200 baris pertama.
Mohon bantu subscribe Youtube Aku Kamu (search = "aku kamu kera sakti", yg Fotonya bola, yg ada video2 serial Kera Sakti 2002)
Chu yuen-fong, kemaren ultahnya Macho, kau kan kami undang, kok nggak datang sih?
Maaf, kemarin aku sibuk. / Sibuk atau mau mempermalukan kami?!
Dia cuma nggak mau main denganmu tau! / Jaga mulutmu!
Aku lagi ngerjain PR nih, enyahlah! / Nyontek aja sok2an!
Apa urusanmu?!
Kwok siu-chun, pikirmu kau itu siapa?! / Lha emang kau pikir kau itu siapa?!
Kwok siu-chun, jangan debat lagi!
Margaret, ada apa?
Macho, dia telah membuatmu malu!
Nggak usah bikin masalah deh!
George, diamlah kalau cewek lagi ngomong!
Dia bukan pacarmu, bukan juga anggota gengmu!
Kau mau sok2an?
Macho, Sandy yg pacarku.
Dia kan temennya Sandy, artinya anggota gengku juga.
Kalian ngapain sih?!
Bubar!
Jangan bilang aku nggak mengingatkanmu, kalau akhir2 ini Kak Scar bersama dengannya.
Siapa tuh Kak Scar? Nggak kenal!
Si kurcaci itu ya?
Kau nggak tau Kak Scar?
Baik, kukenalkan deh.
Yuk!
Jangan mengganggunya.
Kok kau gitu sih?!
Wah, bolanya ibu ada 3!
Berhenti!
Siapa yg berkata gitu tadi?! Kalian berlima dihukum nulis kalimat 1.000 x!
Aku nggak bilang apa2 lho, Bu! / Ibu nggak peduli, besok harus udah dikumpulin!
Kembalikan tasku!
Kwok siu-chun.
Tas ini punyaku lho!
Kembalikan dong!
Kembalikan dong!
Tuan Wan, bukan aku yg melempar tasnya.
Ambil tasmu & duduklah sana.
Berdiri!
Selamat pagi, Ibu Tsang!
Duduklah!
Siapa yg melakukan ini?
Selamat pagi, Pak Chan!
Terima kasih kerja samanya, belajarlah sendiri ya.
Hari ini aku mau ngurus duit.
Nggak usah tegang, Pak Chan.
Nomor 1 dalam 3 ronde berturut!
Ya kalau menang, kalau nggak gimana. / Ya udah mending simpan aja duitnya di bank.
Masuk akal.
Nggak ada yg ngaku?
Kalian semua dihukum nulis kalimat 1.000 x!
Berapa nilaimu? Mantap!
Kwok siu-chun!
Nilaimu jelek banget.
Pak Wan, jangan memaksaku belajar deh.
Aku nggak maksa kok. Belajar atau nggak. itu sih urusanmu. Prestasimu bukan buat Bapak kok.
Lee tin-shing!
Cepet!
Tunggu di sini, kucari mobil dulu!
Sampai jumpa!
Kak Scar bersikeras banget ingin ketemu denganmu.
Hari ini aku ketemu dengannya, ikutan nonton film dong yuk!
Siu-chun, jangan mendekatkan kami terus dong. Dia bukan tipeku.
Aku tau, tapi bersama dia kita jadi bisa kuat & bersenang2.
Anggap aja nambah temen lah. Aku nggak minta padamu untuk memberikan sesuatu padanya kok.
Chu yuen-fong, ikut, yuk?
Ayo dong!
Brengsek, aku Kak Scar.
Dasar jalang, beraninya menyentuhku!
Enyahlah!
Jangan berkelahi lagi dong!
Jangan takut! Kalau kau menggodanya lagi, kumutilasi kau jadi 9 bagian!
Sampai jumpa ya, ayo pergi!
Kau nggak apa2, Lam keung?
Kau baik2 saja?
Matilah sana!
Ayo pergi!
Mereka ada berapa orang?
4.
Kau mengenalnya?!
Kenal nggak?! Gimana rupa mereka? Sama perawakannya gimana?
Kasitau ke Bapak Polisi dong! / Yg polisi itu kau atau aku sih?
