200 baris pertama.
WILLIAM KIM SAPUTRA NAINGGOLAN
JURUS'LAMAT MUDA
Berdasarkan Kitab Perjanjian Baru dan sejarah turun temurun, cerita ini menggambarkan masa kecil Yesus.
Lebih dari 2000 tahun lalu, bangsa Yahudi kuno di Israel menderita dibawah penjajahan dan pemerintahan raja boneka Romawi, Herodes Agung, yang mengakibatkan pemberontakan dan kekacauan.
Banyak bangsa Yahudi yang lari ke Mesir...
Setelah mereka kembali, malaikat Allah menampakkan diri kepada Yusuf melalui mimpi, seraya berkata, "Bangunlah, bawalah Bayi itu dan Ibu-Nya, dan mengungsilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu."
Untuk menggambar seekor unta, buatlah sebuah segitiga seperti ini.
Inilah punuknya.
Begitu mudah. Kau lihat?
Dan beberapa garis, disini.
Guru mengajariku cara melakukan ini.
Dia juga mengajari cara membuat gajah dan kucing, aku hanya minta dia mengajariku menggambar unta.
Ini lehernya.
Kau tidak memperhatikanku.
Dan diatasnya aku gambar sebuah segitiga lagi untuk kepalanya.
Dia punya mata besar yang bundar dan ekor yang kurus disini.
Si "bayi mungil" sedang bermain dengan anak perempuan?
Menyingkir! Menyingkir dariNya!
Berhenti!
Jangan ganggu dia!
Dia mati.
Elieazer mati.
Orang yang disana, Dia yang melakukannya.
Kau!
Kau membunuhnya.
Lelaki itu yang melemparnya, kamu pasti melihatnya.
Lelaki apa?/ Apel itu!
Eliaser terpeleset karena apel.
Kau yang membunuhnya.
Kami semua melihatnya, Dia pelakunya, Kau membunuhnya.
Dia yang membunuhnya.
Eliaser.
Kau membunuh Eliaser, kami semua melihatnya.
Ibu./ Ayo.
Lelaki itu pelakunya. Lelaki itu melemparkan...
Ayo.
Ayo pulang.
Yohannes, tutup pintunya!
Duduk.
Tunjukkan wajah-Mu.
Ada apa?/ Yesus membunuh Eliaser./ Jangan berkata seperti itu, Dia sepupumu.
Tidak mungkin. Tak ada iblis di dalam Dia.
Tapi Dia melakukannya. Dia melempar dan Eliaser mati.
...Takkan pernah. Tidak mungkin keponakanku.
Yusuf, mereka semua berkumpul di luar, Yonatan dan semua saudara-saudaranya.
Mereka bilang, Dia membunuh anak itu.
Bagaimana mungkin? Eliaser tubuhnya lebih besar dan dia seorang pengganggu.
Mereka pasti iri karena kita mendapat pekerjaan yang mereka inginkan./ Cukup!
Apa anak itu mati?/ Anak kita bukan pembunuh.
Apa dia hidup atau mati? Tolong jawab aku.
Apa anak itu mati?/ Dia tidak bergerak.
Kau menyelamatkanku.
Aku tidak melukai dia.
Lakukan saja seperti yang pernah Kau lakukan sebelumnya.
Seperti burung mati itu.
Lakukanlah.
Aku takkan bilang pada siapapun.
Bangun.
Bangunlah sekarang!
Kau!
Berani sekali Kau datang kemari. Keluar!
Keluar, kau dasar Anak...
Putra Daud!
Kemari! Lihat ini!
Pergi!
Darimana Kau belajar ilmu pengobatan? Dari manusia gua?
Anak itu memang sudah mati./ Bagaimana mungkin dia mati, lihat dia!
Dia memang telah mati, karena Dia.
Tapi dia tidak mati sekarang.
Dia kerasukan. Dia membunuh anakku kemudian menghidupkannya kembali.
Hanya setan yang bisa melakukan itu./ Tapi jelas kau lihat dia masih hidup.
Kenapa kau tidak kembali saja ke Galilea? Bawa peralatanmu, istrimu, Putra sihirmu, dan pergilah.
7 tahun sudah terlalu lama.
Kami muak denganmu. Kami tidak ingin kalian ada disini.
Eliaser hidup.
Kita harus berterimakasih pada Allah.
Itu takkan terjadi, bagaimanapun kami akan kembali ke Galilea.
Apa? Apa karena kekacauan di jalanan?
Bukan.
Karena Raja Herodes sudah mati.
Kita harus kembali.
Apa itu benar? Apa ini semua salah-Ku?/ Ya.
Dia hanya anak kecil.
Tunggu Ibu disini.
Tak ada yang bisa melakukan seperti yang Kau lakukan. Kau tahu itu.
Bagaimana Aku bisa melakukannya? Katakan padaKu.
Kumohon./ Mereka tak memperbolehkanku.
Dia menyentuhnya dan yang disentuh-Nya itu hidup kembali.
Sungguh mengherankan, bukan?
Apa kau meragukan-Nya?/ Tidak, hanya saja...
Masih terlalu cepat.
Darimana kau tahu Raja Herodes sudah mati?
Aku memimpikannya hari ini.
Memimpikannya sebelum semua ini terjadi.
Kalau dia sudah mati, maka kita harus kembali./ Tepat sekali.
Karena mimpi seperti itu jugalah kita sampai di tempat ini, kau ingat? Dan itu menjadi kenyataan.
