200 baris pertama.
Sial! Minggir!
Astaga!
Korban sudah dikonfirmasi dari kebakaran di akhir musim ini.
pihak berwajib sudah mengevakuasi korban kemarin malam.
Jadi...
Apa? - pemandangannya indah, kan?
- Hei sayang, ada apa? - Tidak ada apa- apa.
Biar aku yang mengemudi supaya kau bisa lihat pemandangan.
Tidak apa-apa, aku baik-baik saja.
Benar-benar luas.
Banyak ruang terbuka.
Berapa mil dari kota tadi kau bilang?
Tidak tahu, sekitar 20 mil, memangnya kenapa?
Kita sudah menempuk jarak 26 mil.
Sebentar lagi juga akan sampai.
Itu b aru rumah.
Kau siap?
Rumah Conley.
Ini bonus untuk sang wanita.
Terima kasih.
Kami menghargainya.
Semua yang ada di dalam situ dibuat oleh istriku.
Anak-anak suka membantu memetik buah berri.
Masalahnya anak-anak memakan setengahnya sebelum dibawa ke rumah.
Benar-benar lezat.
Buah berri, bukan anak-anak.
Rumah Conley.
Sepertinya ban trukmu kempes.
Akan kuurus nanti.
Kita lanjut?
Tidak apa-apa, biar aku saja.
Semua milik kalian.
Sebuah rumah. Hutan seluas 20 acre.
Ini baru di cat.
Senang bertemu denganmu setelah 50 kali panggilan telpon.
Dan Maggie, suamimu bercerita banyak tentangmu.
Kenapa ada dua alamat? - Duplex.
Aku kenal orang lokal. Tukang kayu yang ahli.
Mereka bisa satukan kembali.
- Dan juga murah, biar kuberikan nomornya. - Terima kasih.
pemilik sebelumnya punya hutang, jadi rumah dibagi.
Apa yang terjadi padanya? - Siapa?
pemilik sebelumnya.
Dia seorang wanita.
Suaminya meninggal. Dia tidak bisa bayar kredit rumahnya.
Jadi pihak bank yang mengurusnya.
Itu tidak akan terjadi pada kita.
Kalian siap untuk melihat-lihat?
Ini dia.
Jangan khawatir. Kita akan urus ini paling pertama.
Tapi tidak untuk satu bulan ke depan.
Kenapa? Ada masalah?
Tidak. Di sebelah milik Tn. Anderson.
perlahan.
Masih ada sisa 30 hari di sewa mereka.
Kudengar mereka pindah ke Florida. Aku tidak pernah bertemu dengannya.
Mereka selalu tepat waktu.
Aku suka itu.
Semuanya sepadan dengan harganya.
Semuanya orisinil.
Tidak ada ponsel, tapi kau sudah tahu itu.
Tidak ada telpon? - Tidak ada.
Itu saluran telpon, kan?
Itu saluran listrik, dan juga mati.
Ada badai es yang parah sekitar 10 tahun yang lalu.
Merusak setengah saluran listrik dan telpon di kota ini.
Dan perusahaan tidak mau memperbaiki jaringan setiap musim dingin.
Terutama di rumah ini karena tempat ini cukup terpencil.
Aku bisa tunjukkan dimana salurannya berakhir.
Mereka juga mempatok harga 10 ribu dolar untuk menyalakan jaringan itu lagi.
Lebih murah menggunakan generator dan ponsel.
Tapi sinyal ponsel sedikit jelek.
Tapi kalian punya generator bensin yang bagus.
Ada di belakang.
- Kau hobi memancing? - Generator bensin?
pemukiman sekitar satu mil dari sini.
Di sana cukup ramai.
Musim kebakaran sudah selesai, kau bisa berkunjung.
Jadi, dapurnya...
Tungkunya memakai bahan bakar kayu.
Dan ada tumpukan kayu di sana.
Lantai atas, kalian pasti akan menyukainya.
Kamar bulan madu.
Indah sekali.
Ada apa di dalam sana?
Itu kamar cadangan.
Kurasa kalian akan menyukai...
Terkunci, dan aku tidak punya kuncinya.
pasti tertinggal di kantor.
Akan kubawakan dalam beberapa hari ke depan.
Itu akan jadi kamar bayi yang bagus.
Kalau kalian sudah siap, kita bisa mengurus surat-suratnya.
Sayang, beri aku dan Tn. Bradley waktu sebentar.
Hanya beberapa menit, Ok?