Aku dan adikku hendak membantu Bapak.
Kalau sikapmu begitu, kau yg dikira polisi lho sama orang2. / Maaf!
Ngapain pakai rambut palsu sih?! / Saudara Hoi, makasih udah menggantikan. / Baik.
Uruslah ini. Mintalah keterangan dari mereka.
Putriku kau tahan, pembunuhnya malah kau bebaskan.
Putriku kau tuntut apaan nih?!
Jangan teriak2 dong.
Sekarang, 2 anggota geng bertarung demi putrimu, tau!
Timbul 1 korban jiwa lho!
Chu, putriku, kau gabung jadi anggota geng?
Nggak usah teriak2 dong, ini kantor polisi tau. / Emangnya kenapa?!
Maksudmu aku nggak boleh mengajari putriku di kantor polisi?! Apa kau nggak waras?! Beritau Ayah dong.
Aku nggak gabung begituan.
Sekarang kepolisian terlihat bagai raja aja nih!
Aku baru ngasi tau putriku untuk hati2 dalam membuat pernyataan. Mendingan jangan banyak bicara deh.
Putramu itu jangan sampai jadi polisi deh!
Pak, kok dirimu murung sekali sih? Pelajar yg tewas itu putramu ya?
Tabahlah ya, Pak.
Pak Wan, saat kami menangkap pelakunya, tolong datang untuk memeriksanya ya. / Baiklah. / Makasih.
Hei kawan, kau kan gurunya, ada yg mau kutanyakan nih.
Caramu ngajar murid itu gimana sih?!
Maksudnya, Pak?
Putraku yg seusia bocah ini bilang, gurunya menegur murid2 bagai sampah.
Yg parah, ngeluhin soal duit di kelas, guru macam apa tuh?!
Aku bukan guru yg dimaksud, jadi aku nggak tau.
Bapak itu Pimpinan di sini, kan? / Benar.
Pernyataan putriku itu jujur. Dia nggak tau & nggak liat apa2.
Kau bilang nggak tau apa2?! Tau nggak kalau di sekolahmu itu ada geng2an?!
Pak, yg ku tau ada yg ngejual narkoba di masyarakat & banyak penjahat di antara masyarakat!
Bukannya kita lagi ngebahas sekolahan?! / Mungkin ini masalah di masyarakat umum.
Ini masalah guru sepertimu ini! / Sudahlah jangan terlalu ngotot.
Pak, sudah kubilang putriku nggak akan bisa mengenali pelakunya.
Jangan ngoceh terus deh daripada kutahan karna ngganggu polisi!
Kau tau kalau ada geng2an di sekolah, tapi kalian yg pegang pistol malah nggak peduli & nyuruh Guru yg mengurusnya, gitu?!
Benar, kerjaannya polisi itu nangkapin orang yg nggak salah!
Paman, ada yg minta uang perlindungan ke aku di sekolah. Kalau nggak ngasi bakal dihajar.
Nak, kita urus dulu masalah yg sekarang ini ya!
Kau kenal sama dia nggak? / Enggak.
Kakak Besar, "Happy" ada banyak orang di atas. Itu kan bukan urusanku.
Semuanya sudah kumpul? / Sudah.
Arms?
Di dalam dengan temennya si 2 bocah sekolahan di sana tuh.
Saudara Hoi, mereka datang!
Mereka datang!
Kakak Besar, bocah itu pelakunya. / Kembalilah duduk.
Kalau nggak ada hubungan, cincang aja deh!
Sudah lama nggak ketemu ya, "Happy"!
Minum teh.
Nggak perlu begitu.
Geng2an sekarang nggak begitu amat kok.
Pintar & langsung ke intinya, kau bener2 berkarakter. Tradisi lama itu konyol banget.
Nggak perlu basa basi lagi, namaku sudah dikenal.
Rekeningku nungguin nih.
Jadi gimana nihs?
Benar2 nggak bertele2!
Atas masalah sekolahan itu, anggota gengku ada 1 yg mati.
Masa dibayar pakai rekening?
Brengsek, anggota sekarang bikin masalah aja.
Dari bocah sekolahan itu kalian bisa dapet berapa?
