Dragon Ball Z

Dragon Ball Z

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Maklumat siaran

Dragon Ball z episode 36
Ulasan oleh BRIAN DYLAN

Tag

other
Diterbitkan pada: 2015-06-21
Muat Turun: 14
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

115 baris pertama.

Kau tak apa?

Sekarang sudah aman.

Aw, apa dia sudah pergi?

Lupakan orang itu, orang bodoh macam apa kau ini? Kenapa tak dihabisi saja dia?

Maaf, Kuririn...

Tak usah dipikirkan. Aku hanya merasa tak enak pada teman-teman kita yang tewas.

Tapi mungkin saja mereka bisa dihidupkan lagi.

Jangan-jangan dia!

Gohan- chan !

C- Chichi?

Gohan- chan ! Gohan- chan !

Gohan- chan !

C- Chichi!

Gohan- chan !

Gohan- chan ! Gohan- chan ! Kau tak apa!? Bangunlah! Ibu di sini!

Gohan- chan ... Hal mengerikan apa yang telah terjadi...

G- Gohan tak apa.

Tapi Goku terluka parah. Lihat? Kau lihat? Sebelah sini. Lihat?

Kasihan! Kau jadi seperti ini!

Mulai sekarang tak akan kulepaskan kau dari sisiku! Kasihan!

Jangan begitu. Goku juga sudah banyak berusaha.

S- Son- kun ...

Goku...

Son- kun ...

Kau tak apa, Son- kun ?

Ini parah sekali.

Maaf... Aku telah membiarkan orang Saiya itu melarikan diri...

Tak apa-apa. Mengusir dia saja sudah hebat.

Ah, Karin- sama ...

Saiya itu tidak hanya kuat.

B- Bulma- san , Yamucha... Kecuali kita berempat, sudah tewas...

Uh-huh, kami sudah melihatnya di TV.

Tapi Piccolo mati, berarti Dewa Penguasa juga...

Dia benar. Berarti Dragon Ball...

Aku tahu artinya!

Kau sudah tahu, kan?

Ya.

Bukankah Piccolo termasuk satu dari empat orang yang selamat...

Maaf.

Benar! Yang kau lakukan hanya lari! Kau tak bertarung sama sekali!

Apa katamu!?

Orang tak berguna sepertimu seharusnya mati saja, menggantikan Piccolo!

Dasar bodoh!

Kalau aku tak ada di sana, orang-orang ini takkan selamat!

Ini membuatku marah!

Baiklah, baiklah.

Tapi kita harus segera membawa mereka yang terluka ke rumah sakit.

Karena kacang ajaibnya sudah habis.

Pelan-pelan...

Di sekitar sini ya tubuh mereka yang tewas berada?

Um... ke sana sedikit lagi.

Bulma- san , jangan menangis. Kurasa masih ada sedikit peluang,

dan mungkin ini sedikit tak masuk akal,

dengarkan aku, jangan putus asa.

Mungkin saja kita masih bisa menghidupkan kembali semua yang telah dibunuh orang Saiya itu.

Apa maksudmu?

Benarkah?

Cerita ini memang mirip khayalan...

K- Kuririn... kau tadi juga bicara begitu padaku...

Apa maksudmu? Ceritakan pada kami...

Sebenarnya...

Sebentar. Nanti saja kuceritakan.

Muten Roshi- sama , kita turun di sini. Kita ambil dulu tubuh mereka yang tewas.

Tinggal mayatnya Chaozu saja yang belum ketemu. Mana ya...

Tak akan ketemu.

Dia telah meledak menjadi berkeping-keping.

Rasanya aku ingin menghidupkan mereka semua.

Pengorbanan mereka terlalu besar.

Karin- sama , aku merasa kesal...

...karena aku tak berdaya...

Sekarang...

Tak apa. Biar aku yang pegang kendali.

Aku sudah sedikit tenang.

Baiklah...

Gohan- chan ! Kau sudah bangun?

Tenanglah! Ini ibu! Ini ibumu!

Ibu?

Kasihan! Kau pasti ketakutan! Tapi sekarang kau sudah aman!

Ya, kau memang hebat! Kau benar-benar hebat!

Kita berhasil mengalahkannya!

Bagaimana? Mana orang Saiya itu?

Dia telah melarikan diri... Dia telah melarikan diri dari kita.

Tapi, kita berhasil menghajarnya cukup parah, kan?

Mungkin dia tak akan kembali lagi ke sini.

Mana ayah!?

Aku ada di belakangmu, Gohan...

Berkat kalian semua, aku berhasil bertahan hidup...

Hei, ngomong-ngomong,

kau istrinya Goku, kan?

Jangan hanya mengurus anakmu saja, urus juga suamimu, benarkan?

Kurang ajar! Jangan ikut campur.

Gohan menjadi begini gara-gara Songoku!

Seharusnya anak ini tak usah dibawa-bawa!

Bukan begitu, bu! Ayah-

Aku lebih mengkhawatirkan masa depanmu, Gohan, daripada masalah dunia!

Goku, boleh kupukul dia?

Kuririn...

Maukah kau ceritakan tentang masalah tadi?

O- oh, baik.

Orang-orang Saiya itu tahu tentang adanya Dragon Ball di Bumi ini,

dari kakaknya Songoku. Juga tentang kemampuan bola-bola itu untuk mengabulkan permintaan.

Karena itu mereka juga berusaha untuk mendapatkan Dragon Ball.

Benarkah?

Ya.

Tapi setelah melihat wajah Piccolo, mereka membicarakan sesuatu yang aneh.

Katanya " Orang Namek."

Tampaknya Piccolo dan dewa penguasa sebetulnya adalah makhluk luar angkasa.

Itu tak aneh, sudah terlihat dari wajahnya.

Yang penting adalah apa yang mereka katakan setelah itu.

Nappa! Bunuh mereka!

Tapi bagaimana dengan Dragon Ball-nya?

Aku tak peduli! Aku punya ide.

Kalau kita pergi ke Planet Namek, kampung halaman orang Namek,

aku yakin di sana pasti ada Dragon Ball yang jauh lebih kuat.

Begitukah kata mereka? Tidak masuk akal.

More Indonesian subtitles for Dragon Ball Z

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left