200 baris pertama.
Sebelumnya Dalam Agatha All Along...
Hei!
Apa yang membuatmu membobol rumah
- detektif bertanda jasa? - Hei!
- Apa yang kau cari? - Jalan.
- Jalan apa? - Kau seharusnya paling tahu.
Jika kau punya kemampuan untuk mematahkan mantra Scarlet Witch,
kenapa kau butuh Jalan Penyihir?
Kutanya lagi, kau siapa?
Aku...
Ada yang menaruh sigil pada anak itu.
Sigil adalah mantra sensor yang menyembunyikan sesuatu.
Kau pasang sigil padaku?
Aku tidak tahu. Sigil berlaku untuk penyihir yang merapalnya juga.
Sigil dihancurkan saat tidak dibutuhkan lagi.
- Berapa usiamu waktu itu? - 13 tahun, mungkin.
Aku juga alami banyak di usia 13.
Bangun. Alice, kumohon bangunlah.
Jangan sentuh dia!
Kau mirip sekali dengan ibumu.
Tunggu, apa yang kalian...
Jaka! Tolong.
Tidak!
" Familiar Di Sisimu"
Sinagoge Eastview
Rayakan Mitzvah Magis William Kaplan
Kau kelihatannya senang.
Siapa, aku? Tidak.
Ini. Kau sudah makan? Bagus. Pas sekali.
- Lihat dirimu. - Makan ini.
Kami bangga sekali padamu.
Kami mencintaimu lebih dari yang bisa kami utarakan dalam kata-kata.
- Lebai. - Kamu yang lebai.
Kalian berdua lebai.
Terima kasih untuk segalanya.
- William, ayo. Sudah waktunya. - Sana.
- Ya! - Sana.
Ya, William!
Ini jadi heboh banget! Baiklah.
PEMBACAAN GARIS TANGAN
Selamat datang bagi yang penasaran.
Mau lihat ke masa lalu atau masa depan?
Masa depan.
Aku rasa.
Ya, baca masa depanku.
Mari kita lihat ada apa di masa depanmu.
Maaf. Boleh aku pinjam telapak tangan kananmu?
Jangan katakan semuanya.
Aku tak mau tahu terlalu banyak.
Maaf.
Anggap aku tidak di sini.
Jelas ada perjalanan panjang di depanmu.
Perjalanan ini sebuah transformasi besar dan...
Garis hidupmu bercabang dua.
Apa?
Itu pasti tidak bagus.
Itu bisa berarti banyak.
Itu sering mewakili pertumbuhan pribadi dan perubahan hidup yang penting.
Kau menjadi pria dewasa.
Kau yang baru.
Tidak usah cemas.
Tarot Menara Terbalik.
Aku kira kau membaca garis tanganku.
Maaf. Aku...
Rasanya, aku baru ingat sesuatu.
Baiklah. Mungkin aku sebaiknya...
kembali ke pesta.
Aku suka nuansa ini. Seperti film-film awal Dario Argento.
Tidak perlu jadi cenayang untuk tahu kau orang baik.
Nikmati masa sekarang, Sayang.
Hanya itu yang pasti.
Maaf, ada anak yang meninggalkan ini di tendaku.
Bisa pastikan ini dikembalikan padanya?
- Anak yang mana? - Aku tidak ingat.
Maaf mengganggu.
Kami diberi tahu telah terjadi sesuatu
dengan anomali di Westview.
Semua harus pulang secepat dan seaman mungkin.
PERINGATAN DARURAT
Apa yang terjadi?
Sayang, maaf ya. Ibu rasa kita harus pergi.
- Benar. - Apa?
- Istriku dan piring terbangnya. - Suamiku dan kepalanya yang keras.
Tenang.
Tenang. Sebentar lagi sampai rumah.
- Apa kubahnya hilang? - Tampaknya makin kecil.
Ibu, awas!
Astaga. Kau baik-baik saja? Astaga. William. William? William!
- Dia baik-baik saja? - Dia berdarah.
Apa? William, kau dengar Ibu, Sayang?
- Telepon 911. - Ini kucoba.
Kurasa dia tak bernapas. Aku tak bisa mendekatinya.
- Tidak tersambung. - William.
Gawat. Jeff, lihat.
Aku akan setop mereka.
- William, tidak! - Tolong! Hei!
Ibu datang. Bertahanlah.
William! Sial, aku tak bisa mendekatinya.
Selamat malam, Tommy. Selamat malam, Billy.
Tommy!
Hei.
- Rebecca. - Kau baik-baik saja.
