200 baris pertama.
KKULBEE EDUCATION
AMBULANS
Selamat datang, Nak.
Terima kasih sudah datang.
Aku pergi, Bu.
Aku akan datang lagi.
RUMAH DUKA IEUN
Astaga.
Ini tidak mungkin!
Tidak...
Tidak mungkin.
KAMAR KHUSUS NOMOR DUA
Kau punya akta kematiannya?
-Apa? -Ini.
AKTA KEMATIAN
LEE EUN-OK
Ibumu dari klan mana?
-Klannya? -Ya.
Dia dari klan Lee mana?
Kau tahu?
Maaf, kami butuh informasi itu.
Silakan kunjungi pusat layanan masyarakat di pagi hari...
Dari klan Lee Incheon.
Bu.
Ya?
Aku butuh nama semua kepala pelayat.
Aku satu-satunya...
Dia satu-satunya kepala pelayat.
Begitu rupanya. Kukira kalian berdua sudah menikah.
Tolong tulis saja namaku.
Son Hae-yeong.
Lebih baik memilih altar dahulu.
Baiklah.
Aku akan memilih yang terbaik.
Ada berbagai kain kafan.
-Kami punya yang ini dan... -Bagaimana?
Kami pilih yang itu.
Apa perbedaannya?
Jika kau lihat di sini...
BOK GYU-HYUN
PEMIMPIN BOK GI-HO PANTI ASUHAN HANBYEOL, DIREKTUR YUN I-NA
KKULBEE EDUCATION ANGKATAN KE-14
KKULBEE EDUCATION
UANG BELASUNGKAWA
Silakan ucapkan selamat tinggal pada ibumu dan doakan kedamaiannya di akhirat.
Ada banyak kepala pelayat.
Mereka tak butuh pelayat tambahan.
JUNG DEOK-GI, JUNG YUN-GI, PARK MAL-SIM, JUNG DEOK-SUN...
SON HAE-YEONG
Ini baru hari pertama.
Begitu para pelayat tiba, kau tak bisa istirahat.
Istirahatkan kakimu.
-Hae-yeong. -Hae-yeong.
Andai Bibi bisa bersama kita sedikit lebih lama.
-Hae-yeong. -Hei.
Kalian datang. Lebih cepat dari dugaanku.
Hae-yeong.
Aku hampir lupa.
Aku ingin meninggalkan rokok favoritnya di altar.
Tapi dia tidak pernah merokok.
Kau tidak pernah tahu, bukan?
Dia perokok berat.
Aku berjanji akan simpan rahasianya sampai mati.
Itu artinya kau harus merahasiakannya sampai kau mati.
Benarkah? Astaga.
Astaga.
Mari, silakan makan.
Baiklah.
Ayo.
Di sini.
Biar kubawakan.
Mari makan.
Terima kasih.
Hae-yeong, kau tahu?
Bibi berkelahi dengan perundung di sekolah saat aku SMA.
-Apa? -Berkelahi?
Siapa perundungnya?
Ada anak lelaki yang mengucilkanku, dan begitu dia tahu,
dia meneleponnya dan menantangnya berkelahi.
Apa yang terjadi setelah itu?
Bukankah sudah jelas? Kita kenal dia.
Anak yang ketakutan itu hanya bisa bertahan,
Bibi tak peduli. Dia tak gentar dan berkata,
"Ayo maju. Ayo."
-Jangan konyol. -Aku mengatakan yang sebenarnya.
-Kau bohong, kan? -Tidak, itu benar.
-Aku serius. -Makan saja.
-Astaga. -Makanlah bersama kami.
Tetaplah kuat.
Cukup banyak orang datang mengingat ini hari pertama, bukan?
Kurasa ibuku baik pada orang di sekitarnya.
-Tempat parkir menahanku. -Benar, tiap 30 menit...
Menurutku kau juga.
Banyak yang datang demi kau.
Kalau pernikahan, mungkin aku cuma transfer uang,
tapi pemakaman pasti datang.
Sudah sepantasnya mereka membalas, bukan?
Kau baik-baik saja, Kak?
-Ya. -Kapan Pak Yun datang?
Tidak datang.
Tapi itu karena dia tak tahu, jadi, jangan mencibirnya dia.
