188 baris pertama.
SEBELUMNYA DI PACHINKO
Dulu,
ibunya ayahmu memberikan ibu ini.
Aku punya…
ini.
Ini dari ayah anak ini?
Kau mengandung anakku.
Apa pun yang kulakukan, selalu sama.
Ini anakku.
Mereka selalu merundungku.
Milikku.
Hei, jangan cengeng!
Kakak ipar,
Itu memalukan.
Tapi air mataku langsung keluar.
maukah kau menamai bayi ini?
Lain kali, mereka yang menangis.
Ayo kita namai dia Noa.
Kau selalu mengatakan itu, tapi kita tak pernah menang.
Dia yang membuka dunia baru…
Lihat aku.
Karena kau selalu menyerah!
Sudah kubilang, begini…
Kau tak akan pernah menjadi mereka
walau pakai baju bagus dan punya gelar terhormat.
Noa!
Jangan tertipu.
Dah! Aku ada pesta hari ini.
Aku mengenalmu. Kau Mamoru Yoshii.
Jangan lupa bawakan aku kue beras bibimu!
- Ayah! -
Aku juga tahu tentangmu. Pemuda yang menggagalkan kesepakatan.
Minggir! Kau bau bawang.
Aku tak malu dengan kakekku.
Namun…
Aku tak seperti dia.
Noa, jangan begitu.
Kita tak perlu mengikuti jejak keluarga kita.
Perayaan hari ini bukan hanya tentang adikmu.
Tak perlu begitu lagi.
Kau harus mengerti,
belum lama ini, banyak anak meninggal sebelum ulang tahun pertama mereka.
Perayaan ini untuk kita semua.
Aku tidak tahu.
Rasanya selalu tentang dia.
Noa,
kau sudah jadi kakak sekarang.
Adikmu akan mengandalkanmu dalam banyak hal.
Tapi Ayah bersumpah menggelar pesta ulang tahun pertamaku juga?
Mana mungkin ayah berbohong. Hmm?
Dulu hidup kita lebih susah,
tapi kau tak pernah kekurangan.
Berterima kasihlah kepada ibumu.
Dan Ayah benar-benar yakin aku memilih benang merah?
Itu membuat kami sangat bahagia.
Tapi itu bukan masa depan yang menarik untukku, 'kan?
Kenapa aku tak memilih busur dan panah saja, ya?
Noa,
percayalah, umur panjang bukan hal yang konyol.
Sebaiknya Mozasu memilih koin.
Dia rakus sekali, jadi, dia harus jadi orang kaya.
Kenapa Ayah terus tertawa? Aku serius.
Ayah harus mendoakan itu.
- -
Terima kasih sudah datang merayakan ulang tahun pertama putra kami.
Ah, seperti yang kalian lihat, dia makin subur.
Tuhan sungguh memberkati kami.
Tradisi doljabi ini
bukan hanya mengikat kami dengan kalian, tapi dengan para leluhur…
Sudahlah.
- Simpan saja untuk khotbahmu. -
Kakakku sudah tak sabar melihat peruntungan putraku.
Mana bisa kubantah.
Waktunya Mozasu memilih takdirnya.
Boleh aku yang pilih untuknya?
Mozasu, ayo pilih!
BERDASARKAN BUKU KARANGAN MIN JIN LEE
Jadi,
sudah dekat.
Ajalnya.
Aku ingin kau siap.
Apa dia… …sangat kesakitan?
Dia tak mau memberi tahu kami.
Ya.
Sakitnya luar biasa.
Kami bisa memberinya morfin.
Tapi aku harus bilang,
dengan dosis yang dibutuhkan untuk menahan rasa sakitnya,
raganya akan tetap bersama kita,
tapi dia mungkin tak lagi sadar.
Tidak. Aku tak mau dia seperti itu.
Tapi, Etsuko, yang terbaik untuk Hana…
Jangan ikut campur!
Pelan-pelan!
Nanti kalian saling terinjak
dan kami terpaksa mengangkat kalian.
Di sini ramai sekarang.
Ibu!
Ibu!
Ada apa? Apa kau terluka?
Aku menunggu hampir sejam.
Kenapa Ayah tak datang?
Apa maksudmu?
Ayahmu tak menjemputmu dari sekolah?
Ibu, lihat.
Terjadi sesuatu.
Permisi.
Kau sudah cek ke sana?
Katanya, dia pengkhianat.
Bu Baek!
Di mana suamiku?
Dia ditangkap.
Ditangkap?
Kenapa?
Mereka tak mau bilang.
Tapi kejahatannya sangat berat.
Di mana dia sekarang?
Mereka menginterogasinya di kantor polisi setempat.
Mereka pasti salah orang.
- Aku harus menemuinya. -
Nak, dengar.
Mereka datang ke sini khusus untuk mencari Isak.
Kau paham artinya itu?
Artinya seseorang melaporkannya.
Kau harus berhati-hati
dan harus berdoa.
Noa,
cari pamanmu. Bawa dia ke kantor polisi.
Bisa kau lakukan itu?
Pergilah.
NIKO NIKO OSAKA JEPANG
Noa, kenapa kau di sini?
- Paman harus ikut! Ayah ditangkap. - Ditangkap?
- Dia ditangkap? - Dia dibawa ke kantor polisi.
Ibu di sana sekarang.
Paman beri tahu bos dulu.
Tunggu di sini.
Waktu kita sejam.
Ayo kita bebaskan ayahmu.
Ini tak masuk akal.
Kenapa bisa begini?
Kau mewujudkan kesepakatan itu.
Kenapa mereka memecatmu?
Dia berubah pikiran di saat terakhir.
Kenapa?
Aku yang menyuruhnya.
Kenapa kau suruh?
Itu keinginanku.
Ayah tak paham, tapi sudahlah.
Kembalilah ke Amerika, paham?
Aku tak bisa kembali.
Aku kehilangan visaku.
Lalu kita harus apa?
Bukan Amerika solusinya. Itu hanya khayalan.
Apa maksudmu?
Ayah, tak akan ada yang mempekerjakanku sekarang.
Yang mau bekerja denganku
hanyalah Pak Yoshii.
Dia menemuiku tempo hari.
Dia sudah tahu ceritanya.
Ayah tak peduli dia menawarkan apa.
Jangan berurusan dengannya!
Dia ingin membuka tempat pachinko…
Pachinko? Kau?
Ayah dan Nenek selalu berkata tak perlu malu soal…
Bagi ayah begitu, tapi kau?
Ayah tahu omong kosong yang dikatakan si Yoshii.
Dia berkata semuanya legal,
ya, 'kan?
Kau tahu kenapa ayah tahu?
Karena kakeknya pernah mengatakan hal yang sama pada ayah.
Sama sepertimu, ayah menginginkan banyak dan cepat.
Tapi berkat ibumu dan nenekmu, ayah selamat.
Jika bukan karena mereka, entah apa yang bakal terjadi.
Itu masa lalu.
Mamoru Yoshii tak ada kaitannya…
Wataknya sama!
Watak sang kakek diwariskan ke cucunya.
Ngawur.
Ayah tak akan mengizinkannya!
Bahkan semua orang kaya di dunia…
Seolah-olah uang dan kesuksesan tak penting bagi Ayah.
Bukan itu maksud ayah.
Aku mengerti,
tapi mimpi Ayah,
tidak cukup bagiku.
Noa, apa kata mereka?
Ayah sedang diinterogasi oleh "polisi yang lebih tinggi" atau apa.
No comments yet. Be the first to leave one.