Kalakal

Kalakal

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Maklumat siaran

Kalakal 2025 WEBRip id
Ulasan oleh Kudalumping
Durasi: 01:10:04

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2025-06-09
Muat Turun: 671
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Nak!

Nona, boleh aku mengambil botolnya?

Berbalik.

Kau cantik.

Daftar di sini.

Di mana?

Di sini di klubku.

Mandi dulu.

Aku akan mengambil botolnya.

Kembali nanti, oke?

Angge!

- Gelo. - Ayo.

Dengan siapa kau bicara?

Aku tidak mengenalnya.

Ini banyak sekali.

Hati-hati.

- Oh! - Kau duduk di situ?

A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G

- Berapa kilo? - Satu.

Bagaimana denganmu? Apa kau bersamanya?

Oke.

- Letakkan saja. Cepat. - Lanjutkan.

- Berapak? - Dua. Jadi, totalnya tiga.

- Aku pergi dulu. - Baiklah.

Oke. Letakkan saja.

Ini saja?

Apaan nih!

- Hey. - Cassy!

Ada apa denganmu? Ke mana saja kau?

Di sini terlalu ramai!

Brengsek.

Cassy!

Hey!

- Ibu bisa melihat kita. - Tidak akan!

Ada apa denganmu? Dia ada di sekitar sini.

- Tidak. - Jangan terlalu berisik.

Dia tidak akan di sini untuk sementara.

Ada apa denganmu? Bagaimana kalau ibu memergoki kita?

Tidak akan.

Ada apa denganmu?

Ayo cepat.

Ayo cepat.

Ibu akan memergoki kita.

Kenapa kau terburu-buru?

Dia tidak akan di sini untuk sementara.

Tapi bagaimana kalau ibu muncul?

Tidak apa-apa.

Cassy!

Kau sedang apa? Kau di mana?

Ada banyak orang di sini!

Itu banyak sekali!

Hei! Kau di mana?

Di sini ramai!

Brengsek!

- Tiga kilo. - Tiga kilo?

- Hanya ini. - Ini, ini!

- Ini. - Empat belas.

- Oh, ini! - Ini cukup bagus.

- Satu kilo. - Satu kilo saja.

Itu murah. Nih.

Murah sekali. Kau tidak punya yang lain?

Lain kali, bawa besi tua, oke!

Oke.

Oke.

Apa itu?

Aku akan memberimu sesuatu.

Ayo cepat.

Gelo bisa melihat kita.

Aku punya sesuatu untuk kuberikan padamu.

Apa itu? Dari mana itu?

- Aku melihatnya di sana. - Cepatlah.

- Cantik sekali. - Cepatlah.

Ya.

Yang ini menarik perhatianku.

Cepat.

Tunggu. Kenapa kau terburu-buru?

Ibuku akan memergoki kita.

Dia tidak ada di sini sementara.

- Tiga, oke? - Ayo, kita ke sana.

Baiklah.

Ini.

- Apa itu? - Tunggu sebentar.

Aku akan kembali lagi. Jangan marah.

Cepat.

Ayo, cepat!

Nanti aku manfaatkan semaksimalnya.

Kau sudah pergi cukup lama.

Dan sekarang kau bertingkah seperti itu.

Enak?

Ayo cepat.

Berapa lama lagi?

Apa?

Sudah? Serius?

Ini sangat berat.

Oke,

timbang sekarang.

Taruh di sini.

Apa sebaiknya kutaruh saja di sini?

Baiklah, lanjutkan.

Cepatlah, masih banyak yang antri.

Barang dagangan sekarang murah.

Tidak ada yang membeli.

- Apa-apaan ini. - Carilah tembaga.

Jadi, penjualanmu akan lebih besar.

Penghasilanmu.

Dasar bajingan!

Kenapa kau mengeluarkannya di dalam?

Maaf.

Waduh, cepatlah, masih banyak yang antri!

Cepat.

Tidak apa-apa! Cari tembaga,

agar penjualanmu akan lebih besar.

- Ini dia, ini dia. - Oke.

- Oh cepatlah! - Ini, Bu.

- Tunggu, ini besi. - Oke.

Kau pergi ke mana?

Di sana.

Empat? Bawa lagi ya? Empat kilo.

Aku butuh bantuanmu.

Tapi kau meninggalkanku.

Masih tidak ada beras di rumah.

- Ini dia. - Oke.

- Hanya ini. - Itu murah.

Kami hanya dapat dua ratus peso, dan...

rasanya...

Ini penipuan.

- Aku sudah membayar untuk... - Bu!

- Bu! - Oh?

Aku pergi sekarang, Bu.

- Oke. - Aku berangkat ke sekolah.

Pulanglah lebih cepat!

Hei! Kenapa kau mengambil itu?

- Aku harus pergi ke suatu tempat. - Belajar yang giat, ya!

- Ya, ya. - Oke.

- Aku pergi sekarang, Bu. - Oh, apa?

- Ini pembayaranku. - Kau membuatku tertipu..

Ya ampun!

Lain kali, ambil lebih banyak, oke?

- Carilah banyak tembaga. - Itu sudah banyak.

- Jadi penjualanmu akan lebih besar. - Ayo!

- Aku sudah membayar. - Barang-barang sekarang murah.

- Murah! - Mereka tidak mengeluh.

Terkutuklah kau!

Ini.

- Ayo pergi, Angge! - Tunggu sebentar.

- Aku sendirian di sini. - Tapi ini rugi.

Cassy, ada apa denganmu!

Aku di sini, Bu.

Ada apa denganmu, nak!

Ada banyak sekali orang yang antri!

Tak ada seorang pun yang membantuku!

- Baiklah! - Bantu ibumu.

- Perbaiki antreanmu. - Kami sudah menunggu di antrean kami...

Ya Tuhan!

Jangan bertengkar di barisan, oke?

Nah, siapa berikutnya?

Itu bukan apa-apa.

Oh, tidak?

- Kau mau ke mana? - Ke sana, Gelo.

Kau akan begadang lagi.

Hey, Angge!

Kau tidak bisa terbiasa pergi keluar.

Kenapa tidak?

Karena kau akan kembali ke sekolah lagi.

Benarkah?

Terima kasih, Gelo!

Aku serahkan padamu asalkan

kau berusaha sebaik mungkin dan tidak menyia-nyiakan

hasil kerja keras kita. Kau tahu hidup itu sulit.

Jadi, biarkan aku melakukan ini

karena begitu aku belajar,

ini tidak akan terjadi lagi.

Kau akan melakukan semuanya

demi mendapatkan apa yang kau inginkan. Baiklah kalau begitu.

- Hati-hati. - Oke?

- Jadi kau setuju? - Ayo, ayo.

Aku tidak mau...

Kau akan begadang bersama Dario.

Lagipula, dia tidak punya mimpi.

Oke, hati-hati.

Terima kasih.

Kau tahu,

kau orang pertama yang memberiku bunga.

Dan hanya kau satu-satunya orang yang pernah kuberi bunga.

Kau tahu,

sebelumnya,

Kakakku bilang aku bisa kembali sekolah lagi.

Bagus!

Bagus kalau begitu.

Kau pasti bermimpi untuk sekolah, kan?

Ya, dan aku bisa memakai

seragam sekolahku lagi.

Dan saat aku selesai sekolah,

aku mau menjadi seorang perawat.

Aku mau bekerja di luar negeri.

Aku mau

membeli rumah sendiri

dan mobil.

Lalu kita menikah?

Apa?

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left