151 baris pertama.
Kalian pasti sudah membuat rencana,
tapi itu sia-sia.
Jangan layani Tensen.
Kalau kau melakukannya, rencana akan gagal.
Gabimaru.
Sudah berakhir.
Berakhir? Apa yang kita lakukan jika kita benar-benar menjumpai Tensen?
Lari begitu saja?
Pada titik itu, rencananya berakhir.
Beralih ke rencana B.
Kuatkan dirimu. Kita hadapi mereka dengan segala yang kita miliki.
Begitu bertemu mereka, mereka adalah lawan yang tak dapat kau hindari.
Kita tak akan lari. Kita tak akan menyerah.
Kami akan mengalahkanmu dan meninggalkan pulau ini!
Kalau kau berniat melawan,
aku akan berterus terang, itu sia-sia.
Rencana B adalah mengerahkan kekuatan?
Tidak. Ada strateginya.
Saudari… Mari kita kembali pada Saudara dan Guru.
Alasan Saudara mengusirmu adalah cinta.
Aku sedih melihat kalian berdua berselisih.
Kalau kau masih menentang bunga ramuan eksternal,
itu sudah tak berarti lagi.
Tan yang sempurna… Ramuannya hampir selesai.
Tan ini tak mengubah manusia menjadi pohon.
Apa?
Kami sudah menemukan metode pemurniannya.
Dengan kerja sama manusia.
Penelitian tentang bunga ramuan eksternal sudah selesai.
Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk bertengkar.
Sisanya hanya menyiapkan jumlahnya.
Lebih banyak bahan yang berkualitas lebih baik.
Itu sebabnya Saudara memulai ritual…
"Ritual Menahan Diri dan Mempertahankan Kehidupan".
Kau masih belum tahu penderitaan sejati Saudara.
Tapi sekarang aku yakin kalian bisa saling memahami.
Hanya satu kali lagi, aku mau bertemu Rien dan Guru.
Mei.
Aku juga mau bertemu kalian semua.
Tapi sekarang aku mengerti.
Aku berbeda dari yang lain.
Hidup, mati, tak bisa mati, itu semua menyakitkan.
Aku datang untuk menemui semua orang.
Aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal.
Aku akan meninggalkan pulau ini.
Apa boleh buat kalau begitu. Mari kita selesaikan ini dulu.
Ritualnya sudah dimulai.
Hal yang tersisa hanya persembahan.
Yaitu, kalian semua.
Hanya ada satu cara pasti untuk menang.
Hancurkan Titik Vital lawan memakai Tao yang menaklukkan Tao lawan.
Ya, Tao yang secara elemen lebih unggul.
Jalannya pertempuran berubah bergantung pada elemen musuh.
Misalnya, Gabimaru.
Tao-mu unggul atas elemen "logam" milik Gui Fa.
Tapi kalau lawanmu Ran, yang Tao-nya "air", kau akan kesulitan.
Kalau kau menyentuh dia, Tao "api"-mu akan melemah.
Meskipun kau hancurkan Titik Vital-nya, itu tak menjadi pukulan fatal.
Dengan kata lain… kau tak punya cara untuk mengalahkan dia.
Ukuran Tao kalian terlalu jauh berbeda.
Apa rencanamu?
Aku punya ide.
Tidak disangka…
Gabimaru malah bertemu lawan alaminya…
- Sagiri. - Apa?
Pergi bersama Mei ke ruangan tempat ramuan itu berada.
Yuzuriha dan aku akan menahan mereka di sini.
Apa? Kenapa aku?
Tao Ran adalah air.
Hanya kau yang punya Tao tanah yang bisa menaklukkannya.
Gabimaru, ini bukan tempatnya. Ini bukan Istana Ren Tan.
Tidak ada ramuan!
Apa?
Cepat sekali!
Seperti yang dikatakan Saudari, ini bukan Istana Ren Tan.
Ini istanaku, Istana Douin.
Bagaimana bisa?
