Reverse 4 You

Reverse 4 You (ดาวบริวาร)

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Musim 1

Maklumat siaran

Reverse 4 You S01E03 THAI WEBRip NF
Ulasan oleh tedi
Retail NF | 45:35

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2024-09-18
Muat Turun: 24
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Apa Four sudah kembali ke apartemen?

Lepaskan aku.

Ke sini, kau!

- Four! - Ten!

Lepaskan aku.

- Four! - Lepaskan aku.

Dasar anak tengik! Kau yang minta dahulu!

Memang kenapa?

Kau pecundang.

Itu sebabnya kakimu...

Four...

Kau akan membayarnya! Rasakan!

Lepaskan aku.

Lepaskan.

- Apa kau bilang? - Four!

Kakiku?

Ten!

"Pasal 391."

"Siapa pun yang melakukan tindak kekerasan yang tidak menimbulkan kerusakan fisik

bisa dipidana maksimal satu bulan

atau didenda 20.000 baht, atau keduanya."

Bisa kau bicara seperti orang normal?

Begitulah cara kerja hukum.

Maksudmu itu tak normal?

Jika aku tak paham, artinya bukan begitu cara orang normal bicara.

Kau bisa dijerat pasal 295

jika kau melukainya tadi.

Sudah selesai?

Belum! Kau menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

Dia memprovokasimu, tetapi kau lebih buruk.

Kumohon, cukup.

Kenapa? Kau akan menyakitiku juga?

Kau pikir aku selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan?

Karena kau...

Kau tak berbeda dari yang lain.

Dia yang menggunakan kekerasan, tetapi kenapa membuatku merasa bersalah?

Bukankah itu membingungkan?

Ya. Kenapa kau merasa bersalah untuk sesuatu yang bukan salahmu?

Kurasa itu tak wajar.

Kau harus lihat raut wajahnya.

Aku merasa tak enak.

Mungkin karena kau baru dimarahi oleh belahan jiwamu.

Vivi!

Akui saja, kau menyukainya.

Siapa yang mau belahan jiwa pemarah seperti dia?

Aku tidak. Aku lebih baik sendirian.

"Kau pecundang!"

Kau panggil aku apa? Itu tak bisa diterima.

Aku tak bicara denganmu.

Lihat!

Bukankah itu mobil Four?

- Kau yang minta! - Memang kenapa?

Kau pecundang.

Kau akan membayarnya! Awas!

Lepaskan aku!

Four pasti sangat marah kepadaku.

Aku harus bagaimana?

Aku harus minta maaf kepadanya.

Kau sedang apa, Vivi?

Apa kau membuat sketsa?

Hei, siapa itu?

Aku sering melihat siluetnya mengikutiku dalam visiku.

Namun, aku mencoba mencarinya dalam dunia nyata saat momennya datang,

tetapi aku masih tak tahu siapa dia.

Namun, tidak terasa mengancam bagiku.

Jangan pergi sendirian sekarang, ajak teman bersamamu.

Jangan pergi ke tempat kosong juga.

Baiklah.

Kau mengatakan sesuatu?

Vivi...

Ya?

Ayo lakukan. Cuma minta maaf.

Four...

Mau mengutip pasal apa lagi?

Bisa bicara baik-baik?

Aku hanya ingin bilang aku tahu soal mobilmu.

Kau masih berpikir perbuatanku terhadap Ten berlebihan?

Maafkan aku.

Maaf aku menghakimimu sebelum aku tahu seluruh ceritanya.

Namun, kau juga harus minta maaf karena mengatakan aku seperti yang lain.

Aku tidak begitu.

Kenapa begitu?

Four.

Ayo berangkat.

Dia teman sekelasmu?

- Ya. - Tidak.

Aku tak satu jurusan dengannya.

Aku jurusan hukum.

Aku juga jurusan hukum.

Tahun berapa kau sekarang?

Aku mahasiswa baru.

Kau masih muda.

Aku pengacara. Jika kau butuh bantuan, beri tahu aku.

Terima kasih tawarannya, tetapi aku baik-baik saja.

Kita harus pergi.

Enaknya ada orang yang memberi tumpangan saat mobilmu rusak.

Mobilnya pasti nyaman.

Kau kenapa?

Aku belahan jiwamu.

Aku tak mau kau intim dengan orang lain.

Aku tahu aku hanya mahasiswa baru yang payah.

Bagaimana aku bisa bersaing dengan pengacara mewah

dengan mobil mewah?

