200 baris pertama.
Rocky dan Rani
Rocky dan Rani
Kisah Cinta Rocky dan Rani
Selamat datang! Ini Gedung Putih kami.
Tiruan pertama Gedung Putih-nya Amerika.
Kami orang kaya raya di India. Yakni, keluarga Randhawa.
Berdiri di atas pondasi laddoo boondi .
Ingat, bukan sembarang laddoo seperti punya kalian.
Laddoo khas yang terbuat dari resep Nenek Dhanlakshmi Randhawa seorang.
Dengan keringat dan darah, Nenek kembangkan bisnis hingga untung miliaran.
Wanita hebat! Wonder woman! Wakanda Forever!
Hambar sekali!
Pemanis buatan merusak rasa.
Lebih baik mati karena diabetes.
Ada pilihan yang lebih baik, Nyonya.
Tunggu apa? Cepat bawakan!
Menurut Nenek, lautan terbuat dari tetesan air,
sedangkan laddoo terbuat dari bola-bola tepung.
FB sejenak. Bukan Facebook, flash-back !
Nenek menikah dengan Kanwal Lund. Putra dari Lund, pembuat manisan.
Nenek membayangkan akan hidup manis.
Tapi di hari pertama, baru mau memberi hormat...
Tidak!
Perempuan tidak boleh menunduk. Lindungi kepalamu.
Pertemuan mereka terasa pahit.
Ibu mertua galak,
suaminya gagal total.
Tidak ada jiwa bisnis, malah penggemar pujangga Javed-Gulzar.
Ibu mertua Nenek pun menjadi bingkai foto dan Nenek menjadi tajir melintir.
Begitu tergila-gilanya dengan uang, Nenek menamai anaknya 'Tijori' (peti uang).
Benar! Nama ayahku 'peti uang'!
Nenek takut Ayah menjadi pujangga seperti suaminya.
Jadi, Nenek jauhi Ayah dari Kakek. Soshal distancing!
Asyik berpuisi, Kakek mengalami kecelakaan.
Sayang dampaknya permanen.
Pria malang tak pernah sembuh total.
Ingatannya pun kadang ada kadang pergi.
Kakek kesayanganku, selalu hidup di dunia mimpi.
Sementara produk Manisan Dhanlakshmi terkenal di mancanegara.
Band pernikahan tampil di rumah kami.
Akhirnya Nenek membawa pulang hadiah keluarga.
Yaitu ibuku, Poonam.
Perempuan tidak menunduk. Lindungi kepalamu.
Meskipun kami menjual laddoo manis,
rasa pahit masih berkuasa di keluarga kami.
Aku belum beri tahu namaku, lo.
Dengarkan berulang-ulang. Pasti lebih bagus!
Rocky! Rocky! Rocky!
Dia pemikat. Buatan India.
Benar-benar modis
Begitu gagah
Seperti idola. Seperti idola.
Seperti idola. Seperti idola.
Seorang tampan rupawan!
Pemuda!
Aku playboy tertampan di Gurgaon
Lihat lagakku
Bagaikan...
...Prada dan Gucci bersama melahirkanku
Tinggi 182 cm
Begitu keren
Saat melihat paket ini
Gadis-gadis terus menggodaku
Seperti idola.
Seperti idola.
Pria ini tak ada tandingan
Seperti idola.
Oh my God!
Setiap hari kuminum segelas lassi
Banyak protein membuatku kuat
Jika menjadi tampan adalah kejahatan
Maka dengan senang hati aku dipenjara
Kami para tante jadi kepincut karenamu
Demi Tuhan! Aku akan serangan jantung
Para om yang mencintai dan membesarkanmu
Akan segera menjadi duda
Jadi duda!
Aku akan mati karenamu
Dadaku yang bidang memenuhi jaket Louis Vuitton-ku
Aku jalan-jalan dengan mobil Maserati-ku
Tante-tante, apa aku nyata? Atau kebab hidup berjalan?
Seperti idola!
Seperti idola!
Pria ini tak ada tandingan
Seperti idola!
Oh my God!
Hei, Dinky, kemari! Harpreeto, mendekat!
Aku tak terhentikan
Aku pelanggar aturan
Tak ada bedanya bagiku
Antara tunas dan bunga
Layaknya musim semi
Seluruh taman kusayang
Suatu hari kugenggam tanganmu, aku dapatkan dirimu
Seperti idola!
Seperti idola!
