200 baris pertama.
Sial, Kasia, ini kacau. Kau mabuk berat.
Bagaimana kau akan menginterogasinya?
Trepa, menepi. Kumohon.
Aku mual.
Ayo.
Bos, aku tahu seperti apa kelihatannya
tapi kami harus bertindak...
Simpan alasan itu untuk Szymanski.
Kami lihat tersangka di kelab, jadi kami mengikutinya.
Lalu?
Kau tahu soal Radwan?
Tidak.
Lalu apa yang dia lakukan di sana?
Baiklah.
Waktumu 20 menit untuk menyelamatkan diri.
Sebelum Szymanski tiba di sini.
Bicaralah dengan Radwan.
Tapi matikan kameranya.
Selamat.
Begini saja...
Kacang?
Ada yang ingin kau sampaikan?
Sedang apa kau di sana?
Hanya kau dan aku.
Kau akan memberiku jawaban?
Kau menyamar, 'kan?
Secara tak resmi?
Aku dikeluarkan dari kepolisian dan butuh pekerjaan.
Bekerja untuk Molski?
Bayarannya besar.
Radwan...
Aku sudah lihat rekamannya.
Kau, Wojtek, dan para gadis itu.
Semua itu membuat Wojtek menembak kepalanya sendiri.
Sekarang, begitu saja, kau bekerja untuk Molski?
Baiklah. Oliwier Galewski.
Apa yang kau tahu tentang dia?
Anak tak bersalah yang terbunuh di dermaga. Aku siap mendengarkan.
Kau mabuk.
Aku tak yakin kau harus menginterogasi orang
dalam kondisi ini.
Kasia, semua baik-baik saja?
Mereka datang.
Apa yang kalian lakukan?
Kami baru akan mulai.
Ya?
Sepertinya kau baru saja selesai.
Sudah berapa lama kau bekerja untuknya?
Sudah berapa lama kau menjadi sopir Molski?
Kau ingat kasus terakhir kita?
Putri Kosinski.
Semua orang mengira dia sudah mati.
Tapi kau tak pernah berhenti mencari.
Baik, waktunya habis.
Zawieja, keluar.
Kau tetap di sini.
Mereka melihat tersangka dalam penyelidikan pembunuhan.
Dia bersikap aneh, mereka berhak mengikutinya.
Lalu melakukan penangkapan spektakuler!
Ya, karena Molski mengeluarkan pistol.
Baiklah.
Mereka kebetulan ada di kelab itu?
- Kalian minum-minum? - Tidak.
Aku mengemudi.
Kenapa kalian tidak menginterogasinya di kelab?
Kami butuh lebih banyak bukti.
Pengawasan adalah satu-satunya pilihan kami.
Berarti seseorang mengizinkan operasi ini?
Ya. Kami bicara di telepon, aku mengizinkannya.
Apa ada riwayat panggilan itu?
Lihatlah sendiri.
Mereka melakukan tugas mereka.
Kami akan tanyai tahanan besok pagi, menghubungi Jaksa Wilayah.
Jika punya alasan yang kuat, kami akan menuntut mereka.
Baiklah.
Tapi jika kau menginterogasi lagi, jangan matikan kameranya.
- Dengar... - Baiklah.
- Itu saja? - Ya.
Sampai jumpa.
Radwan. Dia...
Dia mencoba memberitahuku sesuatu.
Ya.
Aku serius.
Selama interogasi, dia mencoba memberitahuku sesuatu.
Kasus indisiplinernya. Lihatlah.
Lihat apakah dia bisa dipercaya atau tidak.
Aku akan pulang. Mau menumpang? Ya? Tidak?
Sampai jumpa.
Bagaimana, Nak?
Mereka membuntutimu.
Aku tahu.
Maaf.
Aku tidak menyadarinya dan...
Kontainer itu...
Ada apa dengan itu?
Bukan urusanmu.
Janek boleh pulang hari ini.
Pukul 16.00. Aku sudah menyiapkan ranjang khusus yang kau inginkan.
Aku akan jemput Hania dari sekolah, ambulans akan membawa Janek
tapi harus ada pendamping saat dia dipulangkan.
Aku tak bisa ada di mana-mana.
Bisa berikan handuknya?
Sarapan sudah siap, ayo.
Kau mau kopi?
Ya.