Aku cemburu. Kau tak paham aku cemburu?

Apa?

Buang-buang kemampuanku.

Aku pengacara. Jika kau butuh bantuan, beri tahu aku.

Terima kasih.

Kita harus pergi.

Sampai nanti.

Bukankah mereka berdua serasi?

Siapa?

Four dan Pak.

Four dari keluarga kaya, Pak pengacara terkenal.

Pak Pakkhaphol menangani banyak kasus untuk selebritas.

"Jika kau butuh bantuan, beri tahu aku."

Aku tak butuh bantuanmu.

Tunggu sampai aku lulus, aku akan lebih terkenal darinya.

Ada apa denganmu, Wa?

Apa kau stres memikirkan kontes perwakilan kampus?

Ya.

Jangan stres, aku akan ada untukmu.

Apa?

Apa?

Maksudku, kami akan mendukungmu apa pun yang terjadi.

- Aku yakin kau tersentuh. - Benar.

Ya...

Itu Four. Kenapa dia terburu-buru?

Apakah dia...

Ten! Kemari!

Kenapa kau berteriak?

Aku mau bahas kerusakannya.

Kerusakan apa?

Ini konyol, terlalu mahal.

Katakan saja kau menyesal jika tak bisa bayar.

Bagaimana kau tahu Ten pelakunya?

Dengan berasumsi?

Di mana buktinya?

Bagaimana dengan saksi?

Aku melihat semuanya.

Ten juga mengakui dia pelakunya.

Ingat aku, Ten?

Kau hanya melihat Four menamparku.

Kau menyemprot cat ke mobilnya!

Kau lihat aku melakukannya?

Tidak, tetapi semprotan kata di mobilnya sama dengan ucapanmu.

Jika kau bilang kau punya saksi, aku juga bisa mengatakannya.

Karena dia bersamaku sepanjang hari itu.

Bagaimana kau tahu hari apa? Tak ada yang beri tahu.

Tak ada tanggal insiden yang ditunjukkan di dokumen,

hanya tanggal perbaikan.

Kalian sudah selesai berdebat?

Aku bisa dengar dari dalam.

Jadi, kau dengar ceritanya?

Minta kawanmu untuk minta maaf.

Ten, kau lakukan yang dia katakan?

Aku tak melakukannya.

Aku tak akan merendahkan diri berdebat dengan orang seperti dia.

Kurasa kita semua setuju denganku,

jadi, siapa yang cari masalah?

Jadi, begini sifat aslimu, Kie?

Kie, kau mengabaikanku sebagai saksi?

Ten jelas menjatuhkan cat semprot.

Four memaksamu melakukan ini?

Apa maksudmu?

Bukankah aneh orang yang dibenci hampir semua orang

dibela oleh mahasiswa baru?

Apa dia mengancam atau menyerangmu?

Bagaimana kau berpikir begitu?

Kau pernah menyerang seseorang demi keuntunganmu?

Aku salah satu korbannya. Semua orang tahu itu.

Kau pasti sudah lihat videonya, bukan?

Namun, aku belum lihat yang terjadi sebelumnya.

Aku sebenarnya penasaran apa ceritanya.

Kenapa kau ke sini lagi?

Terserah kau saja.

Kau mau bagaimana?

Minta maaf saja dan kita selesai?

Ten, minta maaf kepadanya.

Namun, Kie...

Katakan saja kau menyesal.

Tidak akan.

Kalau begitu kalian selesaikan.

Sisanya, kembali berlatih.

Kini kau sendirian, bagaimana kau menyelesaikannya?

Tidak, aku tak akan pernah minta maaf kepadamu.

Baik, maka aku akan membawa saksiku dan rekaman insiden itu ke polisi.

Sampai jumpa di kantor polisi.

Baik, aku minta maaf.

Unggah permintaan maafmu sepuluh hari berturut-turut.

Jika kau melewatkan satu unggahan, sebaiknya kau siap membayar.

Ayo pergi, Wa.

Kenapa tak beri tahu soal rekamannya?

Aku berdebat sepanjang waktu.

Tak ada rekaman. Mobilnya tak menyala.

Benar, kau sangat licik.

Ini maksudmu, kau tak seperti yang lain?

Bukan itu maksudku.

Sebenarnya, aku takut...

aku tak bisa mengenal dirimu yang sebenarnya.

Reverse 4 You subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Reverse 4 You

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left