200 baris pertama.
BERDASARKAN KEJADIAN NYATA
Halo.
Sedang apa kau di rumahku?
Kita akan telat.
Biar aku saja.
Di situ kau rupanya. Siapa sangka barangmu banyak.
Ayahmu adalah rajanya Tetris.
Dia tak perlu suka apa yang kita lakukan.
- Di mana Luke? - Di lapangan bola.
- Kita jemput... - Kita terlambat.
Kau berharap yang lain?
Tidak.
Mustahil tiba saat makan malam.
Paman Marv tinggal kuncinya.
Baiklah.
Ayo berangkat!
Sabuk pengamanmu, Nona.
Luke!
Kami baru mulai main.
Maaf, Nak. Kita sudah terlambat.
Beri tahu aku hasilnya.
Baiklah.
Kenapa tak boleh di sini?
- Sendirian saja? Tidak. - Semua temanku begitu.
- Sebab itu. - Ya, sebab itu.
Kau bisa bantu adikmu
pindah sekolah baru.
Tahan. Ibu mau tinggalkan pesan.
Kau bau.
Hai, Paman Marv. Ini Cindy.
Kami terlambat, jadi baru sampai di Danau Gatlin sekitar...
pukul 21.00 atau 22.00.
- Hentikan. - Kami akan berhenti untuk makan.
Ingat Paman Marv dan Bibi Sheryl?
Seingatku Paman Marv bau anjing basah dan bir.
Kau tahu Ayah dan Ibu bangkrut demimu, 'kan?
Kami tidak bilang itu.
Kalau begitu kenapa TV kabelnya dicabut?
Aku benar, 'kan?
- Kau pikir aku mau? - Kau suka diperhatikan.
- Berengsek. - Kau queef.
Hei!
Apa itu queef?
Aku serius? Apa itu?
BUKA 10.30-22.00
- Apa perlu kujemput? - Dia sedang menghukum kita.
Kalian perlu waktu lagi, atau...
Ya, kami perlu waktu sebentar lagi. Terima kasih.
Biar kususul.
Tidak sembunyi-sembunyi lagi?
Apa bedanya?
Ya, apa bedanya?
Buang itu sebelum tiba di sekolah baru.
- Aku tak boleh dikeluarkan, 'kan? - Mereka tidak mudah menyerah.
Tidak seperti Ibu dan Ayah, bukan?
Andai ada yang melakukan ini untuk Ibu.
Ibu tumbuh dengan baik.
Kau tak kenal Ibu dahulu.
Ibu membuat banyak sekali kesalahan.
Remaja biasa membuat kesalahan bodoh. Aku seorang remaja.
Ini lebih dari kesalahan bodoh, Kins.
Setahun terakhir?
Sabrina, Laurie, tak satu pun dari mereka.
Mereka tidak dikirim ke asrama.
- Aku bukan ibu mereka, namun ibumu. - Mereka beruntung.
Dan Ibu mengkhawatirkanmu.
Kini Ibu tak perlu khawatir lagi.
Kalian tinggal bertiga. Memang seharusnya begitu, 'kan?
Dan kau percaya itu?
PERISTIRAHATAN DANAU GATLIN MENYAMBUT ANDA!
Apa ada orang di sini?
Kurasa semua orang pergi setelah Hari Buruh.
Kantornya di depan sana.
YA, KAMI BUKA
CINTA TIDAK PERLU DIUKUR
Nomor 47. Anggap rumah.
Paman Marvin
Ada pesan, akan temui kita esok pagi.
Kita menginap di Karavan 47.
MAAF, KAMI TUTUP
Bagus, bukan?
Nyaman.
Siapa yang akan tidur di karavan ini?
Kita semua.
Tentu saja.
Adakah orang lain di sini?
Aneh.
- Apa harus kubuang? - Kau akan memakannya?
- Buang saja. - Ini daging dan brokoli.
- Jangan dimakan. - Aku suka ini.
- Tidak ada gelas. - Langsung teguk saja.
Ingat kemah di Pegunungan Rocky?
