First Sunday

First Sunday

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Maklumat siaran

First Sunday 2008 DVDRip XviD-FLAiTE
Ulasan oleh Sub_Ritel

Tag

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
XviD
Diterbitkan pada: 2019-12-13
Muat Turun: 78
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Aku tak ingat kapan terakhir kali benda ini berfungsi.

Nak, kau punya bakat.

Temanmu, di sisi lain.

Bantulah aku, malam ini saat kau tutup

periksa ulang dan pastikan semua terkunci.

Ada beberapa barang yang hilang dari tempat ini.

Soul Joe, kau tahu aku tak akan mencuri darimu.

Setelah semua bantuanmu.

Tetap waspadalah.

Sial.

Merampok yang kaya untuk diriku sendiri.

- LeeJohn, apa yang kau lakukan? - Mengambil uangku.

- Bung, kembalikan itu. - Tidak akan!

Kembalikan! Bawa ke dalam.

Kau mau kita dipecat?

Hei!

Tidak...

Itu TV-ku!

JIWA DALAM KENDALIMU!

DICARI KARYAWAN JUJUR

DICARI KARYAWAN!

LOWONGAN PEKERJAAN

Ada yang akan hamil malam ini. Itu kabarnya.

Ayolah, Rell, itu kesukaanku yang baru.

- Kau dapat pekerjaannya? - Apa terlihat begitu?

Aku yang dapat.

Di mana?

KLAKSON JIKA SUKA GANJA

Kau harus lepas stiker itu. Kau bahkan tak pernah punya ganja.

Pelek krom 24 inci.

Pelek krom 24 inci, asli.

Jok kulit buatan khusus.

Jok kulit buatan khusus.

Sepuluh kursi. 1.200 dolar per buah.

Kau yang hitung.

Kau punya 24 jam.

Tik-tok, tembak.

Peluru.

Peluru.

Apakah itu 24 jam dari sekarang atau sepuluh menit yang lalu?

Hei, itu waktu Jamaika atau waktu Amerika?

Apa-apaan ini, Hias Kursi Rodaku?

Ini adalah, kita dibayar 3.000 dolar untuk mengantar ini ke seberang kota.

Apa itu?

Kenapa kau terobos lampu merah?

Polisi!

Aku tak mau kembali ke penjara, Bung!

Ada van cokelat muda di Fourth Avenue.

Polisi, kulit hitam, kursi roda! Penjara!

Jangan panik. Jalan saja.

Kau tak mengunci pintu belakang? Kursinya jatuh!

Astaga!

Ini bukan vanku!

Ini punya sepupuku, Doug, bermata satu.

Ini vannya.

Katanya diperbaiki!

Hei, itu kursi kami, Bung! Mereka mengambil kursi kita!

Jangan cemaskan kursi, cemaskan saja polisi.

Mereka masih mengejar kita!

- Mereka masih mengejar kita. - Belok kanan di sini.

Awas!

Yang terjadi adalah, aku dan LeeJohn.

- Kami sedang menyetir. - Diam.

- Yang Mulia! Aku... - Tunggu, sebaiknya kau diam.

Kekacauan ini akibat dirimu.

- Karena aku? - Ya.

Tunggu dulu, sekarang ini salahku karena aku mencoba membantu?

- Diam kau. - Kalian berdua, diam!

Tn. Jackson, enam bulan lalu kau tertangkap mengutil di Stop and Shop

dengan sekotak cokelat Ding Dong dan enam botol Boone Farm pisang stroberi.

Yang Mulia, itu Goober Grape.

Saat petugas penangkap menggeledahmu

dia temukan 20 dolar di kantongmu.

Kenapa tak bayar?

Karena ada orang bernama Bo Peep menagihku 20 dolar dan aku...

Dan kau, Tn. Washington.

Nilai SAT-mu lebih tinggi dari semua orang di sekolahmu

tapi kau sudah tiga kali masuk penjara anak

dua kali jadi tahanan rumah dan sekali percobaan.

Contoh sempurna orang berbakat tanpa tujuan.

Nol.

Apa ada yang kalian ingin sampaikan?

Jika aku dipenjara, mereka akan menggagahiku.

LeeJohn Jackson sudah beberapa kali pindah dari berbagai panti asuhan.

Dan Durell Washington diasuh oleh orang tua tunggal, Yang Mulia,

tak pernah merasakan memiliki ayah.

Yang Mulia, anak muda di kota kita perlu diberi kesempatan.

Ya, para anak muda perlu.

Tapi dengan hormat, Yang Mulia, mereka pria dewasa.

- Apa masalahmu? - Kau perlu hobi.

Kau perlu hobi selain memenjarakan kulit hitam.

- Aku penjarakan siapa pun. - Tenang di ruang sidang!

- Jaga ucapanmu. - Salahku, Yang Mulia.

Berdasarkan riwayat Tn. Jackson dan Tn. Washington

yang mereka capai dengan gigih,

aku berhak untuk memenjarakan kalian untuk waktu yang sangat lama.

- Ayolah, Bung... - Tapi tak akan kulakukan.