Hania.
Bangunlah.
Ibu?
Ayo sarapan.
Cium aku.
- Terima kasih. - Kau dengar ucapanku tadi?
Ya.
Janek boleh pulang pukul 16.00, dan kau tak bisa ada di mana-mana.
Aku akan mencari cara, aku akan menjemputnya.
- Apa? - Kau sudah tua.
Terima kasih, Ibu.
Dan kau terus bertambah muda.
Aku juga menyayangimu.
Tengkorak hancur, cedera multiorgan.
Limpa dan hati pecah di tiga titik.
Rusuk patah yang menusuk paru-paru.
Dia memang tak akan selamat.
Mungkinkah seseorang memukulinya?
Dia tewas karena terjatuh.
Mungkinkah dari kontainer? Setinggi dua sampai empat meter?
Kondisi tengkoraknya menunjukkan
bahwa dia pasti jatuh dari tempat yang jauh lebih tinggi.
Ke permukaan keras.
Dia mungkin jatuh dari derek pelabuhan.
Ada lantai beton.
Aku menemukannya di dekat kontainer. Jaraknya 50m.
Seseorang pasti menyeretnya.
Itu mungkin saja.
Dia dipukuli, lalu didorong.
Patah di hidungnya baru, beberapa luka robek.
Tidak ada DNA di bawah kuku.
Dia tidak melawan?
Tidak.
Hai! Silakan tinggalkan pesan.
Trepa, hubungi aku kembali.
Saat kau bisa.
Molski menodongkan pistol ke kepala Marek Lanski.
Dia belum mengaku dan Marek memihaknya.
Tapi kami sudah amankan pistolnya.
Itu legal.
Dia anggota klub senjata.
Bagaimana dengan uang 50.000 zloti?
Mereka punya tagihan keterlambatan untuk jumlah itu.
Mari tanya dia tentang malam kematian Oliwier.
Dia akan bilang bahwa dia bersama Lanski malam itu.
Petugas forensik akan memeriksa ponselnya.
Mereka tak akan menemukan apa pun. Dia terlalu pintar.
Dia tahu cara kerja kita.
Jadi, kita akan membiarkannya pergi?
Agar kita tidak malu.
Kami menahan Molski atas pembunuhan Oliwier.
Ini kasus kami. Kita yang memutuskan, ya atau tidak?
Tidak.
Kepala Inspektur benar, kita tak punya bukti.
Aku merasa kau melindungi orang itu.
Tuduhan yang kuat.
Kurasa itu tidak perlu.
Pagi ini aku menerima laporan hasil autopsi.
Aku pergi ke sana.
Tampaknya itu bukan kecelakaan.
Oliwier didorong dari derek
diseret, dan ditinggalkan di dekat kontainer.
Menurutmu apa alasannya?
Seseorang tahu dia mengadu.
Siapa? Lanski?
Bukan dia.
Dia tak sebodoh itu membunuh seorang anak di wilayahnya.
Bukan gayanya.
Melainkan Molski.
Molski menugaskannya untuk menyelundupkan orang.
Dia mengawasi bisnis. Jika dia tahu anak itu mengadu
dia akan membunuhnya.
Aku memintamu mengikuti aturan.
Beberapa jam kemudian, karena emosi dan alkohol
kau salah tangkap?
Aku mengikuti tersangka pembunuhan Oliwier Galewski.
Bukan salahku Molski muncul.
Sudah kubilang sejak awal bahwa kasus-kasus ini berkaitan.
Itu tidak penting.
Yang penting adalah kita tidak punya bukti.
Kita harus bebaskan mereka semua. Interogasi selesai.
Biar kutanyai Marek agar tak perlu membebaskan mereka.
- Molski mengancamnya dengan pistol. - Tak akan kami izinkan.
Marek Lanski tak mau bicara tanpa pengacaranya.
Tak ada yang bisa kugunakan di pengadilan.
Aku akan bicara dengan Radwan.
Zawieja.
Kau harus diskors.
Aku dan Jaksa memutuskan
jika kau lulus evaluasi kejiwaan, kau bisa kembali ke kasus ini.
Di mana Trepa?
Entahlah.
Berhentilah marah karena evaluasi itu.
Aku akan mengulur waktu.
Aku harus memberi Budka sesuatu agar dia berhenti menekanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.