Pria ini tak ada tandingan
Oh, seperti idola!
Oh my God!
Negara menjuluki
dan menobatkan diriku 'pembunuh wanita'
Seperti idola!
Seperti idola!
Oh, seperti idola!
Berengsek!
Aku sudah bilang beri tahu kalau mereka muncul, 'kan?
Maaf! Aku tergila-gila tarianmu, Bro.
Aku lihat betapa gilanya kau! Tak berguna.
Aku menang penghargaan ketiga kalinya, jadi aku datang
Penampilan rocking abis, Rocky!
- Teruskan, Nak. - Baik. Minumlah dulu.
- Apa itu tadi? - Ayah, aku tak berniat menari.
Ayah tahu sendiri pengikutku banyak.
Terus bilang, "Plis, plis." Lagipula ini pesta...
Jika tiba saat aku marah, itulah akhir dari lagakmu.
Paham?
- Siapa kau? - Rocky.
CEO masa depan Dhanlakshmi Group.
Kau bukan bintang Bollywood. Paham?
- Ayo. - Selamat datang di Punjabi of the Year !
Selepas penampilan luar biasa Rocky Randhawa,
pada saat yang indah ini pula, aku bacakan secarik puisi oleh Firaq.
"Malam ini dipenuhi kabut"
"Dia murung dan bersedih"
"Malam ini dipenuhi kabut"
"Dia murung dan bersedih"
"Kenangan lama di dalam hatiku bangkit kembali"
Wah! Wah!
Engkau bulan purnama ataukah mentari terang benderang?
Apa pun dirimu, demi Tuhan...
Kau tiada tandingannya
Jamini!
Untuk ketiga kalinya, "The Punjabi of the Year" jatuh kepada...
CEO Dhanlakshmi Group, Tn. Tijori Randhawa.
Rambut yang berjatuhan di bahunya
bagaikan awan mendung
Dan matanya bagaikan...
Aku dedikasikan penghargaan ini kepada sang dewi. Dan dewi yang satu lagi...
Jamini!
Ibuku, Dhanlakshmi Randhawa.
Berkat doanya, aku menang penghargaan ini untuk ketiga kalinya.
Jamini! Kau datang.
- Pemenang tiga kali! - Ibu! Kakek pergi.
- Apa? - Dia pergi!
Jamini.
Jamini.
Kakek, Kakek!
Kau datang untukku!
Oi!
Dia sedang apa?
Aku minta maaf. Maafkan aku.
Ini efek samping obat-obatannya. Dia jadi tak terkendali.
Tidak apa-apa kok.
- Ini sudah biasa. - Sungguh?
Ya, aku Mona Sen. Kashmiri Gate.
Mona. Kita teman!
Apa yang Kakek lakukan?
Dokter, apakah parah?
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tolong fokus stimulasi fisik, emosi dan sosialnya.
Dan yang paling penting, ingatannya.
Jamini!
Dia terus memanggil nama "Jamini".
- Ya? - Coba cari tahu siapa dia.
Mungkin memicu ingatannya.
Memicu apa? Tak ada dia kenal Jamini.
Ayo.
Bisa berikan Rocky resep obatnya? Rocky, tolong ya...
Tijori.
Ayo.
Ini kabar baik.
Ayah mungkin kembali kesadarannya.
Tidak pernah dan tidak akan pernah dia sadar.
Tijori!
Apa yang kau lakukan?
- Kau harus bekerja. - Baik, aku pergi.
Ayah...
Tijori!
Kapan warna merah ini lepas dariku?
Kapan?
Apa yang terjadi, Kakek? Sebelumnya kau baik-baik saja.
Kau nyala lagi seperti radio. Siapa Jamini ini?
Kapan warna merah ini lepas dariku?
Kapan warna merah ini
lepas dariku?
Kapan?
Kapan?
Aku menemukan ini di bukunya.
- Dia bintang film hitam-putih? - Sepertinya begitu.
- Semoga belum RIP. - Mulutmu. Dia pacar Kakek.
Pacar? Dia kayak kakak.
Siapa yang menyimpan foto kakak di buku harian?
Pasti Jamini cinta lama.
OK! Jai Mata Di!
Jai Mata Di! Jai Mata Di! Jai Mata Di!
Shimla Coffee House.
Shimla Coffee House. 1978.
Rani Chatterjee?
Nenekku.
Cucunya.
No comments yet. Be the first to leave one.