Kenapa tak beri tahu?
Kami sudah putus.
-Apa? -Apa?
Aku yang memutuskannya.
Karena rasanya tak benar.
Keputusanmu tepat.
Lagi pula, kau tidak menginginkan mereka, bayi dan pernikahan itu.
Aku
akan melahirkannya.
-Cha Hui-seong. -Hae-yeong.
Aku ingin hidup lama.
Aku ingin hidup selamanya seperti Ibu.
Dia mungkin sudah meninggal,
tapi dia bersama kita.
Aku bisa melihatnya di wajahmu,
merasakannya dalam karaktermu,
dan mendengarnya dalam cara bicaramu.
Para ibu tidak akan pernah mati.
Tetap saja...
Hei, Hae-yeong.
Mari taruh satu rokok di sini.
Ini enam miligram tar, tanpa kafein.
Pulang saja. Kau sudah cukup minum.
Tidak mungkin!
Aku akan bermalam di sini dan melihat pengurus mendandaninya.
Hae-yeong, kami akan kembali besok pagi.
-Kami akan kembali. -Jangan antar aku pulang.
-Ayo. -Aku baik.
-Ayolah. -Tapi Bibi...
Jangan lupa makan.
Terima kasih.
SON HAE-YEONG
Bu.
Kau punya pernikahan dan pengantin palsu.
Kenapa tak punya pelayat palsu?
SON HAE-YEONG, YANG DONG-SEOK, WOO JI-WON, JANG MIN-GUK...
Ibu.
Dahulu aku berpikir
Ibu menderita kerugian seumur hidup,
tapi kurasa aku salah.
Lihat semua anakmu.
...CHA HUI-SEONG, NAM JA-YEON, KIM JI-UK
Aku anak bungsu keluarga ini.
Aku tak mau menulis namamu sebagai menantunya.
Jauh sebelum aku mengetahuinya,
kau selalu menjadi putra Lee Eun-ok.
Terima kasih, Ji-uk,
sudah menemaninya.
Terima kasih sudah menganggap begitu.
Mulai sekarang, aku tidak akan menipumu dengan cara apa pun.
Aku berjanji.
EPISODE TERAKHIR
Ayah.
Ibu datang.
Dia datang terlalu cepat, kan?
SON MYUNG-SOO, LEE EUN-OK
Jangan bertengkar, temani satu sama lain.
Ini kali pertamamu ke sini, kan?
Aku yakin Ayah sangat bahagia.
Mari sering datang.
Astaga.
Kini Ibu bisa menikmati pemandangan indah di sini
dan rehat dengan Ayah.
Ibu juga punya teman.
Di sana.
KIM GEUM-DUK
Aku baru sadar dia juga di sini.
Saat nenekku meninggal,
ibumu memilihkan tempat ini.
Kurasa Ibu membuat rencana menyeluruh untuk masa depannya...
Maksudku, untuk akhirat.
Dia pasti tidak akan bosan.
Aku tidak akan berteman dengannya jika usia kami dekat.
Kami tidak pernah sepakat dalam hal apa pun.
Kita harus minta pendapat Ibu soal itu.
Aku yakin dia juga tak akan berteman denganmu.
Menurutmu begitu?
LEE EUN-OK
Mungkin itu sebabnya kalian adalah ibu dan anak.
Dua orang yang mungkin tidak mau saling berurusan
bisa saling mencintai sebagai keluarga.
Maaf aku gagal menepati janjiku.
Tapi aku berjanji akan tetap di sisinya.
Aku akan memegang tangannya dan tidak akan pernah melepaskannya.
Aku berjanji kepada ibumu
untuk memegang erat tanganmu.
Itu keinginan terakhir nenekku.
Dia membesarkanku dan memintaku
hidup sendiri demi dia.
Aku tak bisa beri tahu karena sudah janji ke ibumu.
Kenapa menghilang padahal cinta?
Aku khawatir aku mungkin gagal menepati janjiku kepada ibumu.
Ji-uk.
Kau tak lagi terikat janji.
Kau bebas sekarang.
Jangan cemas soal melindungi orang lain
dan menepati janjimu.
Prioritaskan dirimu sendiri.
Apa maksudmu?
No comments yet. Be the first to leave one.