198 baris pertama.
Tahun 1670.
Sebelum Masehi.
Spesimen pertama dari bangsa Sarmatia Iran kuno lahir.
Nenek moyang kaum bangsawan Polandia.
Berdasarkan konsensus ilmiah saat ini,
bangsa Sarmatia menetas dari telur elang raksasa Krystian,
yang bernama tengah Rafał.
Setelah bertahun-tahun hidup di alam liar, bangsa Sarmatia menemukan takdir mereka.
Mendisiplinkan petani.
Suku nomaden Sarmatia, yang pemberani dan gagah perkasa,
dengan cepat mulai menyebarkan ketakutan di antara orang Romawi dan Persia.
Sebagai tanda penghargaan atas kepahlawanan mereka,
tanah di Vistula, sebagai bagian dari proyek reprivatisasi,
diberikan kepada bangsa Sarmatia oleh Aleksander Agung sendiri.
Nuh,
bapak dari proto-Sarmatia Yafet dan proto-petani Ham,
membagi kekayaannya secara tak merata.
Untuk Yafet, Bahtera,
untuk Ham, hanya Gdynia.
Penemuan pertama kaum bangsawan Polandia adalah kawasan hunian berpagar.
Simbol superioritas sang tuan atas rakyat jelata.
Karena yang lahir sebagai rakyat jelata akan mati sebagai rakyat jelata.
OTOBIOGRAFI BANGSA SARMATIA
7 BULAN DAN 31 HARI SETELAH FESTIVAL PANEN
Hei, aku kembali!
Apa yang terjadi di sini?
- Ibu? - Aku tak tidur!
Aniela? Hai!
Kau akhirnya punya pria?
Si tukang besi itu? Yang membuatmu berdebar?
Ibu mabuk.
Mabuk? Menuduh Ibu seperti itu?
Pagi hari Ibu senggang,
jadi Ibu minum segelas untuk keberanian, bersama Anima Christi pagi.
Yah, mungkin dua.
- Ibu, apa yang terjadi di sini? - Di mana?
Itu cuma ulah Jakub. Atau Stanisław.
- Mereka di sini? - Ya. Mereka jadi musang.
Saat ini, mereka tinggal bersama kita, dan wajah mereka…
mirip sekali dengan Staś dan Kuba milik Ibu.
Di mana Ayah?
Tak tahu.
Dia tadi mencari tali.
Mirip sepertimu yang mencari kekasih.
Bagaimana? Kau menemukannya?
Maciej!
Maciej!
Maciej!
Ternyata pada abad ke-17,
mencari seseorang yang bisa berada di mana saja…
Maciej!
…tidaklah mudah.
Gagal rupanya.
Ini bukan negara bagi para pencari cinta.
Aku harus melupakannya
dan fokus pada diri sendiri.
Dan hanya diriku sendiri.
Ayah? Ayah!
Ayah, jangan!
Anielka!
Putri Ayah.
Ayah, turun dari petani itu.
Apa?
Ini Wiesiek.
Maaf, turun dari Wiesiek. Ayah, turun dari Wiesiek!
Pergilah, Anielka.
Ayah sudah mengucapkan pada dunia, "Selamat tinggal, dah, bonjour."
Tapi kenapa?
Anielka, ini akan menghancurkan hatimu, tapi kita…
Kita bukan bangsawan asli.
- Oke, Ayah pergi. - Jangan, Ayah, kumohon!
Jangan menyerah, Jan Paweł! Jangan menyerah!
Dengar, Ayah?
Jangan menyerah.
Maksudku, jangan menyerah pada usahamu!
Pobreża!
Aniela!
Ayahmu tak mau mengerti bahwa ini masalah hidup dan mati.
Jadi, masalah apa?
Semua dimulai ketika beberapa orang bodoh
membakar perpustakaan komunitas.
Bersama perpustakaan,
akta kebangsawanan komunitas kita ikut terbakar.
Selama berbulan-bulan, kita tak bisa membuktikan status kita.
Banyak dari saudara kita menderita gangguan stres pascabangsawan.
Gangguan stres pascabangsawan?
Kurangnya bukti tertulis bahwa mereka lebih baik dari orang lain
membuat mereka putus asa.
Aku menulis surat kepada Raja untuk bertindak.
Tapi semua surat balasan untuk Adamczycha ditujukan ke pemilik desa!
Anielka, kau ingat Andrzej?
Dia tetangga kita. Aku membencinya!
Dia takkan lompat!
- Dia takkan berani! - Ayah?
Ayah tahu dia bilang begitu agar Ayah lompat, 'kan?
Ayah tahu.
Para gadis bilang
kau takkan melompat!
- Serius? - Ya!
