The Big 4

The Big 4

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Maklumat siaran

The Big 4 (2022) NF WEB-DL x264
Ulasan oleh DoddyLimited
Netflix Retail, HI-Removed. Maaf, jika masih ada yg miss remove HI nya. 😂

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
Diterbitkan pada: 2022-12-18
Muat Turun: 305
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Halo.

Ibu ada hadiah, nih, buat anak manis.

Terima kasih, ya, Suster. Kita akan jaga dia dengan baik.

Semoga Tuhan Yesus memberkati.

Aduh.

Buka.

Yang ini boleh langsung.

Jangan!

Hei!

Kak, ini panti asuhan apa?

Kau ini naif sekali.

Tapi tenang saja.

Tidak usah takut.

- Itu Kakak takut. - Eh!

Kau bicara apa tadi? Kau jaga sumur resapanmu!

Kau mau selamat, tidak?

Tapi Kakak siapa?

Kau bisa panggil saya…

Abang Pelor.

Kenapa Pelor?

Sudah!

Kau hadapi ini seperti laki-laki.

Jangan pasang muka takut!

Dia itu saja. Sudah tua, cerewet lagi!

Saya?

Jangan gegabah. Kau paling seram lagi.

Ahmad Dhani, tenang dulu.

Ampun, Abang! Eh, tunggu sebentar! Goliat, tunggu dulu!

Dia saja! Ususnya lebih bagus.

Saya suka makan belatung! Saya suka makan babi!

Saya suka makan belatung dalam babi!

Yang kuat, Kakak Peler!

Jangan! Jangan! Organ tubuh saya sudah kedaluwarsa!

Saya banyak dosa…

Selamat tidur, Peler.

Pelor…

- Sudah, Sus? - Sudah, Dok.

Kamu masih baru, ya?

- Nanti kita mengobrol, oke? - Ya.

Anjing lu!

Hati-hati!

Maaf, ya, Pak. Kami cek dulu.

Silakan.

KEKAYAAN PEBISNIS KERTAS INDONESIA, BOB HARTONO, MENCAPAI 5 TRILIUN

Baik, Pak. Terima kasih.

Silakan.

Sudah percaya dengan saya, Rief?

Aman, aman, Pak.

Percaya. Mohon maaf. Security memang begitu, Pak, prosedurnya.

Wah, saya tidak menyangka ini, Pak Bob datang langsung ke sini.

Siapa yang tak mau hidup lebih lama?

Betul! Betul sekali, Pak Bob.

Ini, Pak.

Ini tak terlalu tua untuk saya, ya?

Dia ini semua organ vitalnya sehat, Pak. Kami jamin.

Yang muda itu, 'kan, bukan berarti lebih enak, Pak. Iya, ta?

Aduh, Sus, lama sekali kamu?

'Kan, kita ditunggu oleh klien.

Sudah lama di bisnis ini, Rief?

Cukup lama, Pak. Cukup lama.

Tak ada penyesalan?

Pernah.

Tapi segera saya ubah pola pikir saya.

Karena penyesalan itu musuh terbesar kesuksesan seorang pengusaha, 'kan?

Iya, ta?

Betul.

Suster, lama sekali kamu. Bisa, tidak? Perhatikan saya!

Mana, ya, pisaunya, ya?

Ya. Ini pisaunya. Tidak harus steril.

Yang penting cepat untuk dikerjakan.

Ini sudah ada garisnya. Jadi, nanti kita mulai akan potong dari bagian sini.

Kamu benar, Syarief. Penyesalan memang tidak ada gunanya.

Siapa lu?

Orang mati tak usah banyak tanya.

- Sus? - Tangan gatal!

Mulut bacot!

Hei!

Pelor, korek api di mana?

- Korek! - Tolong, ada penyusup!

Pelor, korek api!

Di sini!

Ayo, cepat!

Cepat! Cepat masuk!

Ayo! Ayo!

Alpha! Pelor!

Kalian tak apa-apa?

Lu tak apa-apa?

Tak apa-apa.

Selamatkan anak-anak! Ketemu di depan!

Siap.

Alpha. Kerja bagus.

Yuk!

Topan, ini Bapak.

Jangan sisakan mereka. Kita kumpul dalam 15 menit.