Memang itu yang aku maksud.
Apa itu Paman Marv?
- Mungkin. - Mungkin karena bau anggur.
Ibu, ada yang mengetuk.
Tidak perlu berdiri. Ibu saja.
Seorang gadis.
Seorang gadis?
Bisa aku bantu?
Apakah Tamara di rumah?
Mungkin kau salah karavan.
Baiklah.
Kukira di sini kosong.
Dia pasti tersesat.
Baik. Kalian mau main kartu atau yang lainnya?
- Kau dan aku. - Kau dan aku.
Kalian yakin tidak mau bergabung?
Ayolah.
Tak bisakah kita bersama malam ini tanpa kau memegang ponsel?
Baiklah.
Terima kasih.
Mau main apa?
Gim 500. Kita main semalaman.
Ayolah. Letakkan ponselmu sebentar saja dan ikut bermain.
Sayang, ini...
Pekerjaan sebagai orang tua ini
sangat sulit.
Nilai buruk. Bolos kelas.
Kami takut, paham?
Terima kasih.
- Sayang... - Kau mau ke mana?
Mencari udara.
Apa harus kukejar?
Tidak. Itu hanya memperkeruh suasana.
Jika salah satu dari kita.
Luke, kau saja yang bicara.
- Apa? Kenapa? - Karena kau kakaknya.
Bisakah kau kerjakan yang Ibumu minta?
Baiklah.
Entah harus bicara apa.
Tak ada yang bilang ini mudah.
Kinsey!
Kins!
Kinsey!
Apa maumu?
Entah. Ibu memintaku menemanimu.
- Dia berengsek. - Terus bersikap dramatis.
- Benar, 'kan? - Maksudku dirimu.
Enyahlah kau.
Seharusnya kau isap asap rokok itu.
Benar-benar mengisapnya dalam-dalam.
Ayolah.
Dik, terima sajalah.
Mereka mau mengirimmu ke asrama. Memangnya kenapa?
Tentu, kau bisa pergi tahun depan
dan memulai hidupmu sendiri.
Mungkin kau juga bisa seperti itu.
Tempat ini bisa jadi awal yang baru.
Kau bisa jadi yang kau mau.
Jangan.
Menurutmu tindakan kita benar?
Aku tahu ini benar, kita sudah coba semuanya.
Ya.
Kurasa mungkin ada baiknya jika hanya ada kita di rumah
setelah Luke pergi kuliah.
Kita bisa bercinta di sofa lagi.
Aku tampak sangat lelah.
Kau cantik.
Aku mencintaimu.
Kau mengunci pintu?
Anak-anak, pintunya tidak dikunci.
Apakah Tamara di rumah?
Apa kau tersesat? Ada yang bisa kutelepon?
Kau tak apa-apa?
Gadis yang sama?
Ya.
Di mana anak-anak?
- Apa? - Apa mereka pergi jauh?
Luke!
Kinsey!
- Aku ambil sepatu. - Mereka pasti baik-baik.
- Gadis tadi membuatku takut. - Ya, gadis itu...
agak sedikit...
Ingat saat aku di Liga Kecil?
Kau biasa mengikutiku ke taman.
Ya, aku mau main namun kau larang.
Karena kau masih kecil. Memang seperti itu.
Mengangkat tongkat nyaris tak bisa, apalagi memukul.
Ini.
Kau jadi pelempar.
Ke kotak pos?
- Bagus. - Seharusnya aku boleh main.
Menurutmu Paman Marv
dan Bibi melakukan apa saat musim dingin?
Entahlah. Mungkin terus-menerus bercinta.
Aneh.
Ya.
- Kau takut? - Tidak.
Halo?
Halo? Astaga!
Aku bunuh kau. Itu tadi tidak lucu.
Astaga.
Dapat!
Baiklah. Seteguk saja.
- Tiga. - Dua.
Baiklah.
- Apa itu? - Aku tidak tahu.
- Ayo, kita harus pergi. - Tunggu.
Ada orang di sana?
No comments yet. Be the first to leave one.