Aku mengabaikan kemungkinan memenjarakan kalian,

dengan syarat kalian melakukan pelayanan masyarakat.

- Aku suka masyarakatku. - Aku tak keberatan.

Lima ribu jam pelayanan masyarakat.

Lima ribu jam?

Selamat tinggal, dan pergilah.

- Apa kami dibayar? - Aku tak mau jalani 5.000 jam, Bung!

Aku tak mau jalani 5.000 jam. Lepaskan!

- Aku bilang lepaskan! Tidak mau! - Lima ribu.

Attica!

Bawa mereka keluar.

KEPOLISIAN BALTIMORE

Baiklah, pelawak.

Aku menyesal.

Aku tahu kau menyesal.

Bagaimana bisa tahu?

Karena kau menyesal di TK,

kau menyesal di SD dan sangat menyesal di SMP.

Pasti akan menyesal di SMA, tapi kau tak SMA.

Aku sempat SMA. Aku hanya tidak lulus.

Aku membencimu.

Ya? Aku mencintaimu. Bisa menjadi lebih buruk, Rell.

Lebih buruk? Apa yang bisa begitu?

Rell, kau harus ikut aku, Bung.

Jangan gantungkan aku.

- Itu masalahmu. - Rell.

Itu masalahmu.

Jangan.

Blahka.

Blahk? Bukalah, Blahk. Hei, apa kabar?

Orang Jamaika favoritku. Kami dengar kalian sedang mampir daerah ini.

Aku dan Durell. Durell akan kemari, Durell?

Aku muak dengan kejahatan.

Dia tak bisa kemari sekarang, karena dia sedang sibuk.

Tapi dengar, kami mencarimu ke mana-mana.

Dua puluh empat jam sudah habis 72 jam yang lalu.

Aku tahu, tapi yang terjadi adalah...

Sepuluh kursi. 1.200 dolar per buah.

Kau yang hitung.

Tik-tok, tembak.

Blahka?

Blahka!

- Siapa itu? - Ini aku.

Aku siapa? Bukan yang membayar tagihan di sini. Sebutkan namamu.

Omunique, buka pintunya.

Kau punya lubang intip.

Apa maumu?

Bukan dirimu.

Aku mau mengantar anakku ke halte bus.

Mundur kau.

- Sekarang mana uangku? - Aku tak mau berikan.

- Sungguh? - Aku berikan Jumat lalu.

- Kau apakan uang itu? - Kubelikan permen.

Jangan membuatku mengurus berkas ini, Rell.

Jangan buat aku.

Jangan buat aku tempatkan penengah. Karena pasti kulakukan.

Pikirkan lagi. Rogoh kantongmu dan keluarkan sesuatu.

Seperti yang kuduga.

- Sekalian saja aku jadi germo. Ini. - Berikan...

Empat puluh dolar? Buat apa uang hanya sebesar ini?

Yang biasanya kau lakukan. Mengeluh, lalu kau habiskan.

Kau tahu? Kau kemari selalu dengan hal yang sama.

Nihil. Makanannya bukan angin.

Belajarlah memasak.

Kami punya tagihan di sini.

Kenapa kau tak berkontribusi, bayar, lakukan sesuatu?

Hei, Yah.

- Hei, Bung. - Hei.

Rell? Kemarilah, ucapkan salam untuk ayahmu.

Jangan bermain denganku.

Hei. Apa kabar, Bung?

- Bagaimana kabarmu? - Aku baik.

Ada apa dengan rambutmu? Ini seperti landasan SOS.

Minta ke ibumu agar rambutmu ditata sebagus dia menata kliennya.

Dan kau bilang kepada ayahmu agar dia berkontribusi pada bisnisku,

atau jangan ikut campur.

Sial.

Aku berusaha keras.

Apa kabar, gangster kecil?

Hei, Bung. Jaga mulutmu di depan anakku.

- Kenapa kau berkeringat? - Di sini panas.

Aku baru mau bilang di sini pengap.

Rell, ambil tas sekolahmu. Dan sisir rambutmu.

Hei, sedang apa kau?

Membetulkan termostat rongsokmu sebelum anakku terkena sengatan panas.

Omong-omong...

aku berpikir untuk pindah ke selatan, ke Atlanta dengan nenekku.

Apa kau gila? Jangan bawa putraku pergi.

Apa katamu?

Sewa tokoku sudah mau habis.

Sudah ada orang yang mau bayar setahun di muka,

kecuali kau punya 17.342 dolar, aku terpaksa pergi.

Kenapa tak menata rambut di rumah seperti saat ini?

Aku tak bisa menjalankan salon lengkap di rumah, Durell.

Aku punya peralatan, juga karyawan.

Kau punya pelanggan.

Dan aku punya tujuan.

Durell, aku kekurangan dua penata rambut di salonku.

Aku lelah bersusah payah.

Aku lelah dengan anak kita melihatku susah.

Aku tak mau membawa Rell jauh darimu, tapi kulakukan yang terbaik untuknya.

Dan juga yang terbaik untukku.

Yang terbaik adalah bersama ayahnya.

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left