Megang pisau aja nggak bisa, taunya cuma pacaran & berkelahi. Kalau ada waktu, ajarilah anggota mudamu. / Baik, Kakak Besar.
Maksudmu apa?!
Kakak Besar, ada polisi kemari.
Permisi, Kakak Besar. Mejanya penuh, boleh aku gabung denganmu?
Jangan menggubrisku, lanjutkan obrolan kalian.
Pelayan, apaan tuh?
Ha-kow, siu-my, mau?
2 porsi deh?
Aku belum makan dari pagi. / Aku lapar banget. / 2 cukup?
2 ini habisin dulu lah. / Yuk makan.
Kalau bukan dirimu, "Happy", aku nggak akan peduli.
Nggak usah berlebihan, serahkan dia padaku. / Kau bercanda?
Aku terlihat sedang bercanda?!
Saku merah aja deh, gimana?
Kurasa kurang nih. / Tambah sepiring nasi goreng boleh deh.
Baik, berapa banyak?
Sa-pal, keluarkan 380 dolar Hongkong dari si saku merah.
380?! Aku lagi ngemis kah?! Buat biaya transportasi anak2ku aja nggak cukup!
Kita kan cuma kehilangan seekor anjing, segitu pentingnya kah?!
Jangan ribut di tempat umum dong.
Kau sedang memanfaatkan situasi ya?! / Diamlah, kau nggak berhak bicara! / Nggak usah sok deh! / Mau berkelahi aja?!
Jangan bikin ulah di sini! "Apa sih maumu?!"
Saku merah itu menunjukkan adanya kepedulian kami!
Happy, kau merasa segitu kurang, emangnya kau itu siapa?!
Ayo Kakak Besar, dia nggak bisa diajak kompromi. Ayo pergi.
Cepat enyah! / Tunggu,
"Happy", duduklah dulu. Ada yg mau kukatakan pada kalian semua.
2 sisi Kakak Besar, damai itu bikin makmur lho, ayo dinginkan kepala & bicarakan baik2.
Yg terpenting itu kerja sama antara polisi & masyarakat. Jangan mempersulitnya.
Berpikir jernih itu sangat penting. Jangan mengganggu orang2 di wilayah sini.
Kalau ngeyel, bisnis akan kututup.
Terserah deh.
Kalau bisnis tutup, bisa2 terjadi perampokan 9x dalam 1 minggu.
Jangan sampai menyesalinya. / Kau mengancamku?
Mana berani.
Aku sedang menangani kasus di sini, 1 siswa tewas. Kalian semua tau itu.
Aku nggak tau. / Sekarang kau tau kan?!
Pak, aku barutau setelah kau beritau. / Yg penting sekarang kau udah tau deh.
Atas kasus sekolah ini, harus ada 1 anak buahmu yg mengaku. Kuberi waktu 3 hari.
Saudara Hoi, kau itu sedang ngomong apa?
Happy, datanglah padaku kalau kau punya bukti untuk melawannya.
Ayo pergi, Chuen-oug.
Ingat ya, 3 hari.
Santailah, masalah selesai, berikan teh padaku.
Chu, simpanlah dulu bukumu. Makanan udah siap tuh. / Baik.
Coba periksa apa birnya ayah udah abis.
Masih.
Bibi. / Chun, masuk & duduklah.
Aku cuma mau ngomong sama Yuen-fong.
Ada apa? / Keluar dong.
Kenapa kau mencariku? / Nggak ada yg penting kok.
Kepolisian membawa 2 anggota kami. Kalau kau diminta untuk mengenali mereka,
nggak usah datang, paham?
Kau itu penyebab terjadinya masalah ini, jadi menurutlah.
Aku benar2 nggak tau kenapa kalian berkelahi.
Pokoknya jangan datang ke kantor polisi kalau diminta.
Kalau kau hadir sebagai saksi, Kakak Besarku nggak akan memaafkanmu.
Di hari itu kan banyak orang. Kalau aku nggak datang, polisi malah akan curiga.
Dengar deh ya, kalau kau nggak nurut, Kakak Besarku nggak akan segan2 padamu.
Dia kejam lho!
No comments yet. Be the first to leave one.