Tapi kami sudah mengonfirmasi lokasi Istana Ren Tan dan Tao Tan…
Tao benda mati lebih mudah dimanipulasi daripada Tao makhluk hidup.
Kau cukup mengatur bentuknya.
Membangun gedung-gedung dan patung-patung batu di pulau ini,
menggunakan fengsui untuk merenovasi, itu adalah tugasku.
Menyesuaikan jalur dan tata letak kastel
agar sesuai invasimu itu mudah.
Tao mayat itu sama saja dengan benda mati.
Aku menyamarkannya agar tampak seolah-olah Tan ada di sini.
Mei!
Lihat? Persis seperti ini.
Tolong diam sebentar, Saudari.
Ternyata kami memang harus mengakhirinya di sini!
Gabimaru!
Yuzuriha! Kita akan menggunakan strategi itu!
Luar biasa, dinamisme tubuhmu!
Tapi sayang,
sebanyak apa pun kau menyerang, Tao-mu tak dapat mendaratkan pukulan fatal.
Jadi, ini tujuanmu sebenarnya?
Kau bisa melapisi senjata dengan Tao, bukan?
Aku bisa.
Kalau begitu, bukankah serangan jarak jauh lebih baik dari pertarungan jarak dekat?
Itu lebih aman dan lebih mudah untuk mengejutkan lawan.
Tensen bisa beregenerasi, makanya mereka meremehkan pertahanan.
Kenapa? Padahal itu elemen penakluknya!
Seperti yang kuduga.
Menangkis serangannya saja terasa berat.
Apa ini juga efek elemen penakluk? Tapi lebih dari itu…
Ini berbeda dari saat bertarung dengan Zhu Jin. "Kekerasan" apa ini?
Aku merentangkan Tao-ku hingga tipis, lalu kusatukan.
Kuat dan fleksibel, seperti serat otot.
Maksudnya?
Dia mengenakan baju zirah Tao yang keras di seluruh tubuhnya.
Jika koordinasi itu adalah strategimu, itu tak berguna.
Tao tak memiliki celah atau titik buta seperti baju zirah.
Inilah keselarasan otot dan Tao.
Hakikat tubuh yang sebenarnya.
Apa semua Tensen segila ini?
Mana aku tahu?
Mari kita melepaskan diri selagi bisa.
Teknik Ninja: Batu Petir.
Gabimaru!
Dia bukan hanya tangguh.
Dia lebih terampil dalam pertempuran daripada Mu Dan.
Kalau begini terus…
Jangan khawatir.
Ini sesuai harapan.
Aku sudah mengerti sedikit. Mari kita mulai, Yuzuriha.
Ya, akhirnya. Kupikir aku akan mati.
Mulai?
Jadi, tadi itu bukan strategi mereka?
Jumlah dan elemen Tao-mu belum berubah.
Kau bahkan tak akan bisa menggaruk ototku.
Berapa kali pun kau mencoba, hasilnya akan tetap sama.
Sepertinya ini berhasil.
Kita sudah mengonfirmasi langkah pertama.
Selanjutnya langkah kedua.
SAGIRI - GABIMARU - YUZURIHA
GABIMARU
Nama orang-orang yang berada di pulau ini.
Nama diperlukan untuk ritual dan kutukan.
Kita akan pakai nama mereka untuk Ritual Menahan Diri dan Mempertahankan Kehidupan.
Haruskah kita menangkap mereka dan membuat mereka bicara?
Gabimaru… Gabimaru si Hampa.
Tamiya Gantetsusai.
Aku sudah menghafal semua nama dalam daftar,
termasuk para algojo.
Tapi aku tak tahu siapa yang masih hidup.
Adikku ada di antara mereka.
Kita pernah bertarung.
Tidak ada gunanya menyembunyikannya sekarang.
Aku punya satu syarat untuk bekerja sama.
Keselamatan adikku.
Aku akan berpihak pada kalian jika kalian bisa menjaminnya.
No comments yet. Be the first to leave one.