Maggie?
Maggie.
Bradley baru saja memberitahuku ukuran dari rumah ini.
Seluruh kamar apartemen lama kita bisa muat di ruang keluarga ini.
Kita dapat sebuah kastil.
Ayolah, tuan puteri.
Kau ikut atau tidak?
Sudah. - Sepertinya sudah beres.
Aku punya foto tua dan sejarah rumah ini.
Terima kasih.
Terima kasih, Tn. Bradley.
Aku tidak tahu apa yang biasa dilakukan di kota.
Seperti yang kalian lihat, disini cukup terpencil.
Tidak semua orang bisa menjauh dari keramaian.
Tapi...
Kartu namaku ada disana.
Akan kucarikan kunci kamar itu dan kubawakan dalam beberapa hari.
- Selamat datang di rumah ini. - Terima kasih.
Terima kasih.
Jaga dirimu. - Sampai nanti.
Astaga.
Kita berhasil.
Ini benar-benar menakjubkan.
Rumah pertama kita.
Katakanlah.
Katakan apa?
Aku ingin kau mengatakannya. ''Rumah pertama kita.''
Kenapa kau tidak mau bilang?
Dindingnya akan kuurus.
Maaf. - Apa?
Tingkahku.
Aku ragu-ragu.
Aku sangat senang, Chris.
Terima kasih banyak.
Aku tahu kau harus berkorban.
Dua pekerjaan sekaligus.
Ini rumah pertama kita.
Kita akan buat ini jadi rumah kita.
Kita akan pelan-pelan meninggalkan kota.
Aku akan penuhi janjiku padamu.
Aku janji akan menjaga rumah ini.
Aku bisa lakukan ini, Chris.
Kita akan lakukan bersama-sama.
Sekarang baru resmi.
Kastil kita.
Chris.
Apa?
Kau bicara apa dengan Tn. Bradley?
Urusan bisnis, sayang.
Apa?
Kenapa kau lakukan itu? - Apa?
- Kau tidak boleh mencampurnya. - Tenang saja, kita sedang merayakan.
Kita sedang berpesta.
Aku tidak mau membersihkan bekasmu.
Aku minum terlalu cepat.
Kau ikut?
Kemana?
Kamar bulan madu.
Kurasa aku akan tetap dibawah sini sebentar lagi.
Maggie, kumohon.
Aku belum siap.
Jangan begitu.
Kita tidak akan tidur di bawah.
Baiklah.
Coba lagi, sayang.
Kau harus lakukan itu pagi-pagi?
Terima kasih atas kerja samanya.
Kalau sudah selesai, aku mau ajarkan cara menyalakan generator.
Kita harus nyalakan setiap malam sebelum tidur...
...dan menghabiskan banyak sekali bensin.
Aku tahu cara menyalakannya.
Benarkah?
Ya, sama seperti pemotong rumput kita.
pertama, ini tidak seperti pemotong rumput.
Dan kedua, biar kujelaskan.
Mesin ini satu-satunya yang berdiri antara kau dan kegelapan.
Biarkan aku mencobanya.
- Kenapa kau mengcauhkanku? - Aku tidak...
Aku bicara...
...dan kau tidak peduli. Aku tidak perlu kau selalu memimpin.
Dengar, aku tidak mau bicarakan tentang hal ini pagi-pagi.
Kenapa tidak?
Karena kepalaku sakit dan aku tidak mau terkena migrain.
Aku lupa. Kau bosnya.
Caramu atau tidak sama sekali.
Aku tidak tahu apa maumu.
Karena kita berada di tempat terpencil.
Ada apa denganmu pagi ini?
Kau setidaknya bisa mencoba.
Maaf.
Aku tidak tidur dengan nyenyak kemarin malam.
Aku akan pergi ke stasiun Cantale.
Kukira latihan tidak mulai selama 3 minggu ke depan.
Mereka menelpon kemarin malam. Mereka ingin aku datang lebih awal.
Jadi, aku harus merapihkan barang sendirian?
Aku akan kembali.
Kau mau aku ikut denganmu? - Tidak.
Kau sudah perbaiki bannya?
Akan kuurus.
Chris. - Maggie.
Akan kubereskan, Ok?
Mungkin kau harus ikut denganku.
Aku berpikir mungkin kau benar.
Tidak ada cukup ruang untuk kita berdua.
Maaf.
Ayo, masuk, aku tidak mau kau disini sendirian.
No comments yet. Be the first to leave one.