200 baris pertama.
--- English Subs By --- DramaFever
-- Episode 1 ---
Siapa namamu?
No Ra... Ha No Ra.
Nama Oppa siapa?
Kim Woo Chul...,
Kim Woo Chul.
Kim Woo Chul dan Ha No Ra telah sepakat untuk bercerai.
Akta kepemilikan toko di 218 Mapo-gu Yeonam-dong, Seoul...,
Diserahkan kepada Ha No Ra.
Pembagian harta yang diusulkan oleh Kim Woo Chul.
Ha No Ra menyetujuinya.
Terhitung sejak perjanjian ini dibuat, mereka telah resmi bercerai.
Atas permintaan Han No Ra.
Tanggal 4 September 2013.
Aku sedikit kecewa kita harus berakhir seperti ini.
Kau tahu kita tak punya pilihan lain 'kan?
Kita pergi makan siang.
Kita nikmati mie kacang kesukaanmu.
Mie kacang? Lupakan saja.
Aku tinggalkan beberapa sosis di mobilmu. Kau bisa makan sambil berkendara.
Sosis?
Biasanya kau makan sosis saat kau mulai lapar 'bukan?
Aku tinggalkan beberapa di mobil.
Sekarang hari rabu. Kau punya jadwal kuliah 3 jam dimulai pukul 1:00 nanti.
Kau akan terlambat. Sebaiknya kau pergi.
Cepat.
Cepatlah.
Jika dia inginkan ini, mengapa tak tanda tangan saja surat perceraiannya?
Dasar wanita...,
Bukan "memakan", lebih tepatnya "menyantap".
Dan bukan "hanya beberapa", tapi "sedikitnya".
Bukan "cepat", lebih tepatnya "segera".
Bukan "cepatlah", tapi "pergilah".
Sudah berulang kali aku mengkritik cara bicaranya.
Ya Tuhan, dasar wanita tak punya sopan santun.
Kau bahkan tak punya internet untuk bisa membayarnya.
Kau akan ditangkap dalam satu bulan. --- Surat Penerimaan ---
Terima kasih.
320,000 won untuk kelas Bahasa Inggris di Akademi Victory.
170,000 won untuk kelas online.
Saluran edukasi 30,000 won. Jumlah seluruhnya 520,000 won.
Kau sembuyikan banyak uang?
Aku tak sembunyikan. Aku menyimpannya.
Kau memberiku 150 lembar 10,000 won.
Pastilah itu dari tabunganmu di bank.
Rumahmu, toko, kartu kredit, dan...,
Handphone milik Kim Woo Chul.
Bahkan anakmu dengan Kim Woo Chul's.
Kau tak punya apapun.
Dan kau ingin lakukan bersama pria yang pernah lakukan ini padamu?
- Jangan bercanda. Lihat umurmu? - Aku ingin kuliah.
Ha No Ra...,
Pasangan di dunia yang duduk bersama...,
Saling terbuka tentang sifat mereka, seperti Freud dan Jung?
Pentingnya perspektif, Pertengkaran, Perang Mawar...,
Siapa yang katakan ini?
Ayah Min Soo selalu membahas tentang hal itu.
Kau saja bahkan belum menikah.
Kau tahu banyak tentang pasangan suami istri?
Mereka semua sering pergi makan bersama...,
Berhubungan intim, tapi faktanya itu jarang dilakukan.
Mereka hanya membahas anak mereka, dan nonton TV.
Tapi mereka selalu cerita bahwa...,
Perjuangan tidaklah mudah.
Ini berdasarkan sudut pandang seorang Psikolog.
Lupakan. Cukup. Cukup. Aku tak mau mendengarnya.
Sudah kubilang. Aku bisa membuatmu pusing...,
Selama aku tak mengerti maksud perkataanmu.
Cara itu selalu dilakukan oleh Ayah Min Soo.
Jiwa manusia sangat luar biasa.
Mengapa orang sepertimu memilih jalan ini?
-- Musim Panas, 1993 ---
Kalau begitu caranya, kotoran sapinya bisa mengering.
Tidak usah datang bekerja lagi besok.
Kenapa, Ahjussi? Aku sudah lebih baik dibanding kemarin.
Ya ampun. Hati - hati.
Astaga, Nenek! Ouch!
Nenek!
Siapa yang menyuruhmu lakukan ini. Siapa?!
Siapa yang menyuruhmu! Siapa? Siapa?
- Siapa? Siapa? - Ow! Nenek!
Nenek, aku masih kotor. Ini menjijikkan.
Nenek, aku tidak...,
Aku tidak menuntut untuk masuk ke sekolah kesenian.
Aku hanya ingin sepatu tarian yang baru.
Aku akan membeli pemutar yang baru.
Kita pergi ke Seoul.
Nenek akan memasukkanmu ke sekolah kesenian.
Tutup matamu!
Nenek!
Ini dia. Selamat makan.
Pesanannya datang.
Sudah selesai. Sudah selesai.
Ini pesananmu.