Jika kita tak meninggalkan Bethlehem malam ini, Putra kita akan mati.
Ini bukan sekedar mimpi biasa.
Maka kita hanya perlu menebak. Ibarat bertaruh.
Jangan menebak, kita harus pulang.
Ke Nazareth bukan Bethlehem?
Jangan menetap di Bethlehem.
Apa yang akan kita katakan kepada anak sekecil Dia?
Bagaimana cara kita menjelaskan kejadian hari ini?
Bagaimana kita menjelaskan keberadaan Allah kepada Putra-Nya sendiri?
Aku tak bisa, kau bisa?
Kau Anak yang butuh makan dan tidur siang.
Ada apa?
Dia! Apa kalian tidak melihatnya?
Siapa?/ Dia!
Siapa?/ Dia!
Ayo, Nak, Kau butuh istirahat.
Jurus'lamat membunuh seekor gajah.
Kau bilang tak mau mati dalam kondisi badai begini.
Siapa yang akan mati? Kita semua.
Apa kalian berasal dari Jericho atau Bethlehem atau Samaria?
Aku lahir di Bethlehem.
Benarkah, Nak?
Berapa usia-Mu?/ Jangan bicara pada orang asing.
Kami akan ke utara, Nazareth.
Tak ada anak seusia-Mu di Bethlehem./ Kenapa?
Raja Herodes membunuhnya./ Kemarilah, Nak.
Kalian mau ke Yerusalem?/ Kota terindah di dunia.
Batalkan.
Banyak para peziarah mengunjungi Bait Suci Allah, ada banyak keributan disana.
Penyamun dari segala daerah, entah darimana saja.
Tentara Herodes berusaha melindungi.../ Apa itu?
Itu unta terbaik yang pernah Ku-lihat.
Kemari.
Ini hadiah untuk si Anak Lelaki dari Bethlehem.
Untuk perjalanan-Mu.
Terima kasih.
Takkan lama lagi kita akan punya dapur lagi. Pasti menyenangkan.
Berhenti.
Turun, Nak.
Suamiku, kau bicara pada siapa?
Allah.
Dia sedang berbicara kepada Allah.
Panggil Yusuf!
Kleopas.
Paman Kleopas batuk-batuk lagi.
Kita beristirahat sebentar.
Aku tidak lelah, bisakah Aku melanjutkan perjalanan?
Baiklah, tapi jangan jauh-jauh. Hanya sampai pos itu, dan tunggu kami.
James, pergilah bersama-Nya./ Dia akan baik-baik saja.
Pergilah!
Tetap disini.
Nak!
Kemari!
Kami tak terlibat, percayalah.
Kami bukan pemberontak, kami sedang dalam perjalanan.
Lain kali takkan ada pengecualian.
Pergi!
ISTANA RAJA, YERUSALEM
Ikut denganku.
Tambatkan!
Pergi!
Ada seorang Anak yang bisa membuat mujizat.
Dan di Alexandria, Dia membangkitkan seorang anak dari kematian.
Itu rumor yang kudengar./ Rumor?
Tanyakan pada mereka, Severus. Mereka yang kami sebut sebagai "Yang ditolak".
Dengarkan mereka yang ada di jalanan, maka kau akan tahu yang terjadi.
Terdengar seperti kaum Yahudi gila.
Ada Mesias di balik setiap pohon, di bawah setiap batu./ Aku Yahudi.
Apa aku gila?
Kau pelayan Ayahku.
Sudah berapa lama kau ada di Yudea?
8 Tahun./ Kalau di Bethlehem?
Selalu./ Berarti kau paham. Kau sudah pernah melakukannya sebelumnya.
Ular beludak!
Aku tak bisa memberimu pasukan. Yahudi takkan melakukan itu lagi.
Tidak untuk seorang anak-anak. Tidak untuk...
Tidak untuk si Jurus'lamat.
Keluar! Aku muak dengan para penyihir dan peramal seperti kalian. Enyahlah!
Aku tahu apa yang mereka katakan tentang Ayahku.
Mereka takkan mengatakan hal itu tentangku.
Kau mendapat hakmu...
...kaum Rumania.
Aku melihatnya, lelaki mati itu.
Kau tertidur, itu hanya mimpi./ Terasa nyata sekali.
Kau ahli bermimpi, Keponakan. Itu warisan di keluarga-Mu.
Memang benar. Dan kita juga harus berterima kasih pada mimpi yang membawa kita kesini.
Coba pikirkan, setiap keputusan besar yang dibuat oleh keluarga ini selama 9 tahun hanya karena mimpi.
Kleopas!
Apa maksudnya?/ Kau tak perlu tanya./ Kenapa tidak?
Guru selalu menjawab semua pertanyaan-Ku.
Lagipula dia seorang Rabbi.
Paman?
Pada akhirnya kau juga harus memberitahu Dia.
Akan kuambilkan air. Yusuf!
Sembuhkan dia.
Aku tahu Kau bisa./ Tidak boleh. Mereka tak mengijinkan-Ku.
Aku tidak mengerti. Apa Kau tidak menyayanginya?
Kau sudah dengar yang mereka katakan tentang kematian Raja Herodes, bukan?
Apa kau akan mewarisi kekuasaannya?
Mereka bilang dia tersedak sampai mati karena darah anak kecil.
Kau pernah membunuh anak-anak sebelumnya./ Kau juga.
Dan harus bunuh lebih banyak lagi.
Kau tidak memberitahu anggotamu?
Beberapa petugas sudah tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.