Kau akan baik-baik saja.
- Kau baik saja? - Dia bernapas?
- Ya, sekarang. - Baik.
- Syukurlah. - Jangan geser.
Ambulans dalam perjalanan.
Bisa sebutkan namamu?
Kau tahu kau ada di mana?
Kau ingat apa yang terjadi?
Semua akan baik saja.
Tenanglah.
Tenanglah.
- Tidak ada masalah secara fisik? - Dia jelas berbeda.
Aku akan merujukmu ke psikolog yang bagus.
Tentunya aku juga siap, jika kalian butuh aku.
Terima kasih.
- Hei, Kawan. - Hei.
Seharusnya kau bilang, "Sejak kapan Ayah memanggilku 'kawan'?"
Benarkah?
Serius? Dia malah mengejek William?
Dia memberiku tatapan itu. Aku berusaha sebisaku.
Tidak apa-apa. Tolong jangan bertengkar.
- Apa maksudmu? - Kami tidak bertengkar.
Semua baik-baik saja. Kami bersamamu.
Ya, maaf.
Dokter bilang semua hasil pemindaian terlihat bersih.
Tidak ada tanda kerusakan permanen.
Menurutnya, amnesianya akan butuh waktu untuk sembuh sendiri.
Itu saja.
Kabar baiknya, kau sudah diizinkan pulang besok kalau mau.
Hanya kalau kau sudah siap. Sudahkah?
Kau siap?
Ya, tentu saja.
Baik. Rumahku tercinta yang berantakan, dan renovasi kamar mandinya tak jadi-jadi.
Senang sekali akhirnya kau pulang, William. Ya ampun.
Terima kasih.
Baik, aku akan ganti air di sini.
Aku akan nyalakan AC-nya. Rasanya pengap.
- Sini. Biar kuambil ini. - Baik.
- Greg! - Greg.
Greg, tenang. Ini William. Hanya William.
Mungkin hanya bau dari rumah sakit.
Baik, kemari.
Dia kelihatannya takut sekali.
Astaga. Ini sulit sekali. Kapan dia akan ingat?
Aku tidak paham apa yang terjadi.
Apa? Kenapa, Sayang?
Kata dokter, tak boleh stres,
tetapi rasanya kami membuatnya stres.
Entahlah. Kami harus bagaimana?
Bagaimana kami perbaiki ini? Aku ingin dia kembali!
Kumohon hentikan.
Hentikan apa, Kawan?
Mungkin melihat kamarnya akan...
Bagaimana jika dia tak ingat?
Bagaimana jika dia tetap seperti ini?
- Restoran favoritnya. - Tersesat, cemas, sendiri?
- Pasti ada sesuatu. - Bagaimana jika...
- Kembalikan anakku! - Dia baik saja?
Berhenti khawatir!
Maaf, aku hanya...
Mungkin Ibu benar.
Mungkin aku hanya perlu melihat kamarku.
- Bagaimana kau... - Kalian keberatan kalau...
naik sendiri?
Tidak masalah. Tentu saja.
Mungkin saat aku turun nanti, kita bisa makan malam.
Aku yang traktir.
Namaku William Kaplan.
Aku William Kaplan.
Aku William Kaplan.
TIGA TAHUN KEMUDIAN
Tadi seru sekali.
Aku selalu senang bersamamu.
Benda apa ini? Kau selalu bawa.
Ini bukan apa-apa.
Ini sigil. Setidaknya aku rasa...
Aku rasa begitu. Ini seperti teka-teki. Semacam itulah.
Teka-teki?
Kau sudah pecahkan?
Belum, itu...
Itu tidak mungkin.
Aku akan katakan saja.
Aku harus mengatakannya.
Aku akan bilang, "William Kaplan, aku mencintaimu."
Maaf. Aku hanya...
- Aku harus beri tahu sesuatu. - Sungguh? Aku juga.
- Ya, aku dahulu. - Baik.
Jadi, sesuatu terjadi saat aku bersama orang yang kusayangi
dan mereka punya perasaan kuat.
- Aku terdengar seperti orang aneh... - Aku suka.
Kecelakaan mobilku.
Aku tak pernah cerita, tapi...
Eddie, aku...
Aku mati malam itu.
Saat aku sadarkan diri, aku berbeda.
Ada yang lain. Sesuatu yang lebih.
Aku bukan William Kaplan. Setidaknya bukan sepenuhnya.
Aku masih tidak ingat apa pun dari sebelum kecelakaan.
No comments yet. Be the first to leave one.