Musim 1

Maklumat siaran

See You in My 19th Life S01E02 1080p NF WEB-DL AAC2 0 x264-MARK
Ulasan oleh Luh_Fil
NF Version

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Diterbitkan pada: 2023-06-18
Muat Turun: 73
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

SEE YOU IN MY 19TH LIFE

FASILITAS PENGUJIAN KENDARAAN MI MOBITY

Aku selalu ingin tahu

kenapa aku harus hidup mengingat kehidupan lampauku.

Ingatan-ingatan kehidupan lampauku yang tak bisa kulupakan

meski aku ingin setengah mati.

Di antaranya, tentu ada kehidupan yang paling kuingat.

Musim panas hangat dan biasa saja…

yang kuhabiskan bersamamu.

Sepertinya…

aku tahu kenapa ibuku membawamu

ke rumahku.

Seo-ha.

Aku akan terus berada di sisimu sampai kau bisa hidup sendiri dengan mandiri.

Kak Ju-won, menikahlah denganku.

Aku janji.

Aku dahulu hanya anak kecil yang bahagia di kehidupan ke-18-ku.

Seo-ha.

Seo-ha.

Kali ini aku lahir kembali hanya untuk bertemu denganmu.

KEINGINAN UNTUK MENYELESAIKAN APA YANG KAU MULAI

INGGRIS, MANDARIN, JEPANG, ARAB…

BAN JI-EUM

Aku tahu motivasimu melamar kerja,

tetapi pekerjaan ini mungkin berbeda dari yang kau cari.

Jika kau sulit membuat keputusan,

mau mencoba berpacaran denganku?

Maaf.

Aku salah dengar tadi.

Kau tidak salah dengar.

Kukatakan sekali lagi.

Maukah kau berpacaran denganku?

Tunggu.

SERIAL ORISINAL WEBTUN SEE YOU IN MY 19TH LIFE OLEH LEE HEY

Apa-apaan ini…

Kau tahu ini wawancara kerja, kan?

Sepertinya kau merasa berisiko mempekerjakanku,

jadi, aku memberimu alternatif.

Anggap saja aku merekomendasikanmu menggunakan sebuah sampel.

Namun, tetap saja…

Mana bisa mengajak berpacaran orang yang kali pertama kau temui?

Kalau bukan kali pertama?

Kau mau mempertimbangkannya?

Apa kita pernah bertemu sebelumnya?

Entahlah.

Coba kau ingat saja sendiri.

Apa anak-anak masa kini seberani itu?

Kenapa bicaramu seperti orang kolot begitu?

Maksudmu, Nona Ban?

Kau pernah bertemu dia sebelumnya?

- Tidak. - Ya, kan?

Baru kali pertama, kan?

Ada apa sebenarnya?

Raut wajah Nona Ban juga agak aneh tadi.

Kuceritakan pun kau tidak akan percaya.

Astaga.

Yang benar saja, Paman.

Kau memang suka sembarangan saat berbicara.

- Astaga. - Aku juga berniat mendekatinya perlahan.

Namun, setelah melihat wajahnya…

tanpa sadar aku langsung…

Ini sudah kehidupanmu yang ke-19.

Kenapa masih tidak dewasa begini?

Manusia tak akan dewasa sampai mati. Hanya berpura-pura begitu.

Jadi, tetap saja aku belum dewasa meski sudah melewati 19 kehidupan.

Tetap saja intinya kau sudah berbuat hal gila, Paman.

Isikan lagi.

Silakan minum.

Pak.

Seo-ha.

Telinganya agak kesulitan mendengar.

Sepertinya karena kecelakaan waktu itu.

Kenapa tidak sekalian bilang saja

bahwa Paman adalah Yoon Ju-won?

Aku sadar setelah menjalani hidup ini.

Ada orang yang bisa kau beri tahu soal itu,

dan sebaliknya, ada juga yang tidak.

Kira-kira Seo-ha yang mana?

Entahlah.

Aku tidak bisa berpikir objektif tentang Seo-ha.

Jangan bingung sendiri. Lakukan saja!

Lagi pula, sudah telanjur begini. Tak usah direm lagi.

Ae-gyeong.

Kau sangat memahamiku.

Inilah yang namanya veteran.

Ya ampun.

Hei, Paman!

Umurku sudah 50-an sekarang!

Cobalah kimci buatan veteran ini.

Baiklah. Aku akan cicipi.

Mau makan mi instan dulu?

