200 baris pertama.
Salam, Ibu.
Salam, Ratu Salima.
Aku memang ingin menemuimu. Silakan duduk.
Aku ingin tahu apa ada perkembangan darimu.
Kau sudah menemukan petunjuk bahwa Benazir adalah wanita berbisa?
Tidak, Ibu. Aku belum lihat Benazir melakukan apa pun...
...yang bisa membuatku meragukannya.
Tapi Ratu Jodha telah melihatnya.
Kini dia menjauhkan Benazir dari Baginda.
Bagaimana caranya...
Ibu, kami...
Ibu, kau mau ke mana?
Aku mau tahu kebenaran dari Benazir.
Sebelum pernikahan ini dilangsungkan, masalah ini harus dibereskan.
Ratu Jodha juga sedang berusaha.
Kurasa lebih baik tak ada yang ikut campur dalam ini.
Kenapa?
Karena yang kutahu, Ratu Jodha mencintai Baginda.
Dia melakukan ini untuk alasan sama.
Aku ingin Baginda tahu...
...Ratu Jodha sedang berusaha menyelamatkan nyawanya.
Ratu Salima, kau sekuat apa?
Istri selalu cemburu terhadap istri kedua suaminya.
Tapi kau...
Wanita memang cemburu terhadap istri kedua suaminya.
Bukan terhadap adiknya.
Ratu Jodha menganggapku kakaknya.
Aku tak pernah merasa...
...Ratu Jodha cemburu terhadapku atau Ratu Ruqaiya.
Baik. Jika kau bilang begitu, aku akan lakukan permintaanmu.
Semoga semuanya terjadi sesuai dugaanmu.
Amin.
Jodha, kau sudah oleskan obat pada Baginda?
Ada apa, Jodha? Bicaralah.
Aku pergi ke sana, tapi...
Tapi apa?
Ratu Jodha tak mengizinkanku mengoleskan obatnya.
Bahkan dia menyuruhku pergi.
Baginda juga tak melarangnya.
Untuk apa dia melarangmu? Kau yang melukai dia.
Tidak, Moti.
Kalau begitu, kenapa kau terus-terusan mendatangi Baginda?
Kenapa kau merasa sedih dan menganggap dirimu pelakunya?
Jika Baginda marah kepadamu, kenapa kau terus mengunjunginya?
Tak apa. Biarkan Baginda marah.
Tapi aku tak marah padanya.
Baik, Baginda akan menikahi Benazir.
Tapi kau tak marah padanya.
Cukup, Moti.
Walaupun kau tahu semuanya, kenapa kau hanya makin memperburuk?
Kau mau dengar apa? Bahwa aku mencemaskan Baginda?
Ya, aku mencemaskan Baginda.
Tapi jika seorang suami terjebak dalam konspirasi wanita berbisa,...
...sudah tugas sang istri untuk melindunginya.
Apa pun yang kulakukan adalah tugasku.
Cinta memang hebat.
Keduanya terluka oleh anak panah sama.
Tapi mereka tak menerimanya.
Baik kau dan Baginda tak mau mengatakannya.
Kau terluka, sama seperti dia.
Ratu Ruqaiya.
Kau baik saja?
Kudengar kau marah dan tak makan makananmu.
Kata Hoshiyar, kau belum makan sejak pagi.
Bahkan koki pun berkata kau belum makan sarapan.
Ada apa, Ratu Ruqaiya?
Aku sedang tak ingin makan apa pun.
Sungguh? Kau tak ingin makan.
Kau sudah sehat, Ratu.
Jika kau lampiaskan amarahmu pada makanan,...
...saat kau pergi berburu lain kali,...
...kau akan tertiup angin kencang!
Aku akan pergi berburu saat Ratu Jodha meninggalkan Jalal.
Dia selalu mencari alasan untuk bisa bersama Jalal.
Kini aku paham. Kau tak marah pada makanan.
Kau marah pada Ratu Jodha.
Setidaknya aku senang tahu kau tak marah pada makanan.
Ratu, ini bukan salahnya.
Jangan marah. Aku memanggilnya.
Ini.
Makanlah buah ini.
Ratu Ruqaiya, makanlah sesuatu demiku.
Aku tak mau komplotanku lemah saat kita melawan Ratu Jodha.
Makanlah.
Maham Anga, aku tak pernah melihat wanita keras kepala macam itu.
Jalal bahkan tak menyadarinya.
Padahal dia terus mendatangi Jalal.
Lihat ini! Kali ini dia menyiapkan ramuan untuknya.
Untuk menunjukkan kepada dunia bahwa dia tak bersalah.
Bahwa dia yang paling mencemaskan Jalal.
- Sungguh? - Ya.
Tapi aku sudah beri pelajaran kepada Ratu Jodha.
Kuambil ramuan itu darinya lalu kusuruh dia pergi.
Lalu kuoleskan ramuan itu pada luka Jalal.
Apa?
Ratu Ruqaiya, apa yang kau perbuat?
Kau membantu Ratu Jodha.
Itu kesalahan besar.
Kau mengoleskan ramuan yang dia bawa untuk Jalal.
