200 baris pertama.
EPISODE 14
Seo Do-jae,
dengarkan baik.
Akulah yang menyebabkan itu terjadi padamu.
Apa maksudmu?
Itu terjadi karena aku.
Pertama kali aku berubah,
aku mengalami kecelakaan.
Waktu itu perjalanan ke Eropa bersama U-mi.
Itu sepuluh tahun lalu.
Sekarang... Aku mengerti.
Aku ingat sekarang.
Astaga. Apa yang terjadi?
Dia masih bernapas. Panggil ambulans. Dia tertabrak mobil.
Hubungi 911.
Aku lihat wajah pria itu sebelum aku pingsan.
Maaf.
Maaf.
Itu salahku.
Semua salahku.
Han Se-gye!
Han Se-gye!
Han Se-gye!
Buka pintunya. Buka pintunya!
Han Se-gye!
Lihat aku, mari bicara.
Apa pun yang kau katakan, lihat aku dan bicaralah.
Jangan menghindarinya.
Han Se-gye!
Kau terluka?
Wanita yang kau selamatkan itu
adalah aku.
Jadi, apa maksudmu?
Kenapa itu kau?
Orang yang kau selamatkan,
orang yang menghancurkanmu seperti ini,
orang yang memberimu sepuluh tahun penderitaan...
adalah aku.
Aku tak tahu apa pun soal itu.
Aku tertawa di sampingmu, seolah tak terjadi apa-apa.
Aku senang di sampingmu.
Maaf.
Maaf.
Kubilang aku akan membuatmu bahagia.
Tapi tak bisa.
Aku tak pantas melakukan itu.
Aku… Aku...
tak masalah dengan semuanya.
Sepanjang hidup kita,
bisakah...
kita baik-saik saja?
Bisakah kita tinggalkan masa lalu?
Bisakah kita melupakan ini semua?
Bisakah kita melakukannya?
Kau bisa...
melakukan itu?
Bahkan jika kau bisa,
aku tidak bisa.
aku tak bisa melakukannya.
Lalu apa yang kita lakukan? Maumu apa?
Seo DoJae.
- Ayo... - Tunggu.
Tunggu sebentar.
Sebentar saja.
Aku akan kembali.
Aku akan kembali lagi.
Dan membicarakan ini.
Jangan terlalu banyak menangis.
Jangan merasa...
bersalah.
Ada cara untuk menyembuhkannya.
Sungguh?
Itu bagus. Itu berita yang sangat bagus.
Ada dokter yang berhasil meneliti bidang ini.
Dia tertarik dengan kasusmu.
Biar kutemui dia. Di mana dia?
Di mana pun dia, aku akan datang.
Tapi peluangnya kecil.
Tingkat keberhasilannya hanya lima persen.
Lima persen?
Aku tak menjamin kesembuhan total.
Bahkan bisa membuatnya lebih parah.
Lebih parah?
Setelah operasi,
atau bahkan saat operasi, kau bisa mati.
Masih mau melakukannya?
Tidak, kau tak bisa lakukan itu.
Nyawamu yang terpenting.
Jika kau tak bisa terima itu,
Tak ada lagi kesempatan.
Ini tak bisa disembuhkan.
Berpikir seperti itu akan mempermudah hidup.
Dokter OH
Kenapa datang sepagi ini?
Ada masalah di kantor?
Tidak ada masalah. Kau belum makan siang?
Aku mau makan siang denganmu, hanya kita berdua.
Aku tak
tahu kau akan membicarakan penyakitmu saat ini.
Maaf aku tak cerita ke Ibu lebih awal.
Tidak apa. Maaf.
Kupikir satu-satunya cara adalah merahasiakan penyakit itu.
Kupikir merahasiakan penyakitmu
adalah cara terbaik untuk melindungimu.
Tapi sepertinya itu cuma dipikiranku saja.
- Aku sangat konyol. - Jangan katakan itu.
