200 baris pertama.
Maafkan aku tak bisa selesaikan permainan kita!
SESUATU UNTUK DILUKIS. SESUATU YANG TERBAKAR. SESUATU YANG KAU MAKAN.
SESUATU YANG MEMBUATMU BAHAGIA. SESUATU YANG MEMBUATMU MARAH.
Tak apa!
Tak apa.
Tak apa!
Temanmu tak akan kembali.
Bangunlah.
Jess? Kau tak apa?
Laba-laba?
Haruskah kita panggil pembasmi hama?
Yang kubutuhkan adalah terapis baru.
Benar. Satu lagi.
Kukira mimpi buruk itu telah berakhir.
Kumulai merasa lebih tenang. Seolah mampu selesaikan buku itu.
MOLLY KAKI SERIBU DAN PINTU BIRU
Dengar, semua karena apartemen ini. Kepindahan.
Seluruh masalah dengan mantanku. Terlalu banyak tekanan.
Kita tak punya banyak ikatan dengan tempat ini.
Mari kita pergi. Bagaimana kalau dua hari lebih awal?
Rumahnya belum siap, sayang.
Mereka bahkan belum selesai mengecat.
Siapa peduli?
Aku bisa menangani anak-anak.
Barang milik ayahku ada di mana-mana.
Tak ada gudang di griya lansia.
Kita tetap harus mengurusnya.
Ayolah. Ini tempat kesukaanmu.
Ide bagus.
TERJUAL
Tatap ibu!
Pecahkan gelembungnya, sayang.
Ayolah.
Kau baik saja?
Hei, aku melihatmu, apa yang...
Hai!
ES LIMUN.
Astaga!
Besar sekali.
Mungkin kini ayah akan mengizinkanku pelihara Maltipoo.
Bagus untukmu.
RS HOPE CALLIOPE BENJAMIN BARNES
Kau menggambar semua ini?
Kurasa demikian.
Kau tidak dimarahi karena melukis di dinding?
Kurasa tidak, jika kuteruskan.
Nenekku, yang tinggal bersamaku setelah ibuku meninggal...
selalu berkata bahwa aku mengubah seluruh dinding rumahnya menjadi kanvas.
Itu pasti dimulai dari sini.
Nenekmu terdengar menyenangkan.
Ibuku juga...
sebelum jatuh sakit.
Maafkan aku karena mereka belum selesai mengecat.
Kuingin rumah ini menjadi kanvas kosong...
bagimu dan saudarimu saat pindah kemari.
Aku suka gambarnya.
Kalau begitu harus kau tambahkan.
Kau ingin ini menjadi kamarmu, Ali-Cat?
Maaf, tetapi aku telah berjanji pada Alice untuk membantu memilih kamar.
Menurutku lebih baik kamar besar di ujung lorong.
Tanpa dinding bergambar seram.
Dan pendekatan ibu tiri yang baik.
Namun "Ali-Cat", itu semacam panggilan sayang kami.
Tak apa-apa.
Itu masalah kami.
Taylor menyulitkanku...
dan aku berpura-pura tegar.
Terima kasih.
Di mana kau temukan itu?
Dari salah satu boks ayahku.
Bagaimana rasanya bisa kembali?
Senang.
Maksudku, kutahu aku pernah bahagia di sini.
Aku punya rekaman untuk membuktikannya.
Tetapi kenangan itu sangat pudar.
Usiamu baru lima tahun saat pindah.
Aku tak ingat apa pun saat seusia itu.
Serius, kuhanya ingin anak-anak bahagia, mengerti?
Aku tak ingin mengacau.
Kuhanya ingin mereka tahu aku menyayangi mereka.
Saat memiliki anak...
kau hanya perlu berikan kasih sayang, dan berharap mereka paham.
Bahkan jika mereka menyulitkanmu.
Itu terdengar menyebalkan.
Begitulah.
Kasih sayangmu akan berbalas.
Tetapi mungkin tak sesuai harapanmu.
Tak kusangka kau dapat menggambar dan melakukan hal menyenangkan meski telah dewasa.
Aku juga tak menyangka.
Simon agak membuatku takut.
- Masa? - Dia tidak baik.
Kau harus membunuhnya.
Karakter yang melakukan hal buruk tidak semuanya jahat.
Simon si Laba-laba membantu Molly menjadi kaki seribu yang lebih baik.