Jangan melihatku begitu.
Coba pikirkan.
Ramuan yang dibuatkan Ratu Jodha dioleskan pada luka Jalal.
Ratu Jodha yang cerdas membuatmu melakukan tugasnya.
Dia menyiapkan obat itu untuk Jalal.
Dia juga melukaimu.
Dia melakukan tugasnya dengan cerdas.
Dia juga mendapat simpati Jalal.
Maham Anga, jangan membuatku tambah marah.
Jika kau punya solusi, katakan.
Jika tidak, pergilah dari sini.
Maaf, Ratu Ruqaiya.
Aku tak punya obat untuk dioleskan pada lukamu.
Tapi aku punya solusi atas masalahmu.
Apa?
Suruh Ratu Jodha pergi dari Agra.
Pisahkan Ratu Jodha dari Jalal.
Dengan begitu, Jalal akan melupakan sihir Ratu Jodha.
Sihir?
Itu bodoh.
Itu tak bodoh.
Buka pikiranmu, lihat dengan matamu!
Semuanya terjadi tepat di depanmu.
Benazir dituduh beracun, padahal itu tak benar.
Tapi Baginda tak menghukum Ratu Jodha yang menuduh secara palsu.
Apa itu, jika bukan sihir?
Adik Ratu Jodha, Shivani,....
...kawin lari dengan kekasihnya pada hari pernikahannya.
Dia mengkhianati Mirza Hakim, kesayangan Jalal.
Tapi bukannya menghukum Raja Bharmal,...
...dia dibebaskan secara terhormat.
Apa namanya itu? Bukankah itu bukti atas sihirnya?
Astaga! Kau ratu yang cerdas.
Katamu kau bermain dengan pikiran Jalal.
Tekan saja pikiran itu dan rasakan sihir Ratu Jodha...
...yang berada di pikiran Jalal.
Demi Tuhan, lakukan sesuatu, Ratu Ruqaiya.
Demi dirimu sendiri.
Patahkan sihir Jodha ini.
Selamat tinggal!
Aku takkan makan sayur.
Aku mau dosisku.
Semangka ini bukan untukmu.
Tapi isinya mungkin menarik.
Apa maksudmu?
Apa isinya yang bisa menarik bagiku?
Katakan.
Apa itu?
Peta.
Berisi apa?
Penjara.
Ada teman setia Abul Mali yang mengirim pesan ini.
"Sudah saatnya mengeluarkan Abul Mali dari penjara"
"Aku mengirimkanmu peta penjara ini."
"Aku mau katakan hal lebih penting kepadamu."
"Segera temui aku di pasar."
Bagus.
Kita tak boleh buang waktu lagi.
Setelah tahu cara mencapai Abul Mali dari Kamal Khan,...
...aku akan membebaskan dia.
Kita harus selesaikan tugas ini sebelum ada yang tahu.
Benazir, bagaimana kita akan ke sana?
Jika rakyat mengenalimu lagi, bagaimana nanti?
Bagaimana jika mereka menyerangmu?
Kali ini rakyat takkan mengenaliku.
Aku akan mengenakan ini. Dengar.
Kau takkan ikut denganku kali ini.
Bisa berbahaya bagi kita jika pergi bersama.
Ratu Jodha, kau sudah pikirkan langkah berikutmu?
Aku tak tahu apa rencana Benazir berikutnya.
Aku harus terus mengawasinya sepanjang waktu.
Aku akan cari solusi tergantung pada masalahnya.
Apa itu akan membantu?
Aku tak tahu.
Tapi setidaknya aku tahu apa yang dia lakukan dan di mana.
Aku tak punya pilihan lain selain ini.
Tapi Ratu Jodha, Benazir sangat cerdas.
Bagaimana jika dia berusaha mengelabui kita?
Jika begitu, kita harus sangat cerdas.
Mengingat situasi yang ada, kuharap Baginda memperketat keamanan.
Jika begitu, Benazir pasti akan berbuat salah.
Itu dia. Kita akan pakai kesalahan itu sebagai senjata kita.
Jodha, kemarilah.
Lihat, Benazir mau pergi.
Ya, sepertinya dia terburu-buru.
Kenapa dia mengenakan pakaian pelayan?
Agar tak ada yang mengenalinya.
Itu berarti...
- Dia mau melakukan sesuatu. - Dia mau melakukan sesuatu.
Ratu Salima, ayo cepat. Kita harus buntuti Benazir.
Tapi Ratu Jodha, bagaimana jika itu berbahaya?
Ya, ini takkan mudah.
Kau harus tetap di sini.
Tidak, Ratu Jodha. Aku tak bisa meninggalkanmu sendirian.
Tak peduli apa yang terjadi, aku akan ikut denganmu.
Moti, jika kami tak kembali setelah beberapa waktu,...
...sampaikan pesan ini kepada Ibu Suri.
Ratu Jodha, kita juga harus menyamar.
Agar Benazir tak mengenali kita.
Ya.
Moti, ambilkan pakaian untuk kami.
No comments yet. Be the first to leave one.