?

Kamu baik-baik saja?

Astaga.

Itu pasti sangat menyakitkan.

Astaga.

Sudah aman.

Kurasa dia baik-baik saja. Ayo.

Jung Eui Sung.

Eui Sung.

Eui Sung. Hei, kamu baik-baik saja?

Ya, aku suka itu. Teruslah lakukan itu.

Apa itu?

Apa itu tadi?

Apakah aku sudah mati?

Kamu masih hidup, Bodoh.

Di mana dia? Bedebah itu.

Targetnya adalah Letnan Park Jae Sung.

Urus dia seolah-olah pendemo yang melakukannya.

"Urus dia"? Maksudmu membunuhnya?

Gunakan pipa baja saja. Jangan gunakan hal lain.

Lakukan dalam satu pukulan.

Pembunuh bayaran punya kebiasaan merekam kesepakatan.

Karena mereka bekerja untuk uang.

Kamu akan bermalam di sel.

Pak Park.

Berikan ponselnya.

Pikirkan baik-baik, Ki Ho.

Mereka semua penipu.

Polisi dan jaksa akan memercayaiku.

Jadi, berikan kepadaku.

Apakah akan hilang jika aku menghancurkan ini?

Tentu saja.

Pak Park. Kita harus terus maju.

Aku akan memberimu fasilitas.

Pak Park! - Kita tidak bisa menutupi ini!

Berikan ponselnya, Bedebah! - Ki Ho.

Itu tidak ada pelurunya.

Diam dan ikutlah denganku.

Teganya kamu melakukan itu kepada Jae Sung.

Kenapa kamu mencoba membunuh salah satu dari kami, Bedebah?

Aku Komisaris Polisi. Kamu masih berpikir...

Anggap aku melayanimu sebagai Komisaris Polisi.

Kalian dengar itu?

Ya. - Ya.

Bawa dia pergi.

Dengan hormat.

Letnan Park Jae Sung terluka parah

saat unjuk rasa para pekerja Perusahaan Hyosin yang di-PHK.

Komisaris Polisi Kim Jae Min ditangkap sebagai penghasut.

Untuk menutupi perbuatannya, Komisaris Polisi Kim

dikabarkan merencanakan pembunuhan terhadap Letnan Park.

Publik terkejut.

"Anggota Dewan Yu Seong Hun Melakukan Investigasi..."

"Mengumpulkan Dana Taktis Lewat Yayasan. Bukti kuat"

"Jaksa Hwang Hyeon Woo Diskors akibat Kasus Seksual"

"Pebisnis Kim Ditahan atas Penipuan Pembukuan, Penghindaran Pajak"

"Malapraktik, dan Penggelapan"

"Nomor rahasia"

"Nomor rahasia"

Apa yang kamu lakukan?

Tenang. Kamu aman.

Mereka tidak bisa tetap bersama kita.

Apa...

Apa maksudmu?

Mari kita membahas detailnya secara langsung.

Sampai jumpa lagi.

Ini.

Aku tidak bisa menerimanya.

Jika bukan karena suamimu, kami tidak bisa menangkapnya.

Kamu pantas menerima ini.

Pertama, ambil gembok itu dan masukkan pin ke dalamnya.

Dengarkan baik-baik dan saat mendengar bunyi klik...

Ji Yeon.

Kamu tidak perlu hal-hal kuno seperti itu.

Semuanya digital saat ini. Jika kamu pandai komputer sepertiku,

kamu bisa melakukan apa pun. - Apa?

Dengar. Kamu tidak bisa lihat isinya.

Bagus. - Itu bagus!

Syukurlah, kamu kembali. - Aku turut bahagia.

Astaga. - Apa lagi sekarang?

Apa yang terjadi?

Karena kesalahan kami,

beberapa dari kalian ditangkap secara tidak adil.

Aku minta maaf dengan tulus.

Kamu juga melakukan banyak hal. Tidak mungkin mudah.

Aku punya sesuatu untuk kalian.

Jadilah pemegang saham dan buat perusahaan lebih baik.

"Deposito"

Apakah ini uang dari polisi?

Tidak. Aku memberikannya atas nama seseorang.

Orang yang menyokong kalian dan keluarga kalian

memintaku memberikannya kepada kalian.

Tidak kusangka kamu akan memberikan semuanya ke serikat buruh.

Setidaknya kamu mendapat bunga.

Aku tahu.

Jangan bekerja sia-sia lagi.

Apa maksudmu kamu tidak mendapat apa pun?

Lihat.

Sekarang kita punya teman yang sentimental.

Itu yang dilakukan nenekku di acara akhir pekan.

Kamu menangis.

Kepalamu terluka parah?

Dia berpura-pura sampai sekarang.

Ini hanya rinitis alergi.

Kenapa datang saat aku akan segera pulang?

Lihat?

Kurasa itu makanan rumah sakit.

Ayo makan. Kamu mau apa?

Aku ingin jokbal.

Baiklah.

Jokbal sialan itu.

Hei, Peretas! Kemarilah.

Cepat kemari.

Mendekatlah.

Bisa kamu lepaskan ini?

Kumohon kepadamu. Ya?

Ini memalukan.

Katakan tolong.

Tolong.

Kamu lihat itu?

Aku merobohkannya dengan satu pukulan.

Benarkah? - Kamu tidak melihatnya?

Aku memukul punggungnya dengan pipa baja.

Kamu memukulnya, lalu apa yang terjadi?

Benar juga, Ko Na Byeol. Kamu sengaja meleset?

Otot-otot di sini masih tegang. Aku bukan stopkontak.

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left