Musim 1

Maklumat siaran

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐——๐—ฅ๐—˜๐—”๐—  ๐—ง๐—ข ๐—ฌ๐—ข๐—จ ๐—ฆ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐—˜๐Ÿญ๐Ÿฎ ๐—ฉ๐—œ๐—จ ๐—ช๐—˜๐—•
Ulasan oleh Coffee_Prison
๐‘๐„๐“๐€๐ˆ๐‹ ๐•๐ˆ๐” >> ๐ŸŽ๐Ÿ:๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ“๐Ÿ

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2026-08-19
Muat Turun: 1
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

"Dream to You."

Jangan pergi, Yi Jae.

Ya?

Su Bin.

Aku mencintaimu,

tapi mimpiku bukan dirimu.

"Episode Terakhir."

"Pemutaran Khusus Gyeongseong Love Song."

Meski kamu pergi,

aku tidak akan merelakan kita.

Kamu tahu maksudku, bukan?

Sepertinya kamu yang tidak tahu.

Kepergianku

berarti aku melepaskan kita.

Hanya dua tahun.

- Kenapa kita harus putus? - Jika aku terus memegang tanganmu,

aku akan ingin bergantung padamu, lalu tidak akan ada yang berubah.

Lihat.

Bahkan sekarang kamu mengambil kursi dari tanganku.

- Lantas kenapa? - Su Bin, kamu tidak mengerti?

Jika aku ada di sisimu, kamu juga hanya akan melihatku.

Apa kamu akan hidup seperti ini selamanya?

Hanya dengan melihatku?

Bukan seperti ini gambaran kita yang kubayangkan.

Ini demi kebaikanku,

tapi kamu juga tidak bisa terus hidup seperti ini.

Kenapa kamu terus mengatakan aku tidak bisa terus seperti ini?

Kamu mengatakan kamu menyukaiku.

- Kamu mengatakan kamu mencintaiku. - Aku tidak akan mencintaimu lagi.

Kenapa kamu membuatku mengatakan hal seperti ini?

Maaf. Aku akan pergi.

"Pemutaran Khusus Gyeongseong Love Song."

"Residensi Sinema Internasional Kota Bunam 2026."

"Tujuan, Montreal."

"Aku mendaftar Residensi Sinema Internasional Kota Bunam."

"Nama Pemohon, Joo Yi Jae."

Jangan-jangan kamu sengaja tidak mengajakku

karena khawatir kakiku sakit, bukan?

Astaga, aku hanya bilang dia lulusan universitas yang tidak terkenal.

Aku tidak mengatakan sesuatu yang salah!

Bukan, tidak ada yang berkomentar. Tidakkah itu sangat aneh?

Siapa aku, bagaimana,

dan kenapa aku menjadi sutradara di sini.

Tidak ada yang bertanya!

Bantu aku, Woo Su Bin.

Agar aku bisa berlari lagi.

"Pemutaran Khusus Gyeongseong Love Song."

Ya, Pengarah Musik.

Ini mengenai adegan gitar untuk adegan reuni.

Aku sudah mencoba sebaik mungkin untuk menghilangkan deraunya,

tapi suara latarnya tidak bisa hilang sepenuhnya.

Itu tugasku.

Kamu cukup kirimkan videonya saja, Sutradara.

Kalau begitu, akan segera kukirimkan.

Lalu aku punya ide saat mengerjakannya.

Karena suaranya tidak akan bisa jernih,

- bagaimana jika gunakan gramofon? - Gramofon?

Ya.

Maka masalah kualitas suaranya akan tertutupi secara alami.

Nuansa zamannya juga akan lebih terasa.

Kalau begitu, diskusikan dengan Sutradara Woo, lalu hubungi aku.

Ya, Sutradara. Benar juga.

Omong-omong,

apa ada masalah dengan Sutradara Woo?

Aku tidak tahu.

- Kenapa? - Entah kenapa dia tampak...

Sudahlah. Nanti kuhubungi lagi.

Terima kasih, Sutradara.

Baik.

"Pemutaran Khusus Gyeongseong Love Song."

Baik. Baiklah!

Coba kulihat.

Tunggu.

Astaga!

Kamu mengejutkanku, Sutradara!

Astaga, kamu mengejutkanku.

Hei, aku memikirkan sesuatu.

Apa kamu sedang mengigau?

Sungguh, kenapa kamu tidur di sini lagi?

Cepatlah pulang!

Dengar. Tentang adegan gitar yang akan kita pakai itu.

Kalau kita tidak bisa mendapatkan versi jernihnya,

bagaimana kalau kita pakai suara gramofon saja?

Seolah-olah terdengar dari jalanan.

Kamu sudah bicara dengan Sutradara Joo?

Apa?

Karena kamu mengatakan hal yang sama dengan Sutradara Joo.

Sebenarnya, aku datang ke sini untuk mengerjakannya juga.