Mereka memberimu begitu banyak hadiah.
Benar.
Sayangnya, semua itu tak membantu tenggat waktu...
atau ketika tak ada ide untuk menggambar apa pun.
Mungkin kau perlu istirahat.
Kita bisa bermain.
Tentu saja.
16, 17...
18, 19, 20!
Siap atau tidak, aku datang!
- Hai, Colin. - Jess! Apa kabar?
Baik, aku baru pindah.
- Bagaimana perkembanganmu? - Ya.
Kau tetap akan dapat sampulnya di hari Jumat.
Kenapa suaramu aneh?
Halo?
Siapa yang meninggalkanmu di sini?
Terkadang Jessica itu pelupa.
Kau punya nama?
Chauncey? Aku suka namamu.
Baiklah, Chauncey.
Sekarang aman.
Aku juga lapar.
Sial.
Alice?
Alice? Ini giliranku mencari?
Alice?
Hei, sayang. Maafkan aku, ada telepon pekerjaan.
- Kita masih bisa bermain jika kau... - Kutemukan teman lain untuk bermain.
Baik, mungkin lain waktu?
NEW ORLEANS.
SAHABAT
PERWAKILAN TIM HOKI LAPANGAN!
Kau baik saja?
Ya.
Hanya seorang wanita aneh menatap ke jendelaku.
Old Bag Patterson?
Dia sudah lama sekali tinggal di sini.
Kurasa dia ingin membeli rumahmu.
Dia mungkin sangat kecewa.
Dia boleh membeli rumah ini.
Kau tahu, tak semuanya buruk.
Hei, jika kau ingin keliling kota, tarifku murah.
Apa yang akan kau tunjukkan padaku?
Ada bar yang tak memeriksa KTP.
Bagus, aku selalu lupa bawa KTP.
Hai, Nyonya, namaku Liam.
Senang bertemu denganmu.
Kau tahu, Taylor baru berusia 15 tahun, mungkin lebih baik kau ajak dia ke mal.
Tidak? Bagaimana kalau golf mini?
Tembak laser?
Tolong hentikan.
Chuck E. Cheese?
Taylor, aku...
Dengar, aku hanya bercanda, aku tak berniat mempermalukanmu.
Taylor?
"Tak ada perkataanmu yang bisa mempermalukanku"
Bagus, Jess.
Kutahu kau boleh menyantap sarapan untuk makan malam, Chauncey...
tetapi tidak sebaliknya.
Hei, sedang apa kau?
Kemarilah. Dia tengah berbincang dengan teman khayalannya.
Aku juga menyayangimu, Chauncey.
Manis sekali.
Kau tahu, aku punya teman khayalan saat seusianya.
Namanya Tn. Tangguh.
Dia mahir karate...
dan mampu merakit bom dari apa pun.
Jadi, teman khayalanmu adalah teroris?
Yang benar saja.
Setiap anak memiliki teman khayalan.
Kau tidak punya?
Kurasa tidak.
Setelah semua yang terjadi dengan ibunya dan sesi bersama Dr. Soto...
senang bisa kembali mendengar tawanya.
Benar.
Ada apa, sayang? Kau seharusnya sudah tidur.
Kau ingin dibacakan kisah pengantar tidur?
Tidak.
Aku sedang bermain petak umpet bersama Chauncey...
dia akan segera mencariku.
Baik. Aku tahu tempat yang aman, ayo.
Dia akan lihat lekuk tubuhku.
Tidak jika kau berbaring di antara kami.
Baik.
Hati-hati.
- Kini duduklah. - Bagus.
Kau mendengarnya?
Ada yang datang.
Itu Chauncey, dia akan temukan kita.
Baik.
Dengarkan saja suara perutnya. Dia selalu lapar.
Tunggu, suara apa itu?
Aku tak dengar apa-apa.
Mungkin itu Tn. Tangguh.
- Siapa? - Tn. Tangguh.
Kau tahu siapa itu Tn. Tangguh, sudah kuceritakan...
Aku. Aku tak ingat.
Sudah kuceritakan.
Belum pernah. Ceritakan padaku.
Saat aku seusiamu...
Kenapa kau lakukan itu?
Kenapa kau lakukan itu?
Baik.
Aku benci kalian berdua.
Kita memang tim yang hebat.
No comments yet. Be the first to leave one.