Kau lakukan yang terbaik untuk melindungiku.
Kau dan Se-gye baik-baik saja, 'kan?
Sepuluh tahun lalu,
jika tidak mengalami kecelakaan itu,
entah jadi apa aku sekarang?
Do-jae.
Tapi…
Aku tak menyesal menyelamatkan nyawanya.
Aku menyesal...
mengajarkanmu untuk membantu orang lain.
Aku ajarkan kau itu.
Harusnya tak kulakukan itu ketika membesarkanmu.
Aku menyesali itu.
Ju-hwan.
Ya. Kau butuh sesuatu?
Kau ingat bagaimana pertama kali kita bertemu?
Kenapa tiba-tiba bertanya?
Karena aku tak ingat jelas waktu itu.
Mau dengar versi yang berlebihan,
atau yang lebih sederhana?
Katakan saja sejujurnya.
Kau melampaui kata-kata.
Kau muda, sakit,
dan menyedihkan.
Kau gampang gelisah.
Kalau latihan tak berjalan baik, kau marah dan berteriak.
Suatu hari, kau menolak untuk melihat apa pun.
Kau menolak untuk menjelaskan perbedaan.
Ya.
Dulu aku memang bgitu
Aku cukup terharu saat kau mengenaliku.
Dan, aku tahu kau akan hidup.
Aku tahu kau tak akan mati.
Saat itu...
apakah aku sangat menderita?
Seandainya ada pertandingan penderitaan hidup, kau tak akan kalah
Mengagumkan kau bisa hidup begitu selama sepuluh tahun.
Sepuluh tahun…
Kau benar.
Sudah sepuluh tahun.
Kerjamu bagus.
Bukankah menyenangkan masih hidup?
Kau bahkan menemukan gadis yang kau cintai.
Nama ikan ini Han Se-gye, 'kan?
Itulah cinta.
Ketika semua orang di dunia ini terlihat sama,
hanya orang spesial yang terlihat.
Kau tonton itu lagi?
Astaga.
Apa kau menonton semua ini?
Ya.
Kau sangat mencintai dirimu sendiri?
Kau senang melihat film yang kau bintangi?
Aku muak. Sungguh.
Ini yang terakhir.
Terakhir kali, apaan!
Terus saja itu jawabanmu.
Bagaimana bisa kau tonton film ini semua
Apakah perusahaanmu
bisa bertahan tanpaku?
Kenapa?
Apa kau akan menikah?
Bukan, bukan itu.
Hanya ingin tahu.
Syukurlah.
Kenapa? Kau lelah?
Kau mau cuti?
Jangan khawatir.
Kau bisa istirahat kalau mau. aku bisa atur.
Tinggal beri tahu aku.
Masih ada iklan?
Apa? Ya, ada. Kenapa?
Ayo selesaikan semuanya.
Kenapa tiba-tiba?
- Kenapa denganmu? - Ada tawaran lain?
Ayo lakukan semuanya.
Aku siap lakukan apapun.
Kau pasti mau menikah.
Kau semakin gila uang.
Kalau begitu, mari kita atasi perusahaan pacarmu lebih dulu.
Tak akan akan kulepaskan sekalipun pacarmu.
Kita akan lakukan sisa pekerjaan dan berhenti.
Lalu, aku akan memperbarui kontrak.
Kenapa? Tak suka ideku?
Tidak, ayo kita lakukan.
Kulakukan yang terbaik untuk hasil yang luar biasa
Aku tahu. Pasti karena perusahaan pacarmu.
HAN SE-GYE
DIA DAN KONDISINYA YANG TIDAK SESUAI.
Meski aku memahami situasinya,
memahami seseorang
adalah hal yang berbeda.
MESKIPUN MAMPU MEMAHAMI SESEORANG
MEMAHAMI KONDISI SESEORANG ADALAH HAL YANG BERBEDA.
No comments yet. Be the first to leave one.