200 baris pertama.
- Adaptasi dari Retail oleh - * H@w-to-kiLL *
BERDASARKAN KISAH NYATA
Sial.
Aku bertaruh 100 dolar aku bisa mengecoh mereka.
- Kau berutang 100 dolar. - Apa?
Diammu adalah taruhanmu. Kau tahu, 'kan?
Sial.
Keluar dari mobil.
- Tunjukkan tanganmu. - Tanganku di sini.
Menjauhlah...
Dengarkan aku...
- Berhenti melawan. - Tak ada yang melawan.
Keluar dari mobil. Angkat tangan dan keluar.
Dia tak bisa.
Buka matamu? Lihat tandanya.
Kau pikir kenapa dia terus duduk manis?
Ada kursi roda, Sersan.
Kerja bagus, Columbo. Pintar.
Dia lumpuh seluruh badan.
Kami mau ke rumah sakit.
Pria itu mengalami kejang.
Astaga.
Tapi kalian santai saja.
Dia mungkin punya beberapa menit sebelum rigoletto terjadi.
Rigor mortis.
Rigoletto.
Tubuhnya sudah lumpuh, jadi, itu istilah khusus.
- Kalian akan diam saja? - Periksa dia.
Kita punya masalah.
Ada masalah lebih besar jika tak bawa dia ke rumah sakit.
- Panggil ambulans. - Ambulans lebih cepat dari mobil ini?
Astaga, kau benar-benar menipu mereka, ya?
"Rigoletto"?
Kami sudah menghubungi.
Mereka sudah menyiapkan brankar.
- Baik. - Semua akan baik-baik saja.
Terima kasih.
Sekarang bagaimana?
ENAM BULAN SEBELUMNYA...
Sebelah sana.
Semua ini membuang waktu.
Apa yang harus kulakukan?
Kau tak bisa bernapas.
Yvonne, kubilang jangan ada langkah luar biasa.
Berulang kali.
PAMELA DAVIS PETUGAS BEBAS BERSYARAT
Di mana tanda tangannya?
Aku sudah cari. Percayalah.
Aku tak digaji untuk memercayaimu. Mau kembali ke penjara?
Tempatku bukan di penjara.
Kau harus buktikan kau cari pekerjaan.
Aku memang mencari.
Hanya saja pekerjaan yang komputer terus pilih untukku, itu bukan untukku.
Komputer tak kenal aku.
Kau tak kenal aku.
Aku kenal kau, Tn. Scott.
Kau butuh tiga tanda tangan besok atau kau bisa katakan ke hakim.
Apa arti layanan pelanggan yang baik bagimu?
Melakukan yang benar. Entahlah.
Ceritakan saat kau bekerja keras memecahkan masalah.
Pagi ini. Saat bangun.
Kau ingin bekerja di sini?
Aku hanya butuh tanda tangan.
Jangan menyerah.
- Seperti ini? - Ya, seharusnya itu cukup.
Kenapa juru masakku dan suaminya melakukan ini?
Karena kau memecat David.
Tapi kita punya resume bagus untuk Pembantu Hidup,
kita akan temukan orang untukmu.
Orang yang kau suka.
PEKERJA KONSTRUKSI
PETUGAS KEBERSIHAN
Aku ada wawancara dengan Tn. LaCasse.
Sama.
Lift pertama. Aku akan kirim naik.
Tunggu. Lift ini naik?
Kau melamar jadi petugas kebersihan?
Pembantu Hidup.
- Hidup apa? - Pembantu.
Itu sebutannya masa kini?
Orang kulit putih punya nama untuk semuanya.
Griya tawang?
Apa ini apartemen?
Kau memintaku geser?
Aku tak meminta.
Geser saja.
Bukankah pekerjaan ini untuk seluruh gedung?
Tidak, hanya untuk dia. Tn. LaCasse.
Kau harus pakai baju terbaik hanya untuk membersihkan?
Jadi, apa yang kau ingin katakan?
Saya anggap hubungan saya dengan klien sangat pribadi.
Serius, maksud saya...
Secara profesional juga.
Tentu saja.
Saya tak dengar "disabilitas."
Saya dengar "kemampuan ini."
Izinkan saya jadi tangan, lengan, dan kaki Anda.
Izinkan ruang tempat Anda memulai dan saya berakhir
menjadi tak terbatas dan amat kecil.
Aku suka itu.
Baiklah.
Buku Anda mengubah saya.
Jadi, saya pikir meski jika saya tak dapat pekerjaan,
saya bisa dapat tanda tangan.
