200 baris pertama.
Selamat malam, hari ini tanggal 10 April,
hari terakhir kerja sebelum liburan Festival Songkran dimulai.
Orang-orang sudah mulai berangkat dalam perjalanan pulang.
Banyak orang
melakukan perjalanan pulang untuk liburan Songkran.
Banyak yang pergi ke luar kota untuk merayakan Tahun Baru Thailand.
Mari kita lihat bagaimana kemeriahan sedang berlangsung.
Wisatawan dan turis asing telah tiba di banyak tempat.
Perayaan festival air kita akan sama semaraknya setiap tahun.
Sekarang izinkan saya mengucapkan selamat Tahun Baru Thailand.
Semoga perayaan Songkran kita semua aman dan menyenangkan.
Semprotan apa ini?
Aku sudah bilang kita harus saling menjauh untuk sementara.
Ini keterlaluan.
Ini memuakkan!
Mengerti,
kau tak hamil.
Som,
jangan pakai trik ini padaku.
Kita tak akan berhasil
Tar,
aku minta maaf.
Aku tidak ingin kau meninggalkanku.
Aku mau putus.
Tar!
Jangan pergi!
Jika kau tinggalkan aku...
Aku akan bunuh diri.
Aku mencintaimu.
Apa salahku?
Katakan padaku, aku akan berubah.
Beri aku kesempatan lagi.
Tolong cintai aku seperti dahulu.
Kenapa kau tak kembali?
Kembalilah padaku.
Wanita jalang ini tak akan membiarkanku tenang.
Hei, lama tidak bertemu.
Aku sibuk kerja.
Kerja atau pacaran?
Bukan seperti itu.
- Jadi... - Jadi?
Kau mau ikut denganku nanti?
- Serius? - Tentu saja.
Permisi.
Sial!
Ratu drama.
Keparat, kau sudah puas meniduriku dan kini mencampakkanku.
Kenapa kau sekasar ini?
Itu saja. Aku meninggalkanmu.
Tidak, tak akan kubiarkan.
Tak akan kubiarkan kau pergi.
Tak akan!
Jika kau pergi...
aku akan bunuh diri.
Tak akan kubiarkan kau pergi.
Lakukan, aku muak dengan gertak sambalmu.
Tar, sialan kau.
Som!
Sial!
Sial!
Tak akan kubiarkan.
Som.
Tak akan kubiarkan kau putus denganku.
Jangan lakukan itu!
Jangan! Som...
Jangan...
Jangan!
Tar...
Tak akan kubiarkan kau.
Apa-apaan ini!
Sial!
Kekacauan macam apa ini?
Ini begitu kacau!
Sial!
Lepaskan aku!
Wanita jalang!
Lepaskan aku!
Biarkan aku pergi!
Aku sial.
Selamat malam.
Kau minum alkohol?
- Tak setetes pun, Pak. - Aku harus memeriksamu.
Kau bagus. Mau ke mana?
Pulang, ke Chanthaburi.
Sungguh?
Itu kampung halamanku juga.
Tolong buka bagasi.
Hei, buka bagasinya.
Hei! Kau dengar tidak?
Aku bilang, buka bagasinya!
Tar...
Tak akan biarkan kau pergi.
Tidak!
Tidak!
Jangan mendekat!
Jangan!
Jangan!
Jangan! Jangan!
Jangan!
Jangan!
Jangan! Jangan! Jangan!
Hei.
Kau baik-baik saja?
Ini kembalianmu.
Morning News Hours
Seperti biasa,
kerumunan orang sedang menuju ke luar kota selama liburan panjang.
Tembakan air sudah dimulai,
dan tak lama lagi kami akan basah.
Lalu lintas di jalan utama tak seburuk yang diperkirakan
karena banyak warga meninggalkan kota sebelum liburan dimulai.
Kau tak bisa meninggalkanku!
Sial.
Sial!
Tangan terkutuk...
Tar...
Aku tak akan meninggalkanmu.
Som!
Tak akan!
Berantakan sekali?
Aku tak akan pergi.
Tar!
Tar!
Tak akan!
Som!
Som.
Kumohon.
Biarkan aku pergi dengan tenang.
Tak akan.
Jangan... Menjauh dariku!
Tar! Tolong aku!
Lepaskan aku! Lepaskan aku!
Biarkan aku pergi!
Wanita jalang!
Som, maafkan aku.
Kalian dengar itu?
Sial!
Aku pergi dari sini.
Apa...
apaan ini!
Aku juga!
Dasar penakut!
Sial!
Tidak!
Omong kosong!
Sial, tidak!
Tidak!
Cut!
Berengsek, kenapa kalian tertawa?
Kau tak lihat?
Dia menekan kemaluanku!
Sial!
Kau payah.
Kau seharusnya membiarkan Kay kabur dahulu.
Karakterku takut, jadi aku lari.
Kalian harus serius.
Sekarang Songkran, tetapi aku tak pulang atau berpesta.
Lalu kalian anggap ini lelucon.
Tidak lucu! Bodoh!
Aku kerja keras mengedit film sementara kalian bersantai.
Jangan salahkan kami.
Kami akan membantumu.
Menatap!
Aduh! Harus pukul begitu keras?
Ya, aku jengkel.
- Mau maju? - Benar.
- Sana mengobrol dengannya! - Benar.
- Seperti anjing melihat tulang. - Benar.
Bukan urusanmu.
- Benar. - Apa yang benar?
Ayo jalan.
Ayo!
- Jangan dorong aku! - Ayo!
Sial, aku pergi dari sini.
Mod, lihat ini.
- Keren sekali. - Apa?
Bayanganmu, tanpa kepala.
Cut lagi? Kenapa?
Kau memegang senter di tangan yang salah.
Tak penting!
Itu sudut kamera.
Sudut apa. Lihat.
Kay, Odd, lihat ini.
Bayangan Mod tak punya kepala.
Apa?
Akan kutunjukkan.
Benar!
Luar biasa!
Hei...
itu pertanda buruk.
Apa maksudnya?
Serius.
Bayangan tanpa kepala berarti waktumu sudah habis.
Odd...
Omong kosong.
Ini hanya sudut kamera.
Lihat.
Itu terlihat nyata.
Benar.
- Pastinya tanpa kepala. - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.