PAUSE with Sam Jay

PAUSE with Sam Jay

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Musim 1

Maklumat siaran

PAUSE with Sam Jay S01 WEB-DL HBOGO
Ulasan oleh tedi
Murni Retail HBO GO | 6 eps Belum sinkron versi apapun

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2024-09-24
Muat Turun: 35
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

Aku akan lebih tinggi darinya, tapi lebih rendah darimu.

Berbaliklah, biar kulihat bokongmu.

Aku ingin terlihat seperti paman yang baru bebas dari narkoba...

Tapi ingin kalian tahu dia masih agak gila.

Kurasa budaya kulit hitam dan budaya Afrika berbeda.

- Mereka bukan pendiri kulit hitam... - Mereka bukan kulit hitam sejati.

Aku Skorpio 6 November sungguhan.

Seorang perempuan putus denganku, aku telepon ibunya, dan aku bilang...

"Kenapa lagi dia sekarang?"

Jika dijawab, dia mau mendengarnya. Itu sinyalnya.

Jika diangkat, artinya kau ingin mendengar apa yang akan kukatakan.

Jika kau sakit, Obamacare berarti aku akan menjaminmu.

Efe, aku akan melemparmu keluar jendela...

Jangan datang ke sini untuk membela Obama.

Aku akan menghajarmu.

Tapi bukankah itu...

Payah!

Payah, orang ini.

Aku tak akan peduli dengan panggilan itu...

Aku bahkan tidak memilih.

Aku tak peduli semua itu.

Ini Julia dengan dana aksi proyek Georgia yang baru.

Ini penting...

Semua omong kosong ini. Aku bilang, "Apa ini?"

Aku memilih Biden tahun ini...

Dan aku merasa menjijikkan. Kau paham?

Aku merasa jijik.

Seluruh prosesnya terasa menjijikkan bagiku.

Aku merasa dimanfaatkan.

Aku benci Demokrat, aku benci seluruh platformnya.

Kukira seluruh...

Narasi "Orang kulit hitam tak akan pernah bebas, jadi, pilih aku" ini...

Atau apa pun itu...

"Jika tak memilihku, kau bukan kulit hitam."

Semua itu konyol.

Aku juga benci narasi "Orang kulit hitam memilih demi hidup mereka."

- Aku rasa mereka memaksa pemilih... - Aku mulai marah.

Mereka memaksakan pemungutan suara pada orang kulit hitam...

Lalu mereka mendorong agenda bagaimana kau harus memilih.

Mereka mengaturnya seperti...

"Jika kau berkulit hitam dan tak ingin mati, pilih Demokrat."

Jadi, kita selalu berada dalam situasi kacau...

Di mana kita bahkan tidak menggunakan prosesnya.

Ini mode bertahan hidup.

Kita bahkan tidak pernah berpartisipasi dalam prosesnya.

- Tapi ini salah kita. - Aku tak tahu apa ini salah kita.

Kita punya ekspektasi bahwa sistem akan menyelamatkan kita.

- Tidak. - Apa?

Jika kau masih berpartisipasi, kau masih punya ekspektasi itu.

Jika kau ikut dan berpartisipasi, ya, aku setuju.

Kita dalam mode bertahan hidup saat pemilu tiba...

Karena kita punya ekspektasi bahwa sistem akan menyelamatkan kita.

Kita tidak menyelamatkan diri kita sendiri...

Dan tidak menuntut mereka yang terpilih.

Tapi bagaimana kau melakukannya saat berjuang melawan arus?

Kita harus berhenti mendorong ke arah yang mereka inginkan.

Dorong ke samping, dorong memutari para bajingan ini.

Kita mendorong sendiri-sendiri, tak pernah sebagai grup.

Sebagai orang yang sekarang bisa mendapatkan uang...

Dan melihat rencana hidupku berjalan lancar...

Aku juga masih melihat ada banyak hal yang membatasiku, kalian paham?