Nenek, berapa kali harus kubilang...,
Aku hanya ingin lima potong saja?
Apa maksudmu? Kau harus makan agar kuat berlari.
Aku serius, Nenek!
Ini.
Sungguh menyebalkan.
Tempel ini di dinding depan kios kue beras pedas milik Nenekmu.
Katakan padanya untuk sopan melihat fotoku dan beri aku lima potong.
Aku serius akan membayarnya 500 won, untuk lima potong.
Apa maksudmu?
Mengapa harus kulakukan ini?
Aku di karuniai tubuh ideal untuk jadi seorang penari ballerina.
Tak akan berhasil jika terus memakan karbohidrat.
Aku hanya ingin mencicipi kue beras pedas itu.
Dia memberiku terlalu banyak, sampai beratku naik 600 gram.
Dia nenekmu 'kan?
Kau tahu dia nenekku?
Sudah 110 kali kubilang untuk memberiku lima potong saja.
Tapi dia selalu lupa.
Ini keterlaluan. Jadi kau tempelkan ini di kios-mu.
Kau! Kau! Kau!
Mulai hari ini kau akan terima tamparan...,
Jika dia memberiku lebih dari lima potong.
Kenapa tak makan lima potong saja?
Kau memang bodoh. Kau tak boleh tahu siapa aku.
Pergilah dan segera tempelkan ini.
Kau hanya perlu menghitung sampai lima ketika memakannya.
Dasar gila!
Atau jangan datang lagi memakan kue beras pedas.
Apa? Jangan?
Jangan makan kue beras pedas?
Hei!
Cepat tempelkan foto itu.
Makan lima potong saja.
Cepat pergi dan lakukan! Sebaiknya kau pergi dan tempelkan!
Hitung sampai lima, baru memakannya.
Tempelkan!
Hitung sampai lima, baru memakannya.
Tempelkan!
Hitung sampai lima, baru memakannya.
Tempelkan!
Hei, hei, gadis bodoh. Hentikan!
Berhenti mendekatiku.
- Apa janjimu? - Apa?
Apa janjimu jika aku berhenti?
Menghitung sampai lima saat memakannya?
Kau..., Kau senang menerima pukulan?
Kepalamu tidak sakit?
Tentu saja sakit.
Tapi tetap aku tak bisa melarang...,
Nenek mengurangi jumlah kue beras pedas.
Wow. Kau memang gila.
Kuku-mu patah.
Jika kau beritahu Nenek bahwa kau tahu aku cucunya...,
Hari ini juga kau akan mati.
Aku pasti bisa.
Nilaiku yang paling tinggi.
Bagaimana jika dia tetap minta cerai walaupun kau sudah kuliah?
Apa yang akan kau lakukan?
Itu sudah pernah dikatakan Ayah Min Soo.
"Seseorang akan sangat menarik ketika dia bekerja keras."
"Jadi kau harus mengakui manfaat dari kerja keras."
Ayah Min Soo tak pernah menyangkal itu.
Bagaimana jika ia tetap ingin bercerai? Apa kau akan masuk universitas?
Kau akan masuk kesana?
Untuk apa?
Lalu apa yang akan kau lakukan?
Apa yang akan kau lakukan nanti?
Mungkin menjual kue beras pedas?
Sampai jumpa.
Kue beras pedas dengan sosis setengah matang.
- Hei, seporsi sosis setengah matang. - Baiklah.
- Seporsi kue beras pedas. - Ya.
Kalian masuk ke Sekolah Seni Haekang?
Aku juga disana.
- Benarkah? - Aku tambahkan satu sendok.
- Terima kasih. - Giatlah belajar.
Baiklah.
Oh, tidak mungkin.
Kau pesan berapa? Kau membeli berapa potong?
Hei! Cha!
Tidak, tidak. Lanjutkan saja.
Hei sekya! Masuk saja.
Masih bisa pesan lima porsi?
Aku punya kiriman.
Kudengar hari ini Ulang tahun Lee Seung Ho.
Cha Hyun Suk memesannya untukmu. Benarkan?
Aku salah tempat?
Produser.
Astaga, hari ini Ulang tahunmu Seung Ho?
Jangan terlalu terharu dengan itu.
Producer Cha tak peduli kau aktor utama...,
Atau pembantu dalam produksinya.
- Dia peduli kita semua 'kan? - Ya.
Selalu memperhatikan kami.
Masalahnya dia tak pernah beritahu tentang ini.
Selamat Ulang Tahun!
Mengapa menatapku seperti itu? Sudah kubilang ini fiktif.
Kau harus bisa perlihatkan bahwa tokoh...,
Ini belum melupakan hutangnya 8 tahun.
Karena itulah yang disebut cinta pertama.
Kau harus menerima kenyataan bahwa tak bisa lupakan cinta pertama.
Maaf. Aku harus mengulangnya.
Mengapa kau berpikir setiap orang yang mengingat cinta pertama...,
Akan selalu mengesankan?
No comments yet. Be the first to leave one.