Bagaimana cara dapat tanda tangan?
PETUALANGAN HUCKLEBERRY FINN MARK TWAIN
Ini pemikiran menarik, kursi adalah perumpamaan dari energi.
Menurut saya, bukan apa yang direnggut dari Anda,
tapi yang diberikan kepada Anda.
Saya bersama klien sebelumnya selama 18 tahun.
Tak bisa singkirkan saya.
Saya punya anak, jadi, mencuci? Beres.
Menyuapi? Beres.
Tumpahan dan kecelakaan? Beres.
Jurusan saya Sosiologi.
Aku harus jemput anakku.
Jika ada yang tak beres, tak bisa dilihat begitu saja.
Ceritakan lagi tentang... Sebelum...
Permisi. Sedang apa kau?
Tenang. Ini bukan perampokan.
Meski kau sudah merampok waktuku selama sejam di luar sana.
Aku harus jemput anakku.
Tunggu giliranmu.
Aku hanya perlu tanda tangan. Hanya butuh waktu sebentar.
Kau mengantarkan sesuatu?
Ya. Dokumen lamaran kerja.
Aku hanya perlu dapat tanda tangan dari manajer atau pemilik.
Apa itu kau?
Bukan kau. Apa itu kau, Bos?
Ya.
Bagus. Tolong tanda tangani ini.
Bagaimana caranya?
Aku tak tahu. Pelan-pelan?
Tanganmu tak berfungsi?
- Tidak. - Sial.
Kalau kau?
Kenapa kau butuh tanda tangan?
Bukan aku. PO-ku yang butuh.
Sebenarnya, kau harus tuliskan nomormu di sini,
seandainya dia ingin menelepon.
Dengan begitu, kelihatannya aku melakukan yang kukatakan.
Jika dia tanya, katakan saja kandidat yang sangat tampan datang,
tapi kalian tak mencari supermodel.
Maaf, siapa yang menelepon?
- PO-ku. - PO?
Petugas bebas bersyarat.
Ekspresi apa itu?
Jangan menghakimiku. Aku tak menghakimimu.
Bisa kau tinggalkan kami sebentar?
Terima kasih.
- Aku harus jemput anakku. - Silakan duduk.
Tak usah.
Jadi, kau butuh tanda tangan. Tak butuh kerja?
Aku butuh keduanya.
Kalau begitu, silakan duduk.
Apa kau pernah melakukan pekerjaan seperti ini?
Aku lakukan semua pekerjaan memungkinkan dengan catatan kriminal.
Apa kejahatanmu?
Kau tak boleh tanyakan itu saat wawancara.
- Kata siapa? - Kata Konstitusi.
Setelah kau menanyakannya,
kau harus menawariku pekerjaan.
Baiklah.
Baiklah?
Baiklah. Aku menawarimu pekerjaan.
Apa?
Philip, apa yang kau lakukan?
Aku menawarinya pekerjaan. Jadi?
Aku tak ingin jadi petugas kebersihanmu.
Petugas kebersihan? Bukan. Kami mencari Pembantu Hidup.
Apa? Apa itu?
Dia bahkan tak tahu melamar untuk apa.
Aku butuh bantuan.
Tanganku tak berfungsi, seperti yang kau sadari.
Begitu juga kakiku.
Aku hanya bisa gerakkan leher.
Kau bisa gerakan mulutmu.
Begitu juga kau.
Jadi, apa maksudnya? Aku harus membopongmu?
Kau harus memindahkanku ke kursi roda, ranjang, mobil.
Akan ada perjalanan, jika itu menarik bagimu.
Tidak.
Aku sudah cukup bepergian. Butuh sejam untuk ke sini.
Baiklah.
Dengar, menurutku rumahmu luar biasa, tapi aku tak mau jadi pembantu siapa pun.
Jadi, tanda tangani saja dokumenku dan aku akan pikirkan penawaranmu.
Kami tak bisa tanda tangan dokumen menyatakan kau cari pekerjaan
jika kau akan menolak pekerjaan yang kutawarkan.
Aku tahu kau tak bisa, bagaimana dengan kekasihmu?
Kekasihku?
Yvonne bukan kekasihku.
Bukan.
- Apakah kau kekasihku? - Bukan.
Dengarkan.
Bagaimana jika kau pikirkan?
Kembali besok pagi, siap untuk bekerja,
atau kami tanda tangani itu.
Aku tak antar keluar.
Ya. Jangan berdiri.
Philip, kenapa kau melakukan ini?
No comments yet. Be the first to leave one.