Makin kau mendekat tingkat ini, makin kau melihat...

Bagaimana orang kulit putih bisa bergerak ke tingkat ini.

Aku mau menjadi seperti Bill Gates, Jackie Chan, dan pangeran Saudi.

Mereka tak peduli apa pun.

Mereka tak peduli soal jaminan kesehatan...

Mereka tak memikirkan jaminan kesehatan...

Kecuali kalau mereka memiliki perusahaan asuransi kesehatan.

Bahkan dengan Lupus.

Kau merasa punya acara TV sendiri...

Kau bekerja keras, tapi masih ada halangan.

Karena jika aku sakit parah...

Aku tak cukup kaya untuk membiayai pengobatannya.

Jadi, aku sakit parah di Atlanta...

Dan aku hampir sekarat.

Saat kubilang, "Aku butuh layanan kesehatan," yang pertama kali...

Mereka tanyakan, "Kau punya voucer makanan?"

Kujawab, "Tidak, aku tak punya voucer makanan. Aku bisa beli makanan."

Apa hubungannya itu dengan aku butuh perawatan kesehatan?

Permainan apa yang kita mainkan?

Permainan kemiskinan.

Lalu mereka tanya, "Kau bisa baca?"

Aku bilang, "Hei...

Jika kriteria untuk mendapatkan ini adalah aku tak bisa membaca...

Bunuh saja aku. Aku tak mau itu."

Jadi, ada orang kulit putih yang hidup di atas semua ini.

Mereka hidup di atas politik, di atas semua sistem...

Mereka tak peduli siapa presidennya...

Mereka tak peduli siapa yang terpilih.

Seluruh hidup mereka tak berubah dengan goresan pena...

Hidup mereka tak berubah dengan siapa yang berkuasa.

- Atau bergantung pada itu. - Aku mencoba berada di tingkat itu.

Karena di sanalah kebebasan berada.

Hidup di atas semua ini.

Karena bahkan politik ini...

Permainan yang mereka berikan kepada orang-orang miskin...

Dan mereka melihatmu bermain.

- Melihatmu bermain. - Kalian paham?

Aku tak mau Obamacare...

Aku mau "Cheney-care".

Dia punya enam jantung.

Jantung terbaik yang bisa kau dapatkan.

Aku mau yang seperti itu seharian.

Terima kasih sudah datang, aku sangat menghargai kedatanganmu.

- Kau mengemudi dari Hamptons? - Ya.

- Apa itu buruk? Apa itu mengerikan? - Tidak, lumayan.

- Kau tinggal di Hamptons? - Ya.

Sudah berapa lama kau berpraktik concierge medicine ?

Tentu, di dunia itu.

Sekitar sepuluh tahun.

- Kau memulai karier dari sana? - Tidak.

Awalnya aku berpikir akan menjadi dokter praktik...

Untuk korporat kesehatan...

Seperti rumah sakit atau praktik swasta.

Aku cobanya selama tiga, empat tahun, tapi tidak berjalan lancar.

Jadi, aku menyadari...

Aku bisa melakukan ini hanya untuk melunasi utangku...

Atau melakukan praktik medis seperti yang kuinginkan.

Di mana tidak ada komponen asuransi yang memberitahuku...

Apa yang bisa dan tidak bisa kupesan.

Tidak ada pekerjaan purnawaktu di mana dokter bisa...

Melakukan, kau tahu...

Pemantauan kondisi pasien seperti yang mereka inginkan.

Akhirnya aku sadar...

Jika aku ingin membuat perbedaan dalam hidup seseorang...

Sayangnya di dunia saat ini, itu adalah model concierge medicine .

Begitu kau mengatakannya, ini terasa agak mengejutkan.

Tapi aku tidak akan pernah berpikir...

Menjadi dokter concierge adalah sebuah kebebasan.

Jika orang mendengar "dokter concierge "...

