Memoir Seorang Guru

Memoir Seorang Guru

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Maklumat siaran

Memoir Seorang Guru 2024 MALAY WEBRip NF
Ulasan oleh tedi
Retail NF | 1:44:38

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2024-09-30
Muat Turun: 30
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Aku Sunan.

Inilah kisahku.

Kisah yang dimulai dengan sebuah...

kebencian.

Rupanya, orang memancing untuk menenangkan pikiran.

- Seolah-olah kau tak punya masalah. - Aku punya.

Setiap kali ada masalah, aku meminta saran. Tidak sepertimu.

Lihat dirimu.

Kini kau punya penyakit lain.

Katanya mereka akan membuka gips kakiku minggu depan.

Kak, berhenti mengendalikan Kama.

Kau menolak semua pria yang tertarik kepadanya.

Tak ada yang tepat bagimu.

Sekarang apa?

Kau tak tahu alasanku melakukan itu.

Itu karena kau tak beri tahu aku.

Ini. Habiskan.

Ayah, tolong dengarkan aku sekali ini.

Kama, Ayah tak mau kau berakhir seperti Ayah!

Ayah bukan aku dan aku bukan Ayah.

Kita dua orang yang berbeda.

Ayah tak setuju dengan segala ucapanmu.

Kak...

Habiskan.

Kau mengejekku?

Baiklah.

Aku akan jalan-jalan ke sana.

Di sini mulai panas.

Man.

Aku tak akan isi dan tanda tangani ini!

Pak Sunan, kau sudah lama mengajar.

Kau masih tak tahu?

Kau harus mengisi formulir kinerja empat kali setahun.

Pak, usiaku 40 tahun sekarang.

Kenapa aku harus isi formulir ini?

Nilaiku tetap sama.

Banyak hal dan instruksi tak perlu yang harus kuikuti

yang tak terkait mata pelajaran.

Apa ini?

Penjilat.

Kau bisa minta dikirim kembali ke kota.

Tak akan lama.

Lima tahun, itu lama, bukan lima hari.

Mungkin kau bisa memulihkan diri di sana.

- Jangan. Ada banyak anak burung. - Aku tak peduli.

- Kasihan mereka. - Ini idemu, Mat.

- Ayo urus anak-anaknya. - Tak akan.

Mat, bagaimana kita bisa memisahkan burung dan anaknya?

Coba bayangkan kita berada di tempatnya.

Burung dan manusia tidak sama.

- Sulit memanjat pohon ini. - Aku bisa.

Jika mau, cobalah.

Jika ayahku tanya, jangan katakan aku memanjat pohon.

Katakan kau yang memanjatnya.

Aku? Aku tak mau berbohong.

- Mat! - Mat!

Pak! Aku butuh bantuanmu untuk membawa seseorang ke rumah sakit.

Ya, Tuhan! Bertahan di situ, Mat!

- Sayang, bantu dia. - Bersabarlah.

Tolong aku, Ibu! Sakit!

Tolong aku!

Sabar!

- Bantu dia, Sayang! - Sabarlah!

Ibu, sakit!

Jangan memanjat pohon, kataku!

Manon, bokong keponakanmu robek.

Tolong aku, Ibu! Rasanya sakit!

Hati-hati!

Ya, Tuhan! Anakku.

Sakit!

Rasanya sakit!

Kama, masuk ke dalam mobil. Cepat.

Ya, Tuhan.

- Mat! - Ya, Tuhan!

Anakku, bantu dia.

Ya, Tuhan. Tolong aku, Pak.

Tolong aku, Pak.

- Ada banyak barang di sini. - Singkirkan.

Hei, mobil Pak Mat sudah datang! Ayo!

Ya, Tuhan.

- Hati-hati. - Ya, Tuhan.

Ayo! Cepat!

Ayah, sudah berapa lama Ayah tak memancing?

Sejak awal, aku bekerja untuk uang.

Karena aku tak punya pilihan lain.

Setiap hari, aku ke sekolah dan menghadapi semua yang kubenci.

Ini salahku sendiri.

Aku tak bisa menyukai pekerjaan ini.

Apa lingkungan baru ini bisa mengubah pikiranku?

Dari hanya menjadi guru biasa menjadi guru yang memberikan makna hidup?

Pak Sunan, aku merasa terhormat kau ada di sini.

Kau datang dari kota, jadi aku yakin kau punya ide baru.

Aku minta bantuanmu, buat perubahan.

Tingkatkan kinerja kita. Bisa?

Tentu, aku akan coba.

Kata orang, iblis suka berkumpul di sini.

Namun, murid di sini adalah malaikat.

