Harta Tahta Raisa

Harta Tahta Raisa

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Maklumat siaran

Harta Tahta Raisa 2024 INDONESIAN WEBRip NF
Ulasan oleh tedi
Retail NF | 1:50:24

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2024-10-04
Muat Turun: 52
Masalah Pendengaran: Yes

Pratonton sari kata Indonesian

190 baris pertama.

- - Oke, Semuanya!

Sebelum kita nonton bareng,

kita nyanyi bareng dulu, oke?

Kalian siap?

Assalamualaikum, Semua.

Apa yang kau rasakan?

Apa, ya? Kok kayak merasa hampa gitu, lho.

Tapi aku sudah terbiasa kalau...

Aku sudah tahu antisipasi turunnya minat pasti...

Kayak...

Aku malah pas sampai, tidak berani buka sosmed. Tak berani juga.

Pesan banyak sekali tak ada yang berani kubuka.

Aku cuma lihat pesan ada 99,

terus aku gulir.

Tadi pagi kepalaku pusing banget, kayak...

Bangun pagi, yang kucari Panadol merah.

Aku pas bangun...

Pas berdiri, badanku sakit banget, kakiku sakit banget.

Kayak asam urat atau bagaimana.

Semalam hujan gede banget.

- Iya. - Parah, sih.

Aku pas menyetir, kayak,

"Gila, berkah banget kita."

Tapi aku berdoa banget tak hujan, aku bukan...

Bukan bilang doaku didengar, ya.

Semua orang pasti berdoa

- tak hujan, tapi... - Kau tahu, 'kan,

kita tak pakai pawang?

- Kita tak pakai pawang? - Tidak.

Aku dan Chery ingin berhemat.

Di tempat lain pakai pawang, masa aku kehujanan? Di seberang ada,

- pawangnya membantu. - Konsepnya itu?

- Konsepnya aku berhemat. - Pawangnya nebeng.

Soalnya, menurutku, kayak...

Ya sudahlah, serahkan saja.

- Asli. - Gila kalau begitu.

Tapi teknis aman?

- Di panggung? - Wah...

- Kacau? - Pas aku... Tidak kacau.

Tapi pas aku turun setelah "Usai di Sini", aku turun lewat terowongan samping,

in-ear -ku mati total.

Makanya aku naik ke panggung.

Aku sebenarnya tak ada rencana naik ke panggung tengah.

Harusnya aku berputar-putar di situ saja.

Aku naik ke atas panggung karena in-ear mati total. Mulai ke panggung lagi.

Aku kayak tak tahu caranya nyanyi "Apalah"...

Tapi pas kau nyanyi "Apalah", kau dengar?

Aku sudah naik, sudah ke panggung B pas "Apalah",

jadi makanya aku buru-buru, biar pas itu sudah di atas.

Pokoknya selama aku di bawah,

"Usai di Sini" aku sudah di bawah.

Itu nol.

Minumanku keren, seperti juri.

Ada tiga.

- Kau dinilai. - Siapa yang masuk?

- - Ini supnya.

- Terima kasih, Mas. - Bagus untuk imunitas.

- Silakan. - Terima kasih, Mas.

Ini dia yang kita cari-cari.

Itu mau disajikan sama Mas-nya.

- Boleh. - Mas-nya sudah bawa pedang.

Ya, tunggu sebentar.

Wow.

Aku, Mas.

- Enak banget supnya, Mas. - Terima kasih.

Ya.

Wow.

Lucu, ya? Kita habis kasih atraksi untuk orang,

dan masih takjub sama atraksi orang juga.

- Wow. - Wow. Mas, saya kaget.

Wah!

- Wah, terima kasih. -

Terima kasih, Mas.

Sungguh sebuah atraksi!

Saya tak melihat anak itu bakat atau tidak,

karena semua anak kecil senang menyanyi pada dasarnya.

Dulu itu VHS...

Itu video-video Disney.

'Kan itu banyak lagu. Sudah biasa kupingnya diperdengarkan itu.

Cuma memang kelebihan Yaya itu tahu ketukan.

Itu 'kan sesuatu, cuma saya anggapnya biasa saja.

Terus suaranya tidak fals.

Itu saja, sih.

- Dari kecil tak fals... - Dari kecil tak fals kalau nyanyi.

- Dua puluh empat jam. - Jadi, bukan tenda.

- - Sudah pada tahu juga.

Zalina senang banget, ya. Gimnastiknya, ya.

- Semangat banget. - Lucu banget.

Gurunya juga yang senang anak-anak,

jadi diladeni banget.

Dari kecil, Yaya itu cukup tomboi.