Baiklah.
Ayah, jangan!
Aku akan urus diriku sendiri, tapi biar kuurus ayahku dulu.
Yang ini untukku.
YANG MULIA ANIELA ADAMCZEWSKA
- Yang ini juga. - Semuanya untukmu?
Dari siapa?
Dari Marcin.
Ini dia.
Dari Raja untuk kepala komunitas.
Itu kita!
Saudaraku tercinta, Jan Paweł dan Andrzej.
Andrzej?
Di mana Jakub?
Aku tak ingin mendengar nama itu di rumahku!
Zofia, Jakub tinggal di Istana Kerajaan di Warsawa.
Apa yang ditulis Raja?
"Para bangsawan dari komunitas tempat akta kebangsawanan dibakar
bisa memperbarui dokumen dan mendapatkan kembali gelar mereka
dengan lulus ujian Matura Sarmatia.
Ujian bangsawan Polandia."
Itu kabar baik.
"Dewan Matura akan mengunjungi
distrik pertama komunitas, Adamczycha, pada tanggal 1 Mei."
Itu hari ini.
Sialan! Aku harus belajar keras untuk Matura!
- Zofia… - Ya?
Tuangkan minum.
Aku penasaran apakah akan ada Ksatria Teutonik lagi.
Matura ini kacau sekali, 'kan, Saudara-Saudara?
Mereka benar-benar mempersulit kita.
ATLAS KUMIS POLANDIA
Aku tak mengenalimu.
Kau termasuk keluarga mana?
Benar. Apa lambang keluargamu?
Aku punya topi bangsawan.
Benar juga.
Saudara-Saudara, mari kembali belajar.
Ayah!
Aku tahu apa yang Ayah pikirkan.
Ayah berpikir akta ini tak sah karena yang penting
adalah Ayah bukan keturunan bangsawan murni.
Tapi aku mau bilang sesuatu, Ayah.
Apa yang ada di sini?
Anielka, Ayah ini seorang humanis.
Apa yang berdetak?
Tangan.
Jantung.
Benar, jantung. Itu tebakan kedua Ayah.
Ayah, aku telah menjelajahi dunia dan mendengar detak banyak jantung.
Dari semuanya, jantung Ayah yang paling mulia.
Tak ada yang mengalahkan sifat seorang Sarmatia Polandia Ayah.
Ayah berani dan gagah. Keras dan menggelegar.
Tinggi hati dan sombong. Picik dan… Itu malah terdengar menghina.
Kapan?
Maksudku adalah tak masalah dari mana darah Ayah berasal.
Yang penting adalah darah itu dipompa oleh jantung bangsawan yang paling jujur.
Dewan itu datang hari ini.
Aku yakin pikiran kita berdua sama.
Bahwa Ayah harus ada di dalamnya?
Bukan.
Bahwa Ayah akan lulus Matura Sarmatia
dan takkan ada lagi yang mempertanyakan jati diri Ayah.
Ya ampun.
Baiklah. Ini saatnya mengurus diriku sendiri.
BELANDA, HUNGARIA, ROMANIA
Kita beruntung bisa bertemu di Amsterdam. Kenapa kau di sana, orang Lituania?
- Sobat, kau bepergian jauh! - Aku mencoba melupakan sesuatu.
Ya, seorang gadis. Aku tahu.
Tinggalkan masa lalu, Maciej. Ada masa depan cerah menanti kita.
Berapa gaji yang kujanjikan padamu di awal?
Lima puluh dukat. Mingguan.
Aku sangat murah hati! Kau akan mendapatkan…
Tuan Gabor!
- Kau akan mendapatkan… - Ya?
Seratus dukat
sebagai permulaan!
Kau akan hidup sangat baik bersamaku.
Sayang sekali aku sekarat.
Yah, kau benar.
Baiklah kalau begitu. Mari jadikan 200 dukat!
Setelah satu tahun, kau akan dapat bagi hasil.
Kau akan hidup sangat baik bersamaku.
Tapi sekarang kau akan berakhir tanpa apa-apa.
Malang sekali kau, aku sekarat.
Kosak?
Bagus sekali.
- Hai, Aniela. - Sedang apa?
Membuang sampah.
Tanggal 17 Januari. "Aniela Sayang.
Kau tak membalas 20 surat terakhir,
jadi aku cuma mengingatkan diriku dengan lembut.
Salam, Marcin."
Tanggal 20 Februari.
"Aniela Kekasihku. Aku memimpikanmu lagi.
Ini malam ke-90 berturut-turut.
Aku akan terus mengabari. Salam, Marcin."
Tanggal 8 Maret. "Kau sudah bangun?"
Dasar gila.
No comments yet. Be the first to leave one.