Jangan menggodaku.

Namun, akankah kau terus duduk di sampingku meski di Korea?

Apa orang-orang akan berpikiran aneh?

Pasti ada rumor nanti.

Ayo ubah itu perlahan.

Baiklah.

YOON CHO-WON

Tidak diangkat?

Kau sudah sampai selatan Jerman untuk membeli oleh-oleh keluarganya.

Untuk sekarang, tolong kau yang mengeblok dia dahulu.

Baiklah.

Aku turun, ya.

Dah.

YOON CHO-WON

Nomor yang Anda tuju di luar jangkauan…

Dasar pria-pria ini.

Hei!

Cho-won!

Sudah kubilang aku lelah.

Makanya aku kemari.

Siapa yang memperhatikanmu selain aku?

Berhenti memperhatikanku, dan lebih pekalah sedikit.

Aku tahu kau senang.

Nyamannya.

Kau mau menelepon seseorang,

atau sedang menunggunya?

Jangan ikut campur.

Kau hanya kurang ajar begini kepadaku.

Aku pun bingung kenapa begitu.

Anehnya, aku langsung emosi setiap melihatmu.

Apa kita musuh di kehidupan lampau?

Kau tahu Seo-ha sudah di Korea?

Kau yang memberi tahu aku.

Benar juga.

Kenapa dia malah ke hotel?

Dia ke hotel? Hotel MI?

Mau apa dia ke hotel yang sudah hampir hancur?

Itu hotel milik ibunya. Tentu saja dia menyayanginya.

Memang kenapa?

Apa kau masih menyukai Seo-ha?

Lihat. Kau tak menjawab.

Cho-won.

Lantas, aku bagaimana?

- Ji-seok. - Ya?

Tahu arti nama bunga ini?

KRISAN ENGGAN

AREA PASAR MI HOTEL

"Interior unik."

"Insa-dong"?

HA DO-YUN

Lari!

Nona Ban Ji-eum?

Ayo cepat lari!

Kenapa kau di sini…

- Tunggu… Hei! - Lari!

Ada apa?

Kenapa kita harus berlari?

Kita akan habis jika tertangkap. Nanti akan kujelaskan!

Ke sebelah sini!

Pak Mun.

Kakiku lemas karena sudah lama tidak lari.

Sebenarnya ada apa?

Agar kau tidak bosan.

Apa?

Tidak ada alasan, tetapi seru, kan?

Kau pasti haus, kan?

Aku lihat minimarket tadi. Tunggu sebentar.

Sejuk sekali.

Apa perasaanmu sudah lebih baik?

Pak Mun. Tadi kau hampir terkena serangan cemas, kan?

Aku juga paham betul rasanya akan terkena serangan cemas.

Waktu seperti itu, jika kau terus berlari,

nantinya kau hanya akan fokus pada suara napasmu.

Begini…

Tunggu sebentar. Apa saat invasi Jepang ke Korea, ya?

Ada suatu masa saat aku hanya bertahan hidup sendiri.

KEHIDUPAN KE-19

KEHIDUPAN KE-10

Apa tidak ada orang di sana?

Tolong aku!

Waktu itu api neraka bagaikan turun.

Banyak mayat berserakan di tanah,

dan dunia penuh dengan suara rintihan, juga teriakan.

Aku tidak tahu harus berbuat apa.

Jantungku sangat sakit seperti akan mati,

dan aku tak bisa bernapas.

Entah aku lari karena terkejut atau demi bertahan hidup,

yang jelas, aku mulai berlari tanpa arah.

Saat berlari, ingatan-ingatan sedih yang menyiksaku…

bagaikan hilang terbawa angin.

Setelah itu, aku tetap bisa melanjutkan hidup.

Pada saat invasi itu aku tahu

bahwa aku bisa hidup jika berlari.

Pada saat invasi Jepang ke Korea?

Aku membacanya di buku.

Penggambarannya sangat rinci sampai aku bisa merasakannya.

Apa nama buku itu?

Ladang Gandum yang Putih ?

Namun, itu hanya naskah yang ditulis oleh kenalanku dulu.

Kau tak mungkin bisa membelinya.

Sayang sekali.

Nona Ban.

Sejujurnya,

kau suka mengarang cerita, kan?

Agak seperti itu, kan?

Aku bukan tukang gosip,

jadi, kau boleh bicara jujur kepadaku.

Katakan saja.

Cepat.

More Indonesian subtitles for See You in My 19th Life

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left