- Begitu rupanya. - Omong-omong,

sebenarnya Sim Shin?

Di mana kamu menemukan permata tersembunyi itu?

Kenapa kamu bicara begitu dekat?

Dia adalah

ayah dari Sim Yu Geon.

Luar biasa! Benarkah?

Pantas saja permainannya tidak biasa.

Meski tekniknya tidak hebat,

permainannya sangat menyentuh hati.

Sebentar. Aku senang sekali!

Akhirnya inspirasiku datang.

Benar!

- Aku harus bekerja. Bisa pergi? - Ya, silakan.

Ayo kita kerjakan dengan semangat.

Kalau kamu terus di sini, seharusnya kamu ikut membayar sewa.

Kalau tidak kuawasi, kamu selalu melewatkan tenggatnya.

- Cepat nyalakan komputermu. - Baiklah, ini.

Saat Mu Gyeom dikejar polisi.

- Hei! - Apa ini Afrika?

Ini era Gyeongseong.

Astaga, kamu sungguh tidak mengerti musik.

"Residensi Sinema Internasional Kota Bunam 2026."

"Hasil Penilaian Akhir."

"Sutradara Joo Yi Jae dinyatakan lulus."

"Sertifikat penyutradaraan"

"'Dream', ditulis oleh Woo Su Bin."

Woo Su Bin.

"'Dream'."

Bolehkah aku masuk?

Ya, masuklah.

Maaf. Seharusnya aku tidak mengatakan itu.

Sepertinya kamu lulus.

Kamu datang untuk memberitahukan itu?

Ya.

Yi Jae.

Kenapa wajahmu begitu?

Maaf.

Lihat aku.

Aku yang salah.

Aku datang kemari hanya karena menyukaimu,

tapi kini, dengan alasan yang sama, aku menyuruhmu tetap di sini.

Aku merasa sangat malu.

Janjiku untuk mengembalikan mimpimu.

Aku melupakannya sejenak.

Aku minta maaf.

Tidak. Aku sudah mendapatkan kembali mimpiku.

Mimpiku yang kudapatkan kembali berkat kamu.

Aku akan menjadi

lebih besar dan hebat selama dua tahun ke depan.

Kamu pasti akan melakukannya.

Aku tahu dengan melihatmu bersinar seperti ini sekarang.

Selamat tinggal, Sutradara Joo Yi Jae.

Di mana pun dan apa pun yang kamu lakukan,

aku akan mendukungmu.

Terima kasih.

Jaga dirimu baik-baik.

"'Dream', ditulis oleh Woo Su Bin."

"Gyeongseong Love Song."

Akhirnya aku menyelesaikannya!

Berhenti!

- Baiklah! - Baiklah!

"Sutradara Woo Su Bin, Sutradara Joo Yi Jae."

Joo Yi Jae.

Ini.

Bawalah.

Alih-alih menahanmu,

kuharap ini memberimu

kekuatan untuk terus bertahan.

Seperti Gyeongseong Love Song bagi diriku.

Kamu sudah memberi tahu ayahmu

bahwa permainannya akan ada dalam film kita?

Ya. Ayahku senang sekali.

Dia menonton video

yang kamu rekam untuknya tiap hari di kamar rumah sakitnya.

Syukurlah dia menyukainya.

"Boga Bahari Simsim."

Yi Jae.

Kamu tahu aku penggemar nomor satumu, bukan?

Aku tahu.

Saat aku benar-benar sendirian di Seoul,

aku tidak akan sanggup bertahan tanpa kamu.

Berpura-pura tidak bisa menghabiskannya sendirian,

kamu akan membawakanku ayam goreng.

Bahkan saat tidak ada urusan, kamu akan meneleponku kapan saja.

Aku tahu semua itu adalah bentuk dukunganmu.

Jadi,

jika nanti kamu merasa kesepian dan kesulitan di sana,

kamu harus memberitahuku.

Hei, aku Joo Yi Jae.

Benar. Itulah sebabnya aku mengatakan itu.

Kamu tidak suka menunjukkan kelemahan,

jadi, jangan menahannya dan menanggungnya sendirian.

Apa-apaan ini? Menggelikan sekali.

Makan saja semurmu.

Hei, Joo Yeong Jae!

Kenapa?

Kamu mengelola restoran? Berhenti saja!

- Astaga! - Ada apa denganmu? Ada apa?

Kamu sudah mencoba ini?

Kamu menyajikannya setelah mencobanya?

Ini!

Astaga, pakar kuliner kita sudah datang.

Astaga! Air!

Hei, air!

Aku akan menambahkan air.

Maafkan aku.

Maaf.

Kamu mengatakan kamu akan di sana selama dua tahun,

jadi, kenapa hanya membawa baju musim dingin?

Setelah kucari di internet,

katanya Montreal juga punya empat musim yang berbeda.

Dream to You subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Dream to You

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left