Bahkan aku ingat Yaya pernah jatuh dari sepeda,

masuk ke got.

Sampai ini berdarah parah banget.

Saya langsung panggil Ibu.

Bahkan aku ingat, Yaya pernah hilang di Australia.

Tahun 1995 atau 1996.

- - Yaya pemberani.

Jadi, saat hilang, dia teriak-teriak, "Ibu, Ayah, Kakak",

sampai akhirnya ada orang indonesia yang menemukan.

Itu membuat lemas.

Waktu dia TK,

disuruh memilih ekskulnya mau apa.

Yaya waktu itu ikut tari, terus gurunya menelepon saya.

Katanya, "Saya lihat suara Yaya bagus.

Bagaimana kalau ikut paduan suara saja?"

"Oh, terserah anaknya." Akhirnya pindah ke paduan suara.

Dari situ, kalau ada saudara kumpul,

dia itu tampil.

Ada kepuasan mungkin di dia.

Jadi, dia tak pernah bilang ingin jadi artis.

Dia ingin jadi penyanyi.

Biar orang-orang mendengarkan suara Yaya.

- Ini. - Memang begitu.

Bukan mengarang.

- Membawakan piring. - Benar, ya?

Bukan dibuat-buat, memang begitu.

Dia berbeda dari di panggung.

Dia suka memasak sendiri.

Misalnya, kelar manggung...

masih pakai kostum.

Dia akan masak.

Sambil bercerita tadi begini, tadi begitu.

- - Paling tua.

Ini salah satu yang paling tua.

- Ini semua Barbie? - Iya, Barbie tua semua.

- Tak ada... - Cuma...

Ini dari 1995. Jadi, Ibu itu memang...

Ibu memang suka juga mainan.

Jadi, setelah kami mainkan, sama Ibu memang disimpan.

Kamar remaja.

Ini kamar saat remaja.

Dari umur berapa sampai berapa di sini?

- Dari umur berapa Kak? - SMA.

Pokoknya, "Teka-teki" dan "Could It Be" di sini syutingnya.

Iya.

Terus, ya sudah, aku sama buku-buku.

Terus dari dulu sampai sekarang suka bukunya yang sama.

Buku interior.

Dulu mau kuliah interior, tapi tak bisa gambar, jadi tak masuk.

- Ini ada foto manggung jaman dulu. - Mana?

Wah.

Ini Boim cilik.

Kita sudah, "Satu, dua, tiga! Panas!" Dari jaman dulu.

Apa lagi, ya?

Tuh, 'kan. Aku itu...

kalau melihat kayak begini jadi sedih.

Anak yang seperti apa dia itu?

- Anak yang... - Suka petualangan, ya?

- Ya. - Rasa ingin tahunya besar.

Dia ingin jualan naik sepeda, saya bilang tak boleh.

Karena banyak anjing,

nanti dikejar.

Sempat juga dia jatuh.

Terus buka warung. Namanya Warung Sabtu Minggu.

Kita telepon ke saudara-saudara.

Ke warung Yaya nanti, Sabtu-Minggu.

Dia suruh nunggu, dikasih buku bacaan.

Kalau tidak, bapaknya ke satpam, ini biar Yaya tahu,

satpam dikasih uang, "Beli jualan anak saya."'

- Jaga warung juga pernah. - Pernah.

- Di depan ada warung, 'kan? - Warung orang?

- Iya, warung orang. - Iya, tapi kita kenal.

Namanya Doni.

"Oke, Bu", katanya.

Sudahlah, kerja di warung yang jualan terigu dan segala macam.

Jadi, dia cuma disuruh menimbang gula, terigu,

terus setelah seminggu, Doni bilang,

"Bu, saya deg-degan terus ada Yaya di sini, takut digodai."

Ya sudah, akhirnya tidak dilanjutnya.

Dia tak bawa uang, tapi bawa minyak dan telur.

"Loh kok tak buat Yaya?" "Ibu lebih perlu minyak dan telur."

Dikasih ke saya minyak dan telurnya.

Dia mau lanjut?

- Ya! - Oke.

Bangun, bangun.

Sudah.

Cuma ada empat.

Nah, 'kan.

- Dulu Yaya super jahil. - Jahil bagaimana?

- Ada. - Jahil.

Misalnya, lagi diam...

Itu umur lima tahun.

Yaya tidak suka dicolek.

- - Tahu, 'kan?

Tapi tetap, saya colek.

"Kakak!" Lalu dikejar.

- Terus... - Keliling rumah.

Dia jahil.

Itu keliling rumah.

Harta Tahta Raisa subtitles in other languages

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left