147 baris pertama.
Terima kasih.
Baiklah.
Tidak. Aku traktir.
Sampai jumpa.
Aku tak percaya semua sudah berakhir.
Aku akan mengajak Evan menonton pertandingan Red Sox.
Boleh titip ini?
- Sampai nanti. - Sampai nanti.
BALAI KOTA WIDOW'S BAY
Menurutmu ini kanker kulit?
Ya.
RED SOX LAWAN PHILLIES
Tom?
Telepon tak berhenti berdering.
Mitch telepon.
Ray Mellor telepon. Kurt Warburton telepon.
Mereka mencarimu selama dua hari.
Ruth,
jangan cemas. Semua baik-baik saja.
Baiklah.
Evan?
Ayah bawa roti lapis!
Dan sepertinya kau dapat surat!
Selamat datang, Tom.
Hei. Kau masih tidur tadi pagi. Ayah…
Kau membongkar basemen?
Tidak, aku membongkar lemari Ayah. Ada apa di basemen?
Ini Kedai Driftwood. Tinggalkan pesan.
Halo. Namaku Patricia.
Tadi aku memesan ayam parmesan, sepotong pai krim kelapa,
dan aku menerima burger kalkun tanpa roti, dan satu sosis.
Aku tak mau pengembalian dana.
Aku cuma mau orang yang melakukan ini tahu.
Dan aku tak mau orang yang melakukan ini dapat masalah,
Aku hanya… kau tahu, aku hanya mau mereka dapat pelajaran.
Aku tak…
- Lebih baik lagi… - Kotak pesan penuh
dan tak bisa menerima pesan saat ini. Selamat tinggal.
Bagus.
Aku mau tahu cerita di balik foto mengharukan ini.
- Maksudku, apa-apaan ini? - Baiklah.
Kenapa Ayah bilang Ibu meninggal saat melahirkan?
Karena itu benar.
Dia berubah sejak kau lahir.
Baiklah.
Apa maksudnya?
Dia mengalami strok akibat preeklamsia.
Setelah itu, dia tidak sehat.
Tidak sehat bagaimana?
Itu berdampak pada otaknya.
Pada pikirannya.
Dan itu memengaruhi perilakunya.
Tidak aman berada di dekatnya.
Jadi, Ayah…
Ayah memasukkannya ke Panti.
Apa itu "Panti"?
Rumah yang sangat bagus di pulau ini,
untuk orang-orang dengan gangguan mental.
Seperti intitusi kejiwaan?
- Seperti rumah sakit jiwa? - Tidak.
Ya.
Dia wafat dua tahun kemudian karena aneurisme otak.
Dia sangat menyayangimu.
Ya, aku baca suratnya.
Boleh kubacakan?
"Evan Sayang,
Ibu butuh tangan kecilmu untuk mengambil kunci,
dan jari-jari kecilmu di dalam hidung Ibu
untuk menarik kalajengking dari otak Ibu.
Hati-hati sengatnya.
Salam sayang, ibumu."
Bagus.
Bagus sekali.
Satu lagi?
"Evan Sayang…"
Astaga. Kau…
- Astaga. Kau mengejutkanku. - Maafkan aku. Maaf.
Astaga…
Bisa kita bicara?
Ya. Tentu, ya.
- Ada apa, Wyck? - Ya. Baiklah.
Yah…
ada sesuatu yang sudah lama kusimpan di dompetku,
dan…
kurasa sudah waktunya kuceritakan.
- Ingat… Ya. - Ya, aku ingat.
Hei, Sayang.
Hei, Wyck. Hei.
Wah, lihat itu.
Sayang, itu pacarmu semasa SMA, Wyck.
- Ya. - Dasar tua-tua keladi.
Ya.
Yah, sebaiknya aku pergi.
Banyak foto yang harus kubagikan hari ini.
Baik.
Yah…
Ya.
Awas kaca. Mungkin belum kusapu semua.
Apa yang terjadi di sini?
TOPENG PEMBUNUH
Mungkin wisawatan anak-anak yang dengar cerita Boogeyman.
Menurutku… buang.
Aku ucapkan selamat tinggal. Menjijikkan.
Baiklah.
Ya.
Baiklah. Jadi, aku mungkin perlu ini…
Ya.
Buka pintu!
Buka pintu.
Buka pintu.
Aku…
Tidak! Astaga.
Astaga.
Patricia!
Patricia!
Tolong! Wyck!
Astaga. Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tol…
Hei!
Tolong! Ini Patricia!
Hei! Tolong!
"Sepanjang musim semi dia memakai liontin separuh hati, dan Samuel separuhnya lagi."
- Apa? - Ingat itu?
- Liontin kecil itu? - Itu bagian favoritmu?
- Terserah. Aku tahu… - Manisnya.
- …aku tampak dingin, tapi aku punya hati. - Itu konyol.
Astaga!
- Patricia? - Apa-apaan?
Kenapa dia di sini?
Aku tahu aku tak mengundangnya.
- Aku hanya… - Apa…
Patricia, bisa kubantu?
- Kau sedang apa? - Ada apa?
Serius?
- Permisi. Apa yang kau lakukan? - Tidak. Diam.
- Patricia… - Diamlah!
- Ya ampun. Patricia. - Apa yang sedang terjadi?
- Aku… - Patricia?
Hubungi polisi! Dia kembali!
- Siapa yang kembali? - Kalian tahu.
Boogeyman! Hubungi polisi!
- Apa? Baiklah… - Hubungi polisi.
…kau pasti bercanda. Kau masih melakukan ini?
- Saluran telepon mati. - Astaga.
- Apa? - Itu aneh.
No comments yet. Be the first to leave one.