137 baris pertama.
Setelah Rosemyne ke Hasse untuk mengumumkan hukuman,
grupnya melanjutkan perjalanan ke lokasi Doa Musim Semi.
Akhirnya mereka pulang juga.
Kami berpisah dengan Eustachius karena tugasnya sudah selesai.
Dia terus menggerutu…
Mungkin akan ada hal yang menarik jika tetap bersamamu, Tuan Putri.
…sampai kami berpisah.
Ayo berangkat untuk Doa Musim Semi, Kepala Pendeta.
Sebelum itu,
aku mau bicara denganmu mengenai bahan musim semimu.
Bahan musim semi ini seperti apa?
Bunga yang katanya disukai oleh para dewi,
nektar rairein.
Bunga yang disukai oleh para dewi…
EPISODE LIMA BELAS MALAM FRUHTRANE
Rairein.
Kau tak penasaran bunganya seperti apa, Brigitte?
Ya…
Brigitte?
Aku minta maaf.
Kau pasti sangat membenci talfrosch.
Berdasarkan info dari Eustachius,
ada talfrosch di sekitarnya.
-Talfrosch? -Itu monster sihir.
Bahkan Brigitte sampai meringis begitu.
Apa mungkin itu monster sihir yang dibenci para gadis?
Semoga bukan serangga.
Kita akan singkirkan mereka dulu.
Yang terpenting cara mengambil bahannya.
Rairein menyimpan nektarnya di malam hari
dan mekar saat fajar.
Jadi, kami harus menghalau para monster sihir itu
ketika kau mengambil bahannya saat fajar.
Sendok ini dibuat agar tak terpengaruh oleh mana.
Gunakan ini untuk mengambil nektarnya.
Selain itu,
kumpulkan nektarnya beberapa botol.
Antara nektar yang menyerap manamu dan tidak,
aku mau meneliti perbedaannya.
Tujuan perjalanan ini untuk mengumpulkan bahanku, 'kan?
Kenapa kau tak fokus?
Seperti Malam Schutzaria,
apa pun bisa terjadi di Malam Fruhtrane.
Jangan sampai lengah.
Kami berkeliling ke berbagai wilayah
untuk menyalurkan mana yang dikumpulkan saat Upacara Dedikasi.
Untuk mencegah masalah yang tak perlu,
kami juga memberi tahu mereka bahwa cara yang mereka pakai
dengan mantan kepala kuil tak berlaku pada kami.
Sepertinya kau sudah belajar dari Hasse.
Aku tak boleh bertindak tanpa memahami tata cara bangsawan.
Aku benar-benar merasa aku harus belajar untuk lebih bersabar.
Sebagai putri adopsi archduke,
bisnis percetakanmu akan tumbuh lewat bangsawan.
Masalah dengan mereka
tak akan selesai dengan mudah.
Kau harus belajar untuk lebih berhati-hati.
Baik.
Kalau begitu, tidak usah buru-buru memperluas bisnis percetakan
dan fokus meningkatkan kualitas kertas dan kemampuan membaca.
Tunggu. Apa maksudmu?
Aku akan fokus pada kualitas daripada kecepatan…
Setelah itu…
Ini desa terdekat dengan Pemandian Dewi.
Kita akan mengadakan Doa Musim Semi dulu,
lalu mengumpulkan bahannya besok.
Udaranya segar sekali.
Mengingatkanku pada Illgner.
Karena kota asal Brigitte dikelilingi alam, 'kan?
Benar. Ada juga pohon yang hanya ditemukan di Illgner.
Aku ingin ke sana untuk penelitian pembuatan kertasku.
Nona Rosemyne, lihat ini.
Di pintu masuk hutannya…
Patung dewi yang dimaksud kepala desa itu.
Berikan persembahan agar tak tersesat saat menuju mata airnya.
Tapi ini agak…
Nona Rosemyne.
Boleh kami membersihkannya?
Ya, tapi,
hanya sampai Kepala Pendeta dan lainnya kembali dari pencarian mata air.
-Baik. -Baik.
Nona Rosemyne, silakan.
Terima kasih, Ella.
Semoga kami tiba dengan selamat di Pemandian Dewi.
Doa untuk para dewa!
Doa untuk para dewa!
Kalian sedang apa?
Selamat datang kembali.
Apa kalian menemukan Pemandian Dewi itu?
Sayangnya, kami tak menemukannya.
Pepohonannya terlalu rapat, hampir terasa tak wajar.
Mungkin agar tak ada yang bisa mencapainya lewat udara.
Pasti ini fenomena khusus
karena Malam Fruhtrane sudah dekat.
Sepertinya ini satu-satunya jalan masuk.
Saljunya masih tebal di sini, tak seperti di luar hutan.
-Semuanya, tetap waspada. -Baik.
Tak apa, Kepala Pendeta.
Kau ternyata cukup optimis.
Karena kami sudah membersihkan patungnya,
lalu memberi persembahan dan berdoa.
Kalau begitu,
bagaimana cara kita melewati ini?
Itu…
Kepala Pendeta, ada cahaya di sana.
Apa ini karena persembahan tadi?
Mungkin saja. Tapi mungkin bukan cuma karena itu.
Rosemyne, ambil alat sihir ini.
Agar hewan magismu tak hilang.
Kita tak tahu apa yang ada di depan sana.
Semua pelayan tunggu di sini.
Indahnya.
Itu bunga yang konon disukai oleh para dewi.
Rairein.
Aku cukup mengambil nektarnya, 'kan?
Benar.
Tapi sebelum itu…
Schwert.
Damuel, Brigitte,
tetaplah di sini bersama Rosemyne.
-Eckhard. -Baik.
Rosemyne, berikan berkatmu.
Pendamping Dewa Api Leidenschaft,
Dewa Perang Angriff,
tolong lindungi kami semua.
MONSTER SIHIR TALFROSCH
Itu yang namanya talfrosch.
Ternyata katak…
Kenapa aku selalu harus melawan katak?
Katak?
Jangan khawatir, Nona Rosemyne.
Talfrosch bukan sesuatu yang perlu ditakuti.
Mereka cuma menjijikkan.
Ayo.
Rosemyne!
Riesesichel.
Nona Rosemyne, apa kau terluka?
No comments yet. Be the first to leave one.