Aku hanya bercanda.

Kedengarannya klise, bukan?

- Ya, benar. - Ya...

Setiap tahun, sekolah ini peringkat terendah di tingkat daerah.

Dengan demikian, kutunjuk kau sebagai guru kelas 6 Gemilang.

- Pak Guru sudah datang! - Berdiri, Semua.

Asalamualaikum dan salam sejahtera, Pak.

Asalamualaikum dan salam sejahtera, Pak.

Alaikum salam dan salam sejahtera. Duduk.

Hari apa ini?

Hari ini hari Senin.

Tanggal berapa hari ini?

Tanggal 12 April 2004.

Namaku Pak Sunan.

Jangan pernah lupa.

Mulai hari ini...

Aku guru kelas kalian.

Aku akan mengajar bahasa Melayu.

- Kalian mengerti? - Ya.

Aku mau kenal semua orang.

- Abdul Halim Bin Osman. - Aku.

- Ainur Amira Binti Tajudin. - Aku.

Alias Bin Abdul Rahim.

Di mana Alias?

Dia akan datang terlambat, Pak.

- Kenapa? - Dia tinggal jauh dari sekolah.

Ingat, jika rumah kalian jauh, kalian harus bangun pagi.

Masuk sekolah.

- Mengerti? - Ya, Pak.

Chan Chee Heong.

- Fatin Amira Binti Yahya? - Di sini, Pak.

Mihad Bin Jali?

Mihad Bin Jali juga terlambat?

Dia di luar, Pak.

Itu dia.

Apa yang kau lakukan di sini?

Seperti biasa, kemarin hujan.

- Ini jadi genangan, Abang. - Abang?

- Maksudku, Paman. - Paman?

Lihat ke sini. Aku bukan saudaramu.

Aku juga bukan pamanmu. Aku gurumu.

Lihat baik-baik.

Apa itu? Berikan kepadaku.

Berikan kepadaku.

Sekarang.

Ini adalah rezeki.

Apa ini?

Katak? Itu bukan rezeki.

Kamu kira ini kebun binatang? Ini sekolah!

- Kau mengerti? - Maaf, Paman. Maksudku, Pak Guru.

Kembali ke kelasmu.

Muhammad Desa Bin Bakar.

Dia di rumah sakit.

- Kenapa dia di rumah sakit? - Dia tersangkut di pohon.

Hei, diamlah!

Jangan tertawa! Kasihani dia.

Ya, jangan tertawakan penderitaan orang lain.

Kita harus berdoa untuk mereka.

- Kalian paham? - Ya, Pak.

Paliapan...

Hei.

Kau. Kemari.

Siapa lagi jika bukan kau? Kemari.

Lebih cepat.

- Pukul berapa kau bangun? - Aku bangun sebelum salat subuh.

Namun, hari ini, keraku kabur dari rumah kami.

Kera?

Keramu kabur dari rumah?

- Apa yang membuatmu terlambat? - Aku mencari keraku.

- Kau bisa menemukannya? - Ya.

Lebih penting keramu daripada sekolah?

Pak, aku memperlakukannya seperti saudara sendiri.

Namanya Chot. Aku sangat menyayanginya.

Kembali ke kursimu.

Kau harus membidik tempat yang tepat.

Aku tak mau ke sekolah. Aku izin sakit terlalu lama.

Kau tak mau sekolah?

Kau harus pergi, apa pun yang terjadi.

Benar. Tidak seru tanpamu.

Guru baru terlalu galak. Aku tak mau ke sekolah.

Mat, dia tak akan memarahimu tanpa alasan yang sah.

- Benar, 'kan? - Benar.

Semua guru membenciku.

Aku bahkan dihukum oleh Ustaz Kamarul yang baik hati.

Aku bisa mengerti.

Aku selalu berdoa agar kau cepat sembuh.

Terima kasih doanya, bagaimana jika aku bolos sekolah?

- Berarti kita bukan teman lagi. - Jangan seperti itu.

Kita berteman sejak kecil.

Sakit.

Ungkapan adalah...

peribahasa yang disederhanakan.

Terdiri dari dua atau tiga kata dengan arti berbeda.

Baik, siapa yang bisa menjelaskan arti ungkapan ini?

Buah tangan.

- Siapa yang tahu artinya? - Aku.

Ayo, Sakinah.

- Jenis buah. - Buah?

Otak encer.

Siapa yang mau jawab?

- Aku, Pak. - Siapa yang mau jawab?

- Pak. - Ya, Sakinah?

Korban kebakaran.

Memoir Seorang Guru subtitles in other languages

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left