Yang muncul di benak mereka adalah, "Dia hanya mengejar uang."

Ya, tentu saja.

Dia hanya ingin uang dan itu seperti tak punya jiwa.

Dokter adalah penyembuh...

Dan mereka menghabiskan banyak waktu, energi...

Dan mengorbankan waktu keluarga...

Untuk memberikan perawatan medis.

Bukan itu tujuan hidup kami. Kami bukan pebisnis.

Jadi, aku pikir pandemi telah membuat banyak orang...

Berpikir bagaimana membawa layanan medis...

Ke rumah-rumah...

Dan jika praktik medis yang sekarang populer, yaitu model concierge ...

Bisa dipraktikkan pada tingkat yang lebih eksponensial...

Dan makin banyak dokter bisa melakukan itu...

Mempraktikkan kedokteran seperti dulu...

Kita semua bisa meningkat dengan itu.

Bagaimana rasanya hal seperti itu...

Sementara kau tahu...

Ada orang yang harus menunggu...

Dan harus mengantre berhari-hari...

Dan tak punya uang...

Sementara tak tahu apakah mereka positif di tengah pandemi ini...

Dan tak punya akses.

Sementara kau masuk ke rumah seseorang...

Dan itu mudah dan kau tahu itu bisa mudah.

Bagaimana kau membuat semua itu bisa diterima dalam benakmu?

Benar.

Sama seperti orang yang mengantre...

Di luar unit perawatan darurat selama dua jam harus dites...

Ada orang di luar sana dengan tingkat yang berbeda harus dites juga...

Dan mereka juga mencari bantuan medis.

Ada kebutuhan dalam...

Semua situasi keuangan.

Pertama, ada yang bilang...

Haruskah aku tak melakukan tes terhadap orang itu...

Karena dia ada di rumah mewah di Hamptons...

Atau haruskah kita tak melakukan tes terhadap orang ini...

Karena dia mengantre selama tiga jam?

Sungguh, itu dimulai di tingkat komunitasmu sendiri.

Kebetulan aku berada di area yang makmur.

Kurasa yang membuatku penasaran...

Dan aku ingin tahu pendapatmu.

Aku memahami idemu tentang melayani komunitasmu...

Dan Hamptons juga sebuah komunitas...

Di mana aku berada.

Tapi bukan komunitas asalmu.

Apa kau merasa berkewajiban pada komunitas asalmu?

Aku lahir di Pakistan, aku belum pernah ke sana selama 25 tahun lebih.

Kini aku berpikir dengan apa yang terjadi di India...

Dan negara lain, aku tak pernah pulang...

Aku tak pernah kembali ke Pakistan.

Itu kemewahan yang kumiliki yang tak kuhargai dan tidak kutindaklanjuti.

Dan itu memang memicu pertanyaan itu di dalam diriku hari ini.

Bahwa aku harus kembali ke sana...

Atau pada tingkat populasi Medicaid seperti dahulu...

Dan membawa perawatan medis ke sana.

Jadi, ya, kurasa secara internal, ada panggilan itu.

Ada banyak orang, bukan?

Ada banyak orang, dan ada banyak kebutuhan.

Ada bagian dari diriku yang bertanya, bagaimana kau melayani semua orang?

Sesuatu yang muncul di benakku adalah ibuku juga menderita Lupus...

Dan dia meninggal karena Lupus.

Dan Lupus-nya menyerang paru-paru seperti penyakitku.

Jadi, pada suatu titik, dia harus masuk daftar transplantasi...

Dan menunggu paru-paru...

Yang tampak sangat konyol.

Dan pasti ada orang yang tak perlu menunggu untuk mendapatkan organ.

Aku tahu mereka ada...

Aku tahu mereka, misalnya bilang, "Aku butuh jantung.

Jantung baru, dan aku tak mau menunggu."

PAUSE with Sam Jay subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for PAUSE with Sam Jay

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left