Jangan lengah. Ada kemungkinan Syarief sewa orang luar.

Oh, fuck!

Keluar! Keluar! Keluar!

Ayo cepat! Kalian mau hidup, tidak?

Cepat!

Ayo! Ayo! Ayo!

Ayo! Ayo!

Kakak memang jagoan!

'Kan, saya sudah bilang.

Panggil saya Abang Pelor.

Ayo. Ayo.

Turun! Semua, turun!

Tutup kupingnya, tutup kepala. Turun!

Panggil Bang Jenggo, tidak?

Ya.

Ya.

Bang Jeng?

Chakra…

Bang Jeng!

Jing, Anjing. Di- copy, Anjing!

Jenggo masuk.

- Cepat! - Oh, ya, ya!

Sekarang giliran kita.

Ayo, Cewek Seksi!

Kubilang, 'kan? LDR itu lebih jitu.

- Banyak anak-anak di sini. - Oh, maaf.

Kenapa, sih? Sepertinya sungkan mau minta tolong?

Banyak gaya lu.

Namanya juga sniper.

Masuk yang mulus. Tak boleh asal masuk.

Ketentraman.

Keharmonisan.

Chakra.

Chakra di mana?

Puki mai!

Mati kau, Babi!

Topan, sedang apa kau di situ?

Astaga.

Gila memang kau, Topan.

Oke, Anak-anak. Semuanya berkumpul di bawah, ya.

Bos Besar tiba. Meluncur!

Anak-anak. Semuanya siap?

- Siap! - Oke.

Siap.

Bapak menepi!

Ayo, cepat!

- Tunggu di sini, ya? Tak apa-apa? - Oke.

Nanti kalau ada polisi, katakan kalau itu om-om jahat.

Kakak meninggalkan kita?

Pahlawan itu dibutuhkan di tempat lain.

Terima kasih, Kak. Kita aman, kok.

Tumbuh tua, ya.

]

Jeng?

Lor, ayo.

Kak!

Sebenarnya, Kakak siapa?

Buat apa jalan lama-lama begitu?

Ayo masuk!

Santai saja.

Sebelumnya maaf, ya…

Dik.

Abang sering menyaksikan kasus seperti ini.

Pria itu memang mengecewakan.

Abang mengerti sekali…

Mengerti apa, Mas?

Mengerti kalau Adik, aduh, Mbak…

Mengerti kalau Mbak adalah polisi.

- Jangan macam-macam. - Iya.

Ada Dina?

Ya. Sudah telat ini saya.

Sebentar, Pak, rambutnya.

Sudah necis.

Kanan sedikit, ya.

- Oke. - Oke.

Terima kasih.

Lor, mau ke depan, tidak? Dasar tukang tidur.

- Apa, sih? Tidak, gue dulu! - Ah!

Anak-anak.

Hari ini… top!

Terima kasih, Pak.

Din!

Maaf, ya.

Maaf, dong.

Satu, dua, tiga.

Maaf, anaknya boleh lebih dekat lagi dengan bapaknya?

Geser lagi sampai menempel.

Oke, mantap. Satu…

Senyum. Seperti…

Jangan galak-galak, Mbak. Nah, bagus. Lebih senang lagi, Pak.

Sekali lagi. Satu, dua, tiga. Bagus!

Bagus!

- Pak. - Ya?

Bapak tak bisa terus-menerus menyogok aku dengan, apa ini, pisang goreng?

Ya, habis bagaimana? Kerjaannya tak bisa ditinggalkan.

Semuanya harus dibereskan supaya Papa besok bebas merayakan pelantikanmu.

Job apa kali ini? Ceritakan.

Yah, itulah. Biasa. Bersih-bersih.

- Lo, kok ? - Kenyang.

Kenapa?

Capai, Pa. Mendengar Papa bohong, terus alasan, terus…

Jujur bisa, sekali-sekali?

- Bukan begitu, Din. - Ya, terus apa, Papa?

Ada banyak hal…

- Yang Papa tak bisa ceritakan padamu. - Yang Papa tak bisa ceritakan padamu.

Ya sudah. Terserah. Terserah Papa. Dari dulu, 'kan, seperti ini.

More Indonesian subtitles for The Big 4

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left