Musim 1

Maklumat siaran

Witch Hat Atelier S01E11
Ulasan oleh jambuijo

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2026-06-09
Muat Turun: 69
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

161 baris pertama.

Ini musim kawin serigala sisik.

Agar tak menyakiti anak yang akan lahir,

mereka meluruhkan bulu bersisik keras dengan saling membenturkan tubuh.

Kalau mereka tak pernah kawin,

mereka bisa tetap kuat.

Aku pikir gadis sepertinya tak bisa memberiku apa-apa.

Bahwa orang luar tetaplah orang luar

dan mereka tak punya tempat di dunia sihir.

Tapi,

kalau dia mempelajari aturan dengan benar,

apa bedanya dia dengan kami?

ATELIER OF WITCH HAT

Hore! Aku berhasil!

Itu bagus!

Kau bisa menggambar mantra dengan lebih stabil sekarang, Coco.

Terima kasih.

Tetap saja,

belum banyak mantra yang bisa kugunakan dengan percaya diri.

Pada saat genting, aku selalu menggunakan mantra yang sama.

Menurutku,

mantra yang sering berhasil,

yang bisa kau gambar tanpa berpikir,

bisa jadi itulah kekuatanmu.

Kekuatanku?

Ya.

Ini, lihat mantra yang sering kau pakai.

Terlihat kau sering menggunakan garis lurus, bukan?

Tidak seperti garis lengkung, garis lurusmu selalu stabil.

Hal pertama yang kau tunjukkan ketika kita bertemu

adalah betapa indahnya garis lurus yang kau gambar.

Ketika kau menyadari kekuatanmu,

itu menjadi sandaran saat harus percaya kepada dirimu sendiri.

Saat ragu, katakan dengan lantang. Biarkan dirimu mendengarnya.

Kekuatanku

adalah menggambar garis lurus.

Jadi, kekuatanku adalah menggambar garis lurus!

Sekarang, aku hanya perlu berlatih!

Gambar lebih lurus. Aku akan terus maju!

Tunggu dulu!

Mantra yang kau kuasai akan membaik dengan sendirinya.

Kau harus melatih yang tak biasa digunakan.

Mantra yang masih belum bisa kau gambar.

Kau mungkin menemukan kekuatan baru.

Bukan begitu?

Baiklah…

Entah kenapa,

segel terlihat lebih menakjubkan daripada sebelumnya.

Setelah aku tahu cara membuatnya,

aku tahu betapa sulitnya itu sebenanya.

Aku mulai mengerti sekarang.

Luar biasa.

Ini luar biasa.

Mantra orang hebat itu luar biasa.

Kosakata pujianmu sangat terbatas.

Ini begitu luar biasa hingga membuatku agak ciut.

Richeh, kau juga mau lihat?

Tidak.

Aku suka menggambarnya, tapi tak suka melihatnya.

Benarkah? Kau tak mau lihat?

Tidak mau. Gerakanmu juga menyebalkan.

Sihir bukan hanya tentang menggambar di atas kertas, Richeh.

Mempelajari sihir yang luar biasa adalah cara melatih mata…

Aku bilang tak mau lihat!

Richeh! Kau tak apa-apa?

Apa kau terluka?

Menggunakan sihir saat marah bukan hal terpuji.

Itu berbahaya.

Tunggu, Richeh.

Kalau terus berpaling dari hal yang bisa mengajarimu

dan berhenti mendengarkan kata-kata gurumu,

kau tak akan pernah maju.

Richeh!

Aku minta maaf soal tadi.

Aku…

Apa? Richeh?

Dia tidak ada?

Apa dia di kamarnya?

Kau tahu di mana dia, Teman Kuas?

Apa?

Mau ke mana, Teman Kuas?

Apa?

Teman Kuas?

Di mana ini?

Aku tidak bilang kau boleh masuk.

Maaf.

Aku mengikuti Teman Kuas.

Mantra yang indah.

Seperti pita dari kristal.

Belum ada namanya.

Aku yang membuat ini.

Ini mantra buatanmu sendiri?

Begitu. Itu luar biasa.

Ini sangat indah. Mataku senang.

Cara yang unik untuk menghargai sesuatu.

Aku sangat menyukai mantra ini.

- Kalau mau, kau bisa memilikinya. - Apa?

Aku punya banyak.

Apa? Sungguh?

Senangnya.

Terima kasih!

Hei.

Boleh aku bertanya?

Kenapa kau tak suka membaca buku?

Aku tak tahu banyak tentang sihir,

jadi aku suka membaca buku tentangnya.

Siapa pencipta mantra itu? Kapan diciptakan? Dan apa alasannya?

Aku suka membayangkan hal-hal itu saat membaca.

Aku hanya ingin fokus pada sihirku sendiri.

Kalau aku membaca buku,

nanti mereka akan menyuruhku menggambar mantra yang sama.

Memaksaku menggambar hal yang tak ingin kugambar.

Sihir yang bukan sihirku.

Aku tak ingin melakukan itu.

Richeh.

Ini bukan urusanmu, Coco.

Aku tak butuh sihir orang lain.

Aku tak mau sihirku ternoda.

Sebelum Richeh datang ke sini,

dia sudah berhenti jadi murid penyihir lain.

Keras kepalanya adalah perisai untuk melindungi diri.

Seperti serigala sisik yang berbulu sekeras zirah…

Sulit menentukan batasannya.

Manusia jauh lebih rumit daripada sihir.

Ini.

Apa ini?

Batu?

Mantra terbaruku, Batu Penghangat.

Simpan di tempat tidurmu,

itu akan menghangatkanmu dan membantumu tidur nyenyak.

Mungkin itu tak banyak membantu, tapi berikan kepada anak-anak.

Terima kasih.

Sihirmu memang baik.

Lebih bermakna daripada kata-kata.

Ini hanya urusan pekerjaan!

Ini prototipe yang akan dijual.

Aku hanya butuh masukan, itu saja!

Tentu, terserah kau saja.

- Hei, Olu. - Apa?

Ini terlalu banyak. Ada lima.

Empat untuk anak-anak.

Yang terakhir untukmu.

Setidaknya, beri contoh dan tidurlah saat malam.

Kau guru mereka.

Aku akan coba.

Surat?

Dari siapa, ya?

Aku pulang.

Agott.

Kau tiba tepat waktu.

Aku baru dapat kabar dari Aula Besar.

Tanggal ujian tahap kedua sudah ditetapkan.

Kapan?

Tiga hari lagi, saat fajar.

Gua Punggung Ular di Tanjung Romonon.

Kau ingin membuat pita kristal?

Itu mantra yang menggemaskan, Richelitte.

Lihat, Kak Riri.

Berkelip dan berkilauan. Cantik sekali!

Kak Riri?

Kau tahu?

Aku suka sihir yang membuatmu menjadi dirimu, Richeh.

Witch Hat Atelier subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Witch Hat Atelier

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left